
Lathan bergegas pergi ke kantin setelah mendengar dari temannya kalau Andra berdebat dengan bu Jane dan juga wali murid lainnya. Dia khawatir kalau Andra terkejut dan justru terjadi apa-apa karena sedang hamil.
Lathan yang baru saja tiba dikantin langsung berhenti ketika melihat ibu sambungnya sedang bicara. Dia terpana menatap Andra yang sangat berani dan tidak gugup sama sekali.
“Cih, anda terlalu berbelit-belit bu Jane. Cukup katakan saja kalau alasan anda membuat gosip seperti ini adalah untuk membuat hubugan saya dan suami saya renggang kan? Sayangnya anda tidak akan berhasil. Karena
saya tidak pernah melakukan kekerasan pada Lathan dan kami bahagia dengan keluarga kecil kami. Tidak akan ada yang bisa mengusik kebahagiaan kami, termasuk Anda” ujar Andra dengan penuh percaya diri.
Untuk apa aku khawatir pada mami? Ternyata mami bisa mengatasi masalahnya sendiri.
Lathan terus memperhatikan Andra sambil tersenyum manis.
“Saya sama sekali tidak memiliki niat untuk merusak hubungan bu Andra dengan pak Radit. Lathan itu murid saya dan saya tidak ingin jika
Lathan menerima kekerasan dan hanya diam saja karena takut. Saya sudah berusaha bicara dengan Lathan, tapi dia sama sekali tidak mengatakan apapun. Saya mohon pada bu Andra untuk tidak menyakiti anak itu. Dia sudah tidak memiliki ibu sejak kecil. Mimpinya untuk memiliki ibu seperti orang lain bisa rusak karena punya ibu tiri yang kasar padanya”.
Bu Jane bersikeras kalau Andra telah melakukan kekerasan pada Lathan selama ini. Dia sama sekali tidak mendengarkan penjelasan dari Andra.
“Jika Lathan diam saja dan tidak mengatakan apapun pada anda mengenai kekerasan, itu artinya memang dia tidak mengalami hal seperti itu. Saya menyayangi Lathan sejak saya mengenal anak itu, bahkan saya menikah dengan kak Radit juga karena Lathan. jadi tidak mungkin jika saya telah menyakiti dia apalagi dengan melakukan kekerasan”.
Andra yang mulai kesal kini meninggikan suaranya saat dia bicara.
“Apa yang mami katakan itu benar. Mami sama sekali tidak pernah melakukan kekerasan padaku”.
Lathan yang sejak tadi memperhatikan saja akhirnya mulai bicara.
Semua orang menoleh kearah Lathan setelah mendengar suara seraknya. Lathan berjalan dengan penuh percaya diri dan gagah. Dia terlihat sangat lucu dan menggemaskan.
“Lathan, kenapa kamu ada disini? Kenapa tidak belajar dikelasmu?” tanya Andra yang penasaran. Diapun mendekati Lathan dengan senyum lembut dibibirnya lalu berjongkok dihadapannya
“Lathan, apa kamu baik-baik saja?” tanya Andra lagi dengan raut wajah khawatir setelah melihat Lathan yang diam saja dengan kepala tertunduk.
“Mami maafkan aku. Harusnya aku menjelaskan pada mereka kalau Mami tidak pernah memukulku. Jangankan memukul, Mami bahkan tidak pernah memarahiku”.
Lathan bicara dengan kepala tertunduk sedih dihadapan Andra. Air matanya sedikit menetes karena menyesal saat dia bicara.
“Tidak perlu khawatir sayang. Ini bukan salah kamu. Lagipula pendapat mereka sama sekali tidak penting buat Mami. Yang penting itu adalah kamu sayang sama Mami dan Mami juga sangat menyayangimu”.
__ADS_1
Andra bicara dengan senyum lembut lalu menarik Lathan kepelukannya.
Semua orang menatap haru pada pasangan ibu dan anak sambung itu, lain halnya dengan bu Jane yang masih berburuk sangka pada Andra.
“Bu Andra, apa anda memaksa Lathan untuk bicara seperti itu dihadapan orang lain? Apa anda sengaja meminta Lathan untuk mengatakan hal yang manis agar perbuatan
anda tidak terbongkar?” ujar bu Jane dengan nada bicara yang sinis.
Andra pun melepas pelukannya pada Lathan. Dia berdiri dan menatap bu Jane dengan tatapan yang dingin
“Sekarang saya merasa kalau sepertinya anda sama sekali tidak pantas menjadi seorang guru. Bukannya seorang guru harus mengayomi muridnya? Bagaimana bisa anda malah mengajarkan cara berburuk sangka pada murid anda? Anda memaksakan pendapat anda mengenai sesuatu hal yang sama sekali tidak benar. Saya memang hanya ibu sambungnya, tapi saya menganggap Lathan seperti anak saya sendiri. Karena semenjak saya menikah dengan ayahnya, Lathan memang menjadi anak saya juga. Bisa-bisanya anda berpikir kalau saya melakukan
kekerasan dan dengan sengaja mengancam Lathan. Ini sama sekali tidak masuk akal. Daripada dibilang seorang guru, anda lebih pantas jika dibilang biang gosip” Andra bicara dengan sikap yang sinis.
