Terpaksa Jadi Ibu Tiri

Terpaksa Jadi Ibu Tiri
Lahirnya Ardhan Prayugi Nugraha


__ADS_3

Dikantor Radit.


Radit terlihat panic saat dia mengemas barang-barang miliknya.


“Can, tolong handel semua pekerjaan milikku untuk hari ini. Batalkan semua rencana untuk meeting hari ini dan reskejul dilain hari”.


Radit memberikan instruksi sambil terburu-buru menyiapkan barang miliknya yang selalu dibawa pulang, termasuk dengan dokumen-dokumen yang harus dia pelajari hari ini.


“Ada apa, Dit? Apa terjadi sesuatu?” tanya Candra dengan sikap yang tenang.


“Ya, istriku dilarikan kerumah sakit. Aku harus segera kesana secepatnya”


Radit menanggapi dengan terburu-buru.


“Apa? Apa yang terjadi?” Candra pun terlihat bingung mendengar kalau Andra masuk rumah sakit.


“Aku juga masih tidak tahu jelas. Kemungkinan besar, mungkin dia akan segera melahirkan” Radit menanggapi sambil terus mengemasi barangnya, dia bahkan tidak menatap Candra saat bicara. Dia hanya sesekali saja menoleh padanya.


“Benarkah? Jadi aku akan punya keponakan lagi?” Candra bicara dengan senyum ceria diwajahnya


“Ya, kemungkinan besar seperti itu” ujar Radit dengan sikap yang acuh tak acuh.


“Baiklah. Kamu bisa tenang dengan masalah diperusahaan. Aku akan menjaganya untukmu” ujar Candra dengan senyum penuh percaya diri dibibirnya.


“Baguslah. Aku pergi dulu”.


Radit langsung pergi meninggalkan kantornya setelah dia selesai mengemasi semua barang miliknya. Dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.


“Andra, semogan kamu baik-baik saja” gumam Radit selama dalam perjalanan. Dia mengemudi dengan gelisah. Radit terus menoleh kesana kemari sambil terus memperhatikan jalanan didepannya yang ternyata sedikit


macet.


“Kenapa lama sekali?”


Tiin tiin tiinnn!


Brak!


Ckiiittt!


Radit yang sedang merasa gelisah karena mendengar Andra dilarikan kerumah sakit kini semakin gelisah karena dia memerlukan waktu lebih lama untuk pergi kerumah sakit sampai dia memukul kemudi mobil. Dia berbalik arah dan mencari jalan lain untuk pergi kerumah sakit tempat Andra dirawat.


 “Mah, Aku akan segera sampai, diruang mana Andra dirawat?!”.


Radit menghubungi Vio untuk tahu ruang yang ditempati Andra ketika dia akan tiba dirumah sakit.


“Andra sedang menjalani operasi cecar” ujar Vio menanggapi sang putra.


“Ya, aku tahu” Radit langsung menutup teleponnya setelah dia tahu diruang mana Andra dirawat


Setelah beberapa lama akhirnya Radit tiba dirumah sakit yang dimaksud. Dia langsung berlari kedalam rumah sakit setelah memarkirkan mobilnya. Radit berlari sambil menoleh kesana kemari mencari  Vio dan Leo.


“Pah, Mah!” teriak Radit begitu melihat Leo dan Vio.


“Papi!” Lathan langsung berteriak dan berlari kehadapan Radit


“Lathan, sayang” Radit pun langsung mengangkat Lathan ke pangkuannya begitu mereka mendekat.

__ADS_1


“Papi, mami. Mami masih ada didalam, Pih. Ini sudah cukup lama tapi mami masih belum keluar juga” Lathan langsung mengeluh dengan derai air mata dipipinya sambil terus menunjuk keruang operasi.


“Tenang ya, sayang. Mami dan adik bayi pasti akan baik-baik saja. Mereka akan selamat dan berkumpul lagi dengan kita”.


Radit berusaha menenangkan Lathan meskipun dengan senyum ketir dibibirnya dan hatinya pun


merasa gelisah seperti yang Lathan rasakan sekarang, namun Radit tidak ingin


Lathan semakin khawatir.


“Radit”.


Leo berjalan mendekati Radit dengan sikap yang tenang.


“Pah, bagaimana kondisi Andra? Apa dia masih belum keluar?” Radit bertanya dengan sikap yang terlihat panic.


“Tenanglah dulu. Saat ini dokter sedang berusaha melakukan yang terbaik untuk istrimu. Mereka bilang Andra mengalami kontraksi dini, Sebenarnya itu tidak masalah, hanya saja setelah dia diperiksa dokter, ternyata air ketuban istrimu tinggal sedikit, karena itu operasi cecar harus segera dilakukan untuk menyelamatkan nyawa istrimu” Leo menjelaskan dengan sikapnya yang tenang mengenai bagaimana kondisi Andra


“Tapi tidak ada masalah lain lagi kan, Pah?” tanya Radit lagi dengan sikap yang tenang


“Dokter tidak mengatakan hal lain lagi. Papa rasa semuanya baik-baik saja”.


Leo kembali menjelaskan dengan tenang kalau hanya itu yang dia dapatkan dari dokter yang menangani Andra


“Baiklah kalau begitu , Pah. Semoga …”


Owe… owe …


Belum selesai Radit dan Leo berbicara, suara tangis bayi menyela pembicaraan diantara ayah dan anak itu.


