Terpaksa Jadi Ibu Tiri

Terpaksa Jadi Ibu Tiri
Kesembuhan Vio Yang Mendadak


__ADS_3

“Halo?” Andra menyapa dengan sopan ketika dia menerima telepon dari seseorang.


“Halo, dengan keluarga dari pak Radit?” tanya seseorang dari ujung telepon


“Benar, saya istrinya. Ini dengan siapa?” Andra menjawab dengan sopan dan raut wajah penuh tanya.


“Kami dari rumah sakit. Pak Radit dan putranya mengalami kecelakaan lalu lintas” ujar petugas rumah sakit memberitahu dengan sopan dan hati-hati.


“Apa?! Kecelakaan?! Dirumah sakit mana mereka sekarang?!"


Andra terlihat sangat panik saat dia mendengar kalau Radit kecelakaan. Leo dan


Vio yang ada didekat Andra pun sangat terkejut dan langsung menoleh pada Andra.


“Baik, saya akan kesana sekarang juga”.


Andra yang panik langsung menutup telepon setelah tahu lokasi rumah sakit tempat Radit dirawat.


“Apa yang terjadi pada Radit?”.


Leo bertanya dengan raut wajah khawatir pada Andra.


“Katanya kak Radit dan Lathan kecelakaan, Pah. Aku akan kerumah sakit sekarang juga” ujar Andra dengan panik.


“Ya, hubungi Papa setelah kamu dirumah sakit”


“Baik, Pah”


Andra pun langsung berbalik untuk pergi kekamarnya dan mengambil tas miliknya.


“Kecelakaan?” Vio bergumam setelah mendengar sedikit percakapan Andra di telepon. Vio pun kembali terkenang akan masa lalu yang menimpa Lea


Flash back on


“Apa?! Galen dan Lea kecelakaan?!”.


Vio terlihat panik saat mendapat kabar mengenai kecelakaan Lea


“Benar. Korban kecelakaan kini berada dirumah sakit X”


“Baik, kami akan kesana sekarang”.


Vio langsung menutup telepon.


“Kak Leo, kita harus kerumah sakit sekarang juga!”.


Vio memberitahu Leo dengan panik


“Apa yang terjadi?” tanya Leo yang penasaran dengan apa yang terjadi.


“Lea, katanya Lea mengalami kecelakaan”.


Vio terlihat panik dan sangat khawatir.


“Ayo kita pergi sekarang juga!”.


Leo meninggalkan pekerjaannya dan bergegas pergi kerumah sakit bersama dengan Vio.


Sesampainya dirumah sakit Vio dan Leo bergegas ke meja informasi.

__ADS_1


“Permisi, dimana pasien korban kecelakaan lalu lintas tadi dirawat?” tanya Leo dengan sikap yang tenang pada pekerja rumah sakit.


“Atas nama siapa?” tanya suster dengan sikap yang sopan.


“Atas nama Lea” jawab Leo lagi dengan sopan.


“Oh, pasien masih berada diruang UGD untuk ditangani. Sebelah sana”.


Leo dan Vio langsung menoleh pada mengikuti arah yang ditunjuk suster rumah sakit.


“Baik. Terimakasih”.


Vio dan Leo pun bergegas menuju ruang UGD seperti yang dikatakan suster padanya.


“Sepertinya mereka masih melakukan tindakan penyelamatan” ujar Leo pada Vio setelah melihat lampu ruang UGD masih menyala.


“Kak Leo, apa Lea akan baik-baik saja?”.


Vio bertanya dengan derai air mata diwajahnya.


“Tentu saja. Lea dan bayinya pasti akan selamat”


Leo menenangkan Vio sambil mendekapnya erat.


Tak lama dokter keluar dari ruang UGD. Vio dan Leo menoleh bersamaan dan langsung mendekati dokter.


“Dokter bagaimana dengan putri kami dan bayinya?” tanya Leo dengan sikap yang tenang namun raut wajah penuh kekhawatiran.


“Ibu dan bayinya selamat, namun kondisi ibunya masih sangat lemah dan kita tetap harus memantaunya karena emosinya belum stabil setelah kecelakaan”.


Dokter menjelaskan dengan sikap yang tenang mengenai keadaan Lea.


“Lalu bagaimana dengan menantu kami dan adiknya?”.


“Hanya putri anda yang selamat kedua korban lain dalam mobil itu tidak bisa diselamatkan dan meninggal ditempat”.


Air mata Vio kembali mengalir mendengar kalau Galen telah tiada


“Tidak mungkin. Bagaimana dengan Lea? Jika dia tahu kalau Galen telah meninggal, bisa saja Lea …”.


Vio terlihat sangat khawatir dengan reaksi Lea jika dia tahu mengenai keadaan Galen.


