
Para wali murid itu sontak terkejut mendengar ucapan Andra.Terlebih sorot mata Andra yang tajam saat menatap mereka terasa seperti hendak memakan mereka hidup-hidup, meskipun Andra bicara dengan sikap yang tenang disertai senyum tipis dibibirnya.
“Anu … kami … itu … kami minta maaf karena tidak percaya pada anda”
“Benar. Kami sama sekali tidak bermaksud menyinggung perasaan anda. Kami mengaku salah karena termakan isu yang beredaran diluar tentang anda. Tapi sekarang kami tahu kalau itu sama sekali tidak benar”
“Tolong maafkan kami”
Para orang tua murid menjelaskan pada Andra secara bergiliran. Mereka terus berusaha meyakinkan Andra kalau mereka tidak sengaja membuat kesalahan pada Andra, namun bu Jane hanya diam memperhatikan. Dia tidak mengatakan apapun pada Andra.
“Lathan, apa yang ingin kamu lakukan pada mereka? Apakah Mami harus memindahkanmu dari sekolah ini? Atau seperti kata papi, kita tutup saja sekolah ini? Mami akan turuti apa kemauanmu”.
Andra bertanya dengan sikap yang tenang serta senyum yang manis. Dia menatap sinis pada bu Jane yang terus saja menatap kearahnya.
“Ehm … Jika sekolah ini ditutup, kasian teman-temanku Mih. Ini kan salah mereka, bukan salah teman-temanku. Jadi … katakan saja pada kepala sekolah agar anak mereka yang disini dikeluarkan dan guru yang sudah menjelekkan Mami juga dipecat. Aku tidak ingin melihat wajah mereka”
Lathan menanggapi Andra dengan sikap yang tenang dan senyum yang polos layaknya anak kecil biasa. Dia juga menunjuk orang-orang yang ada dihadapannya saat bicara.
Semua orang saling menatap satu sama lain dengan wajah panik. Mereka terlihat khawatir ketika mendengar Lathan ingin agar anak mereka dikeluarkan dari sekolah.
“Bu Andra tolong jangan lakukan itu. Kami mengaku salah karena termakan gossip yang beredar tapi jangan limpahkan pada anak kami”
“Benar. Anak kami tidak tahu apa-apa. Mereka sama sekali tidak ada urusannya dengan ini”
Para wali murid saling mengeluarkan pembelaan mereka.
“Kalau begitu. Aku ingin kalian membersihkan sekolah ini selama satu bulan penuh dan untukbu guru, aku akan membawa kasus ini ke meja hijau atas tuntutan pencemaran nama baik. Kita lihat berapa lama anda bisa mendekam dipenjara dan bagaimana nasib anda kedepannya setelah merusak nama baik orang lain. Bagaimana menurutmu Lathan?”.
Andra bicara dengan sikap yang tenang dan nada bicara yang dingin. Dia menatap wali murid dan bu Jane dengan tatapan sinis, namun tatapannya berubah lembut saat dia bicara pada Lathan
“Aku setuju, Mih. Sepertinya itu hukuman yang pantas untuk mereka” Lathan menanggapi dengan senyum yang ceria.
“Aku kita temui kepala sekolah dan bicarakan ini. Sepertinya kepala sekolah tidak tahu kalau guru dan juga wali murid disini membuat keributan. Atau mungkin dia sengaja tutup mata?”.
Andra bicara dengan sikap yang dingin sambil mendelik pada wali murid dan juga bu Jane
“Ayo, Mih”.
Lathan dan Andra pun berjalan bersama menuju ruang kepala sekolah untuk membicarakan apa yang terjadi agar kepala sekolah bisa bekerja sama dengan mereka, namun meskipun kepala sekolah tidak setuju, dia tetap tidak akan bisa menolaknya karena Radit akan melakukan segala cara untuk mendapatkan apa yang diinginkan Andra dan Lathan
Tak berapa lama, mereka tiba diruang kepala sekolah
__ADS_1
Tok tok tok
Andra langsung mengetuk pintu ketika dia tiba didepan ruangan kepala sekolah Lathan
“Masuk!”
Begitu terdengar suara seseorang mengizinkan masuk, Andra pun langsung membuka pintu dan masuk
Ceklek
“Permisi, maaf mengganggu waktu anda” ujar Andra sambil berjalan masuk mendekati kepala sekolaj
“Tidak masalah. Silahkan duduk. Apa ada yang bisa saya bantu?” tanya kepala sekolah setelah mengizinkan Andra masuk.
“Nama saya Diandra, saya ibunya Lathan. Saya ingin meminta bantuan anda” ujar Andra yang langsung bicara pada intinya
“Bantuan? Bantuan apa yang anda maksud?” tanya kepala sekolah dengan raut wajah bingung
“Apa anda pernah mendengar gossip disekolah ini tentang saya sebelumnya?”
“Gosip tentang anda yang melakukan kekerasan pada anak?” Kepala sekolah memastikan godip yang Andra maksud
Andra bicara dengan sikap yang tenang disertai seringai tipis dibibirnya.
