Terpaksa Jadi Ibu Tiri

Terpaksa Jadi Ibu Tiri
Keraguan Polisi Pada Radit


__ADS_3

"Bagaimana dengan rencana kita? Apa semua berjalan sesuai dengan rencana?" tanya seorang wanita yang duduk dikursi putar yang mengarah ke jendela luar.


"Tentu, Nona. Semua berjalan sesuai rencana kita dan banyak tamu dari hotel mereka yang pindah kemari sejak berita itu tersebar".


"Benarkah? Ini benar-benar berita yang sangat bagus sekali. Terus up berita itu. Jangan biarkan beritanya perlahan menghilang. Buat semua orang tetap ingat mengenai apa yang terjadi dengan hotel Radit itu".


Perempuan itu tersenyum mendengar penjelasan dari asistennya sambil memberikan instruksi mengenai apa yang harus dikerjakan.


"Baik, Nona. Akan saya lakukan sekarang juga" ujar sang asisten dengan penuh hormat.


"Ya. Pergilah"


"Baik, Nona. Permisi".


Asistennya pun langsung keluar meninggalkan ruangan wanita itu.


"Radit, Andra, kalian terlalu serakah atas semuanya. Bahkan kalian telah menghancurkan keluarga dari temanku dan membuat mereka hidup terlunta-lunta dijalanan, sementara kalian hidup bahagia. Aku bersumpah akan membuat kalian menderita dan merasakan apa yang dirasakan temanku".


Wanita itu bergumam dengan seringai tipis dibibirnya disertai sorot mata penuh kebencian.


...****************...


Lathan pergi ke sekolah Ardhan untuk menjemputnya dan pulang bersama.


"Kak, apa kakak sudah dengar beritanya?". Ardhan tergesa-gesa masuk kedalam mobil dan langsung bertanya pada Lathan tanpa menyapanya terlebih dahulu.


"Kenapa kamu sangat panik begitu sampai berlari kearah mobilku. Bagaimana kalau sampai kamu jatuh?" Lathan menanggapi Ardhan dengan sikap yang dingin dan senyum yang tipis.


"Kakak pikir aku ini anak kecil yang mudah jatuh? Aku tidak selemah itu" Ardhan menanggapi dengan nada bicara yang terlihat kesal karena Lathan malah mengejeknya.


"Baiklah-baiklah berita apa yang kamu maksud tadi?". Lathan bertanya sambil berusaha menahan tawa karena tingkah Ardhan yang lucu seperti anak kecil.


"Hotel papi"


"Hotel papi? Ada apa dengan hotel papi?" tanya Lathan yang kini sudah mulai menjalankan mobilnya meninggalkan sekolah Ardhan.

__ADS_1


"Katanya terjadi kasus pembunuhan disalah satu kamar hotel kita. Tidak hanya itu saja, diberita juga beredar rumor negatif karena masalah ini. Akibatnya banyak tamu hotel yang memilih cekout mendadak dan pindah kehotel lain" ujar Ardhan menjelaskan apa yang dia ketahui.


"Apa? Pembunuhan? Bagaimana bisa terjadi hal seperti itu dihotel kita? Apa sudah tertangkap pelakunya?" tanya Lathan disela aktivitas mengemudinya.


"Aku juga tidak tahu, tapi katanya kasus ini sedang diselidiki polisi. Mungkin itu juga yang jadi penyebab banyak tamu hotel memilih pindah ke hotel lain".


Lathan terdiam memikirkan apa yang dikatakan Ardhan.


"Apa iya ini hanya karena kebetulan terjadi dihotel kita saja atau karena memang sudah direncanakan untuk terjadi dihotel kita?"


"Kenapa Kak Lathan bicara begitu? Apa yang Kakak khawatirkan?" tanya Ardhan yang terlihat bingung karena ekspresi Lathan.


"Bukan apa-apa. Kamu tidak perlu mengkhawatirkan masalah ini. Papi pasti bisa menyelesaikannya dengan baik". Lathan tidak menjelaskan pasa Ardhan mengenai apa yang dia khawatirkan. Dia dan hanya berpikir sendiri sambil terus mengemudi.


"Aneh sekali".Lathan dan Ardhan pun melangsungkan perjalanan mereka dan sesekali berbincang.


...****************...


Radit dan Candra masih berada dihotel mengikuti penyelidikan polisi mengenai kasus pembunuhan yang terjadi dihotelnya.