“Jangan katakan apapun sekarang. Kita akan tunggu sampai kondisi Lea semakin membaik. Setelah kondisinya benar-benar pulih, barulah kita beritahu Lea kalau Galen telah tiada”.


Leo menyarankan dengan sikap yang tenang mengenai apa yang harus mereka lakukan demi kebaikan Lea


“Euh”.


Vio menganggukkan kepala menyetujui rencana sang suami


...****************...


Beberepa hari telah berlalu.


Lea telah dipindahkan keruan rawat karena kondisinya sudah semakin membaik. Vio selalu berada disamping sang putri untuk membantunya. Dia tidak pernah meninggalkan Lea meskipun sejenak. Namun hari itu Lea sedang sendiri saat saudara Galen datang menemuinya dan memberitahu Lea kalau Galen telah tiada dan pemakaman telah dilakukan.


“Mama, apa itu benar? Apa benar kak Galen telah meninggal? Itu bohong kan? Semua itu bohong kan? Kak Galen masih hidup kan? Bukankah kalian bilang kalau kak Galen baik-baik saja?”.


Lea bertanya dengan derai air mata dipipinya.

__ADS_1


“Sayang, tenanglah. Jangan dengarkan mereka”.


Vio berusaha menenangkan Lea agar tidak terlalu sedih.


“Lea! Lea! Dokter! Dokter!” Vio sangat panic ketika Lea tiba-tiba tidak sadarkan diri dan langsung berteriak memanggil dokter.


Dokter dan suster pun berlarian menuju kamar Lea dan memeriksa kondisinya.


“Maaf, kami sudah berusaha sebaik mungkin, tapi pasien tidak bisa diselamatkan” ujar dokter dengan raut wajah penuh penyesalan.


“Apa?! Tidak. Tidak mungkin. Kalian pasti bercanda kan? Lea baik-baik saja! Dia baik-baik saja!” ujar Vio dengan derai air mata dipipinya


Flash back off


“Radit? Kecelakaan? Kita harus pergi melihatnya!”.


Leo yang terkejut mendengar suara Vio. Diapun menatap Vio dengan mata membelalak dan raut wajah tidak percaya.


“Sayang? Apa kamu …”.


Leo bertanya dengan mata yang tidak berkedip sedikitpun.


“Ayo kita pergi kerumah sakit untuk melihat Radit”.


Vio langsung beranjak dari tempat duduk untuk pergi kekamar sebelum dia pergi kerumah sakit dan meninggalkan Leo yang masih terpaku tak percaya melihat perkembangan sang istri yang tiba-tiba.


“Sayang, tunggu aku!”.


Leo pun tersadar setelah beberapa saat dan mengikuti Vio yang berjalan semakin menjauh darinya.


Andra sudah selesai bersiap dan hendak keluar dari rumah ketika Leo tiba-tiba memanggilnya.


“Andra! Kita pergi kerumah sakit sama-sama”.


Andra langsung menoleh begitu dia mendengar suara Leo.


“Mama? Apa mama akan ikut kerumah sakit juga?” tanya Andra yang tak percaya begitu melihat Vio yang bergandengan tangan dengan Leo.


“Ya, mama akan ikut dengan kita. Sayang, ini Andra, dia istrinya Radit. Sekarang ini dia sedang mengandung anak pertama mereka”.


Leo kembali memperkenalkan kepada Vio mengenai Andra karena khawatir kalau Vio


tidak mengingat hari-harinya dengan Andra.


“Ya, aku sedikit mengingat tentangnya. Terimakasih telah berada disisi Radit dan mendukungnya”.


Vio tersenyum lembut saat dia bicara pada Andra.


Andra merasa terharu dengan kesembuhan Vio yang tiba-tiba. Diapun tanpa sadar meneteskan air matanya dan langsung berhambur kepelukan Vio.


“Mama, aku sangat senang karena mama sudah sembuh. Mama tidak tahu betapa khawatir dan sedihnya kami karena kondisi Mama. Terutama papa yang selama bertahun-tahun menjaga Mama disampingnya. Tapi sekarang semua itu


telah berlalu. Kami harap Mama bisa merelakan semuanya dan bahagia bersama kami”.


Andra mengungkapkan perasaaannya dalam pelukan Vio. Air matanya terus mengalir tanpa bisa dia bendung.


Vio tersenyum lembut sambil membalas pelukan Andra


“Ya, sekarang Mama bisa bahagia dengan kalian disamping mama. Sebaiknya kita pergi kerumah sakit untuk melihat kondisi Radit”

__ADS_1


“Iya”.


Andra melerai pelukannya dengan Vio lalu menganggukkan kepala. Dan merekapun bergegas pergi kerumah sakit untuk melihat kondisi Radit dan juga Lathan.


__ADS_2