
Radit langsung pergi meninggalkan Bagas yang berada dikantor polisi. Dia tidak melakukan apapun lagi pada Bagas karena bayaran yang dia terima sudah sesuai dengan apa yang dia lakukan pada Radit. Toh hanya menyebarkan berita palsu saja, tapi tidak melukai siapapun. Dia berjalan pergi meninggalkan kantor polisi dengan sikap yang tenang. Perawakannya yang tinggi dan kekar serta cara berjalannya yang gagah membuat semua orang yang ada disana mau tak mau menoleh padanya saat dia lewat.
“Tunggu!”
Langkah Radit terhenti setelah mendengar seseorang memintanya berhenti. Radit berbalik dan menatap orang itu
“Ini semua ulahmu, kan?” Radit menatap Audy dengan tatapan heran mendengar pertanyaannya
“Kamu yang membuat kami seperti ini kan?! Kenapa kamu melakukan ini pada kami?!” Audy bertanya dengan meninggikan suara meminta penjelasan dari Radit. Matanya berkaca-kaca menahan air matanya yang hampir jatuh
“Apa kamu yakin menanyakan itu padaku?” Radit memicingkan mata untuk membuat Audy yakin dengan apa yang dia tanyakan.
“Tentu saja. Aku sangat yakin kalau kamu yang melakukan semua ini. Ini pasti karena gosip di media itu kan? Itu hanya sebuah gosip, bagaimana kamu sampai membuat kami hancur seperti ini?” Tanya Audy meminta penjelasan dari Audy.
Sesaat Radit terdiam menatap Audy dengan sorot mata yang tajam
“Apa menurutmu itu hanya sebuah gosip?” Audy tersentak melihat sorot mata Radit
“Berita yang kamu bilang hanya gosip itu bisa berdampak besar bagi hidupku. Karena gosip itu, rumah tanggaku bisa saja hancur berantakan jika saja istriku tidak percaya padaku. Berita yang kamu bilang gosip itu bahkan telah membuat harga saham perusahaanku merosot karena para pemegang saham meragukan kepribadianku. Berita yang kamu bilang hanya gosip itu juga bisa berdampak buruk bagi perkembangan mental putraku. Apa kamu pikir aku hanya akan diam saja?" Radi sedikit memberikan jeda saat dia bicara.
"Tidak akan pernah. Bukannya kamu tahu kalau keluarga kami tidak pernah membiarkan hal kecil sekalipun lepas dari tangan kami? Tidak ada yang gratis didunia ini. Harusnya kamu masih bersyukur karena aku hanya membuat suamimu masuk penjara dan menghancurkan usahanya. JIka aku mau, aku bisa membuat kalian berdua lebih menderita dari ini. Dan meskipun aku diam saja dan tidak melakukan apapun dengan gosip yang kamu bilang itu, apa kamu yakin kalau saudaraku yang lain akan diam saja melihat saudara mereka dijadikan bahan gosip seperti ini?”. Radit bicara dengan senyum menyeringai dibibinya.
Audy pun terdiam dengan kepala tertunduk dan wajah pucat. Dia membayangkan jika saudara Radit yang lain ikut campur dalam masalah ini, maka dia sendiri pun akan terkena imbasnya.
“Kamu tenang saja. Sepertinya kakak sepupuku yang lain tidak tahu masalah ini, karena kalau mereka mendengar gossip tentangku, sudah pasti mereka akan datang kesini dan mencari kalian” Sambung Radit sedikit membuat Audy merasa tenang. Namun meskipun saudara Radit tidak bermain dibelakang layar,
Andra yang tidak suka karena Audy telah menggoda Radit dan menyebarkan gosip buruk tentang suaminya secara diam-diam meminta orang lain untuk membantunya mengganggu Audy.
“Apa kalian ingin uang?” Tanya Andra pada beberapa orang wanita yang sedang berkumpul tidak jauh dari kantor polisi
“Tentu saja kami ingin. Siapa juga yang akan menolak jika diberi uang?” jawab salah satu wanita itu menanggapi ucapan Andra
“Kalau begitu … bisakah kalian melakukan sesuatu untukku?” pinta Andra dengan senyum dibibirnya
__ADS_1
“Apa itu? Tapi jika itu membahayakan nyawa kami, kami tidak akan mau melakukannya”
“Tentu saja tidak. Mana mungkin aku membahayakan nyawa orang lain” ujar Andra lagi dengan senyum canggung
“Apa yang harus kami lakukan?” tanya wanita lain yang mulai penasaran
“Kalian lihat perempuan itu?” Andra yang berdiri diantara mereka, menunjuk pada Audy yang berdiri diluar kantor polisi dengan langkah kaki yang lemas
“Perempuan yang meninggalkan kantor polisi itu?” tanya salah satu dari mereka berusaha memastikan.
