
Ayah Starla masih terdiam setelah menutup telepon dari putrinya. Dia memikirkan apa yang dikatakan putrinya saat di telepon tadi
"Jika aku menikah dengan Radit, maka perusahaan papa juga akan berkembang. Papa tahu kan kalau Radit juga pandai dalam berbisnis? Belum lagi dia adalah bagian dari keluaga Kusuma. Jadi papa tidak perlu merasa takut akan apapun, karena mereka akan dengan mudah membantu papa bila terjadi masalah"
"Starla benar. Akan sangat menguntungkan untukku jika berhasil menikahkan Starla dengan Radit. Meskipun dia sudah memiliki anak, itu sama sekali tidak jadi masalah. Toh Radit tidak memiliki istri ataupun kekasih. Jadi tidak ada salahnya untukku mencoba bicara dengan pak Leo"
Ayah Starla pun menghubungi Leo untuk membicarakan mengenai hubungan Starla dan Radit
Tuut tuut tuut
Cukup lama ayah Starla menunggu sampai Leo menerima telepon darinya
"Halo, pak Reno" Setelah beberapa lama akhirnya terdengar suara Leo dari ujung telepon
"Halo, pak Leo. Bagaimana kabar anda dan istri anda?" Ayah Starla menyapa dengan ceria
"Kabar kami baik. Pak Reno sendiri, bagaimana kabar anda?" Leo balik bertanya dnegan sikapnya yang tenang
"Saya juga baik. Terimakasih"
"Ngomong-ngomong, ada perlu apa pak Reno menghubungi saya?" Leo tidak ingin basa-basi dan langsung bertanya pada intinya
"Begini pak. Mengenai anak kita, ehm ... bagaimana ya?" Ayah Starla terdengar ragu-ragu saat ingin mengutarakan apa tujuannya menghubungi Leo
"Maksud anda, mengenai hubungan Radit dengan Starla?" Leo langsung menebak tujuan Reno menghubunginya
"Ya, saya ingin menanyakan perihal hubungan mereka. Anda juga pernah mengatakan lebih baik kita jodohkan saja mereka. Sekarang saya ingin memastikan apa bisa niat itu dilaksanakan?" Reno menunggu jawaban dari Leo dengan rasa penuh harap. Sedangkan Leo cukup lama terdiam memikirkan cara untuk menyampaikan yang sebenarnya pada ayah Starla
"Ehm ... sebelumnya saya ingin minta maaf pada anda, tapi niat itu tidak bisa kita laksanakan lagi sekarang"
"Kenapa?! apa putri saya tidak cukup baik untuk jadi menantu anda? Apa mungkin anda bisa memberitahu saya agar saya bisa menasehatinya untuk jadi sesuai dengan yang anda inginkan" Ayah Starla sampai terkejut dan langsung bertanya alasan Leo menolak permintaannya
"Bukan itu masalahnya. Masalahnya adalah sekarang Radit sudah menikah, mungkin Starla bisa mendapatkan jodoh lain selain Radit diluaran sana. Saya yakin pasti ada pria yang lebih baik untuk Starla" Leo berusaha bicara dengan tenang agar tidak menimbukan sakit hati pada ayah Starla
Ayah Starla terdiam cukup lama, dia merasa sangat disayangkan karena tidak bisa berbesan dengan Leo, Tapi dia tidak bisa melakukan apapun lagi selain menerimanya
__ADS_1
"Tidak papa pak Leo, mungkin anak kita memang tidak berjodoh. Seperti kata anda, pasti ada pria lain yang ditakdirkan untuk anak saya" Ayah Starla berbesar hati menerima apa yang dikatakan Leo dengan senyum yang dipaksakan
"Kalau begitu terimakasih sudah mendengarkan saya, pak Leo. Maaf karena sudah menyita waktu anda. Terimakasih banyak"
"Saya yang minta maaf karena tidak bisa mewujudkan keinginan anda dan saya juga berterimakasih atas pengertian anda. Sampai jumpa pak Reno"
"Ya sampai jumpa pak Leo" Leo akhirnya menutup telepon dari Reno
"Haah ... sangat disayangkan karena ternyata Radit sudah menikah. Tapi, kapan dia menikah ya? Kenapa aku tidak mendengar beritanya? Sebelumnya juga tidak diketahui yang mana istrinya karena dia langsung memiliki bayi. Sekarang tahu-tahu dia sudah menikah" Ayah Starla berpikir keras mengenai hubungan Radit dengan pasangannya yang memang sangat jauh dari sorotan
"Sudahlah lebih baik tidak membuat masalah dengan keluarga itu. Meskipun mereka terlihat baik, tapi mereka bisa sangat menyeramkan" Ayah Starla mengubur keinginannya berbesan dengan Leo karena tidak ingin terlibat banyak dengan keluarga Radit
