Terpaksa Jadi Ibu Tiri

Terpaksa Jadi Ibu Tiri
Ungkapan Cinta Gio


__ADS_3

"Mami, ayo kesana mih. Kita naik yang itu mih" Lathan dengan cerianya menunjuk wahana yang ingin dia naiki sambil menarik tangan Andra


"Pelan-pelan Lathan. Nanti kamu jatuh lagi. Lagupula kamu tidak kasihan pada mami yang terus saja kamu tarik tangannya? Bagaimana kalau nanti mami yang jatuh?" Radit berusaha membatasi Lathan agar tidak berlarian sambil menarik tangan Andra


"Tidak papa. Lathan mau naik apa? Kita naik satu-satu tapi kamu jangan lari ya! Mami tidak ingin kamu jatuh dan terluka lagi" Andra dengan lembutnya bicara pada Lathan sambil memegang pipinya yang menggemaskan


"Iya mami. Aku mau naik bianglala tapi mami dan papi ikut naik denganku ya?" Tanya Lathan lagi dengan ceria


"Baik, ayo kita naik itu" Andra mengiyakan apa yang diinginkan Lathan


"Horeeee!"


Akhirnya keluarga kecil itu mulai naik wahana yang diinginkan Lathan. Radit dan Andra terus menuruti semua keinginannya. Mereka terlihat sangat bahagia. Lathan berjalan di depan sementara Radit dan Andra mengawasi dibelakangnya sambil bergandengan tangan


"Kak Radit, aku bahagia sekali. Aku tidak pernah mengira akan ada hari dimana aku merasa bahagia bersama suami dan ankku" Ujar Andra sambil menatap Radit penuh kasih


"Aku juga merasa hal yang sama. Ternyata keputusanku menjadikanmu sebagai ibu dari anakku bukanlah keputusan yang salah. Sekarang kita akan mengarungi rumah tangga kita dengan bahagia" Radit merangkul Andra dipelukannya sambil memandangi Lathan yang berlari dengan ceria didepannya


***


Di tempat lain, Lulu sedang berada di mall bersama seorang pria. Mereka terlihat mesra dengan saling bergandengan tangan


"Sayang, akhir pekan ini apa kuta bisa pergi bersama?" Tanya Lulu pada pria yang berada disampingnya.


Pria itu tinggi, dengan setelan jas rapi dan usianya terlihat lebih dewasa dari Lulu.


"Sepertinya tidak bisa. Ada acara keluarga dirumahku. Dan sebagai pemilik rumah, aku tidak mungkin kalau tidak hadir" Jawab sang pria itu dengan lembut


"Haah, sayang sekali. Ku kira minggu ini kita bisa menghabiskan waktu bersama" Lulu menghela napas panjang karena kecewa tidak dapat menghabiskan akhir pekan dengan sang kekasih


"Tapi kita bisa bertemu di sore hari. Aku akan mengabulkan apapun yang kamu inginkan"


"Benarkah? Kamu serius bisa menghabiskan waktu denganku sore harinya?" Seketika raut wajah Lulu yang sebelumnya terlihat kecewa dan murung, kini langsung berbinar bahagia setelah kekasihnya mengatakan akan menghabiskan waktu bersamanya


"Iya, aku serius. Aku akan menemuimu setelah acara dirumahku selesai"


"Baiklah kalau begitu. Aku tidak akan perhitungan lagi denganmu" Lulu pun mengiyakan dan menyandarkan kepalanya di bahu sang pria

__ADS_1


"Terimakasih" Sang pria pun mengusap lembut kepala Lulu sambil mengecupnya


Tanpa Lulu ketahui ada seseorang yang mengenali dia dan juga kekasihnya


"Lihat itu! Bukannya itu pak Andi?" Kata seorang laki-laki pada rekannya


"Iya, dia pak Andi. Tapi, apa itu istrinya? Kenapa istrinya terlihat sangat muda darinya?" Ujar si rekan pria


"Benar juga. Apa mungkin dia sudah menikah lagi?" Kedua pria itu saling menatap heran satu sama lain


"Entahlah. Tapi yang kutahu istri pak Andi yang sebelumnya adalah pemilik perusahaan. Jadi mana mungkin pak Andi meninggalkan istrinya?"