“Pah, dengar itu! Suara tangis bayi!” Radit memberitahu Leo dengan tawa bahagia dibiibirnya.


“Lathan, kamu dengar itu? Itu suara adik kamu!” Seru Vio pada Lathan


“Benarkah, Nek? Aku sudah punya adik bayi? Aku sudah jadi seorang kakak?” Lathan terus bertanya pada Vio dengan sangat antusias.


“Iya. Itu adik kamu, sayang” ujar Vio  menanggapi dengan senyum bahagia.


Tak lama seorang dokter keluar dari ruang operasi


“Dokter, bagaimana dengan keadaan istri saya?” Radit dengan cepat mendekati dokter dan  bertanya mengenai


keadaan Andra.


“Selamat, bu Andra telah melahirkan bayi laki-laki. Saat ini kondisi ibu dan juga bayinya sangat sehat” ujar dokter dengan senyum ramah


“Syukurlah. Apa saya bisa menemui istri saya, dok?” tanya Radit yang sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Andra.


“Anda bisa melihatnya setelah dipindahkan keruang rawat”


“Baik, Dok. Saya mengerti. Terimakasih”


“Sama-sama. Kalau begitu saya permisi”.


Dokter pun langsung pamit undur diri setelah selesai bicara dengan Radit.


Radit hanya menganggukkan kepala dengan senyum menanggapi ucapan dokter padanya.

__ADS_1


Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Andra dipindahkan ke ruang rawat. Radit bergegas pergi menemui Andra begiu dokter mengizinkannya.


“Sayang, apa kamu baik-bak saja?” tanya Radit pada Andra yang masih belum sadarkan diri.


“Dit, Andra masih butuh istirahat. Sebaiknya kamu tunggu sampai dia terbangun” ujar Vio dengan sikap yang tenang.


“Dimana bayiku, Mah? Apakah dia baik-baik saja?” Radit menanyakan keberadaan bayinya setelah melihat Andra yang masih terbaring sendiri ditempat tidur.


“Sebentar lagi dia akan dibawa kemari oleh suster. Apa kamu sudah menyiapkan nama yang tepat untuknya?” Vio bicara dengan sikap yang tenang dan lembut.


“Ya, aku sudah menyiapkan sebuah nama untuknya”


Tok tok tok


“Permisi”


Saat Radit dan Vio sedang bicara, tiba-tiba seorang suster masuk kedalam kamar Andra sambil mendorong box bayi bersamanya. Dia meletakkan box bayi itu tepat disamping Andra.


“Ini bayi anda. Saya akan meninggalkannya disini untuk sekarang, nanti saya akan kembali kemari untuk memindahkannya keruang bayi karena ibu dan bayinya masih membutuhkan waktu untuk beristirahat”.


Suster menjelaskan dengan sikap yang tenang mengenai bayi Radit dan Andra


“Baik suster, terimakasih banyak” ujar Radit pada suster tersebut


“Sama-sama. Permisi”


Radit menganggukkan kepala memberikan izin kemudian barjalan mendekati box bayinya. Dia memperhatian bayi kecil yang mungil dan kini ada dihadapannya.


“Halo, sayang. Ini Papih. Terimakasih karena kamu sudah lahir kedunia ini dengan selamat. Papi harap kamu bisa jadi kebanggaan Papi dan semua keluarga kiita”


Radit bicara dengan lembut sambil sedikit menyentuh pipi bayinya yang sangat halus dan lembut, selembut kapas.


“Sekarang nama apa yang sudah kamu siapkan, Dit?” tanya Vio yang sangat penasaran pada bayinya Radit.


Radit terdiam menatap wajah lucu bayinya sambil tersenyum manis.


“Ardhan Prayugi Nugraha”


“Nama yang bagus” Leo dan Vio tersenyum setelah mendengar nama yang diberikan Radit


“Mami? Apa mami baik-baik saja?” tanya Lathan setelah melihat Andra membuka matanya


“Mami baik-baik saja. Apa kamu sudah melihat adik bayi?” tanya Andra dengan suara yang masih lemah namun kondisinya sudah lebih baik setelah melahirkan


“Ya. Dia sangat tampan dan menggemaskan” ujar Lathan sambil terusmenatap wajah adik bayinya.


“Mami, apa boleh aku bertanya sesuatu pada Mami” Sambung Lathan dengan eagu-ragu dan kepala tertunduk.


“Mau tanya apa, sayang?” Andra menanggapinya dengan sikap yang tenang dan lembut


“Ssekarangkan … mami sudah punya dede Ardhan, apa Mami masih akan terus menyayangiku?” Semua orang terdiam mendengar pertanyaan Lathan. Andra pun saling menatap satu sama lain dengan Radit sebelum dia menjawab pertanyaan Lathan


“Sayang, kemarilah. Dengarkan Mami baik-baik. Meskipun dede Ardhan sudah lahir, tapi kamu tetap anak Mami dan Mami akan selalu sayang padamu. Mami tidak akan membedakan kasih sayang Mami pada Ardhan dan juga


padamu”


Andra berusaha menghibur Lathan dengan suara yang lembut dan senyum yang manis. Dia juga memegang tangan Lathan dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


“Terimakasih, Mami. Aku sayang sama Mami”


__ADS_2