
“Sayang, kamu masih belum tidur?” Radit bertanya pada Andra yang masih menunggunya disofa ketika dia pulang kerumah.
Andra menunggu Radit disofa sambil kedua tangan dilipat didada dan memasang wajah yang dingin.
“Kak, apa maksudnya dengan ini?” tanya Andra sambil menunjukkan foto dalam layar ponselnya untuk menghilangkan rasa penasarannya.
“Ehm … perhatikan baik-baik, apa kamu mengenali sesuatu?” Radit tetap bersikap tenang dan duduk disamping Andra. Dia meminta Andra memperhatikan fotonya dengan teliti.
“Foto ini? Ada apa dengan foto ini? Tunggu inikan …?”. Sesaat Andra bingung kenapa Radit memintanya untuk memperhatikan foto itu, namun setelah itu dia menyadari sesuatu, dan sebelum Andra bicara, Radit sudah mendahuluinya.
“Ya, kamu benar. Itu adalah foto saat kita makan direstoran waktu itu dan bertemu dengan Audy”. Radit menjelaskan dengan sikap yang tenang pada Andra.
“Jadi … ada yang dengan sengaja berusaha merusak hubungan kita?” tanya Andra untuk memastikan perkiraannya.
“Ya, dia ingin merusak hubungan kita dan juga ingin mengganggu bisnisku. Karena gosip ini, aku kehilangan kontrak kerja sama
dengan salah satu perusahaan dan juga harga sahamku sedikit turun karena banyak
orang mengira kalau aku ini suka berselingkuh”. Radit bicara dengan sorot mata yang tajam, dia duduk dengan siku bertumpu pada kakinya dan jari-jari tangan yang saling bertautan.
“Aku mengerti. Aku percaya pada suamiku. Kak Radit pasti tidak akan membiarkan ini begitu saja, kan?” Andra bicara dengan senyum tipis dibibinya. Radit pun menoleh setelah mendengar kata-kata yang diucapkan sang istri.
“Apa kamu percaya padaku?” tanya Radit dengan sorot mata yang dalam.
“Tentu saja aku percaya. Terlebih lagi … kak Radit adalah Raditya Reifansyah Nugraha. Bukankah keluarga kak Radit tidak pernah diam saja jika ditindas oleh orang lain?” Andra memicingkan mata dengan senyum yang manis saat meyakinkah sang suami.
“Kamu tidak takut padaku? Dengan kamu bicara begitu, tentunya kamu sudah tahu bagaimana keluargaku dan apa saja yang bisa kami lakukan” Radit bersandar pada sofa dan menarik Andra kedalam dekapannya.
“Untuk apa aku takut pada suamiku sendiri? Lagipula siapa yang tidak mengenal keluarga
Kusuma dinegara ini? Semua orang sudah tahu konsekuensinya jika berani mengusik keluarga Kusuma, karena itu kan tidak ada yang berani mengusik kalian? Kakak memang tidak memakai nama Kusuma tapi aku tidak percaya jika kakak tidak dilatih seperti anggota keluarga lainnya” ujar Andra mencibir sang suami. Radit hanya menganggukkan kepala disertai senyum setiap kali menanggapi ucapan Andra.
“Kamu benar. Aku memang dilatih sama dengan kak Cheva dan kak Diaz karena kami tinggal dengan kakek. Tentu saja kakek mengajarkan semua yang harus kami pelajari untuk bisa bertahan didunia bisnis yang penuh dengan persaingan ini. Dari mulai bisnis sampai beladiri” Radit menanggapi dengan bangga apa yang dinyatakan sang istri.
__ADS_1
Andra menganggukan kepala berkali-kali menanggapi Radit. Dia bisa mengerti dengan apa yang dimaksud Radit.
“Lalu sekarang ... apa yang akan kakak lakukan?” Andra melepaskan diri dari pelukan Radit dan bertanya dengan tatapan penasaran.
“Tentu saja aku akan membuat mereka mengerti sejauh mana batas yang bisa mereka lalui” Radit menanggapi dengan sikap tenang namun ada senyum yang menyeringai dengan sorot mata yang terlihat berbahaya.
“Apa aku harus merasa kasihan pada mereka?” tanya Andra dengan senyum menggoda. Radit pun tersenyum dengan apa yang ditanyakan sang istri padanya.
“Aku baru tahu kalau istriku yang pendiam ini ternyata sangat nakal” goda Radit sambil menyentuh lembut dagu Andra.
“Ehm … mungkin karena aku sudah terkontaminasi oleh sikap kak Radit yang seperti itu?” jawab Andra dengan senyum yang polos
“Dasar kekanak-kanakan” cibir Radit dengan seyum bercanda.
***
Sementara itu dirumah Audy
“Bagas, sebenarnya apa yang terjadi? Apa semua ini perbuatanmu?” Audy bertanya pada Bagas dengan nada yang kesal penuh amarah.