“Benar. Aku ingin kalian mempermalukan dia karena telah berani menggoda suamiku. Kalian tahu kan gosip yang beredar saat ini? Itu adalah dia yang menggoda suamiku. Jadi untuk memberinya pelajaran agar tidak
lagi menggoda suami orang lain. Aku ingin kalian membuatnya malu” Andra menjelaskan situasinya pada para wanita yang akan dia mintai tolong
“Apa yang harus kami lakukan?” tanya salah satunya lagi memastikan
“Terserah kalian. Kalian boleh melakukan apa saja. Mau menamparnya, menyiram dia dengan air comberan atau mungkin melemparinya dengan telur busuk, itu bebas kalian lakukan. Ini bayarannya. Aku akan melihat pertunjukan yang kalian buat dari dalam mobil” Andra bicara dengan sikap acuh tak acuh kemudian memberikan sejumlah uang dalam amplop coklat sebagai imbalan
“Ini banyak sekali” salah seorang ibu yang menerima amplop berisi uang dari Andra sangat terkejut melihat jumlah uang yang diterimanya
“Tentu saja. Kami tidak akan mengecewakan anda” para ibu yang berjumlah 5 orang itu saling menoleh dengan senyum tanda sepakat melihat uang yang ada ditangan rekan mereka.
Mereka pun berjalan pergi meninggalkan Andra untuk menyiapkan apa yang mereka butuhkan. Mereka membeli telur dan tomat, juga mengambil air dari comberan. Setelah dirasa cukup, mereka berjalan mendekati
Audy yang terlihat sedang kebingungan.
“Bagaimana ini? Sekarang Bagas berada didalam penjara, lalu apa yang harus aku lakukan untuk bisa bertahan hidup? Tidak mungkin jika aku harus menjual barang-barang berhargaku. Itu adalah kesayanganku” Audy yang sedang merenung tidak menyadari kalau beberapa wanita datang menghampirinya. Tiba-tiba
Plak!
“Ach!! Apa-apaan ini?” Tanya Audy sambil memegangi sebelah pipinya yang terkena tamparan dengan keras hingga dia menoleh
“Itu adalah bayaran yang pas untuk perempuan gatal sepertimu yang suka menggoda suami orang lain!” jawab salah satu wanita yang menampar Audy
__ADS_1
“Apa maksud kalian? Aku sama sekali tidak mengenal kalian!” Audy berteriak dengan wajah yang terlihat kesal
“Aku juga tidak mengenalmu. Tapi kami hanya merasa kasihan pada wanita yang suaminya telah kamu goda. BIsa saja suatu hari nanti kamu juga menggoda suami kami” ibu itu bicara dengan nada yang sombong
“Omong kosong! Siapa juga yang sudi menggoda suami kalian?” Audy bicara dengan nada mencibir sambil menoleh pada arah lain
“Dasar wanita tidak tahu malu! Kamu memang pantas mendapatkan ini!”
Pluk
“Iuuuh… kotor. Apa-apaan kalian ini?! Dasar kalian permpuan gila!” Audy kembali marah saat dia dilempari telur
“Itu cocok untukmu. Terima ini juga!”
“Ach! Hentikan! Cukup!” Audy terus meronta sambil menutupi kepalanya saat dilempar telur
“Baiklah, ini yang terakhir!” ujar salah satu ibu sambil menyiram Audy dengan air kotor
“Penampilanmu yang seperti ini memang sangat cocok. Sama kotornya dengan kelakuanmu. Hahaha” para ibu-ibu itu terbahak sambil berbalik pergi meninggalkan Audy yang terduduk dengan penampilan berantakan. Banyak orang yang menyaksikan kejadian itu, namun mereka tidak ada yang membantunya dan hanya jadi penonton saja dan menikmati apa yang mereka lihat.
Perlahan Andra berjalan mendekati Audy yang sangat kotor dengan berderai air mata diwajahnya. Dia berdiri tepat dihadapannya.
Audy memperhatikan seseorang yang berdiri didepannya. Perlahan dia mengangkat kepala agar bisa melihat wajah orang itu. Andra tersenyum ketika saling bertatapan dengan Audy
“Kamu …?”
“Aku sangat menyesal karena ini terjadi padamu, tapi aku juga senang karena kamu menerima apa yang seharusnya kamu terima. Kak Radit itu suamiku, bagaimana bisa kamu masih terus berharap padanya?” ujar Andra dengan sikap yang tenang.
“Kamu! Kamu yang melakukan ini semua kan? Radit itu harusnya jadi milikku! Aku yang lebih dulu mengenalnya. Bagaimana bisa kamu yang bukan siapa-siapa malah menikah dengannya?!” Emosi Audy semakin memuncak ketika dia melihat Andra berdiri didepannya
“Aku merebutnya? Kamu masih belum sadar situasinya ya? Kamu itu sudah punya suami. Lagipula harusnya kamu sadar kalau kak Radit sama sekali tidak mencitaimu. Jika memang dia mencintaimu, mana mungkin dia membiarkanmu menikah dengan orang lain? Sekarang kak Radit adalah suamiku, jadi aku harap kedepannya kamu tidak mengganggu rumah tangga kami lagi. Karena jika kamu masih saja berani mengganggu suamiku, aku akan buat kamu lebih menyesal"
"Haah … sekarang lebih baik kamu renungkan kesalahanmu dan pikirkan apa yang akan kamu lakukan selama suamimu berada dipenjara. Kurasa akan butuh waktu lama untuknya mendekam dibalik jeruji besi” sambung Andra meluapkan kekesalannya.
__ADS_1
Andra pun berlalu pergi meninggalkan Audy dengan penyesalannya. Tanpa dia sadari seseorang memperhatikannya dari kejauhan.
“Rupanya dia wanita yang berani. Dilihat dari penampilannya … dia seperti wanita yang lemah lembut. Ternyata itu semua salah” gumam seorang pria dengan senyum tipis dibibirnya