
“Mami, apa mami akan membebaskan bu Jane begitu saja? Dia sudah menyebarkan gossip buruk tentang Mami hingga semua orang mengira kalau Mami adalah ibu tiri yang jahat dan tidak menyayangiku”.
Lathan menggerutu pada Andra mengenai hukuman yang Andra berikan pada bu Jane.
“Bukankah sekarang Mami memang sudah jadi seorang penjahat? Kamu tahu sendiri kalau dulu Mami hanya bisa diam saja saat keluarga Mami melakukan hal yang buruk dan sekarang Mami melakukan hal yang buruk pada orang lain”.
Andra bicara dengan senyum ketir dibibirnya. Terlihat jelas kalau dia sedih dan kecewa dengan dirinya sendiri.
“Mami tidak jahat, Mami hanya membela diri. Jika Mami tidak melakukan hal seperti sekarang, maka Mami akan terus ditindas seperti dulu. Aku tidak ingin mami menderita seperti dulu lagi. Karena sekarang Mami sudah jadi istri papi, sudah pasti Mami harus berubah agar tidak direndahkan orang lain”.
Lathan terlihat serius saat dia bicara lalu dia tersenyum untuk bisa menghibur Andra.
“Lathan, Lathan. Siapa yang mengajarimu hal seperti itu?” tanya Andra dengan senyum manis sambil mengusap kepala Lathan.
“Papi yang mengatakannya padaku. Papi bilang jangan pernah diam saja jika ditindas. Kita tidak boleh jahat kepada orang lain, tapi jika ada yang menindas kita, maka kita boleh membalasnya”
Andra menggelengkan kepala perlahan disertai senyum saat mendengarkan Lathan bicara
“Kenapa Mami tersenyum seperti itu? Apakah aku salah?” tanyabLathan dengan raut wajah bingung
“Tentu saja tidak. Memang benar kata papi, jika kamu tidak melawan maka kamu akan semakin ditindas. Mami sangat tahu cerita keluarga papi. Kamu juga tidak boleh diam saja agar bisa bertahan hidup dilingkungan keluarga bisnis” ujar Andra pada Lathan dengan senyum yang manis.
“Jadi Mami, apa yang akan Mami lakukan pada bu Jane? Apa dia hanya akan diberhentikan dari pekerjaannya sebagai seorang guru saja?” Lathan terlihat semakin penasaran dengan jawaban yang akan diberikan Andra padanya.
“Mami tetap akan menuntutnya. Mami akan mengajukan tuntutan atas pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan. Dia tidak boleh lolos dan harus mencoba dinginnya jeruji besi” Andra bicara dengan sorot mata yang tajam dan seringai tipis dibibirnya.
“Bagus, Mih. Aku pasti akan mendukung mami” ujar Lathan sambil mengacungkan kedua jempol tangannya pada Andra .
“Sekarang waktunya kamu kembali ke kelas. Mami akan menunggumu dikantin sekolah sampai kamu pulang nanti” ujar Andra dengan senyum yang lembut.
“Baik, Mami. Sampai jumpa nanti” Lathan pun berbalik sambil melambaikan tangan meninggalkan Andra menuju kelasnya.
“Ehm … Apa aku harus menghubungi kak Radit?” gumam Andra saat berjalan menuju kantin
“Sebaiknya iya. Aku harus menyiapkan tuntutan pada bu Jane agar dia tidak melakukan hal yang sama lagi dikemudian hari” sambung Andra sambil berjalan menuju kantin.
Andra mengambil ponselnya dari dalam tas dan langsung mencari nomor Radit.
Tuut tuut tuut
Andra tak perlu menunggu lama sampai Radit menerima teleponnya. Dia langsung menjawabnya hanya dalam sekali dering.
“Halo, sayang” Sapa Radit dari ujung telepon.
__ADS_1
“Halo, apa Kak Radit memasang alat penerima telepon otomatis? Bagaimana bisa kak Radit selalu menerima telepon dariku dengan cepat?”.
Andra bertanya dengan senyum yang lembut dan sikap yang tenang. Dia menelepon Radit sambil melangkahkan kaki berjalan menuju kantin.
“Tentu saja aku harus cepat menerima telepon dari istriku. Siapa tahu kalau dia menghubungiku karena menginginkan sesuatu”. Radit menanggapi dengan senyum manis dan nada bicara yang menggoda
“Bagaimana Kakak tahu kalau aku akan meminta sesuatu darimu?”.
