
Luna sedang berada di sebuah restoran untuk bertemu dengan seseorang. Dia duduk dengan anggunnya sambil mengesap kopi miliknya dan menatap keluar jendela.
"Lulu?" Mata Luna seketika membelalak tajam begitu melihat adiknya sedang digandeng dengan mesra oleh seorang pria dewasa. Dia adalah Andi, pacarnya Lulu
"Siapa pria itu? Dia terlihat lebih dewasa dari Lulu. Apa dia itu pacarnya?" kepala Luna dipenuhi dengan segala pertanyaan mengenai sang adik dan juga pacarnya
"Maaf saya terlambat. Apa sudah menunggu lama?" Perhatian Luna kembali teralihkan begitu terdengar suara seorang pria dihadapannya
"Tidak papa. Saya juga baru saja tiba" Jawab Luna dengan lembut
"Kenapa memanggil saya kemari? Bukankah sudah sepakat kalau kita tidak perlu ketemu?" Pria itu langsung menarik kursi dan duduk dihadapan Luna
"Bagaimana perkembangan rencanamu pak Gio?" Tanya Luna dengan sikap yang tenang
"Panggil saja saya Gio. Sampai saat ini saya masih mengirimkan bunga padanya. Saya belum memiliki kesempatan untuk bertemu langsung dengannya. Tapi saya yakin kalau dia memiliki perasaan pada saya. Meskipun dia terlihat acuh tak acuh" Gio menjawab dengan sikap yang tenang dan sedikit sombong
"Bagaimana kamu bisa sangat yakin begitu? Dari yang aku lihat sepertinya hubungan mereka berdua baik-baik saja" Ujar Luna dengan menyilangkan tangan di dada
"Tenang saja. Dia bersikap begitu karena kami jarang ketemu dan dia masih berhubungan dekat dengan Radit. Jika hubungan mereka renggang, maka aku punya kesempatan untuk kembali mendapatkan perhatiannya" Gio tersenyum dengan sangat yakin
"Kamu sangat yakin sekali kalau Andra akan meninggalkan Radit dan memilih untuk bersama denganmu" Ujar Luna dengan senyum mencibir
"Aku sudah cukup lama kenal dengannya. Jauh sebelum Radit mengenalnya. Jadi aku tahu betul bagaimana perasaan Andra padaku" Gio bicara dengan penuh keyakinan
"Baik aku percaya padamu. Jika memang kamu gagal mendekati Andra, maka aku yang akan mencari cara untuk mendekati Radit dan membuatnya meninggalkan Andra" Luna tersenyum tipis pada Gio
"Aku masih punya banyak pekerjaan. Jadi aku harus pergi sekarang" Ujar Gio sambil beranjak pergi dari hadapan Luna
Luna menganggukan kepala dengan senyum menanggapi Gio. Dia masih terus menatap punggung Gio yang semakin menjauh dari hadapannya
"Aku akan terus memantau pergerakanmu selama kamu masih bisa aku manfaatkan untuk menghancurkan kebahagiaan Andra"
__ADS_1
Flash back on
Luna kembali melihat seorang kurir mengantarkan bunga untuk Andra. Diapun akhirnya bertanya kepada kurir itu dan mengetahui kalau Gio yang mengirimkan bunga untuknya
Tuut tuut tuut
"Halo, siapa ini?" Setelah beberapa lama terdengar suara seorang pria dari ujung telepon
"Halo, saya Luna. Saya tahu kalau anda yang mengirimkan bunga untuk Andra setiap harinya. Apa anda tidak berpikir kalau Andra sudah punya suami?" Luna bicara dengan tenang dan sedikit memprofokasi
"Saya tidak kenal anda, nona. Jadi untuk apa saya menjawab pertanyaan anda?" Gio yang sedang berada dihotel tempat kerjanya juga menjawab dengan sikap yang tenang
"Tenanglah. Aku menghubungimu karena ini mengajakmu bekerja sama. Aku bisa membantumu untuk mendekati Andra"
"Kenapa saya harus percaya pada anda?"
"Terserah. Yang jelas tujuan kita sama. Jika anda mau bekerja sama denganku, justru itu akan semakin baik kan?" Luna tersenyum tipis berusaha meyakinkan Gio
"Baik, aku terima tawaran kerjasama darimu"
"Oke. Kamu terus saja dekati Andra. Aku akan membantumu mencari cara untuk mendapatkannya"
Flash back off
***
Seperti biasanya Radit akan datang menjemput Andra ke kantor pada sore hari. Dia biasanya tidak pernah turun dari mobil dan menunjukkan wajahnya didepan banyak orang, namun kali ini dia turun dari mobil saat melihat Andra berjalan ke arah mobilnya.