“Bu Andra, saya bicara berdasarkan fakta yang ada. Bukan hanya asumsi belaka”
“Fakta mana yang anda maksud? Apa anda pernah melihat sendiri kalau saya memukul Lathan?”.
Andra memotong kalimat bu Jane saat dia bicara.
“Saat Lathan tidak masuk sekolah beberapa waktu yang lalu, anda bilang dia sakit. Begitu dia masuk sekolah katanya pita suaranya sedikit rusak dan ada luka dilehernya, bukankah itu karena anda?”
“Itu saat Lathan mengalami insiden dengan salah satu rekan bisnis saya, dan yang ingin menghancurkan kak Radit. Saat itu leher Lathan terkena sayatan dari pecahan gelas yang dilakukan oleh orang itu, akibatnya Lathan harus mengalami perawatan dan tidak bisa bicara dengan lancar karena lukanya akan terasa sakit saat dia bicara. Jika anda masih tidak percaya, maka anda bisa datang ke restoran X dan lihat kamera CCTV disana. Semua orang tahu mengenai kejadian itu”.
Andra menjelaskan mengenai apa yang terjadu dengan tenggorokan Lathan yang membuatnya tidak bisa bicara untuk sementara waktu.
“Lalu, kemarin Lathan tidak masuk sekolah dan sekarang ada bekas luka juga ditanganya” ujar bu Jane yang menyadari bekas luka Lathan
“Lathan dan suami saya mengalami kecelakaan beberapa hari yang lalu, dan Lathan terluka di dahi juga tangannya. Kalau anda masih meragukan pernyataan saya, juga maka saya bisa hubungi suami saya untuk mengkonfirmasi semua pernyataan saya”.
Andra tidak menunggu tanggapan dari bu Jane terlebih dahulu. Dia langsung menghubungi Radit saat dia bicara.
Tuut tuut tuut
"Halo, sayang" tak berapa lama terdengar suara Radit dari ujung telepon.
"Kak Radit, apa Kakak sedang sibuk?" tanya Andra dengan sikap yang sedikit ragu.
__ADS_1
"Tidak ada. Apa terjadi sesuatu?". Radit mengernyitkan dahi dengan raut wajah penasaran saat dia bertanya pada Andra.
"Ada yang ingin aku tanyakan. Kakak harus menjawabnya dengan jujur. Tidak boleh ada yang disembunyikan karena ini menyangkut nama baikku".
Andra bicara dengan sikap yang dingin dan serius.
"Kenapa terdengar seperti kamu sedang berada diujung tanduk?".
Radit sedikit tersenyum menggoda sang istri.
"Aku serius. Kakak harus menjawab dengan jujur" ujar Andra dengan tegas.
"Baiklah. Aku akan menjawab pertanyaanmu dengan jujur. Sekarang katakan, apa yang ingin kamu tanyakan!" ujar Radit yang mulai penasaran dengan apa yang akan ditanyakan Andra.
"Apa aku pernah melakukan kekerasan pada Lathan?"
"Apa katamu?! Omong kosong macam apa yang kamu katakan?".
Radit terdengar tidak percaya saat dia mendengar pertanyaan Andra.
"Cukup katakan saja, apa aku pernah menyakiti Lathan atau tidak?"
"Tentu saja tidak. Mana mungkin kamu berani menyakiti anakmu sendiri. Bukannya selama ini kamu sudah merawatnya dengan baik?".
Radit menjawab pertanyaan Andra dengan sikap yang tenang.
"Terimakasih. Kurasa itu sudah cukup untuk membuktikan kalau aku sama sekali tidak bersalah".
Andra pun tersenyum setelah mendengar jawaban Radit.
"Apa ini menyangkut gosip disekolah Lathan?" tanya Radit memastikan.
"Benar. Tapi Kakak tidak perlu khawatir aku bisa menyelesaikan ini. Apa tidak masalah jika Lathan mendapatkan guru lain?"
"Tidak papa. Jika kamu mau, kamu bisa menutup sekolah itu dan mencari sekolah lain yang lebih baik untuk Lathan"
"Benarkah? Terimakasih Kak. Sampai jumpa".
__ADS_1
Andra langsung menutup telepon setelah dia selesai bicara. Diapun menoleh pada wali murid lainnya dan juga bu Jane yang sejak tadi mendengarkan percakapan Andra dan Radit melalui speaker telepon yang dibuka.
"Apa kalian sudah dengar semuanya? Atau haruskah aku meminta suamiku kemari untuk menjelaskan kepada kalian secara langsung?"