Terpaksa Jadi Ibu Tiri

Terpaksa Jadi Ibu Tiri
Penyatuan Cinta Andra Dan Radit


__ADS_3

Radit membawa Andra ke kamar lain disebelahnya karena tidak ingin Lathan melihat wajah Andra yang kini merah dan terdapat sedikit luka di ujung bibirnya


"Kak Radit, maafkan aku karena selalu merepotkanmu" Andra menundukkan kepala karena merasa tidak enak hati pada Radit


"Tidak perlu begitu. Kamu itu istriku, sudah sepantasnya aku melindungimu" Radit bicara dengan sangat lembut sambil memberikan salep untuk ujung bibir Andra yang terluka


"Kenapa kak Radit sangat baik padaku? Padahal aku hanya gadis panti asuhan yang dijadikan anak angkat oleh keluarga Satya. Aku bahkan tidak tahu seperti apa orang tuaku kandungku sendiri" Andra kembali menundukkan kepala berusaha menyembunyikan wajah sedihnya kepada Radit


"Aku sudah bilang kalau kamu istriku. Tidak ada alasan untukku memperlakukanmu dengan buruk" Mata Andra semakin berkaca-kaca menerima perlakukan baik dan penuh perhatian dari Radit


"Apa kak Radit tidak bisa bersikap biasa saja padaku? Kak Radit tidak tahu kalau Perlakuan kak Radit yang sangat lembut dan penuh perhatian padaku seperti ini bisa membuatku salah paham dan mengira kalau kak Radit memiliki perasaan lain terhadapku" Mata Andra yang berkaca-kaca menatap Radit dengan tegas seakan dia ingin mengatakan kalau dia telah mengumpulkan keberanian untuk menanyakan itu


Radit memicingkan mata, menatap Andra lembut disertai senyum tipis di bibirnya


"Sepertiinya kamu tidak perlu takut salah paham, karena aku memang menyukaimu"


Andra terus menatap mata Radit. Mencari jawaban yang jujur dari kedua mata Radit yang berwarna hitam pekat


"Hah? maksud kak Radit ... apa?" Dia terlihat sangat bingung dengan jawaban yang diberikan Radit padanya


"Kamu masih tidak megerti? Kalau aku ... menyukaimu"


Radit menyentuh sebelah pipi Andra dan membelainya dengan sangat lembut. Perlahan dia mendekatkan wajahnya hingga mereka saling berhadapan dan bibir mereka semakin dekat. Andra tidak melakukan perlawanan. Matanya yang sebelumnya membelalak karena terkejut, perlahan mulai menutup dan menerima kelembutan bibir Radit yang mulai menyentuh bibirnya. Mereka berdua pun mulai tenggelam dalam pengakuan cinta yang tulus dari sepasang suami istri.


Radit memperlakukan Andra dengan sangat hati-hati. Menggendongnya menuju tempat tidur dan membantunya melepaskan gaun panjang yang dikenakannya.


"Diandra Anindya Satya, sepertinya aku sudah mencintaimu" Bisik Radit ditelinga Andra


Andra tersenyum lembut dengan tangan melingkar disekitar leher Radit


"Raditya Reifansyah Nugraha, aku sudah lebih dulu mencintaimu. Aku sudah terpesona saat pertama kali aku melihatmu dihotel ketika sedang menggendong Lathan, jantungku berdebar kencang meskipun saat itu aku hanya melihatmu dari kejauhan"


Radit kembali menyunggingkan senyumnya pada Andra


"Apa ini sebuah pengakuan cinta?"

__ADS_1


"Mmm.. mungkin" mereka kembali berpelukan dan mulai menyatukan jiwa dan raga mereka


Radit dan Andra terlelap setelah penyatuan cinta mereka. Andra terbangun di tengah malam kemudian melihat Radit yang ada disebelahnya. Dia tersenyum dengan sebelah tangan membelai pipi Radit. Andra berniat meraih ponselnya untuk melihat jam, namun karena dia berada dalam dekapan Radit, gerakan kecilnya membuat Radit terbangun


"Kamu mau kemana?" Radit kembali menarik Andra kepelukannya dan bertanya dengan mata yang masih terpejam


"Aku ingin melihat jam. Kak Radit kita meninggalkan Lathan sendiri. Kita harus kembali ke kamar kita sekarang" Dengan nada yang manja Andra bicara pada Radit


"Tenang saja. Nanti kita akan kembali ke kemar, tapi sekarang aku masih ingin memelukmu, jadi biarkan seperti ini dulu" Andra hanya tersenyum


"Kak Radit"


"Hmn... "


"Apa aku boleh tanya sesuatu?" Andra bertanya dengan ragu-ragu pada Radit


"Tanya apa? Katakan saja!" Dengan mata terpejam Radit menanggapi Andra


"Apa yang sudah kamu lakukan pada nona Starla? Aku dengar percakapanmu dengan pak Candra, katanya kamu membuat masalah dengan perusahaannya?"


