Terpaksa Jadi Ibu Tiri

Terpaksa Jadi Ibu Tiri
Curahan Hati Andra


__ADS_3

Semua orang menatap tak percaya dengan apa yang dikatakan Andra. Mereka tidak menyangka jika salah satu putri dari mendiang pak Brama yang dipandang sebagai anak orang kaya dan jadi anak kesayangan pak Brama, ternyata hidup lebih merana dibandingkan mereka yang merupakan orang dari kalangan yang biasa saja.


Asya dan Luna menyadari pandangan orang-orang disana pada mereka berdua. Mereka pun menoleh kesana kamari dan memperhatikan tatapan setiap orang dengan senyum yang terlihat kaku.


“Itu tidak benar. Apa yang dikatakan Andra sama sekali tidak masuk akal. Andra, jangan sembarangan bicara kamu! Kamu itu sengaja melakukan semua ini untuk memeprmalukan kami dan mendapatkan warisan dari papa, iya kan?” Luna bicara dengan kasar pada Andra dan berusaha meyakinakn semua orang kalau


Andra lah yang jahat dan melakukan kejatan ini


“Kak Luna, harus berapa kali aku katakan kalau itu sama sekali tidak ada hubungannya denganku. Aku tidak pernah membuat postingan seperti itu. Lagipula papa sudah lama meninggal, kenapa Kakak masih membahasnya sampai sekarang?”Andra masih berusaha meyakinkan Luna dan Asya kalau bukan dia yang membuat postingan itu.


Asya pun kembali menatap Andra dengan sorot mata yang dingin.


“Andra, beberapa hari ini aku berpikir kalau aku telah salah menilaimu. Aku pikir kamu sayang padaku dan aku berniat baik untuk melupakan semua yang sudah terjadi selama ini. Tapi dengan kamu yang seperti ini … sepertinya aku tidak perlu melakukan itu. Aku tidak lagi menyesal dengan apa yang telah aku lakukan padamu” ujar bu Asya yang terlihat sangat marah dan benci pada Andra.


Andra terdiam mendengar ucapan Asya. Meskipun dia sudah terbiasa dengan perlakuan kasar dari Luna dan ibunya namun tetap saja hatinya terasa sakit. Diapun mengepalkan tangannya dengan erat.


“Mama, aku mengikuti papa saat masuk kerumah itu dan membuat namaku menjadi lengkap, Diandra Anindiya Satya. Sejak saat itu aku selalu berharap kalau aku bisa mendapatkan cinta darimu seperti Kak Luna dan Kak Lulu. Aku juga berharap bisa tumbuh selayaknya anak kecil yang manja pada umumnya seperti Kak Luna dan Kak Lulu. Namun kamu tidak pernah melihatku sebagai anakmu. Kamu hanya melihatku sebagai pengganggu dalam keluargamu, perusak kebahagiaanmu.


“Aku selalu berharap suatu hari nanti kamu akan melihatku dengan tatapan penuh cinta dan menghujaniku dengan curahan kasih sayang, tapi aku sudah lelah. Sekarang aku sudah tidak akan lagi mengharapkan hal itu darimu. Aku sadar kalau tidak akan pernah ada cinta dari kalian untukku. Aku tidak ingin mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin terjadi”


“Sekarang aku mengerti kalau cinta tidak hanya datang dari keluarga saja. Saat aku masuk kerumah kalian … aku seperti gelandangan yang mengemis belas kasih dari kalian semua, tapi saat aku masuk keluarga Nugraha, aku diperlakukan seperti seorang putri dan dilimpahi dengan curahan kasih sayang semua orang padaku. Mama, aku tidak menyesal kalaupun kamu tidak lagi menjadikanku bagian dari keluarga Satya karena sekarang aku sudah memliki keluarga Nugraha yang menyayangiku. Lagipula sekarang papa sudah tidak ada, jadi seharusnya aku juga melepaskan nama keluarga Satya dari  nama belakangku.


Sekarang aku bukan lagi Diandra Anindya Satya, aku akan  menggunakan nama suamiku, jadi namaku sekarang adalah Diandra Anindya Nugraha”

__ADS_1


Andra meluapkan semua isi hatinya meskipun dengan derai air mata yang  terus  mengalir dari kedua pipinya. Semua orang yang mendengarnya pun ikut berderai air mata dan merasa iba dengan apa yang Andra alami selama ini.


