Terpaksa Jadi Ibu Tiri

Terpaksa Jadi Ibu Tiri
Percakapan Andra Dan Radit


__ADS_3

"Bidadari jelmaan iblis? Maksudmu itu… kak Cheva?" Andra terkejut sekaligus penasaran setelah mendengar ungkapan yang dikatakan Radit


"Kak Cheva dan tante Ji. Mereka itu benar-benar cantik, aku tidak bisa memungkiri kenyataan itu. Mereka juga terlihat baik dan tentunya siapapun akan tergoda dengan kecantikannya. Apalagi dulu tante Ji adalah model, tapi jangan tertipu dengan penampilan luarnya saja. Jika mereka marah, mereka itu bisa lebih kejam dari singa. Tidak ada yang bisa menghentikan mereka saat marah. Mereka juga cerdik, mereka selalu membalas orang yang menjadi pengganggu dengan cara halus tapi ending yang menyakitkan. Mereka seperti hewan buas yang memasang perangkap saat berburu, tidak ada mangsa yang bisa lolos dari perangkapnya" Radit menjelaskan bagaimana karakter Ji dan Cheva dengan senyum dan mata berbinar penuh kagum


"Sepertinya kamu sangat mengenal mereka?" Andra menanggapi dengan senyum dan suara yang lembut


"Tentu saja aku menyayangi mereka. Apalagi aku tumbuh dengan kak Cheva. Aku tinggal dengannya dirumah kakek saat SMP. Aku lebih sering menghabiskan waktu dengannya daripada dengan kak Lea. Bahkan aku lebih merasa jadi adik kak Cheva daripada kak Lea. Dia selalu jadi temanku bermain, belajar, berlatih beladiri, bahkan dia juga menjadi dewi pelindungku. Dia bisa melakukan apapun untukku. Meskipun dia bersikap sinis dan sombong padaku tapi dia sangat menyayangiku. Dia menjadi orang pertama yang akan membelaku.


Dia juga yang mengajariku caranya bertahan dan menjaga diri. Kami memang orang kaya yang bergelimang harta dan bisa mendapatkan apapun yang kami inginkan, tapi bisa dibilang kami juga selalu dikelilingi dengan parasit disekitar kami yang tentu saja bisa menjadi bahaya besar untuk kami. Seperti kak Lea, dia terlalu baik dan tidak tahu caranya membela diri. Dia tidak pernah waspada dengan orang-orang disekitarnya. Sehingga dia selalu jadi korban dari orang-orang disekitarnya yang serakah, baik itu sebelum menikah ataupun setelah menikah. Bahkan siapa yang sangka kalau keluarga kecilnya hancur karena saudara dari suaminya" Radit tersenyum ketir saat menceritakan Lea


"Itulah gunanya ada kak Radit yang melindunginya"


"Tapi aku tidak bisa melindunginya. Jika aku bisa melindunginya, maka Lathan tidak akan jadi yatim piatu. Dia akan hidup bahagia dengan kedua orang tuanya" Radit menundukkan kepala dengan raut wajah sedih


Drrt drrt drrt


Saat mereka sedang serius, tiba-tiba ponsel Radit berdering, ternyata itu panggilan dari Starla


"Halo" Radit menerima telepon dari Starla dengan suara datar


"Dit, apa yang kamu lakukan dengan perusahaan papaku? Kenapa kamu melakukan ini pada kami? Orang tua kita itu berteman, tapi kenapa kamu malah ingin menjatuhkan papaku?! Kenapa kamu tega, Dit? Aku mencintaimu, tapi kamu malah menjatuhkan perusahaan papaku" Starla berteriak kesal setelah mendengar suara Radit. Dia tidak habis pikir karena Radit menyerang keluarganya meskipun orang tua mereka bertemen


"Itu karena kamu berani mengganggu istriku. Jika kamu menuruti perkataanku sebelumnya dan tidak mengganggu kami, maka aku tidak perlu menjauhkanmu dariku. Kupikir ini satu-satunya cara supaya kamu mengerti maksudku" Radit langsung menutup teleponnya tanpa menunggu tanggapan dari Starla

__ADS_1


"Apa yang kak Radit lakukan pada nona Starla?" Andra terdengar penasaran dengan apa yang dibicarakan Radit dan Starla di telepon barusan


"Tidak ada. Aku hanya memberinya pelajaran karena berani mengangkat tangannya padamu. Aku tidak akan membiarkan keluargaku di tindas ataupun diganggu siapapun. Kamu dan Lathan adalah segalanya untukku jadi aku akan melakukan apapun untuk kalian" Andra tersenyum mendengar ucapan Radit


"Terimakasih. Tapi kak, bagaimana dengan ibu dan kedua kakakku?"


