
Radit bicara dengan sikap yang dingin. Dia menatap Sofia dengan sorot mata yang tajam karena emosi, namun Radit tetap bersikap tenang menghadapi Sofia.
"Aku sudah mengenal keluarga Satya sebelum Andra masuk ke rumah itu. Mereka adalah orang yang baik dan hangat. Tapi setelah Andra datang, keluarga itu mulai terpecah. Orang tua mereka sering sekali bertengkar, akibatnya Luna juga Lulu menjadi kesepian karena sang ayah lebih perhatian pada anak angkatnya ketimbang anak kandungnya sendiri. Dalam keluarga itu terdapat tembok besar yang menghalangi kasih sayang antara semuanya. Semuanya karena Andra. Dia hanya membuat semua orang disekelilingnya menderita".
Sofia mengungkapkan apa yang ingin dia katakan pada Radit. Dia terlihat kesal dan marah mengingat apa yang dialami oleh kedua teman dekatnya waktu kecil.
Radit tersenyum mencibir Sofia.
"Kamu mengenal keluarga Satya dengan baik, tapi apa kamu tahu betul bagaimana perlakuan mereka pada Andra? Apa kamu tahu kalau selama Andra memasuki rumah itu hanya ayahnya saja yang perhatian padanya? Ibu angkatnya tidak menerima dia karena Andra dikira sebagai anak tidak sah sang suami. Kedua kakaknya selalu berbuat hal yang tidak menyenangkan dan bahkan beberapa kali membuat Andra celaka karena mengira kalau Andra telah merebut kasih sayang sang ayah dan membuat orang tua mereka selalu bertengkar. Bahkan saat aku mengenal Andra, dia hendak dijodohkan dengan pria hidung belang untuk dijadikan istri ketiga. Apa itu yang kamu katakan dengan orang baik? Lalu orang-orang seperti apa yang bisa dikatakan sebagai orang jahat?"
Radit bicara dengan sikap yang dingin dan sorot mata yang tajam. Auranya sangat mengintimidasi hingga Sofia hanya bisa diam dan mendengarkan.
"Kamu bohong! Keluarga Lulu bukan orang seperti itu! Pasti kamu mengarang cerita untuk membela istrimu itu kan?!" teriak Sofia yang tidak percaya dengan apa yang dikatakan Radit padanya.
"Terserah jika anda tidak percaya. Itu sama sekali bukan urusan saya. Saya kesini hanya untuk membuka lebar-lebar mata anda yang telah tertutup rapat karena ucapan Luna dan Lulu. Yang harus anda ingat sekarang adalah Andra bukan lagi bagian dari keluarga Satya, dia sudah menjadi nyonya Diandra Anindya Nugraha. Dan seberapa banyak usaha anda menjatuhkan saya dan keluarga saya, maka saya akan mengembalikan semua kembali pada anda, lebih dari apa yang anda lakukan pada saya dan keluarga saya".
Sofia terpaku mendengar perkataan Radit. Dia berpikir kalau semuanya telah tersusun rapihan tidak mungkin terbongkar, tapi nyatanya Radit telah membongkar semuanya.
"Kalian menjebakku! Kalian ingin menghancurkanku hanya karena wanita sialan itu! Itu tidak akan berhasil. Kamu tidak akan bisa menjatuhkanku. Keluargaku adalah orang yang memiliki pengaruh dinegara ini. Jadi usahamu akan sia-sia. Aku hanya akan kehilangan hotel ini, tapi tidak dengan yang lain!"
Sofia berteriak histeris pada Radit dengan tawa yang mencibir. Sedangkan Radit menanggapinya dengan sikap yang tenang disertai senyum tipis dibibirnya
"Kalau memang itu alasannya … itu sangat mudah. Aku tinggal hancurkan semua keluargamu sampai tidak ada siapapun lagi yang bisa menolongmu. Dengan begitu kamu bisa bedakan mana orang yang bisa kamu tindak dan mana orang yang tidak bisa kamu sentuh sembarangan".
Radit tersenyum puas menanggapi ucapan Sofia. Kemudian dia mengeluarkan ponselnya dari dalam saku jas miliknya.
"Halo, Candra. Buat keluarga Indratama kehilangan pengaruhnya sampai mereka tidak bisa menolong Sofia. Jika diperlukan, hancurkan keluarga itu sampai mereka menyesal memiliki anak bernama Sofia!" ujar Radit dengan nada bicara yang dingin dan sorot mata yang terlihat menyeramkan.
"Baik, Dit!" ujar Candra dari ujung telepon. Dia pun langsung menutup teleponnya.
"Bagaimana? Mudah kan? Kamu pikir hanya dengan membuat trik kotor seperti ini dihotel milikku, kamu sudah bisa menjatuhkanku sampai membuat istriku menderita dijalanan?" ujar Radit dengan seringai tipisnya
"Trik murahan seperti ini sangat jauh jika dibandingkan dengan apa yang bisa aku lakukan padamu!".
