Terpaksa Jadi Ibu Tiri

Terpaksa Jadi Ibu Tiri
Inilah Alasan Tidak Ada Yang Berani Berurusan Dengan Keluarga Kusuma


__ADS_3

Postingan yang dibuat Lathan secara anonim dalam sekejap mendapatkan tanggapan dari ribuan orang. Mereka mengungkapkan peapat mereka masing-masin mengenai hal ini.


“Apa salahnya gadis biasa menjadi istri dari duda kaya? Sah-sah saja kok”


“Apa salahnya jika seorang gadis biasa menjadi ibu tiri? Meskipun dia hanya seorang gadis biasa, bukan berarti dia hanya ingin harta suaminya saja”


“Tidak semua ibu tiri itu jahat. Masih banyak ibu tiri yang baik”


“Jika semua gadis yang jadi ibu tiri dianggap jahat, maka tidak akan ada lagi duda yang mau menikah lagi setelah kehilangan istrinya”


“Sepertinya dia punya masalah sendiri dengan ibu tiri”


“Bukannya ini salah satu sekolah dasar ternama dikota ini ya?”


“Rasanya sekolah ini merupakan sekolah elit dan biasa masuk sekolah ini juga sangat mahal. Kalau memang gurunya tidak memiliki tanggung jawab sesuai dengan yang seharusnya untuk apa memasang biasa yang tinggi?”


“Mahal tapi tenaga pengajarnya merusak, untuk apa memilih sekolah seperti itu?”


Dunia maya digemparkan dengan berbagai spekulasi mengenai seorang ibu tiri. Imbasnya, sekolah Lathan pun ikut menjadi sorotan karena foto yang dia sertakan menunjukkan seragam sekolah dan guru-guru.


Kepala sekolah yang telah membaca postingan Lathan akhirnya memanggil para guru untuk berkumpul.


“Anda memanggil kami?” tanya bu Vina yang kini telah berada diruang kepala sekolah bersama rekan guru lainnya termasuk bu Jane.


“Ya, lihatlah berita yang sedang viral hari ini. Aku yakin kalian akan tahu kenapa aku memanggil kalian kemari”. Kepala sekolah menanggapi dengan sikap yang dingin dan raut wajah kesal.


Semua guru saling menatap satu sama lain mendengar apa yang dikatakan kepala sekolah. Mereka terlihat bingung dan tidak mengerti karena baru saja kembali dari kelas.


“Memangnya apa yang terjadi? Ada apa dengan berita yang sedang viral?”


“Lihatlah ini. Postingan ini jelas mengacu pada sekolah kita ini. Sekarang sekolah ini menjadi daftar pencarian teratas termasuk dengan para guru yang menjadi  tenaga pengajar disekolah ini. Aku ingin tahu apa yang akan kalian lakukan dengan masalah ini”.


Kepala sekolah menjelaskan dengan sikap yang dingin. Matanya menyapu wajah setiap guru yang ada dihadapannya.


Para guru tidak mengatakan apapun dan hanya menundukkan kepala saja memikirkan apa yang harus mereka lakukan. Lain hanya dengan bu Jane dan bu Vina, mereka berdua memikirkan apa yang sudah mereka lakukan hingga kekacauan ini terjadi.


Apa ini perbuatan pak Radit? Jadi ini yang dia maksud tidak akan membiarkan orang yang telah menyakiti istrinya begitu saja? Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang? Bu Andra dan Lathan pasti sudah melaporkan semuanya pada pak Radit. Apa aku bisa meminta maaf untuk menyelesaikan masalah ini?.


Bu Jane terus saja menundukkan kepala memikirkan apa yang akan dilakukannya selanjutnya


"Untuk sementara ini kaiian semua tidak boleh berkeliaran di tempat umum sampai keadaan kembali normal. Apa kalian mengerti?". Kepala sekolah bicara dengan sikap yang tegas dan dingin.

__ADS_1


"Mengerti!"


Semua orang menanggapi dengan serempat pertanyaan kepala sekolah kecuali satu orang, yaitu Jane. Dia terus terdiam dalam lamunannya sendiri


"Kalian boleh pergi!"


"Permisi"


"Bu Jane! Bu Jane!"


"Ya?!".


Bu Vina menegur bu Jane yang terbuai dalam lamunannya sendiri berkali-kali namun tidak ada tanggapan, akhirnya dia menyenggol lengan bu Jane dan membuatnya tersadar dari lamunannya


"Apa yang kamu pikirkan? Ayo kita keluar dari sini!" Bu Vina berbisik pada bu Jane agar ikut keluar dengannya.


"Tunggu dulu. Bu Vina, bisakah anda membiarkan saya bicara dengan bu Jane? Ada sesuatu yang harus kami bicarakan berdua" ujar kepala sekolah dengan sikap yang tenang.


Bu Vina menoleh pada bu Jane dan kepala sekolah secara bergantian sebelum akhirnya dia setuju.


"Baik, kalau begitu saya pergi dulu. Permisi".


Bu Vina pun beranjak pergi setelah mendapatkan anggukan kepala dari kepala sekolah.