Dahi Andra berkerut heran saat dia bicara.
“Tentu saja aku memiliki feeling yang bagus. Bagaimana dengan masalah disekolah Lathan?”. Radit mengalihkan pembicaraan dan menanyakan perihal masalah gosip disekolah Lathan.
“Itu sudah selesai dengan baik berkat nama kak Radit”
“Hah?”
Radit memicingkan mata tak mengerti dengan ucapan Andra
“Aku bilang kepada kepala sekolah agar wali murid dan guru yang membicarakanku diberikan hukuman sesuai dengan keinginanku, jika tidak maka kak Radit akan menutup sekolah ini”. Andra menjelaskan dengan sikap yang tenang dan terkesan acuh tak acuh
“Hahaha. Kamu mengatakan itu? Sejak kapan istriku menjadi ahli dalam mengancam orang? Aku tidak tahu kalau kamu pandai memanfaatkan nama suamimu?”.
Radit langsung terbahak mendengar cerita dari Andra. Dia memuji Andra dengan nada yang sedikit mencibir bahkan sedikit sarkastik.
melihat kak Radit secara langsung?”.
Andra tersenyum dengan bangga saat dia bicara pada Radit.
“Terimakasih. Itu memang harus dilakukan. Lalu hukuman apa yang kamu minta untuk mereka?”
Radit pun menanggapi dengan senyum yang penuh kebanggaan lalu mengalihkan pembicaraan dengan menanyakan hukuman yang diminta Andra.
“Aku meminta kepala sekolah untuk menghukum para wali murid dengan membersihkan seluruh sekolah selama satu bulan dan untuk bu Jane, dia akan berhenti dari pekerjaannya tanpa surat rekomendasi dari sekolah. Aku tidak ingin dia menjadi guru lagi".
Andra menjelaskan dengan nada bicara yang terdengar kesal. Di benar-benar marah dengan apa yang terjadi.
"Hanya berhenti sebagai guru saja?".
Radit terdengar tidak puas dengan jawaban yang Andra berikan.
"Aku juga ingin menuntutnya atas tuduhan pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan" jawab Andra menambahkan keinginannya.
"Lumayan, tapi kamu bisa melakukan hal yang lebih dari itu".
__ADS_1
Radit menanggapi jawaban Andra dengan sikap yang acuh tak acuh.
"Lebih dari itu? Apalagi yang bisa dilakukan selain membuat dia berhenti jadi guru dan juga dipenjara?".
Andra memicingkan mata karena tidak tahu lagi dengan apa yang harus dilakukan.
"Aku akan mengurusnya".
Radit menunjukkan seringai tipis saat dia bicara pada Andra.
"Apa yang akan Kakak lakukan dengan mereka?"
Andra semakin penasaran dengan apa yang akan dilakukan Radit.
"Bukan apa-apa. Apakah Lathan ada dikelasnya? Atau dia sudah istirahat?.
Radit mengalihkan pembicaraan dengan menanyakan keberadaan Lathan.
"Dia baru saja kembali ke kelasnya. Mungkin dia sudah mulai belejar?" ujar Andra dengan sikap yang tenang.
Radit melihat jam tangannya untuk memastikan.
"Oh kalau begitu kamu hati-hati disana. Aku akan menjemput kalian sore nanti"
"Baiklah. Sampai jumpa"
"Ya sampai jumpa"
Radit dan Andra pun langsung menutup panggilan teleponnya. Setelah bicara dengan Andra, Radit mengirim pesan pada Lathan.
"Apa kamu sudah masuk kelas?" tulis Radit dalam pesannya.
"Belum Pih. Gurunya masih belum datang" balas Lathan pada Radit
"Kamu akan diam saja dengan apa yang terjadi pada ibumu? Papi dengar hukuman mereka sangat ringan" tulis Radit lagi dalam pesannya.
"Papi tenang saja. Aku akan menambahkan sedikit hukuman mereka"
"Bagus. Papi percaya padamu"
Lathan tidak membalas lagi pesan Radit. Dia langsung membuka tabletnya dan membuat sebuah berita gosip.
"Hanya karena iri dengan salah satu gadis biasa yang menikah dengan orang kaya, seorang guru dan beberapa wali murid disebuah sekolah bekerjasama untuk menyebarkan berita bohong mengenai gadis itu dengan mengatakan kalau gadis itu telah melakukan kekerasan pada anak sambungnya. Pada kenyataannya gadis itu sangat mencintai suami dan juga anak sambungnya"
__ADS_1