“Itu lebih bagus. Seharusnya kamu melakukan itu sejak dulu. Seharusnya kamu tidak pernah masuk kedalam keluarga kami dan merebut kasih sayang papa dari kami. Andra, aku selalu membencimu. Dari pertama kali papa membawamu sampai sekarang aku selalu membencimu” ujar Luna dengan penuh emosi.


“Apa yang terjadi disini?” suara Radit yang baru saja tiba mencuri semua perhatian orang-orang yang sedang berkerumun disana. Bahkan Andra pun menatap tak percaya dengan kedatangan sang suami.


“Kak Radit …”


Pandangan Radit terkunci pada sang istri yang berderai air mata dengan sebelah pipi yang memerah. Lalu dengan langkah kaki yang cepat dan raut wajah khawatir, dia berjalan mendekati Andra.


“Apa yang terjadi dengan pipimu? Apa ibu dan kakakmu itu telah memukulmu?” tanya Radit dengan penuh perhatian.


“Tidak. Kak Radit. Mereka sudah bukan keluargaku lagi. Mulai hari ini … aku bukan lagi bagian dari keluarga Satya” Andra mengeluh dengan raut wajah yang sedih dan bersandar pada dada Radit.


keluarga Kusuma” Radit bicara dengan lembut sambil membelai sebelah pipi Andra


yang memar.


Setelah bicara Radit berbalik dan menatap Asya juga Luna


“Dan kalian, selama ini aku tidak pernah ikut campur dengan urusan kalian karena aku berpikir kalau kalian adalah keluarganya Andra. Tapi karena sekarang kalian bukan lagi keluarga Andra, aku tidak perlu lagi mempertimbangkan hubungan kekeluargaan yang kalian miliki. Karena kalian memperdebatkan masalah perusahaan ini, maka aku akan menutup perusahaan ini” Radit bicara dengan sikap yang tenang dan nada bicara yang dingin.


Asya dan Luna saling menatap satu sama lain karena terkejut.

__ADS_1


“Kenapa kamu ingin menutup perusahaan ini? Ini perusahaan yang susah payah dibagun oleh suamiku! Apa hakmu ingin menutup perusahaan milik orang lain?!” Asya yang tak terima langsung meninggikan suara saat dia bicara.


"Apa kamu lupa kalau anakmu sendiri yang telah menghancurkan perusahaan keluarga kalian?!" Radit menanggapi dengan sikap yang tenang dan sedikit semyum yang tipis.


"Apa maksudmu?" Asya merasa penasaran dengan apa yang dimaksud Radit pun langsung meminta penjelasan.


"Alasan kenapa aku bisa mengambil alih perusahaan itu adalah … perusahaan Satya mengalami krisis. Hutang perusahaan sudah sangat banyak di bank dan mereka sudah melewati tanggal jatuh tempo. Perusahaan ini akan segera dilelang, jadi aku membeli saham perusahaan Satya untuk bisa memperbaiki semuanya. Namun karena perlakuan yang kalian berikan pada istriku. Aku akan membatalkan rencanaku. Aku tidak ingin lagi terlibat dengan perusahaan ini. Kalian bisa nikmati semuanya" Radit bicara dengan sikap yang dingin. Dia langsung mengeluarkan ponsel setelah bicara dan mulai menghubungi Candra


Tuut tuut tuut


"Halo, Dit?" tanya Candra dari ujung telepon.


"Aku ingin kamu membatalkan semua rencana mengenai perusahaan Satya" ujar Radit dengan tegas. Luna dan Asya menggelengkan kepala perlahan menyesali perbuatan mereka.


Candra sangat terkejut karena permintaan Radit, namun akhirnya ia hanya bisa mengangguk setuju dengan permintaan Radit.


"Baiklah, aku mengerti. Akan kupastikan kalau perusahaan itu tidak akan ada lagi mulai besok"


"Bagus. Terimakasih"


"Radit … Radit … tolong maafkan kami. Kami janji tidak akan melakukan hal yang jahat lagi pada Andra. Kami akan bersikap baik dan menghormati Andra. Tapi untuk itu tolong jangan biarkan rumah dan perusahaan kami disita pihak bank. Itu adalah satu-satunya yang kami miliki" ujar Luna dan Asya yang memohon dibawah kaki Radit sambil memeganginya.


"Sayangnya aku tidak peduli pada kalian, Kenapa? Karena kalian bukan siapa-siapa bagiku dan sama sekali tidak penting bagiku. Ayo sayang!"

__ADS_1


__ADS_2