Kepala sekolah tidak langsung menanggapi pertanyan bu Jane. Dia berbalik  dan berjalan menuju meja kerjanya dan mengambil sebuah amplop dari atas meja kerjanya.


"Ambillah ini" ujar kepala sekolah menyerahkan amplop itu pada bu Jane


"A pa ini?" tanya bu Jane sambil menatap wajah kepala sekolah dan juga amplop ditangannya secera bergantian.


"Kamu bisa membacanya sendiri" ujar kepala sekolah yang tidak memberitahu isinya.


Bu Jane pun membuka amplop tersebut dan membaca isi surat yang ada didalamnya


"Apa maksudnya ini?! Bagaimana bisa anda langsung memecat saya seperti ini? Ini pasti karena bu Andra kan?!".


Bu Jane terlihat kesal saat dia membaca surat pemberhentian kerja yang diberikan oleh kepala sekolah.


"Bukannya kamu sendiri sudah tahu mengenai hal ini? Saya yakin kalau bu Andra sudah mengatakan hukuman apa yang akan kamu terima atas gosip tentangnya yang beredar disekolah ini".


Kepala sekolah bicara dengan sikap yang tenang sambil menatap bu Jane dengan tatapan tidak mengerti.

__ADS_1


"Tapi saya sudah lama bekerja disini. Apa anda tidak bisa membantu mempertahankan pekerjaan saya? Ini hanya kesalahan dan saya melakukan ini untuk melindungi murid saya!". Jane terus meninggikan suaranya saat dia bicara dengan kepala sekolah karena tidak terima dengan pemecatan yang dia dapatkan.


"Saya tidak bisa melakukan apa-apa lagi untukmu. Kamu sudah tahu sendiri, jika saya mempertahankan kamu disini maka sekolah ini sudah pasti akan ditutup dan saya tidak bisa mengorbankan semua itu. Harusnya kamu tidak mencampuri urusan keluarga orang lain. Meskipun kamu ingin melindungi muridmu, tapi kamu justru salah sangka dengan keluarga itu".


Kepala sekolah berusaha bicara dengan Jane agar dia tidak lagi membuat masalah dan menerima semuanya.


"Baik, saya akan berhenti dari sekolah ini, tapi ... kenapa hanya ada surat pemberhentian dan tidak ada surat rekomendasi ke sekolah lain? Apa saya harus mengambilnya dbagian HRD?" Jane kembali bertanya dengan sikap yang tenang agar kepala sekolah tidak lagi kesal padanya.


"Tidak ada surat rekomendasi untukmu. Bu Andra menilai kalau kamu tidak pantas menjadi seorang guru lagi"


"Apa?! Tidak ada surat rekomendasi?"


Bu Jane terdiam dengan mata membelalak karena terkejut. Dia benar-benar tidak mengira kalau semuanya akan jadi seperti ini.


"Kamu sudah bisa pergi sekarang" kepala sekolah bicara dengan sikap acuh tak acuh dan meminta Jane keluar tanpa memandang kearah bu Jane


"Bagaimana bisa jadi seperti ini?" gumam bu Jane sambil berjalan keluar ruangan kepala sekolah, diapun melangkahkan kaki menuju ruangan guru untuk mengemasi semua barang-barang miliknya.


"Bu Jane? Apa yang terjadi?" tanya bu Vani dengan raut wajah tidak mengerti.


"Aku sudah tidak menjadi guru di sekolah ini lagi" ujar bu Jane dengan senyum ketir dibbirnya.


"Apa? Anda yakin?" tanya bu Vina memastikan.


"Ya, saya akan berkemas dan pergi dari sekolah ini" bu Jane kembali menjelaskan kepada bu Vina mengenai keadaannya


"Tapi ..."


"Tidak papa. Semoga nanti kita bisa bertemu lagi. Sampai jumpa bu Vina". Bu Jane berusaha tegar meskipun dia kecewa. Diapun mulai beranjak pergi meninggalkan sekolah dengan kardus berisi barang-barang pribadi miliknya.


Saat dia melewati kantin sekolah, dia melihat Andra sedang duduk bersama Lathan sambil tertawa bersama dan menikmati makanan.


"Permisi, apa anda yang bernama bu Jane?".


Bu Jane sangat terkerjut ketika dua orang polisi menghampirinya.


"Benar, saya Jane. Ada apa ya, Pak?" tanya bu Jane dengan raut wajah bingung


"Anda harus ikut kamu kekantor polisi atas tuduhan pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan. Anda bisa melakukan pembelaan disana" ujar Polisi sambil menunjukkan surat perintah penangkapan


"Tapi, Pak ..." Bu Jane tidak lagi melawan polisi. Dia justru kembali menoleh kearah Andra dan Lathan

__ADS_1


Inikah alasan tidak ada yang berani berurusan dengan keluarga Kusuma? Mereka akan menghancurkan orang yang mengusik mereka hingga sehancur-hancurnya. Sayangnya aku terlambat menyadari itu dan tidak ada lagi jalan untuk keluar dari jalan ini selain menerimanya.


__ADS_2