Terpaksa Jadi Ibu Tiri

Terpaksa Jadi Ibu Tiri
Terbongkarnya Kemampuan Lathan


__ADS_3

Andra sedang duduk bersantai sambil membaca majalah setelah Radit dan Lathan berangkat. Kini dia ditemani Lidia yang duduk bersamanya sambil mengupas buah.


“Siapa namamu?” tanya Andra dengan sikap yang tenang


“Nama saya Lidia, Bu” jawab Lidia dengan sangat sopan


“Sebelumnya kamu bekerja dimana?” tanya Andra lagi yang berusaha mengenal Lidia lebih jauh lagi.


“Sebelumnya saya bekerja dipanti jompo, Bu. Saya juga pernah bekerja dengan ibu hamil sampai anaknya berusia 2 tahun. Tapi karena mereka pindah keluar negeri, jadi saya tidak bisa bekerja dengan mereka lagi” Lidia menjelaskan dengan sedikit senyum dibibirnya


“Oh, kamu cukup pengalaman juga ya? Semoga saja kita bisa cocok jadi kamu bisa menemani saya saat anak dan suami saya sedang tidak ada dirumah” Andra bicara dengan senum tipis dibibirnya.


“Baik, Bu. Saya akan berusaha semampu saya untuk membantu ibu” Lidia bicara sambil tersenyum ramah, Andra pun tersenyum menanggapinya, namun seperti yang selalu dikatakan oleh Radit padanya, Andra tetap saja harus waspada dengan orang baru.


***


Ditempat lain, Radit sedang sibuk dengan tumpukan dokumen di meja kerjanya namun dia masih penasaran dengan seseorang yang melakukan pembelaan pada Andra melalui media social, jadi Radit sedang mencari tahu akun asli yang membuka akun Luna sebelumnya.


“Apa yang sedang kamu lakukan, Dit?” tanya Candra yang baru masuk keruangan Radit dan melihat atasannya itu sedang serius menatap layar komputer dihadapannya.


“Aku masih penasaran dengan orang yang membantu Andra, karena itu aku berusaha mencarinya. Aku tidak bisa percaya begitu saja kalau orang itu melakukan semuanya dengan cuma-cuma” Radit bicara dengan sikap yang dingin tanpa mengalihkan pandangannya dari layar komputer.


“Benar juga. Dizaman sekarang ini sangat jarang sekali seseorang yang menolong orang lain dengan ikhlas. Bisa saja dia menolong Andra untuk meminta imbalan karena tahu kalau Andra adalah istrimu” Candra terdiam sesaat memberikan jeda saat dia bicara dengan Radit


“Tapi Dit, jika dia memang menginginkan sesuatu darimu … kenapa sampai sekarang dia tidak menghubungimu juga? Ini sudah lewat beberapa hari dari kejadian itu dan sampai saat ini tidak ada satu orang pun yang


berusaha menghubungimu untuk meminta imbalan. Dia saja bisa menerobos akun milik orang lain, bukan hal yang sulit baginya kan untuk mencari informasi tentangmu?” Candra terus bicara pada Radit dan mengutarakan apa yang jadi pemikirannya.


Radit terdiam mendengar ucapan Candra.  Dia berpikir mengenai kemungkinan apa saja yang mungkin menjadi alasan orang itu menolong Andra

__ADS_1


“Bisa saja dia menunda waktu untuk meminta uang atau mungkin dia menginginkan sesuatu yang lain seperti pekerjaan atau barang mewah? Jika memang tidak ada yang meminta apa-apa … bisa jadi kalau orang yang menolong Andra itu adalah orang yang telah lama memendam rasa dan ingin membuat  Andra tetap berada disisinya dengan dalih hutang budi” Radit bicara sambil mempertimbangkan segala kemungkinan yang ada


mengenai orang yang membantu Andra melawan Luna.


“Bisa jadi sih. Ada banyak kemungkinan yang bisa dijadikan alasan seseorang menolong orang lain. Mungkin saja orang yang membela istrimu memang memiliki motif diantara yang kamu sebutkan tadi” Candra dan Radit pun kembali diam memikirkan alasan yang masuk akal.


“Sudahlah, yang jelas kita akan segera tahu apa yang jadi alasannya. Aku tidak akan membiarakn siapapun mengganggu istriku. Dan kamu, aku punya tugas penting untukmu” Radit mengalihkan pandangannya dari layar komputer saat dia bicara dengan Candra


“Tugas apa? Apa terjadi sesuatu?” tanya Candra dengan raut wajah penuh tanya.


