
Semua orang terkejut mendengar pengumuman yang diberikan Dita, tidak terkecuali dengan Gio. Bahkan mungkin dia yang lebih terkejut dari yang lainnya.
"Pak Radit pemilik hotel ini?" Semua mulai saling berbisik membicarakan Radit yang selama ini mereka kira adalah tamu VIP hotel.
"Sejak kapan dia jadi pemilik hotel ini? Tunggu. Apa sejak sebelum dia menikah dengan Andra? Mereka pertama kali bertemu dihotel ini. Apa saat itu dia sudah jadi pemilik hotel? " Gumam Gio dengan wajah yang menunjukkan kalau dia sedang berpikir dengan keras
"Maaf semuanya, mungkin kalian merasa aneh dan terkejut setelah mendengar saya pemilik hotel ini. Awalnya saya tidak terlalu tertarik dengan bidang perhotelan. Tapi sepertinya sekarang saya mulai menyukainya dan saya akan mempertahankan hotel ini" Radit bicara dengan sikap yang tegas dan berwibawa disertai senyum tipis dibibirnya
"Tapi, saya akan melakukan perombakan besar-besaran untuk penempatan karyawan" Radit menunjukkan senyum tipis dengan mata mendelik ke arah Gio, namun para karyawannya tidak ada yang menyadari maksud dari senyum yang ditunjukkan oleh Radit
"Perombakan posisi karyawan? Maksud anda bagaimana pak?" Salah satu karyawan bertanya dengan wajah bingung
"Ya, kurasa butuh suasana yang baru untuk penyegaran kalian sebagai karyawan hotel yang sudah lama menempati posisi kalian sekarang ini. Setiap posisi akan diputar setiap 3 bulan sekali, jadi kalian akan memahami semua posisi yang ada di hotel ini. Mulai dari cleaning servis, administrasi, resepsionis, penjaga kebun, dan posisi lainnya" Terang Radit lagi dengan senyum lembut yang terlihat menyeramkan
"Bu Dita, kamu mengerti kan dengan apa yang aku maksud?" Radit bertanya pada Dita dengan senyum manis namun sorot mata dan nada bicara yang terkesan dingin sampai bulu kuduknya terasa merinding
"Ba-baik pak" Beruntungnya Dita cukup cerdas dan mengerti dengan apa yang dimaksud Radit. Dia pernah melihat Gio berkali-kali bersama degan Andra saat Andra mengunjungi hotel
"Lalu bagaimana dengan gajinya pak?" Tanya salah seorang karyawan yang memberanikan diri
"Gajinya akan disesuaikan dengan posisi yang sedang dipegang" Jawab Radit dengan sikap tenang.
Para karyawan pun kembali saling menoleh mendengar ucapan Radit. Tentu ada yang merasa senang dengan keputusan Radit, ada juga yang merasa keberatan.
"Tapi pak. Itu tidak adil. Kami memiliki pendidikan yang berbeda, bagaimana bisa kami menempati posisi yang rendah disini?" Protes salah satu karyawan dengan posisi yang biasanya tinggi
"Hemn... itu memang agak sulit, tapi... bagaimana ya? Aku ingin karyawanku merasakan bagaimana rasanya kalau mengambil posisi orang lain. Mungkin bisa menyenangkan dan bisa menyebalkan. Itu tergantung pemikiran dan hati nurani masing-masing orang" Radit menjawab dengan sikap yang santai.
