Terpaksa Jadi Ibu Tiri

Terpaksa Jadi Ibu Tiri
Keinginan Radit Untuk Andra


__ADS_3

Kabar mengenai kedua istri Danu yang telah meninggalkan Danu telah sampai ketelinga Radit. Kini dia sedang senang karena kabar itu


"Jadi kedua istrinya sudah pergi? Dan mereka sudah mempersiapkan gugatan cerai sekaligus gugatan untuk pembagian harta gono-gini secara bersamaan?" Radit bertanya pada Candra untuk memastikan apa yang mereka gunakan untuk membalas Danu yang berusaha menjadikan Andra sebagai istri


"Ya, seperti yang kamu katakan, mereka cukup mudah dipengaruhi. Terlebih setelah mengatahui kondisi perusahaan Danu yang sedang menurun. Aku hanya mengatakan kalau kemungkinan Danu akan mencari calon istri lain karena dia tidak bisa mendapatkan Andra sebagai istrinya. Dan itu berhasil" Candra menjawab dengan sikap yang tenang


"Bagus, kurasa itu sudah cukup. Kita tidak perlu repot mengurusinya sendiri, karena dengan gugatan dari kedua istrinya dia tidak akan bisa hidup mewah lagi. Bahkan dia bisa hidup dijalanan" Radit tersenyum puas menanggapi apa yang dikatakan Candra


"Dit, bagaimana hubunganmu dengan Andra? Kamu yakin akan membiarkan dia memegang kendali perusahaan Satya? Bukankah kamu ingin menjatuhkan perusahaan itu?"


Radit meletakkan dokumen ditangannya dan memandang keluar jendela


"Awalnya aku ingin menjatuhkan perusahaan itu. Bukan hal yang sulit juga untuk melakukannya, tapi Andra sangat menyayangi perusahaan itu. Meskipun dia tidak pernah bergabung dengan perusahaan itu sebelumnya, tapi itu adalah hasil kerja keras ayahnya. Aku tidak sampai hati membuat dia kecewa, jadi aku akan membantunya mendirikan kembali perusahaan itu. Tentu saja Luna, Lulu dan ibunya akan ku tendang jauh-jauh dari perusahaan itu. Tidak baik membiarkan parasit terus menempel" Radit tersenyum tipis saat mengatakan apa yang dia rencanakan


"Aku senang. Ini pertama kalinya aku melihatmu memberikan perhatian pada seorang gadis. Kuharap kalian bisa bahagia selamanya" Candra berkata dengan sangat lembut seakan dia bisa saja menitikan air mata saat itu juga


"Jangan berlebihan!" Radit menanggapinya dengan sikap yang dingin


"Kamu tidak tahu betapa terharunya aku. Setelah 30 tahun lebih akhirnya hatimu tergerak oleh seorang wanita. Ini sangat menakjubkan" Candra bicara sambil mengusap matanya, seakan ada air mata yang mengalir dari kedua matanya


"Hentikan omong kosongmu dan selesaikan pekerjaanmu. Kalau tidak, aku akan membuatmu tidak memiliki apapun untuk dikerjakan!" Radit bicara dengan sorot mata yang tajam dan nada bicara yang dingin serta penuh ancaman


"Baik-baik. Aku akan pergi sekarang!" Candra langsung pergi meninggalkan Radit dengan kecepatan yang tak bisa dibayangkan


"Cih, menyebalkan" Radit berdecih sambil tersenyum tipis melihat teman baiknya pergi dengan sangat cepat


***


Ditempat lain, Andra mulai sibuk mempelajari semua dokumen mengenai perusahaan. Dia sangat serius mempelajarinya sampai lupa waktu kalau ini sudah saatnya makan siang


Tring

__ADS_1


Sebuah pesan singkat masuk ke ponsel Andra hingga membuatnya mengalihkan perhatian dari dokumen ditangannya.


"Sepertinya istriku sangat sibuk sampai tidak menghubungiku untuk makan siang bersama?"


Andra tersenyum ketika membaca pesan singkat yang dikirim Radit untuknya


"Maafkan aku suamiku, aku terlalu menikmati pekerjaan baruku sampai aku lupa waktu dan sedikit lupa padamu"


Andra membalas pesan Radit dengan kata-kata yang manja


"Hemn ... kalau begitu, apakah istriku punya waktu luang untuk dihabiskan dengan suami dan juga anakmu siang ini?"