__ADS_1
Pandangan Radit tertuju pada penyidik dan beberapa polisi lain yang datang. Diapunberjalan semakin mendekat pada Sofia, lalu berbisik padanya
"Dan ini belum berakhir. Bukan berarti dengan masuk penjara kamu akan bebas dari tanganku. Aku akan buat hidupmu susah selama dipenjara! Ayo anak-anak"
Sofia terpaku mendengar ancaman Radit padanya. Dia tidak bereaksi bahkan ketika Gerry bertanya padanya.
"Bu, apa anda baik-baik saja? Apa yang akan kita lakukan sekarang?"
Radit beranjak pergi meninggalkan kantor Sofia diikuti Lathan dan Ardhan.
"Pak Radit" sapa kepala penyidik pada Radit.
"Kita bertemu lagi pak kepala penyidik. Bagaimana? Bukankah saya sudah bilang kalau saya bisa menemukan buktinya lebih cepat dari polisi?" Radit bicara dengan sikap yang dingin dan penuh percaya diri.
"Anda berhutang permintaan maaf secara terbuka pada saya" sambung Radit sambil berlalu melewati kepala penyidik itu..
"Papi, apa Papi akan membiarkan polisi itu begitu saja?" tanya Ardhan yang kini berjalan disamping Radit setelah dia sedikit mempercepat langkahnya untuk mengimbangi sang ayah.
"Lathan"
"Iya Pih". Lathan yang sejak tadi diam saja dan hanya mengikuti sang ayah, langsung menanggapi dengan sikap yang dingin.
"Bisa kamu lakukan sesuatu untuk Papi?" tanya Radit sambil menatap wajah Lathan dengan senyum lembutnya.
"Apa itu Pih?" tanya Lathan dengan raut wajah penasaran.
"Cari tahu mengenai seseorang didalam penjara yang bisa membuat Sofia berada dalam kesulitan selama dipenjara. Terserah dia mau melakukan apa saja asalkan Sofia tidak mati dan menyesali apa yang telah dia lakukan"
"Baik, Pih. Aku akan melakukannya".
Radit, Lathan dan Ardhan pun melanjutkan langkah mereka meninggalkan hotel Sofia.
Karena kebusukan Sofia terbongkar melalui televisi, banyak wartawan berkumpul didepan hotel ketika polisi melakukan penangkapan terhadap Sofia dan Gerry. Tak sedikit dari mereka melakukan siaran langsung untuk menarik minat penonton terhadap acara mereka.
__ADS_1
"Saat ini saya berada didepan hotel milik Sofia Indratama yang ternyata menjadi dalang dibalik kasus pembunuhan yang terjadi dihotel milik pak Radit sebelumnya. Hal ini terbongkar setelah kamera penyadap yang sengaja dipasang diruang milik Sofia terungkap ke publik"
"Itu mereka!"
Semua orang mulai berkerumun mengelilingi Sofia dan Gerry yang digiring oleh beberapa polisi.
"Bu Sofia, apa motif anda melakukan hal ini pada oak Radit? Apakah anda memiliki dendam tersendiri?"
"Bagaimana anda bisa mengenal pak Radit dan menargetkannya?".
Para wartawan berebutan untuk bisa mengajukan pertanyaan kepada Sofia, namun Sofia hanya menundukkan kepala dengan tangan diborgol melewati kerumunan wartawan untuk menuju ke mobil. Begitupun dengan Gerry. Hingga pada akhirnya mereka tidak mendapatkan jawaban apapun dari mulut Sofia dan Gerry.
Beberapa saat setelah itu, penyidik datang bersama wakilnya. Mereka berjalan menuju mobil, namun kini para wartawan menghampiri mereka untuk mendapatkan klarifikasi atas kejadian ini.
"Pak, apa anda yang telah meletakkan kamera pengintai diruang Sofia?"
"Bagaimana anda bisa menemukan bukti yang mengarah pada Sofia dan membuat anda curiga?"
"Sebelumnya saya ingin meminta maaf pada pak Radit karena saya telah mencurigai beliau dan tidak percaya dengan kesaksian yang beliau berikan. Saya tulus meminta maaf padanya". Penyidik itu menundukkan kepala dan meminta maaf dengan penuh penyesalan.
"Yang meletakkan kamera pengintai itu bukan dari kepolisian. Tapi kami mendapatkan bantuan sepenuhnya dari pak Radit. Beliau yang menemukan bukti dan mendapatkan kebenaran ini. Terimakasih banyak". Sambung kepala penyidik dengan sikap yang sopan"
"Jadi polisi sama sekali tidak mendapatkan apapun?"
Semua orang kini saling menatap dan berspekulasi kalau polisi tidak lebih baik dan lebih cekatan dari Radit.
"Ternyata pak Radit bisa menggunakan kekuasaannya dengan baik"
"Tidak heran kalau keluarga Kusuma tidak pernah melepaskan siapapun yang menjadi musuh mereka. Bahkan mereka bisa menemukan semua kebenaran saat polisi tidak bisa melakukan apa-apa"
"Ya, pantas saja mereka selalu disegani. Mereka bisa menggunakan banyak cara untuk mendapatkan apa yang mereka targetkan"
"Tapi... aku selalu penasaran, bagaimana cara kerja mereka sehingga bisa mendapatkan informasi apapun yang tidak dapat ditemukan oleh orang lain?"
__ADS_1