"Lalu pak, berapa lama ini akan berlangsung? Apa akan berlangsung selamanya?" Karyawan lain bertanya dengan ragu-ragu
__ADS_1
"Itu tergantung. Kita akan lihat lagi situasi kedepannya nanti"
Drrrt drrt drrt
Ponsel Radit berdering saat dia masih berdiri dihadapan para karyawa hotel. Dia melihat layar ponsel dan tertera nama Candra disana
"Bu DIta, urus semuanya dan laporkan padaku lebih dulu sebelum diberitahukan pada karyawan lain" Ujar Radit sebelum menerima telepon
"Baik pak"
"Halo" Radit menerima telepon dari Candra setelah dia bicara dengan Dita dan berjalan meninggalkan para karyawan menuju kamar yang biasa digunakannya
"Dit, kamu dimana? Kenapa sampai jam segini kamu masih belum datang ke kantor? Apa kamu sakit?" Candra langsung mengajukan bertubi-tubi pertanyaan pada Radit
"Tadi aku dari kantor istriku dan sekarang aku ada dihotel. Kamu hendel dulu pekerjaan di kantorku untuk hari ini" Radit bicara dengan sikap yang tenang sambil berjalan meninggalkan kerumunan karyawan hotel
"Apa ada yang kamu sembunyikan? Kenapa tiba-tiba kamu turun tangan dengan kantor Andra dan juga hotel?" Candra bertanya dengan nada curiga pada Radit. Sudah bisa ditebak bagaimana ekspresinya saat ini. Jika dia ada dihadapan Radit sudah pasti dia akan memiringkan kepalanya dengan mata mendelik pada Radit
"Jika kamu sudah bilang bermain ... itu artinya kamu sudah melakukan sesuatu. Apa yang kamu lakukan? Beritahu aku!" Kini Candra terdengar sangat penasaran dengan apa yang telah dilakukan Radit
"Hanya mainan kecil saja. Menyingkirkan Luna dari perusahaan dan juga membuat Gio menempati posisi terendah dihotel. Aku ingin membuat dia malu sebelum dia kehilangan pekerjaannya. Akan aku buat mereka menyesal karena telah mengganggu istriku" Jawab Radit dengan nada bicara yang dingin
"Hah? Menyingkirkan Luna? Itu artinya kamu sudah mengungkapkan identitasmu dan juga hubungan kalian di depan publik?" Tanya Candra lagi yang semakin penasaran
"Tentu saja. Aku memang tidak pernah berniat untuk menutupi hubunganku. Hanya saja sebelumnya Andra belum menerimaku jadi aku takut jika dia merasa terbenani kalau langsung dikenal publik sebagai nyonya Nugraha. Sekarang lain lagi ceritanya, kami sudah saling menerima masing-masing jadi kurasa tidak akan ada masalah kedepannya meskipun hubungan kami diketahui banyak orang" Radit menjelaskan dengan bangga pada Candra mengenai hubungannya yang mulai dipublikasikan
"Selamat, selamat. Aku turut senang mendengarnya" Candra terdengar bahagia saat mendengar cerita Radit
"Sudahlah, aku masih harus menyelesaikan masalah dihotel. Sampai jumpa besok" Ujar Radit sebelum menutup telepon dari Candra
__ADS_1
"Ya, sampai jumpa" Radit dan Candra pun mengakhiri panggilan telepon diantara mereka
Kini Radit sudah sampai di kamar sekaligus kantor yang selama ini dia tempati selama dihotel
Tok tok tok
"Pak Radit, apa anda ada didalam?" Terdengar suara Dita yang bicara dari luar kantor Radit
"Ya masuklah" Jawab Radit dengan nada bicara yang datar
Ceklek
Dita pun masuk dengan sebuah dokumen ditangannya
"Saya bawakan daftar karyawan kita beserta posisi yang selama ini mereka tempati" Dita menyerahkan daftar itu kepada Radit dengan sopan
"Terimakasih" Radit menerima dokumen itu dan mulai membacanya
"Tapi pak apa anda yakin kalau mereka semua akan dipindahkan?" Tanya Dita sekedar memastikan
"Tidak. Aku mau kamu memindahkan karyawan yang selama ini mengganggu istriku. Terutama Gio. Tempatkan dia diposisi yang paling menyedihkan di hotel ini" Radit bicara dengan sikap dingin dan sorot mata yang tajam
"Kira-kira posisi apa pak?" Tanya Dita lagi untuk memastikan
"Pembersih toilet. Tugaskan dia untuk jadi cleaning service dan minta dia untuk selalu membersihkan toilet"
"Tukang bersih -bersih toilet?" Dita sangat terkejut karena Gio yang selama ini memegang bagian administrasi keuangan tiba-tiba menjadi petugas kebersihan, tentu itu akan sangat merusak harga dirinya.
"Ya, biarkan juga mereka tahu kalau keputusan ini terjadi karena seseorang berusaha mengganggu istriku" Radit tersenyum tipis ketika memberikan isyarat pada Dita
__ADS_1
"Saya mengerti pak"