Terpaksa Jadi Ibu Tiri

Terpaksa Jadi Ibu Tiri
Mereka Harus Membayar Mahal Atas Apa Yang Telah Mereka Lakukan


__ADS_3

Surya tersenyum tipis menanggapi sikap Andra yang sangat dingin padanya.


"Kenapa anda bersikap sangat waspada terhadap saya? Kita ini rekan bisnis, apa tidak bisa bersikap sedikit santai?" ujar Surya dengan nada bicara yang menggoda.


"Maaf. tidak bisakah kita mulai membicarakan masalah pekerjaan? Saya tidak punya banyak waktu untuk dihabiskan dengan anda" ujar Andra dengan sikap yang dingin dan tegas


"Bu Andra, anda baru saja sampai, sebaiknya kita nikmati dulu makan siangnya. Baru nanti kita bicarakan masalah bisnis" ujar Surya sambil meletakkan pesanan Andra yang baru saja dibawa oleh waitress.


Andra tidak menanggapi dan hanya diam dengan wajah yang terlihat tidak senang.


"Biar saya potongkan untuk anda" Surya langsung mengambil makanan Andra meskipun dia belum memberikan izin


"Saya bisa melakukannya sendiri" Andra berusaha mengambil kembali makanannya namun Surya menahannya


"Ini hanya cara saya menghormati anda, jadi anda tidak perlu merasa terbenani"


Tanpa Andra dan Surya sadari ada seseorang yang mengambil foto mereka saat memegang piring bersama.


"Ternyata kamu berani main serong dibelakang Radit. Ini pasti akan jadi berita yang menghebohkan dan membuat Radit membencimu" gumam orang itu dengan seringai tipis dibibirnya


***


Ditempat lain, bu Asya termenung memikirkan kedua putrinya yang kini semakin tidak menghormatinya. Luna dan Lulu sudah benar-benar tidak menganggapnya ibu mereka.


"Lulu, kamu mau pergi kemana?" tanya bu Asya ketika dia sadar kalau Lulu akan pergi keluar.


"Aku ada janji, Mah" Lulu menjawab sang ibu tanpa menoleh padanya dan terus berlalu keluar dari rumah.


"Janji dengan siapa? Lulu, jangan bilang kamu pergi dengan lelaki tua itu?" ujar bu Asya sambil beranjak pergi mengejar Lulu.


"Tidak, Mah. Aku ada janji dengan orang lain. Sudah ya Mah, nanti saja bicaranya. Aku sudah dijemput"


"Eh tunggu! Mama belum selesai bicara. Lulu!"


Lulu bergegas pergi dengan langkah cepat meninggalkan sang ibu yang mengikutinya dari belakang.


"Siapa lagi pria itu? Apa sekarang Lulu... ?" Asya terlihat bingung saat Lulu ternyara dijemput oleh orang yang berbeda lagi. Diapun semakin sedih dan kesal dengan kehidupannya sekarang.


Tak berselang lama, Luna baru saja tiba dirumah saat Asya sedang duduk diruang keluarga. Luna langsung berjalan menuju kamarnya tanpa menyapa sang ibu.


"Luna, kamu dari mana saja?" tanya Asya yang berdiri mendekati sang putri

__ADS_1


"Ada apa, Mah? Aku ada urusan tadi" Luna menanggapi sang ibu dengan nada bicara yang malas.


"Apa kamu tahu dengan siapa adikmu dekat saat ini?" Asya bertanya dengan sikap yang tenang.


"Mana aku tahu, Mama. Lagi pula dia selalu pergi dengan pria yang berbeda setiap harinya. Jadi bagaimana aku bisa tahu pria mana yang dekat dengannya" Luna menanggapi sang ibu dengan sikap yang sinis dan acuh tak acuh.


"Mama kira kamu tahu" ujar Asya yang sedikit kecewa.


"Sudahlah, Mah. Aku masuk dulu" Luna tidak menghiraukan ibunya lagi dan langsung masuk kekamarnya.


"Dengan ini, aku bisa menjatuhkanmu, Andra. Aku sama sekali tidak rela melihat kamu hidup bahagia sementara kami menderita" gumam Luna dengan seringai tipisnya sambil menatap foto Andra yang ada dalam ponselnya dengan penuh kebencian.


Luna membuka laptopnya dan mengunggah foto Andra dengan caption yang menjelekkan namanya.


"Beginilah perilaku seorang perempuan saat berada diluar rumah. Diketahui bahwa dia baru saja diangkat sebagai pemimpin perusahaan yang cukup ternama setelah merebut posisi itu dari kakaknya sendiri. Bahkan dia juga merupakan istri dari pemimpin perusahaan yang cukup ternama. Dia dipersunting oleh pengusaha muda yang cukup terkenal setelah meninggalkan tunangannya tepat beberapa hari sebelum pesta pernikahan mereka digelar. Pantaskah perempuan seperti ini menjadi seorang pemimpin?" tulis Luna dalam keterangan postingan foto Andra.


"Andra, kebahagiaanmu akan berakhir sekarang. Hahaha" Luna tertawa dengan keras setelah dia memposting sesuatu tentang Andra. Dia berpikir kalau saat ini adalah saat terakhir Andra dengan kebahagiaan yang dia miliki.