“Saya memang mendengarnya tapi saya tidak bisa menghentikan sebuah gosip yang beredar, terlebih lagi saya juga tidak mengenal secara langsung bagaimana pribadi anda sebenarnya”
“Berarti anda memang sengaja membiarkan gossip itu beredar dan ikut menikmatinya” Andra menatap kepala sekolah dengan tatapan curiga saat dia bicara.
“Maaf bu Andra, tapi kenapa anda jadi menuduh saya seperti itu?” ujar kepala sekolah yang tidak terima disalahkan. Dia menatap Andra dengan tatapan sinis.
“Saya tidak menuduh. Saya hanya memastikan kebenarannya saja. Lathan sudah berapa lama gossip tentang mami menyebar disekolahmu? Apa tidak ada yang mengatakan sesuatu atau berusaha meredam gossip itu?”.
Andra beralih pada Lathan setelah dia bicara pada kepala sekolah.
“Ini sudah lama, Mami. Setelah aku dirawat saat insiden direstoran waktu itu”. Lathan menjawab dengan sikap yang polos
“Berarti sudah satu bulan lebih dan kamu tidak memberitahu Mami?”
“Itu … sebenarnya papi tahu masalah ini dan kata papi, papi akan lihat dulu apa yang terjadi kedepannya. Mungkin karena itu papi bilang mami bisa mneutup sekolah ini” ujar Lathan dengan sengaja didepan kepala sekolah
“Apa?! Menutup sekolah ini?!”. Kepala sekolah sangat terkejut mendengarnya sampai dia langsung berdiri dari duduknya dengan mata terbelalak.
__ADS_1
“Benar. Bukannya suami saya juga merupakan sponsor di sekolah ini? Saya rasa anda tahu bagaimana sikap suami saya jika dia tidak menyukai sesuatu?”.
Andra mengangkat kedua bahunya saat dia bicara. Sikapnya yang tenang dengan senyum dibibirnya justru membuat kepala sekolah merasa karena Andra bisa melaporkan pada Radit mengenai apa saja yang terjadi.
Gawat. Bagaimana bisa masalahnya jadi melebar seperti ini? Harusnya saat itu aku hentikakn bu Jane dan Vina agar tidak menyebarkan gossip buruk mengenai istri pada Radit. Semua orang tentu sudah tahu kalau mereka kebal hokum dan bisa melakukan apa saja. Jika sekolah ini ditutup, bagaimana denganku nanti?
Kepala sekolah tenggelam dalam pikirannya sendiri mengenaii apa yang bisa saja terjadi dengan sekolah miliknya. Diapun kembali tersenyum dan bersikap baik pada Andra dan Lathan.
“Begini saja bu Andra, bagaimana kalau kta hentikan saja masalah ini dan jangan sampai pak Radit mengambil tindakan ke sekolah ini. Lagipula Lathan sekolah disini, jika sekolah ditutup … bagaimana dengan pendidikan Lathan?”.
Kepala sekolah berusaha meyakinkan Andra dengan menggunakan Lathan sebagai alasan.
“Ada apa dengan anakku? Masih banyak sekolah lain dikota ini, dan kurasa mau disekolah manapun Lathan belajar, dia akan tetap jadi anak yang cerdas, jadi aku tidak perlu mengkhawatirkan apapun”. Anda menanggapi dengan sikap acuh tak acuh.
“Tapi aku bisa mempertimbangkannya lagi jika anda mau mengikuti kemauanku” ujar Andra dengan senyum yang manis
“A-apa itu? Katakan saja” kepala sekolah terlihat gugup dan panik hingg dia tergagap menunggu permintaan Andra
“Pertama, buat para wali murid yang terus membicarakan saya menerima hukuman. Saya ingin mereka membersihkan setiap sudut sekolah ini selama sebulan”
“Setiap sudut sekolah?” kepala sekolah berusaha memastikan ucapan Andra
“Ya, setiap sudut. Menyapu halaman, dan semuanya. Mereka juga harus mengepel seluruh lantai sekolah ini. Dan juga mereka harus membersihkan setiap kamar mandi disekolah ini. Pokoknya aku ingin semuanya bersih tanpa debu dan kotoran”.
Kepala sekolah mengangguk-anggukkan kepala setiap kali Andra bicara
“Kedua, pecat bu Jane dan jangan berikan surat rekomendasi padanya. Aku tidak ingin dia menjadi guru dimanapun. Akan rusak masa depan setiap anak yang diajarnya jika memiliki guru seorang biang gossip”
“Baik-baik, saya setuju” Kepala sekolah kembali mengangguk setuju dengan apa yang diinginkan Andra
“Bagus kalau begitu. Saya harap anda segera melaksanakan apa yang saya minta. Jangan sampai ditunda-tunda”
“Baik. Saya mengerti”
“Ayo Lathan kita pergi!”
“Iya, Mami”
Haah … Pada akhirnya semua orang memang harus menuruti apa yang mereka inginkan tanpa bisa menolak sama sekali.
Gumam kepala sekolah sambil menatap punggung Andra dan Lathan yang telah menghilang dibalik pintu ruangannya.
__ADS_1