Tok tok tok
"Permisi pak! Kita dalam masalah besar!" Baru selesai Reno menghubungi Leo, asistennya langsung masuk ke ruangannya tanpa menunggu izin darinya
"Ada apa? Kenapa kamu terburu-buru sampai menerobos masuk begitu saja?!" Ayah Starla bertaya dengan sikap yang tenang
"Maafkan saya pak. Saya harus segera melaporkan ini pada bapak" Asisten Reno bicara dengan tergesa-gesa
"Ini pak. Saham perusahaan kita menurun drastis"
"Apa katamu?!" Reno membelalakkan mata mendengar apa yang dikatakan sang asisten
"Harga saham kita dipasar modal mengalami penurunan drastis, bahkan mencapai 70% dari harga sebelumnya"
"Apa?! Turun sampai 70%?! Bagaimana bisa? Sejak kapan itu terjadi?" Reno sangat panik, dia tidak tahu harus melakukan apa. Tapi dia berusaha tetap tenang dan mencari solusinya
"Sejak siang tadi pak. Awalnya harga turun dengan normal, namun sampai sore ini harga saham kita terus mengalami penurunan" Asisten Reno menjelaskan keadaan yang ada pada atasannya dengan sikap yang tenang. Dia sudah cukup lama bekerja diperusahaan Reno dan merupakan pegawai yang kompeten
"Apa kamu sudah mencoba menstabilkannya?" Tanya Reno lagi dengan wajah panik
"Sudah pak, tapi tidak berhasil. Kamu sudah mencoba membeli saham lagi agar tetap stabil tapi itu tidak berhasil. Ada salah satu akun yang membeli saham kita dibawah harga pasaran" Asisten Reno menjelaskan asal mula turunnya harga saham
"Apa maksudmu?" Reno menatap asistennya dengan wajah heran
__ADS_1
"Ya salah satu akun memonopoli harga saham kita. Kalian sudah melacak akun itu?" Reno kini mulai penasaran dengan siapa yang di maksud asiatennya
"Sudah pak. Akun itu milik salah satu perusahaan Nugraha"
"Apa?! Perusahaan Nugraha?!" Reno cukup terkejut dengan apa yang dikatakan asistennya
"Benar pak. Kami sudah melacak akun itu dan itu berasal dari perusahaan Nugraha"
"Aku baru saja menghubungi pak Leo, sepertinya dia tidak tahu apa-apa. Jadi... kemungkinan ini adalah Radit karena sekarang dia yang memegang kendali perusahaan. Tapi kenapa dia melakukan ini? Kenapa dia ingin menjatuhkan perusahaanku? Apa aku membuat kesalahan padanya? Tapi apa?" Reno berpikir keras mengenai penyebab dari jatuhnya saham miliknya
"Ah, aku harus menghubunginya langsung. Aku harus tahu alasan dari ini semua. Aku tidak pernah menyinggungnya, tapi kenapa dia ingin menjatuhkanku? Hubungi asisten Radit, kita harus meminta bantuan padanya. Hanya dia yang bisa menyelamatkan kita karena dia juga yang barusaha menjatuhkan perusahaan kita" Reno memberi perintah pada asistennya setelah dia berpikir
"Baik pak. Akan saya hubungi sekarang" Asisten Reno pun mulai menghubungi Candra
Tuut tuut tuut
"Halo"
"Halo dengan asisten pak Radit?"
"Ya, saya sendiri. Siapa ini?" Candra bertanya dengan nada bicara yang dingin
"Saya asisten pak Reno. Apa saya bisa menemui pak Radit?" Asisten Reno langsung bicara pada intinya bwberaoa7
"Maaf, untuk sekarang tidak bisa karena besok pak Radit akan memenuhi undangan diluar kota. Mungkin akan kembali setelah beberapa hari disana" Candra bicara dengan sikap yang tenang dan penuh wibawa
"Lalu kapan anda bisa aturkan waktu untuk bertemu beliau?" Asisten Reno ksmbaoi bertanya padanya
"Untuk saat ini tidak bisa, mungkin nanti pak. Karena saat ini pak Radit tengah sibuk dengan jadwalnya"
"Kalau begitu terimakasih"
"Ya, sampai jumpa" Candra pun menutup panggilan teleponnya
"Kenapa kamu membiarkan dia tahu kalau kita yang memonopoli saham perusahaannya?" Candra terlihat bingung dan langsung bertanya pada Radit setelah dia menutup telepon dari asisten Reno
__ADS_1
"Karena aku ingin dia tahu siapa yang membuat perusahaannya hancur. Ini akan jadi pukulan yang berat untuk ayah Starla"