"Ya sudahlah biarkan saja. Tapi … mungkin ini bisa jadi sumber keuangan kita" Salah satu pria itu memicingkan mata berkata pada rekannya


"Maksudmu …? Ambil photo mereka?" Tanyanya lagi memastikan


"Ya, kita bisa gunakan itu untuk mendapatkan uang"


"Aku setuju" Jawabnya dengan senyum menyeringai


Mereka pun mulai memotret Lulu dan pak Andi tanpa sepengetahuan mereka


***


"Iya pih aku sangat senang. Sekarang aku tidak perlu merasa iri lagi dengan temanku yang pergi bersama ayah dan ibunya. Aku juga bisa bermain bersama papi dan mami" Lathan menjawab dengan senyum ceria diwajahnya


"Tentu. Papi dan mami akan selalu menemanimu bermain, kapanpun itu" Andra meyakinkan Lathan kalau dia dan Radit akan selalu ada untuknya


"Terimakasih mami"


"Sama-sama, sayang" Andra mengangguk dengan senyum lembut dibibirnya


"Kalian mau makan malam dimana? Apa di hotel atau kita turun ke restoran saja?" Radit bertanya dengan lembut


"Ke restoran saja. Tapi kita sebaiknya mandi dulu. Badanku rasanya lengket setelah bermain seharian" Andra menanggapi Radit dan memberikan saran padanya


"Baiklah" mereka pun kembali ke kamar untuk membersihkan diri terlebih dahulu

__ADS_1


Setelah beberapa lama akhirnya mereka selesai dan bergegas pergi ke bagian restoran yang ada di hotel


"Mami, papi, berapa lama lagi kita akan menginap disini? Aku ingat saat aku bertemu mami disini dulu. Mami, apa mami ingat juga?" Lathan bertanya dengan antusias


"Tentu saja mami ingat. Mana mungkin mami tidak ingat anak kecil yang tampan dan sangat menggemaskan sepertimu?" Andra bicara dengan nada yang menggemaskan sambil memegang sedikit ujung hidung Lathan dengan jarinya


"Mami juga ingat bagaimana papimu yang dingin ini menggendongmu dalam pangkuannya" Andra sedikit mendelik pada Radit sambil tersenyum tipis


"Ya, dan papi juga ingat bagaimana mamimu yang ceroboh ini berlarian di lorong sampai nabrak papi. Atau mungkin kamu sengaja ya menabrakku agar aku bisa mengenalu?" Radit bicara dengan nada yang menggoda pada Andra


"Ih, aku tidak berusaha menggoda kak Radit. Saat itu Lathan sedang menungguku untuk makan siang bersama. Karena itu aku harus berlari agar dia menungguku terlalu lama" Andra menjelaskan apa yang terjadi saat itu


"Hahaha" Mereka pun terbahak bersama setelah membicarakan bagaimana pertemuan mereka yang terjadi dihotel


"Selamat malam. Apa boleh saya minta waktu bu Andra sebentar?" Andra, Lathan dan Radit langsung berhenti tertawa dan menoleh ke seorang pria yang tiba-tiba datang ke hadapan mereka


"Gio, ada apa?" Andra terlihat cukup terkejut saat Gio tiba-tiba mendekatinya


"Dra, ada yang ingin aku bicarakan denganmu sebentar. Apa boleh kita bicara berdua?" Gio bertanya dengan ragu-ragu pada Andra. Dia berusaha menguatkan diri untuk menghilangkan rasa yang mengganjal dihatinya


"Ada apa? Apa ada sesuatu yang penting?" Andra terlihat bingung karena Gio ingin bicara dengannya


"Ya, ini sangat penting. Aku janji tidak akan menghabiskan banyak waktumu" Sejenak Andra terdiam lalu menoleh pada Radit dan Lathan


"Kak, ini teman kerjaku saat disini. Aku bicara dulu dengannya ya? Sebentar saja" Andra memegang sebelah tangan Radit yang diletakkan di atas meja kemudian bicara dengan nada yang lembut padanya


"Ya sudah. Jangan terlalu lama. Kita disini untuk makan malam" Radit mengingatkan Andra dengan sikap yang datar


"Ya, aku mengerti. Sayang, mami bicara dulu sama om ini ya? Mami akan segera kembali" Setelah bicara pada Radit, Andra pun langsung beralih pada putranya


"Baik mami. Aku akan menunggu dengan papi" Jawab Lathan dengan lucu


"Ayo, kita duduk disebelah sana" Ujar Andra yang langsung berdiri dari duduknya dan berjalan lebih dulu diikuti Gio dari belakang


"Kita bicara disini saja" Ujar Andra setelah mereka tiba di kursi yang jaraknya tidak cukup jauh dari Radit


"Sebenarnya apa yang ingin kamu bicarakan? Sepertinya itu terlihat penting" Andra langsung bertanya pada Gio tanpa basa basi lebih dulu

__ADS_1


"Sebenarnya … aku ingin mengatakan kalau aku … jatuh cinta padamu"


__ADS_2