"Kami belum menemukan bukti pasti. Tapi yang dapat kami simpulkan adalah ini memang kasus pembunuhan, bukan kasus bunuh diri seperti yang diberitakan sebelumnya".


Radit dan Candra saling menatap satu sama lain mendengar penjelasan polisi.


"Apa anda belum menemukan bukti sama sekali? Bagaimana anda yakin kalau ini kasus pembunuhan sementara tidak ada bukti?".


Kini Radit yang bertanya dengan sikap yang dingin.


"Kami sudah memeriksa CCTV disetiap sudut hotel ini, namun ada beberapa bagian yang hilang dari CCTV yang terpasang dibeberapa sudut" ujar polisi itu lagi menjelaskan.


Radit dan Candra kembali saling menatap stu sama lain karena bingung.


"Apa maksud anda?" tanya Radit dengan memicingkan matanya.


"Sepertinya ada beberapa bagian yang dihapus dan kami sedang meminta bantuan tim IT untuk memperbaikinya sebelum semuanya benar-benar terhapus. Namun mereka bilang, mereka butuh waktu untuk mengembalikannya"

__ADS_1


Radit terlihat kesal dan tidak puas setelah mendengar penjelasan dari polisi itu.


"Berapa lama waktu yang dibutuhkan?".


Sikap Radit terlihat semakin dingin setelah mendengar penjelasan dari polisi itu.


"Kami belum tahu, tapi kami pasti akan melakukan yang terbaik agar kasus ini segera terpecahkan dan hotel anda juga bisa beroperasi seperti biasanya"


"Saya harap tidak terlalu lama. O iya. Bisakah saya meminjam CCTV yang anda maksud tadi? Saya mungkin bisa lebih cepat menemukan apa yang anda katakan hilang itu"


Polisi itu menatap Radit dengan tatapan curiga setelah mendengar permintaannya.


"Maaf, Pak. Saya tidak bisa memberikannya. Itu adalah bukti dan anda bisa saja merusak atau menghilangkan bukti itu nantinya". Polisi itu bicara dengan sikap yang tegas namun senyum yang ramah.


"Mana mungkin saya melakukan hal seperti itu. Saya hanya ingin membantu anda menyelesaikan masalah ini secepatnya. Saya tidak suka jika masalah ini dibiarkan berlarut-larut karena ini menyangkut hotel saya" Raist bicara dengan sikap yang tegas dan berwibawa.


"Saya mengerti maksud anda, tapi seperti yang saya katakan tadi, kita belum menemukan bukti mengenai pelakunya. Jadi semua orang bisa saja jadi tersangka untuk kasus ini nantinya"


"Apa?! Maksud anda … anda mencurigai saya sebagai pelaku pembunuhan ini? Hah, ini gila. Seorang Radit Reifansyah Nugraha ternyata bisa dicurigai sebagai pelaku pembunuhan dihotel sendiri. Skenario yang sangat bagus".


Radit menatap heran heran polisi itu lalu tersenyum menyeringai setelah mendengus kesal karena pernyataan polisi itu.


"Maaf, Pak. Saya tidak bermaksud menuduh anda. Ini hanya sebuah spekulasi saja. Kita masih melakukan penyelidikan untuk tahu pelakunya".


"Kalau begitu lakukan penyelidikannya dengan cepat dan teliti. Saya ingin kalian segera menangkap pelakunya. Jika kalian tidak memiliki perkembangan apapun dalam beberapa hari ini, saya akan tunjukkan kalau saya bisa lebih baik dari kalian dalam menyelidiki hal seperti ini dan saat itu akan terlihat bagaimana kinerja polisi yang sebenarnya. Ayo Can, kita masih ada konferensi video".


Radit bicara dengan sikap yang dingin lalu beranjak meninggalkan polisi itu tanpa menunggu tanggapan dari polisi.


"Maat, Pak. Kami permisi dulu".


"Iya, silahkan".


Candra pun beranjak pergi mengikuti Radit setelah mendapatkan tanggapan dari pak polisi.


"Dasar sombong. Apa iya dia bisa menemukan bukti pembunuhan ini? Aku dengar kalau keluarga Kusuma memang pandai dalam bidang IT. Tapi tidak mungkin juga kan kalau dia bisa mengembalikan data video yang terhapus? Meskipun bisa diperbaiki … tapi tetap harus ada rekaman CCTV asli kan, sedangkan rekaman CCTV hotel ada dikami untuk penyelidikan. Apa iya dia bisa menemukan buktinya?"

__ADS_1


__ADS_2