"Aku yakin kalau mereka sedang jadi bahan cibiran orang-orang sekarang. Saham perusahaan itu juga menurun. Kurasa tidak lama lagi perusahaan Satya akan jatuh"


Radit menjawab Andra dengan senyum tipis. Sebaliknya, Andra justru menundukkan kepala dengan wajah sedih.


"Perusahaan itu adalah hasil kerja keras ayah. Sekarang, perusahaan itu harus hancur ditangan kakakku. Aku tidak ingin perusahaan itu runtuh begitu saja. Apa kak Radit bisa melakukan sesuatu agar perusahaan itu bisa diselamatkan?" Andra bertanya pada Radit sambil memegang tangannya dengan tatapan penuh harap


Radit tersenyum menanggapi permintaan Andra. Diapun mengeluarkan sebuah dokumen yang ada di dalam tas laptop miliknya


"Aku ingin berikan ini untukmu" Ujar Radit sambil menyerahkan dokumen itu pada Andra


"Buka dan lihatlah sendiri" Andra pun meraih dokumen itu dan membukanya


"Surat kepemilikan saham? 45% atas namaku?" Andra membaca dokumen dengan mata menatap Radit seakan bertanya padanya


"Ya, itu untukmu. Aku memilikinya belum lama ini, anggap saja sebagai hadiah pernikahan kita. Lagipula aku belum memberikan hadiah pernikahan untukmu kan?" Radit bicara dengan nada yang menggoda


"Tapi kak Radit sudah sudah memberikan banyak hadiah untukku. Kakak lupa kalau sudah memberikan banyak pakaian dan aksesorisnya?"

__ADS_1


"Itu tidak bisa dihitung karena aku akan membelikan lebih banyak lagi nanti"


"Hah?"


"Kamu ingin kerja kan? Kamu bisa mengelola perusahaan itu. Aku yakin kamu bisa mengelolanya" Radit bicara dengan sikap yang sangat tenang. Senyum tipis tak pernah hilang dari bibirnya.


"Tapi kak … aku ingin menemani mama. Dia pasti kesepian setelah kehilangan kak Lea. Aku ingin mengisi kekosongan itu, kita juga bisa mendekatkan mama dengan Lathan" Andra mengatakan keinginannya dengan ragu-ragu


"Kita bisa kesini saat akhir pekan. Kamu juga butuh waktu untuk beradaptasi dan Lathan juga harus pergi ke sekolah"


"Kakak benar. Lathan harus sekolah. Baiklah aku setuju. Tapi kakak janji ya kalau setiap akhir pekan kita akan datang kesini?"


"Iya, aku janji. Aku harap dengan adanya kamu dalam keluargaku bisa membawa kesadaran mama dan membuat mama kembali seperti dulu"


"Ya, aku harap juga begitu. Aku ingin dekat dengan mama karena selama ini aku tidak pernah mendapatkan kasih sayang seorang ibu. Aku selalu ingin merasakan yang namanya kasih sayang seorang ibu, Aku ingin tahu rasanya pergi berbelanja dengan ibu, makan bersama, cerita bersama. Aku selalu iri dengan orang lain yang bisa menghabiskan waktu dengan ibu mereka. Aku ingin melakukan hal yang sama"


"Aku yakin kalau suatu hari nanti kamu bisa melakukannya dengan mama. Kita akan sering datang kemari dan mengunjungi mama"


"Iya"


Andra dan Radit akhirnya sepakat untuk mengunjungi Vio setiap akhir pekan


Sementara dikamar Leo, dia sedang menjaga Vio yang saat ini dalam keadaan tertidur setelah diberi obat penenang

__ADS_1


"Sayang, sampai kapan kamu akan seperti ini? Aku merindukan istriku yang lembut dan manja. Ini sudah bertahun-tahun berlalu, tapi kamu masih tidak ingin menerima kenyataan kalau putri kita telah tiada. Sampai kapan aku harus melihatmu dalam kondisi seperti ini? Kapan kesabaranku akan membuahkan hasil?"


Leo bicara dengan nada yang sedih, air matanya terlihat menggenang dipelupuk matanya. Sambil terus mencium punggung tangan Vio, dia mengutarakan isi hatinya. Berharap sang istri dapat mendengar apa yang dia katakan. Namun itu hanya harapan kosong yang entah kapan. bisa terwujud


__ADS_2