“Jangan pura-pura lagi! Aku tahu kalau ini semua adalah ulahmu, kan?!” Audy terus mendesak Bagas agar bicara dengan sikap yang sinis dan tegas. Dia juga menunjukkan postingan gosip tentang dirinya dan juga Radit.
“Owh, sepertinya kamu menyadari apa kesalahamu?” ujar Bagas dengan seringai tipis dibibirnya lalu dia memegang rahang Audy kencang dengan sebelah tangannya.
“Dengar Audy. Sudah berapa kali aku peringatkan padamu untuk tidak mendekati pria lain, tapi kamu malah berani dekat-dekat dengan pria itu!” ujar Bagas dengan nada bicara yang penuh ancaman.
“Sa-kit. Lepaskan!” Audy berusaha melepaskan tangan Bagas dari kedua pipinya, namun genggaman Bagas terlalu kuat hingga dia merintih kesakitan.
“Sakit? Ini belum seberapa. Apa kamu tahu betapa sakitnya hatiku saat melihat kamu bersama dengan pria lain?”
Setelah berusaha keras, akhirnya Audy berhasil menepis tangan Bagas dari kedua pipinya.
“Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Radit! Kamu juga tahu sendiri kalau dari dulu, kami hanya berteman!” Audy yang kesal bicara dengan meninggikan suaranya. Dan itu membuat Bagas semakin kesal padanya.
__ADS_1
“Tidak ada hubungan apa-apa katamu? Sejak dulu kamu selalu mengikutinya meskipun kamu tahu kalau dia sudah memiliki seorang anak. Kamu juga selalu melakukan apa saja untuk mengambil perhatiannya. Dan sekarang pun, saat kamu bertemu dengannya lagi … kamu berusaha mendekatinya meskipun kamu tahu kalau dia sudah menikah lagi dan kamu pun sudah menikah denganku!" Bagas yang kesal kini mengungkapkan kemarahannya pada Audy dengan nada bicara yang dingin dan penuh ancaman
"Dulu memang aku selalu mengejarnya, tapi setelah aku menikah denganmu … aku sama sekali tidak pernah berhubungan lagi dengan Radit ataupun pria lain siapapun itu!" ujar Audy yang terus berusaha meyakinkan Bagas.
"Pembohong! Aku tahu kalau kamu berkata seperti itu hanya untuk menenangkan aku saja. Iya kan?!" Bagas bersikeras kalau Audy berusaha menghianatinya dan ingin mendekati Radit.
"Sayang, dengarkan aku! Aku sama sekali Tidak memiliki niat seperti itu!" ujar Audy yang terus berusaha meyakinkan Bagas.
Bagas menatap Audy dengan sorot mata yang tajam
"Ya, aku percaya padamu. Karena jika kamu berani melakukan itu, maka aku juga tidak akan segan untuk membunuhmu!"
Audy terdiam sesaat mendengar ancaman dari sang suami. namun setelah itu dia kembali bersikap manja pada Bagas
"Kamu tidak perlu khawatir, sayang. Karena aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Kamulah segalanya dalam duniaku" ujar Audy dengan nada bicara yang menggoda sambil bergelayut manja pada sang suami, namun ketika dibelakang Bagas, dia menunjukkan wajah kesal dengan sorot mata yang tajam
***
Keesokan harinya Candra terus memantau pergerakan Panji dan juga Bagas. Kini dia sudah semakin yakin kalau otak dibalik semua ini adalah Bagas
"Dit, aku sudah semakin yakin kalau semua ini adalah ulah Bagas. Dia melakukannya karena cemburu padamu" Candra menjelaskan dengan detil mengenai sifat Bagas yang pencemburu. Dahi Radit berkerut dengan senyum tipis dibibirnya
"Oh, jadi dia melakukan semua ini hanya karena seorang wanita? Ternyata dia memiliki nyali yang cukup tinggi. Baiklah, karena mereka ingin bermain dengan kita, maka kita tidak boleh membuatnya kecewa. Dia harus tahu kalau dia melakukan kesalahan besar" Radit tersenyum tipis saat dia bicara
"Aku mengerti. Aku akan membalikkan keadaan dengan mengganggu perusahaannya. Tentu saja pak Panji yang akan lebih dulu menerima ucapan selamat datang" Candra pun menanggapi dengan senyum tipis dibibirnya
"Semakin lama kamu semakin pintar tanpa harus dijelaskan lagi"
"Yaah mau bagaimana lagi? Sebagai asisten, aku dituntut untuk sempurna, terlebih lagi bosku pemarah" Candra menanggapi dengan acuh tak acuh sambil mengangkat kedua bahunya bersamaan.
"Tentu saja, karena jika kamu tidak berguna, maka aku sudah membuangmu"
"Teman tidak punya hati. Tidak akan ada habisnya berdebat denganmu. Lebih baik aku kembali pada pekerjaanku"
__ADS_1
Radit hanya tersenyum meoihat Candra yang berjalan pergi meninggalkannya