Terpaksa Jadi Ibu Tiri

Terpaksa Jadi Ibu Tiri
Radit Bertingkah Seperti Algojo


__ADS_3

Radit sedang mengawasi perkembangan dari pergerakan Samuel dan rekan-rekannya. Sebelumnya dia menyelinap kerumah Samuel dan meletakkan penyadap disana. Diapun melakukan hal yang sama pada Jhon, Dion dan Tedy.


"Can, buat perusahaan mobil milik Jhon bangkrut. Dia harus mulai merasakan kesenangan permainan ini". Radit menginstruksikan pada Candra dengan sikap yang tenang disertai seringai tipis dibibirnya.


"Baiklah. Hari ini tiba giliran pak Jhon yang kehilangan perusahaan sebelum dia mendekam dalam jeruji besi". Candra bicara dengan senyum tipia dibibirnya


...****************...


Perusahaan pengembang mobil Shizun mengalami penurunan saham hanya salam satu hari. Perusahaan ini sudah dipastikan akan mengalami kebangkrutan.


Pagi hari, perusahaan Jhon sudah masuk berita. Dikabarkan kalau perusahaan itu akan bangkrut. Berita itu juga diketahui oleh Samuel, Dion dan Tedy.


"Bagaimana bisa perusahaan pak Jhon dinyatakan bangkrut hanya dalam satu hari? Apa mungkin perusahaan besar bisa langsung bangkrut begitu saja?" ujar Dion yang saat ini sedang bersama dengan pak Tedy.


"Saya juga tidak mengerti. Bukankah selama ini perusahaan pak Jhon selalu stabil?" Dion dan Tedy hanya saling menatap satu sama lain dengan tatapan heran.


"Apa jangan-jangan … ancaman itu …" Dion bicara sambil menatap Tedy dengan tatapan ragu.


"Ancaman? Apa anda juga menerima sebuah peringatan anonim?" tanya pak Tedy memastikan dugaannya.


"Anda juga menerimanya?". Dion tidak menjawab pertanyaan pak Tedy dan malah balik bertanya padanya.


"Ya, saya menerimanya dari laptop pribadi saya". ujar Tedy menanggapi dengan anggukan kepala ringan.


"Jadi itu bukan hanya sebuah ancaman? Itu memang peringatan sebelum dia menjatuhkan kita? Bagaimana hal ini bisa terjadi? " tanya Dion lagi memastikan keadaan sekarang.


"Ini pasti karena kita menculik anak itu. Aku yakin itu. Pasti Radit yang melakukan semua ini" Tedy mengutarakan pendapatnya dengan sangat percaya diri.


"Kenapa anda sangat yakin sekali kalau dia yang melakukannya?" tanya Dion yang terlihat ragu-ragu.


"Anda pasti pernah dengar kan bagaimana reputasi keluarga Kusuma? Dan pak Samuel juga telah memberikan sinyal yang jelas kalau semuanya mengarah ke kita. Kurasa bukan hal yang sulit bagi pak Radit untuk tahu siapa saja orang yang menculik putranya"


"Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya Dion yang mulai mengerti dengan situasinya saat ini.

__ADS_1


"Aku juga tidak tahu alasan apa yang kita perlukan untuk meyakinkan pak Radit kalau kita tidak terlibat tapi yang jelas, kita harus menjauhi pak Samuel dan Jhon, tidak baik untuk kita jika orang-orang mulai curiga dengab kedekatan kita".


Dion dan Tedy sepakat untuk tidak mendekati pak samuel dan juga Jhon agar mereka bisa tetap aman. Tapi mereka tidak tahu kalau giliran mereka juga sudah tiba.


...****************...


Polisi melakukan penggrebekan disalah satu kamar hotel milik Dion. Karena ini mengenai pesta **** dan obat terlarang, kejadian tersebut juga muncul dalam acara berita di televisi.


Kami sedang berada di salah satu hotel ternama dikota ini. Polisi melakukan penggrebekan disalah satu kamar hotel dan melakukan penangkapan terhadap beberapa anak muda yang terlibat didalamnya. Berdasarkan informasi yang kami dapat didalam sana mereka mengadakan sebuah pesta **** dan juga obat-obatan terlarang. Polisi bergerak cepat setelah mendapat informasi tersebut dan langsung mengambil tindakan


"Gila! Bagaimana ini bisa terjadi? Pertama pak Samuel, lalu pak Jhon dan sekarang pak Dion, bukankah mereka itu memiliki hubungan dekat satu sama lain?" Nino terlihat bingung sekaligus terkejut ketika melihat berita ditelevisi.


"Aku juga tidak mengerti. Bagaimana bisa satu-persatu dari mereka terlibat masalah dengan bisnisnya seperti ini?" Tofan pun tampak memikirkan apa yang dipikirkan Nino.


"Apa jangan-jangan … ini karena pak Radit?". Tofan dan Nino saling menatap satu sama lain dengan tatapan terkejut.


"Mungkin saja. Tapi kita tidak bisa ikut campur dalam hal seperti ini. Ini masalah bisnis dan tidak ada satupun pelanggaran yang dilakukan pak Radit jika dia memang terlibat dalam hal ini" ujar Tofan menanggapi pernyataan Nino.