***


Ditempat lain postingan Andra telah dibaca oleh Candra.


"Sejak kapan kamu bisa menembus pintu tanpa mengetuknya terlebih dahulu?" ujar Radit dengan sikap yang dingin. Dia sangat terkejut hingga berjingkut karena Candra langsung masuk ke kantornya begitu saja.


"Maafkan aku. Aku tidak punya waktu untuk mengetuk pintu terlebih dahulu" Candra menanggapi dengan tenang sambil berjalan mendekati Radit.


"Apa yang terjadi sampai kamu panik seperti itu?" tanya Radit yang penasaran dengan alasan Candra.


"Aku ingin kamu melihat ini!" Candra pun menunjukan postingan tentang Andra itu pada Radit.


"Siapa orang bodoh yang berani membuat berita palsu tentang istriku?" ujar Radit dengan senyum mencibir dibibirnya.


"Mungkin dia orang yang sudah bosan hidup?" Candra menanggapi dengan senyum manis dibibirnya.


"Kamu tahu kan apa yang harus kamu lakukan untuk masalah seperti ini?" Radit bicara dengan senyum tipis dan tatapan yang mencurigakan.


"Tentu saja aku tahu betul apa yang harus aku lakukan. Tapi masalahnya sudah ada orang lain yang mendahului kita". Radit langsung menatap Candra dengan tatapan heran


"Apa maksudmu?" tanya Radit dengan penuh rasa penasaran.


"Lihatlah ini! Ada orang lain yang telah lebih dulu membalikkan keadaan ini" Candra mendekati komputer Radit dan membuka postingan tadi untuk mencari alamat IP si pembuat status, namun sudah ada seseorang yang memblokir alamat IP tersebut dan membuat postingan baru dengan akun tersebut. Disana tertulis

__ADS_1


"Seorang kakak yang baik tidak akan membiarkan adiknya terjerumus kedalam hal-hal yang tidak baik. Jika kakak itu merupakan pemimpin yang baik juga, maka tidak perlu mengorbankan adiknya untuk menikah dengan pria tua demi sebuah dukungan materil terhadap perusahaan yang dia kelola sendiri ". Dalam postingan itu ada beberapa foto Lulu yang sedang bersama dengan beberapa pria yang berbeda, bahkan ada juga foto Andra yang terlihat berusaha melepaskan diri ketika berada dihadapan seorang pria tua yang hendak menikahinya dulu.


Radit tersenyum melihat postingan itu.


"Sepertinya istriku memiliki pembela rahasia. Tapi, siapa yang sudah melakukan ini?" Radit menoleh pada Candra untuk mendapatkan jawaban darinya. Namun Candra hanya mengangkat kedua bahunya sambil berkata


"Aku juga tidak tahu siapa yang melakukan itu"


***


Andra yang baru saja kembali dari makan siangnya bersama Surya merasa heran dengan tatapan banyak orang terhadapnya. Dia pun bertanya pada sekertaris pribadinya.


"Apa yang terjadi? Kenapa semua orang menatapku dengan tatapan seperti itu?" tanya Andra dengan sedikit berbisik pada sekertarisnya sambil menoleh kesana kemari.


"Saya juga tidak tahu, Bu. Saya akan segera mencari tahu apa yang terjadi" jawab sang sekertaris dengan sopan dan ramah.


"Baiklah. Terimakasih" Andra pun melanjutkan langkahnya menuju ruangan miliknya sementara sang sekertaris kembali ke meja kerjanya.


Tak berselang lama sekertarisnya kembali masuk ke ruangan Andra.


"Permisi, Bu. Ternyata ada sesuatu yang terjadi saat kita sedang makan siang" ujar sang sekertaris yang langsung masuk keruangan Andra dengan tergesa-gesa.


Andra yang baru saja duduk dikursinya pun merasa terkejut karena sekertarisnya langsung masuk begitu saja.


Apa yang terjadi sampai kamu panik seperti itu?" tanya Andra dengan sikap yang tenang.


"Ini, Bu. Anda bisa melihatnya sendiri" sekertaris Andra langsung menunjukkan postingan Luna yang ada diponselnya.


"Yang benar saja. Apa iya ada mata-mata yang mengikuti kita?" ujar Andra dengan dahi berkerut heran. Sekertarisnya hanya mengangkat kedua bahu menanggapi pertanyaan Andra. Namun tak berselang lama postingan itu menghilang dan berganti dengan postingan baru.


"Bu Bu Bu. Lihatlah ini. Postingannya berubah" ujar sang sekertaris yang kembali terkejut


"Apa ini? Bagaimana bisa seperti ini?" Andra pun tak kalah bingung melihat postingan itu.


"Entah siapa pun yang melakukan ini, dia pasti salah satu orang yang mengenalku atau mungkin dia tahu siapa yang membuat postingan palsu itu"


***


Ditempat lain seseorang sedang berada didepan komputer dengan jari-jari tangannya menari diatas papan keyboard


"Aku tidak akan membiarkan siapapun mengganggu orang yang berarti dalam hidupku. Mereka harus membayar mahal atas apa yang telah mereka lakukan""

__ADS_1


__ADS_2