Terpaksa Jadi Ibu Tiri

Terpaksa Jadi Ibu Tiri
Pertemuan Dengan Teman Lama


__ADS_3

Radit dan Andra langsung menoleh begitu mendengar suara seseorang dibelakang mereka


"Audy? Kamu disini?" Radit bertanya dengan dahi mengernyit dan wajah terkejut


"Ya, aku sudah kembali kemari. Apa kabar, Dit? Sudah lama tidak ketemu" Audy menyapa dengan senyum manis dan ramah


"Tentu saja aku baik" Jawab Radit dengan senyum tipisnya


"Apa ini Lathan?" Tanya Audy pada Radit sambil mendekati Lathan


"Ya, ini Lathan" Radit menjawab sambil menoleh dan tersenyum pada Lathan


"Waah, kamu sudah besar" Audy mendekati Lathan dan mengelus lembut kepalanya


"Lalu ini ...?" Tanya Audy lagi sambil menatap Andra


"Ini Diandra, istriku" Audy sesaat terdiam mendengar Radit memperkenalkan Andra dengan senyum yang lembut.


"Hai, saya Diandra" Setelah Andra mengulurkan sebelah tangannya, barulah Audy tersenyum dan menyambut uluran tangan Andra


"Audy, senang bertemu denganmu" Ujar Audy yang kembali dengan senyumnya yang ramah


"Apa aku boleh bergabung dengan kalian?" Tanya Audy dengan sikap yang tenang.


Terlihat kalau Radit tidak suka dengan ucapan Audy namun Andra mengizinkannya


"Tentu saja. Bukankah kalian teman lama?" Ujar Andra menjawab Audy dengan senyum yang manis


"Owh tentu" Audy pun langsung duduk di salah satu kursi yang tersedia disana. Mereka pun memesan makanan


"Dit, kapan kalian menikah? Kenapa aku tidak mendengar tentang hubungan kalian?" Tanya Audy dengan tatapan curiga

__ADS_1


"Sudah cukup lama, tapi kami memang belum menyelenggarakan pesta pernikahan" Jawab Radit dengan sikap yang tenang


"Sayang, perusahaan Audy ini dulu pernah bekerja sama dengan perusahaanku. Karena itu aku mengenalnya" Radit menjelaskan perkenalannya dengan Audy agar Andra tidak memikirkan hal yang macam-macam


"Owh, jadi begitu... " Andra menanggapi dengan senyum manis sambil menganggukkan kepala


"Mami, aku ingin ke toilet" Ujar Lathan dengan nada yang manja


"Tentu sayang. Kak, aku antar Lathan dulu ya" Andra bertanya pada Radit dengan lembut


"Tentu, sayang. Jangan lama-lama" Radit pun menanggapi dengan senyum lembut


Meskipun ada Audy dihadapannya namun Radit tetap bersikap tenang sambil memainkan ponselnya


"Jadi wanita seperti itu seleramu?" Tanya Audy dengan sikap sinis sambil terus menatap Andra yang semakin menjauh


"Jangan ganggu keluargaku. Kalau tidak, kamu tahu sendiri akibatnya" Radit bicara dengan sikap yang dingin dan sorot mata yang tajam menatap Audy


"Audy, untuk apa lagi kamu kemari? Bukankah kamu sudah bahagia dengan suamimu?" Tanya Radit dengan sebelah tangan menopang dagunya


"Radit, kenapa kamu memilih perempuan itu jadi istrimu? Dia hanya anak angkat saja. Bahkan itu pun tidak diakui oleh ibu dan juga saudara angkatnya. Sepetinya dia tidak pantas bersanding denganmu?" Audy mencibir Radit yang menjadikan Andra sebagai istrinya


"Apa maksudmu bicara seperti itu? Memangnya menurutmu siapa yang lebih pantas jadi istri kak Radit?" Tanpa Audy dan Radit sadari, Andra telah kembali dari toilet dan mendengar apa yang mereka bicarakan


"Bukan apa-apa. Aku hanya terkejut saja, dari sekian banyak gadis yang mengejar cintanya, ternyata seorang Radit Reifansyah Nugraha lebih memilih gadis panti yang berasal dari keluarga yang tidak jelas, dan jadi anak adopsi dari keluarga yang tidak menginginkan kehadirannya. Sungguh menyedihkan!" Audy tidak menyerah setelah Andra mendengar apa yang dia katakan