Andra kembali tersenyum saat membaca pesan Radit


"Tentu saja. Aku selalu memiliki waktu berapa banyak pun yang dibutuhkan suami dan anakku  yang tampan" Andra kembali mengirimkan jawabannya pada Radit, namun Radit tidak langsung memberikan jawaban seperti sebelumnya


"Kenapa dia tidak membalas pesanku lagi?" Ketika Andra sedang bingung, ponselnya pun kembali bergetar, kali ini sebuah panggilan masuk yang diterimanya


"Dia menelepon? Bukankah kami sedang saling mengirim pesan?" Gumam Andra sebelum menerima telepon Radit


"Halo?" Sapa Andra begitu dia menjawab teleponnya


"Apakah hanya Lathan yang tampan dimatamu? Aku ... tidak tampan?" Andra mengernyitkan dahi karena tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya


"Apa ... suamiku sedang cemburu? Aku tidak tahu kalau suamiku ternyata pria pencemburu?" Andra bicara dengan nada yang manja dan menggoda


"Istriku, kamu harus tahu lebih banyak tentang suamimu ini" Radit tersenyum menggoda Andra


"Baiklah, dimana aku bisa menemui suamiku yang tampan dan pencemburu ini?" Andra kini telah berdiri dari tempat duduknya dan membawa tasnya untuk pergi menemui Radit


"Aku sudah menunggu di depan gedung kantormu. Kita akan menjemput Lathan kemudian pergi makan siang bersama"

__ADS_1


"Baiklah, aku turun sekarang juga!" Radit dan Andra pun mengakhiri percakapannya


"Rian, aku akan pergi keluar. Jika ada sesuatu yang penting, langsung saja hubungi aku" Ujar Andra pada Rian yang juga hendak bersiap untuk keluar makan siang


"Ya bu Andra, anda tenang saja" Andra hanya tersenyum menanggapi Rian


"Jadi bos besar kita akan keluar untuk makan siang? Bukankah banyak pekerjaan yang harus anda selesaikan karena baru saja bergabung dengan perusahaan?" Wajah Andra yang sebelumnya ceria karena akan menemui Radit, seketika berubah muram setelah mendengar suara yang familiar ditelinganya


"Tentu saja aku butuh makan siang. Jika aku tidak makan dan mengisi staminaku, maka aku tidak akan bisa bekerja dan menyelesaikan masalah yang dihadapi perusahaan ini" Andra bicara dengan suara yang tenang dan tegas


"Cih. Seperti kamu bisa menyelesaikan masalah perusahaan ini saja" Luna bicara dengan nada yang merendahkan


"Apa kamu berhasil menyelesaikan masalah diperusahaan ini? Bukannya kamu juga gagal menyelamatkan perusahaan ini karena tidak berhasil menikahkan calon investor perusahaan dengan gadis yang dia inginkan?"


Andra mengatakannya dengan sangat tenang. Membuat Luna semakin geram mendengar perkataan itu


"Aku sedang punya janji jadi aku malas meladeni mu. Sampai jumpa, kakakku tersayang. Lain kali aku akan membuatmu melihat apa yang terjadi^" Andra melambaikan tangannya sambil tersenyum tipis pada Luna


"Beraninya kamu seperti itu padaku! Lihat saja aku pasti akan menghancurkan hubungan yang kalian miliki!" Gumam Luna dengan sorot mata yang tajam


"Luna, aku tahu kalau kamu pasti sangat kesal karena sekarang aku berani melawanmu? Tapi ini belum seberapa, aku akan membuatmu tertekan dengan keberadaanku. Aku tahu kamu suka terlihat lebih unggul dan diperhatikan. Bagaimana kalau kamu diperhatikan hanya karena kesalahanmu dan bukan karena kerja kerasmu? Aku tidak sabar membuatmu tertekan karena rasa iri mu padaku" Andra tersenyum sambil berlalu meninggalkan Luna.


Didepan gedung, Radit sudah menunggu Andra dalam mobil hitam yang mewah. Dia tidak membukakan pintu mobilnya dan membiarkan Andra masuk sendiri kedalam mobil


"Apa sekarang suamiku marah? Kenapa dia tidak membukakan pintu mobilnya untuk istrimu ini?" Tanya Andra dengan nada yang menggoda


"Bukankah istriku ini tidak ingin terlalu banyak mengambil perhatian orang lain? Aku percaya, jika aku turun dan membukakan pintu mobil untukmu, pasti banyak wanita iri padamu dan mulai membicarakanmu" Radit menjawab dengan sikap yang sangat tenang disertai senyum tipis dibibirnya


"Baiklah aku mengalah. Memang perhitunganmu selalu tepat" Ujar Andra dengan senyum pasrah


"Tentu saja iya. Kita berangkat sekarang" Andra menganggukkan kepala mengiyakan ajakan Radit

__ADS_1


Dari luar gedung kantor, Luna memperhatikan mobil Radit yang berjalan semakin menjauh "Andra, aku pasti membuat rumah tanggamu hancur. Aku tidak rela melihat kamu bahagia"


__ADS_2