Andrapun terkejut hingga dahinya berkerut heran melihat Radit yang turun dari mobil, kemudian mempercepat langkahnya mendekati Radit
"Kenapa kamu malah turun dari mobil? Tumben sekali" Tanya Andra ketika mereka saling berhadapan
__ADS_1
"Aku sudah tidak ingin sembunyi lagi dan membiarkan istriku bebas diluar. Jadi sekarang aku menunjukkan wajahku agar mereka tahu kalau CEO cantik ini sudah ada yang punya" Radit bicara sambil tersenyum dengan nada bicara yang menggoda
Semua orang dikantor Andra benar-benar memperhatikan mereka berdua. Terutama paras Radit yang tampan
"Siapa yang menjemput bu Andra? Dia tampan sekali"
"Benar. Apa itu pacarnya bu Andra? Wah membuatku sangat iri"
"Suamiku, sebaiknya kita langsung masuk mobil saja. Lihatlah tatapan semua gadis itu padamu!" Andra menoleh kebelakang untuk menunjukkan kalau semua orang sedang menatap kearah mereka
"Sepertinya kamu benar. Ayo masuk! Kita pulang kerumah. Lathan pasti sudah menunggu kita" Radit pun ikut menoleh untuk memastikan ucapan Andra. Benar saja semua sedang menatap mereka sambil saling berbisik
"Ayo" Andra menganggukkan kepala menanggapi Radit lalu dia masuk kedalam mobil
***
Leo sedang duduk bersama dengan Vio yang hanya diam saja dengan pandangan yang kosong
"Vio, emm lihatlah ini. Ini adalah foto istrinya Radit. Radit kita sudah dewasa, dia sudah punya keluarga sendiri. Mereka pernah kesini, namun saat itu kesehatanmu sepertinya tidak bagus. Mereka bilang akan sering kesini diakhir pekan untuk menemui kita. Sepertinya dia gadis yang baik dan juga sangat perhatian. Kamu juga harus mengenalnya lebih dekat. Kalian pasti akan sangat cocok"
Leo terus saja bicara pada Vio meskipun dia tidak memberikan tanggapan apapun. Vio tetap saja tenggelam dalam pikirannya sendiri mengenai Lea
"Kapan Lea akan datang? Sudah sangat lama aku tidak bertemu dengannya. Aku sangat merindukan dia" Gumam Vio sambil menundukkan kepala dengan wajah sedih
Leo yang mendengarnya pun ikut merasa sedih. Air mata seketika menetes dari matanya sambil menatap Vio yang terus membicarakan Lea dengan tubuh yang terus bergerak ke depan dan belakang
"Sampai kapan kamu akan seperti ini? Sudah bertahun-tahun berlalu namun kondisimu masih belum membaik juga. Anak Lea juga sudah besar sekarang. Apa kamu ingat anak kecil yang datang bersama Radit beberapa waktu yang lalu? Itu anak Lea, dia tampan kan seperti Galen?"
"Lea... Galen... Kenapa kalian tidak datang menjenguk mama? Mama sudah sangat merindukan kalian. Kak, apa kita pergi kerumah Lea saja? Aku sangat rindu mereka. Aku juga sudah lama tidak melihat anak mereka. Pasti dia sangat lucu. Apa sekarang dia sudah bisa merangkak ya? Lea pasti sangat kesulitan karena harus merawat anaknya seorang diri. Ayo kak kita pergi kesana sekarang!" Vio kembali menunduk dengan wajah sedih kemudian dia dengan manja meminta agar Leo mengantarnya pergi ke rumah Lea
"Nanti ya. Nanti aku akan meminta mereka datang kemari. Mungkin akhir pekan mereka bisa mengunjungi kita disini. Jadi kamu jangan sedih ya" Leo bicara pada Vio dengan sangat lembut. Dia berusaha membuat Vio kembali tenang
__ADS_1
"Benar ya? pasti akhir pekan mereka bisa datang karena tidak bekerja. Aku akan menunggu mereka nanti" Vio tersenyum ceria mendengar ucapan Leo. Seketika Leo kembali bersedih melihat Vio yang tersenyum ceria seperti sekarang. Hatinya terasa sakit seakan disayat-sayat