
Andra dan Radit langsung menatap satu sama lain lalu Radit merogoh ponsel dalam sakunya dan menghubungi bank darah.
"Selamat sore, dengan bank darah nasional. Ada yang bisa dibantu?" sapa resepsionis dari bank darah
"Selamat sore. Saya Radit dari rumah sakit XX. Saat ini putra saya membutuhkan golongan darah O+. Apakah disana tersedia? Tolong bantulah putra saya?" Radit bicara dengan nada memohon.
"Baik, Pak. kami akan segera mengirimkan stok golongan darah tersebut kerumah sakit secepatnya. Anda bisa tenang sekarang"
"Terimakasih. Terimakasih banyak" Radit tersenyum lebar mendengar jawaban dari resepsionis. Dia sangat bersyukur karena darah yang dibutuhkan Lathan tersedia dibank darah
"Sayang, Lathan bosa diselamatkan. Mereka bilang akan segera mengirim darah yang dibutuhkan Lathan"Seru Radit yang bicara dengan antusias pada Andra.
"Benarkah? Syukurlah. Akhirnya Lathan kita akan baik-baik saja. Jika bukan karena aku, semua ini pasti tidak akan terjadi"Andra pun tertunduk sedih penuh penyesalan setelah dia tertawa bahagia bersama Radit.
"Kenapa kamu bilang begitu? Ini sama sekali bukan kesalahanmu. Semua ini terjadi karena pria bernama Surya itu. Sifat iri dan dengkinya sampai membuat putra kita terluka. Aku tidak akan melepaskan dia begitu saja" Radit bicara dengan penuh emosi. Diapun kembali mengeluarkan ponsel dan menghubungi Candra
Drrt drrt drrt
"Halo, Dit" tidak perlu mneunggu lama sampai Candra menerima telepon dari Radit
"Bagaimana tugasmu? Aku tidak ingin sampai Surya dan Lidia bebas dengan mudah. Mereka harus mendapatkan hukuman setimpal karena membuat putraku celaka. Bahkan mereka harus lebih menderita" Radit langsung bicara tanpa basa basi ketika Candra menerima telepon darinya
"Kamu tenang saja. Aku sudah mengurus mereka berdua. Jika kamu ingin menemui Surya, dia ada dirumah sakit yang sama dengan Lathan. Kamu bisa mengunjunginya setelah Lathan lebih baik. Aku sudah menyiapkan petugas polisi untuk berjaga agar dia tidak bisa kabur kemanapun" Candra pun menjelaskan dengan sikap yang tenang bahkan serius. Dia tidak pernah bercanda dalam situasi seperti ini.
"Bagus. Aku pasti akan menemuinya. Aku akan buat perhitungan dengannya untuk masalah ini. Kamu sudah bereskan perusahaannya, kan?" tanya Radit lagi memastikan.
__ADS_1
"Ya, perusahaan itu sudah bangkrut dan Surya sudah tidak memiliki aset apapun. Semua telah disita. begitu pun dengan Lidia. Aku sudah memasukannya kedalam penjara atas tuduhan penipuan. Dia juga termasuk dalam daftar hitam perusahaan Kusuma. Tidak akan ada yang berani memberikan dia pekerjaan" Candra kembali menjelaskan dengan rinci mengenai keadaan yang terjadi pada Lidia dan Surya.
"Kerja bagus. Aku serahkan dulu perusahaanku padamu selama Lathan dirawat dirumah sakit ini"
"Kamu tenang saja. Aku akan selalu melaporkan setiap perkembangan perusahaan padamu". Sebagai asisten, Candra sudah terbiasa dengan permintaan Radit. Dia biasa memegang kendali perusahaan saat Radit tidak ada.
"Terimakasih. Sampai jumpa" Radit langsung menutup panggilan teleponnya setelah bicara tanpa mendengar tanggapan dari Candra
"Bagaimana? Apa Lidia dan Surya bisa diadili?". Andra bertanya pada Radit setelah melihat sang suami menutup panggilan teleponnya.
"Lidia sudah dipenjara dan dia tidak akan bisa bersosialisasi lagi setelah dia keluar nanti. Sedangkan Surya ... dia berada dirumah sakit ini juga dengan perlindungan polisi. Meskipun begitu aku tidak puas jika dia hanya masuk pernjara saja. Aku harus membalasnya karena dia telah mencelakai putraku"
Drrt drrt drrt
"Kak Cheva menghubungiku" ujarnya sambil menoleh pada Andra. Radit pun menghela napas panjang sebelum menerima telepon darinya
"Haaah ... halo?" Sapa radit dengan sikap yang tenang.