"Lalu apa yang akan kita lakukan?" tanya Nino dengan wajah menunggu jawaban.


Tak berselang lama, Tofan dan Nino tiba di kediaman Radit. Salah satu pengawal langsung mengantarkan mereka menemui tuannya setelah mendapatkan izin terlebih dahulu.


"Terimakasih" ujar tofan pada pengawal yang mengantarnya.


"Sejak kapan polisi jadi bebas keluar masuk kerumah kami begitu saja?" sindir Ardhan dengan sikap yang dingin.


Radit mengabaikan ucapan putranya dan langsung mempersilahkan Tofan dan Nino untuk duduk.


"Silahkan duduk. Apa yang membawa anda berdua datang kemari? Sepertinya anda berdua ini sangat menyukai rumah ini daripada kantor polisi?". Radit bicara dengan sikap yang dingin disertai senyum tipis dibibirnya.


"Maafkan kami karena kemari tanpa membuat janji terlebih dahulu. Kami datang kemari karena ingin memastikan suatu hal. Apakah anda terlibat dengan apa yang terjadi pada pak Samuel, pak Jhon dan pak Dion saat ini? Secara mereka semua itu saling berhubungan dan selalu bersama" Tofan langsung bertanya dengan sikap yang tenang.


Radit terdiam sesaat lalu menyunggingkan senyum tipis diwajahnya.

__ADS_1


"Menurut kalian … kenapa bisnis mereka sampai hancur seperti itu?" Radit balik bertanya dengan sikap yang tenang.


"Kami tidak tahu apapun mengenai bisnis dan kami juga tidak tahu apakah ada yang salah dengan bisnis yang mereka kelola" Tofan menanggapi dengan sikap yang tenang sambil menunggu jawaban dari Radit.


"Bisnis mereka hancur karena mereka ceroboh. Mereka menyimpan semua informasi penting di dalam komputer dengan sistem keamanan yang mudah diterobos, mereka juga tidak menjalankan bisnis dengan murni, karena itu mereka harus merasakan akibat dari apa yang telah mereka lakukan"


"Bukankah itu karena kamu dan anak-anakmu teelalu pintar dalam hal komputer?" pikir Nino mendengar ucapan Radit.


"Jika mengikuti kata hatiku, aku ingin mata dibayar mata. Mereka menculik salah satu putraku dan membuat pacarnya dirawat dirumah sakit selama beberapa hari. Haruskah aku culik mereka juga dan menyiksanya sampai dirawat dirumah sakit? Hah, tapi itu tidak menyenangkan dan terlalu mudah".


Tofan dan Nino tidak mengatakan apa-apa dan hanya mendengarkan Radit yang mencibir orang-orang itu.


"Kalian tenang saja dan nikmati permainannya sampai selesai. Aku akan memberikan kalian hadiah pada kalian setelah semuanya berakhir sesuai rencanaku".


Tofan dan Nino kembali saling menatap satu sama lain setelah mendengar ucapan Radit.


"Hadiah?" Tofan dan Nino bicara dengan serempak sambil menatap satu sama lain.


"Apalagi yang dia rencanakan? Kenapa dia sangat sulit sekali ditebak? Dia bertingkah seperti algojo" pikir Tofan menatap Radit dengan tatapan penasaran.


...****************...


Disisi lain, Samuel, Jhon, Dion dan Tedy kembali berkumpul setelah apa yang terjadi pada mereka.


"Lihatlah, ancaman itu benar-benar terjadi pada kita. Satu persatu usaha kita hancur. Mulai dari pak Samuel, lalu pak Jhon dan sekarang, aku. Bagaimana anda bisa menyangkal kalau ini hanya kebetulan saja? Ini pasti ulah seseorang kan?". Dion terlihat emosi saat dia bicara dengan rekan-rekannya.


"Pan Dion benar. Bisnis kita telah hancur sekarang. Satu-satunya pemasukan yang tersisa hanya dari judi online. Jika itu masih tidak bisa dijalankan, maka kita akan berakhir dijalanan" ujar pak Jhon menambahkan.


"Kalian tenang saja. Aku akan kembali mengatur orang yang dapat dipercaya untuk menjalankan bisnis itu sebelum sidang kode etik dilakukan". Samuel bicara dengan sikap tenang dan penuh percaya diri.


"Anda selalu bicara tenang tenang dan tenang, tapi apa yang terjadi, kita semua hancur. Hanya pak Tedy yang baik-baik saja. Mungkin mereka anda adalah anggota dewan yang tidak bisa disentuh". Dion terlihat kesal dan meluapkan semua isi hatinya pada pak Samuel.


"Kalian tidak perlu khawatir. Seperti yang dikatakan pak Dion kalau saya tidak bisa disentuh, maka saya akan lakukajln sesuatu agar usaha kita ini akan tetap berjalan" ujar pak Tedy dengan senyum percaya diri.

__ADS_1


"Apa yang anda rencanakan?" tanya pak Samuel dengan tatapan penasaran. Pak Jhon dan pak Dionpun menatap pak Tedy dengan tatapan yang sama.


"Kalian tunggu saja hasilnya"


__ADS_2