"Tapi kak apa tidak papa jika melakukan itu pada perusahaannya? Ini kan hanya masalah kecil" Andra berusaha merubah keputusan Radit karena belum terbiasa


"Sayang, kita tidak. boleh membiarkan parasit hidup disekitar kita. Jika dibiarkan mereka akan terus menggerogoti kita. Kemarin dia hanya berusaha menamparmu, lain kali dia bisa saja berusaha mencelakaimu" Radit bicara dengan sangat lembut sambil membelai pucuk kepala Andra


"Lalu, bagaimana dengan ibu dan pak Danu? Apa kak Radit akan membiarkan mereka?" Andra menatap Radit dengan penuh tanya


"Itu … aku ingin kamu sendiri yang membalas mereka. Mereka terus menyakitimu, aku ingin kamu memberi mereka pelajaran agar mereka menyesal dan berhenti mengganggumu. Tentu saja aku akan ada dibelakangmu dan membantumu"


"Ehm... kak, apa boleh aku bekerja lagi? Aku tidak punya kegiatan apapun selain mengantar Lathan ke sekolah, aku ingin punya kegiatan lain" Andra bertanya pada Radit dengan mata berbinar penuh harap


"Kamu mau melakukan apa?" Radit kini menatap Andra, menunggu sang istri mengutarakan apa yang diinginkannya


"Aku sekolah perhotelan, jadi aku ingin bekerja dihotel lagi" Radit terdiam mempertimbangkan apa yang dikatakan Andra


"Bagaimana kalau kamu melanjutkan kuliahmu dulu, setelah itu kamu bisa mengelola hotel ini. Aku yakin kamu bisa melakukannya"

__ADS_1


"tapi kak jika sekolah ..." Radit melihat wajah Andra yang sepertinya ragu dengan saran yang dia berikan jadi dia kembali memberikan saran lain


"Kalau tidak mau, kamu bisa bekerja sambil sekolah. Kamu bisa mengambil kelas akhir pekan. Ya meskipun waktu kita bersama akan berkurang jika kamu ikut sibuk"


"Benarkah? Aku bisa bekerja dan juga sekolah lagi?" Andra terlihat bersemangat saat Radit mengizinkannya melakukan pekerjaan lain


"Tentu saja. Aku tidak akan membatasi apa yang kamu inginkan. Dan sebagai istriku, tentu kamu bisa mendapatkan apa yang kamu inginkan"


"Terimakasih kak. Aku benar-benar beruntung karena bisa jadi istrimu" Andra memeluk Radit karena dia sangat bahagia


"Eit tunggu dulu, itu tidak gratis. Tentu kamu harus memberikan imbalannya padaku" Radit mengangkat kedua alisnya dengan senyum mengembang di wajahnya


"A-apa itu?" Andra terlihat gugup saat Radit meminta imbalan


Radit mulai mendekatkan mulutnya di telinga Andra dan berbisik padanya


"Kamu tidak diizinkan pergi dari sisiku sampai kapanpun" Seketika Andra tersenyum mendengar kata-kata manis yang Radit bisikan di telinganya


"Aku tidak tahu kalau suamiku ini ternyata pria yang manis. Aku janji tidak akan meninggalkan kak Radit dan Lathan sampai kapanpun juga" Andra tersipu malu menjawab Radit, kemudian mereka kembali bercumbu dengan dangat mesra


"Hentikan! Kita harus kembali ke kamar. Aku tidak tenang meninggalkan Lathan sendiri" Andra menghentikan ciuman Radit dan mengajaknya kembali ke kamar


"Haah.. padahal aku ingin menghabiskan malam ini bersama denganmu saja" Ujar Radit membenamkan wajahnya di bantal. Andra hanya tersenyum kemudian mulai beranjak dari tempat tidurnya. Namun saat dia hendak bangun tiba-tiba pinggangnya terasa sakit


"Ah"


"Kenapa? Apa ada yang salah?" Radit bertanya dengan panik


"Pinggangku sakit. Ini gara-gara kak Radit" Andra mengeluh sambil merengek manja seperti anak kecil


"Iya-iya, maafkan aku. Aku sudah cukup lama bersabar mengendalikan keinginanku, jadi saat aku bisa menyentuhmu aku kehilangan kendali" Radit menjawab dengan sikap yang bingung


"Haah … Sudahlah, lupakan!" Andrapun mencoba bangun dengan hati-hati dari tempat tidurnya untuk mengambil gaunnya, karena saat ini dia hanya tertutup oleh selimut saja.


Radit tersenyum puas saat Andra turun dari tempat tidur

__ADS_1


"Ooh jadi ini yang pertama kalinya?"


__ADS_2