"Memangnya kenapa jika aku anak angkat? Keluarga suamiku saja tidak masalah dengan asal usulku, siapa kamu dan apa hakmu berbicara seperti itu tentangku?!" Andra bicara dengan sikap yang dingin,dia mengepalkan tangannya karena kesal setelah mendengar apa yang dia bicarakan pada Radit


"Memang bukan urusanku, tapi sebagai teman aku hanya khawatir saja" Jawab Audy lagi dengan senyum canggung


"Terimakasih atas perhatianmu pada suamiku, tapi sepertinya kamu tidak perlu melakukan hal seperti itu. Suamiku bukan anak kecil lagi dan dia bisa mengatur sendiri urusan rumah tangganya tanpa campur tangan dari teman lamanya yang bahkan tidak dekat sama sekali" Andra terus bicara dengan sikap yang dingin. Radit hanya diam sambil sesekali tersenyum melihat sikap Andra yang baru pertama kali dia lihat

__ADS_1


Audy menoleh pada Radit dengan canggung


"Maaf jika aku keterlaluan, tapi aku hanya penasaran saja dengan alasan dia menjadikan kamu sebagai istrinya" Audy kembali bersikap acuh tak acuh pada Andra


"Aku mencintainya, karena itu aku menjadikan dia istriku. Apa jawaban itu membuatmu cukup puas?" Ujar Radit dengan sikap yang tenang


"Cinta? Ya, itu kata-kata yang aku tunggu terucap dari mulutmu selama ini" Jawab Audy dengan senyum yang terlihat ketir


"Tapi sayangnya kata-kata itu hanya kak Radit tujukan padaku saja" Ujar Andra dengan senyum tipis sambil menatap lembut pada Radit


Audy terlihat sangat kesal melihat Andra yang bersikap manja pada Radit


"Maaf, sepertinya aku harus pergi sekarang. Suamiku pasti mencarimu karena aku hanya bilang akan keluar sebentar" Audy langsung pamit pada Andra dan Radit


"Ya, silahkan. Sampai ketemu lagi" Andra mempersilakan dengan senyum lembut dibibirnya


"Ya, sampai ketemu lagi. Sampai jumpa Lathan" Jawab Audy yang langsung beranjak pergi dari hadapan Radit dan Andra


"Bagaimana kak Radit bisa mengenal wanita ular seperti itu? Rupanya cantik, bodinya aduhai, tapi kenapa sikapnya sangat menyebalkan. Jelas-jelas ada aku disebelah kak Radit, bisa-bisanya dia bersikap manja dan sok imut seperti itu? Dia ingin mencari perhatian dari kak Radit?" Andra menggerutu kesal setelah Audy pergi menjauh dari hadapan mereka


"Mami kenapa marah-marah? Tadi mami tidak marah saat di depan tante itu" Lathan mengomentari Andra dengan nada bicaranya yang lucu


"Maafkan mami, sayang. Mami hanya tidak habis pikir, Bagqimana bisa papimu itu tetap tenang berteman dengan orang seperti ular berbisa itu" Andra bicara dengan lembut pada Lathan, namun matanya mendelik tajam pada Radit


"Kenapa menyalahkan aku? Bukan aku yang mendekati dia, tapi dia yang kesini mendekatiku" Radit berusaha membela diri atas tindakan Audy yang bersikap sok manja padanya


"Lain kali tidak usah hiraukan dia. Apalagi dia juga sudah punya suami. Lebih baik menghindar dari masalah. Akan runyam jika suaminya tahu kalau Audy itu mendekati kak Radit" Ujar Andra dengan sikap yang sinis


"Masalahnya dengan suaminya Audy, atau kamu cemburu jika aku dekat dengannya?" Radit menggoda Andra dengan senyum lembut, membuat Andra terlihat salah tingkah dengan pipi yang memerah


"Terserah kak Radit saja. Kak Radit bukan anak kecil lagi yang tidak tahu bagaimana harus bersikap kepada gadis lain selain aku!" Andra memalingkan wajah karena malu

__ADS_1


"Kamu tenang saja, sayang. Tidak ada yang bisa menggantikan tempatmu sebagai istriku dan juga ibunya Lathan"


__ADS_2