“Tolong selidiki perusahaan yang terakhir kali bekerjasama dengan perusahaan Andra”


Candra semakin penasaran dengan apa yang jadi alasan Radit memintanya menyelidiki klien Andra


“Perusahaan mana yang kamu maksud? Apa itu perusahaan yang terakhir kali melakukan kerjasama dengan istrimu?" Candra memicingkan mata saat dia bertanya pada Radit mengenai perusahaan yang dia maksud


"Ya, orang yang melakukan meeting terakhir kali dengan Andra. Pria yang ada difoto bersama Andra waktu itu. Aku ingin kamu mendapatkan semua informasi lengkap tentangnya" ujar Radit dengan sikap yang tenang.


Radit terus fokus mencari tahu hacker yang telah membantu Andra secara anonim. Dahinya berkerut ketika dia mendapatkan sedikit petunjuk.


"Aku harus memancingnya agar bisa melacak lokasi keberadaannya" Radit pun terus mencari cara agar bisa memasuki akun pribadi orang itu. Dan akhirnya akun mereka tersambung


"Siapa ini?" tulis Radit pada akun Lathan


***


Sementara itu disekolah Lathan. Saat ini dia sedang sedang istirahat dan Lathan tidak terlalu suka bermain dengan temannya. Dia lebih suka bermain dengan tablet miliknya.


"Eh, apa ini? Aduh, bukannya ini akun papi?" pikir Lathan saat mendapatkan sebuah pesan dari Radit

__ADS_1


"Saiapa ini?"


"Apa papi sudah tahu kalau itu akun punyaku?


"Hmn ... apa aku harus mengaku semuanya pada papi? Tapi apa papi akna marah padaku?" Lathan berbicara sendiri dengan kemungkinan yang akan dilakukan Radit padanya


"Lathan ... kamu bermain sendiri lagi? Kenapa tidak bermain dengan teman-temnamu?" Lathan menoleh setelah mendengar suara bu guru yang mendekat kearahnya


"Saya lebih suka sendiri, Bu. Saya hanya sedang berlajar saja" jawab Lathan dengan senyum yang lembut


"Lathan, anak usia 6 tahun itu seharusnya lebih banyak menghabiskan waktu dengan teman-teman bukannya lebih sering main tablet" ujar bu guru dengan nada bicara yang lembut


"Tapi Bu guru, saya lebih suka bermain tablet, karena saya ingin jadi seorang programer seperti kakak sepupu saya. Mereka juga selalu bermain laptop sejak kecil. Bahkan kakek dan nenek saya juga sangat suka bermain laptop" Lathan menanggapi dengan nada bicaranya yang lucu seperti anak kecil pada umumnya.


"Ya sudah Lathan, tapi jangan terlalu lama bermain laptop ya! Itu tidak baik untuk kesehatan matamu, sayang" ujar bu guru dengan lembut dan penuh kasih sayang.


"Baik, Bu. Saya mengerti" Lathan pun menanggapi dengan senyum lembut sambil menganggukkan kepala.


Setelah bu guru pergi Lathan kembali memainkan tablet miliknya. Dia berusaha menutup akses akun miliknya agar Radit tidak dapat melacaknya, namun sayang sekali karena Lathan terlambat, Radit sudah menemukan Lathan


Drrt drrt drrt


Lathan sangat terkejut mendapati tabletnya bergetar dan dilayar tertulis 'Papi Calling'


Lathan terdiam dengan wajah pucat. Tangannya yang memegang tablet sedikit bergetar.


"Papi, sepertinya aku harus mendengarkan ceramah papi. Bagaimana ini? Aku tidak siap memberitahu papi. Pasti papi akan marah karena aku bertindak seenaknya. Apalagi papi tidak tahu kalau aku bisa meretas akun. Jawaban apa yang harus aku berikan pada papi?"


Lathan terus bicara sendiri sambil menatap layar tablet miliknya. Dia sedikit ragu untuk menerima panggilan telepon dari ayahnya itu. Namun tak lama kemudian, Lathan menerima panggilan Radit

__ADS_1


"Halo, Papi" sapa Lathan dengan ragu


"Lathan, sepertinya ada yang perlu kamu jelaskan pada Papi"


__ADS_2