"Bagaimana bisa kamu membiarkan Lathan terluka? Apa yang kamu lakukan sampai membuat kesalahan seperti itu?" Cheva langsung bicara tanpa basa basi terlebih dahulu. Nada suaranya terdengar dingin dan menakutkan. Tentu Radit pun akan takut saat Cheva seperti ini daripada saat Cheva sedang cerewet.
"Aku melakukan kesalahan. Aku tidak mengira kalau Surya akan melakukan sesuatu pada Lathan padahal aku ada disampingnya. Aku terlambat menahan Lathan saat Surya menariknya. Tapi, bagaimana Kak Cheva bisa tahu mengenai insiden yang terjadi pada Lathan?" Radit bicara dengan penuh penyesalan. Kini dia sudah mulai tenang karena darah untuk Lathan telah didapatkan.
"Haah ... Itu bukan sesuatu yang sulit untukku. Kami akan kesana sekarang. Berikan padaku alamat rumah sakitnya!". Cheva menghela napas panjang lalu kembali bersikap tenang saat dia meminta alamat rumah sakit pada Radit.
"Tidak perlu membuat keributan. Aku sudah mendapatkan donor darah untuk Lathan. Aku sangat yakin kalau Lathan akan baik-baik saja. Daripada itu, aku tidak ingin Kak Cheva menjewer telingaku dihadapan banyak orang dirumah sakit ini. Yang pasti aku akan membuat Surya mendekam dipenjara dalam waktu yang lama" ujar Radit dengan sorot mata yang tajam.
__ADS_1
"Kamu pikir mendekam dalam penjara itu cukup? Itu hukuman yang terlalu ringan dan sama sekali tidak adil untuk Lathan. Buat dia menyesal karena telah berani melukai Lathan. Terlebih lagi, buat dia sadar dengan siapa dia berurusan kali ini. Jangan biarkan ada yang berani meremehkan kita". Radit terdiam mendengarkan Cheva dengan seksama.
"Aku mengerti. Akan aku buat dia tidak bisa lagi menggunakan sebelah tangannya karena berani melukai putraku". ujar Radit yang menanggapi dengan sikap yang dingin.
"Bagus jika kamu tahu apa yang harus kamu lakukan. Kamu tahu sendiri, jika kamu tidak bisa melakukan apa-apa, maka aku yang akan melakukannya".
Radit menganggukkan kepala meskipun Cheva tidak dapat melihatnya secara langsung
"Ya, aku mengerti. Aku pasti akan melakukannya dan membalas Surya dengan tanganku sendiri"
"Baiklah. Aku tidak akan membuat keributan. Aku akan menahan yang lainnya untuk tidak pergi kesana. Beritahu aku setiap perkembangan dari Lathan"
"Baik, aku mengerti. Aku akan sellau memberitahu pada Kak Cheva mengenai perkembangan kesehatan Lathan"
"Bagus". Cheva langsung menutup telepon dari Radit tanpa menunggu tanggapan apapun darinya.
"Bagaimana? Apa yang kak Cheva katakan?" Andra terlihat penasaran dengan apa yang dibicarakan Cheva dan Radit saat ditelepon barusan.
"Bukan apa-apa. Yang pasti jika kak Cheva kemari maka semua anggota keluarga Kusuma juga akan datang kemari. Aku tidak ingin ada keributan dengan kedatangan mereka. Itu akan sangat menggemparkan dan menjadi pusat perhatian semua orang" ujar Radit dengan sikap yang pasrah.
"Memannya kenapa? Sepertinya tidak ada yang salah jika mereka ingin datang. Mereka juga keluarga Lathan, mereka punya hak untuk melihat bagaimana kondisi Lathan" Andra bertanya sambil memicingkan mata karena bingung dengan ucapan Radit.
"Itu memang hak mereka, tapi aku ingin menghukum Surya dengan tangannya sendiri, dan seperti yang aku katakan, aku tidak ingin sampai keluargaku membuat keributan dengan kedatangan mereka kemari. Kamu pasti sudah bisa membayangkan apa yang terjadi jika mereka datang. Rumah sakit ini akan dikelilingi banyak orang yang ingin bertemu dengan keluargaku. Dan aku tidak ingin Lathan merasa terganggu dengan semua itu. Anak kecil hanya boleh bermain"
"Baiklah, aku mengerti. Aku akan menghormati apapun keputusan yang kak Radit ambil"
__ADS_1