Tidak Tanpamu

Tidak Tanpamu
Kucing VS Singa Betina.


__ADS_3

Anindya mengintruksikan mbak ojol untuk menuju gedung olah raga di Jln.Trunojoyo.


Sekitar 30 menit dari lokasi RS Bhakti Wirawan


Anindya sudah sampai di tempat tersebut...belum terlihat Rika disana.


Anindya memilih duduk di salah satu kursi yang berjejer di dekat loket masuk.


Suasana di GOR tampak lengang...karena sedang tidak ada kegiatan.


Hanya terlihat beberapa orang lalu lalang juga beberapa penjual berjejer di area parkir.


Tak lama kemudian...ada mobil sedan menepi di depan Anindya sedang duduk sekarang...dan ternyata mobil Rika.


Dia turun dari kursi kendara lalu duduk di sebelah Anindya.Rika masih mengenakan pakaian formalnya.


Dia tampak anggun dengan pakaian yang dikenakannya...kemeja lengan panjang warna mint dan rok span sedikit di bawah lutut warna keki juga high heels...serasi di badannya yang tidak kurus juga tidak gemuk.


Berbeda dengan Anindya yang mengenakan pakaian santai kali ini...tapi jangan ditanya..kalau soal kecantikan...bila dibandingkan,jelas Anin-lah yang unggul...hanya saja Anindya tidak dibekali pakaian-pakaian mahal juga skin care yang harganya selangit.


23


"Jadi...apa maksud kamu mengajak ketemuan disini ?" Rika membuka percakapan dengan pandangan sinisnya ke Anindya.


"Seperti yang saya bilang tadi...saya punya bukti yang mengarah bahwa Anda adalah dalang dari pembocoran dokumen milik RS Bhakti Wirawan.." kata Anin melihat ke arahm Rika dengan santainya.


"Kamu jangan membual...kucing hendak menggertak singa betina..." jumawa Rika.


"Singa betina yang hanya sibuk mencari mangsa...akan takhluk dengan kejelia pandangan seekor kucing yang selalu waspada..." sanggah Anin.


Lalu Anin memutar rekaman suara Rika saat dia marah-marah dan bercerita pada seseorang di telefon.


"Darimana kamu mendapatkan rekaman itu ?" Rika mendadak panik setelah mendengarkan rekaman suaranya yang dimiliki Anin.


"Apa pentingnya bagi Anda saya mendapatkannya dari mana ? Itulah salah satu hasil kecerdikan seekor kucing....Yang lebih penting adalah seekor kucing kampung bisa membuat singa betina ciut nyali karena kecerobohan singa itu sendiri..." ejek Anin.

__ADS_1


"Benar itu suara Anda,bukan ?" tanya Anin.


"Bukan..! Kamu jangan asal tuduh sembarangan,yaa..." elak Rika.


"Okey...Anda mengelaknya...bagaimana dengan ini ?" Anin menunjukkan foto Rika bersama dengan Roby saat mereka berdua ada di kafe.


"Tentu itu aku...tapi foto itu tak membuktikan apapun..." Rika jumawa.


"Di tangan ahlinya hal sekecil apapun bisa menjadi berarti..." kata Anin yakin.


"Maksud kamu apa ?'' tanya Rika.


"Kita lihat kalau bukti rekaman suara dan foto ini sampai di tangan penyidik polisi.." jawab Anin.


"Kamu mengancam ?" Rika memandang Anin sinis.


"Saya ? Mengancam ? Tolong dikoreksi kata itu..Anda bersalah menurut bukti yang ada...jadi laporan ke polisi adalah hal yang memang harus dilakukan secepatnya.." jelas Anin.


"Apa mau kamu ?" tanya Rika angkuh.


"Atau opsi kedua...dia boleh ikut dalam mega proyek itu dengan bersaing secara fair...tanpa menjiplak program kerja Tuan Dokter..." lanjut Anin.


"Saya beri waktu 24 jam...kalau tidak rekaman suara dan foto ini akan sampai ke tangan penyidik polisi..." pungkas Anin.


Lalu dia berdiri dan meninggalkan Rika sendirian dengan bersungut-sungut.


"Dasar bocil tengil ! Beraninya dia memerintahku ! Aku harus segera bertindak...situasinya semakin sulit...Papa tidak akan memaafkanku kalau tender yang diberikan Roby sebagai kompensasi ditariknya kembali..." monolog Rika.


"Roby akan aku provokasi untuk memberi pelajaran pada Anindya secepatnya...aku juga tidak ingin masuk penjara !" lanjut Rika.


*


*


Sementara di RS Bhakti Wirawan..

__ADS_1


Akmal tampak tak semangat menjalani pekerjaannya hari ini...


Di satu sisi dia memikirkan tentang presentasinya yang dijiplak oleh utusan dari RS Husada Utama...di sisi lain dia memikirkan Anindya yang tadi keluar berdua dengan Barra.


"Seandainya aku bisa dengan tegas melarang kamu pergi...sayangnya aku tidak punya kuasa melakukannya..." gumam Akmal meruntuki dirinya sendiri.


*


*


Di saat yang sama di sebuah rumah makan..


"Apa langkahmu selanjutnya kalau sudah seperti ini ?" tanya Rika pada Roby yang tampak diam berfikir.


"Jangan diam saja,Rob ! Dia memberiku waktu 24 jam...kalau aku dilaporkan ke polisi aku akan menyeret namamu juga...!" tukas Rika.


"Ternyata selain cantik...dia cerdik juga...apa dia mengenaliku di foto itu ?" tanya Roby masih dengan pandangan kosongnya.


"Tidak..." jawab Rika.


"Baiklah..akan kuperkenalkan diriku lagi...mungkin dia lupa karena hanya sekali perjumpaan denganku...selanjutnya dia tidak akan pernah melupakanku seumur hidupnya..." kata Roby dengan senyum smirknya.


"Kamu mau apakan dia ?" Rika penasaran.


"Akan aku miliki dia sepenuhnya secara fisik...aku ingin tahu seberapa pintarnya incaranku itu dalam urusan ! Aku akan meluruhkan segala keangkuhannya...membuatnya bergantung dan kecanduan padaku..." seloroh Roby.


"Dasar omes !! Aku tidak perduli apa yang kamu lakukan...yang aku inginkan hanya agar posisiku sebagai calon Ny.Akmal aman dan perusahaan Papaku tetap berjalan lancar.." kata Rika.


"Dan satu lagi...jangan membuat orang tuaku berfikir untuk menikahkanku denganmu..!" seru Rika.


"Hahaha...emang dasar orang tua kamu aja yang terlalu serakah....seperti anak perempuan satu-satunya di depanku ini..." ejek Roby


"Issshh kau ini..." kata Rika tak menampik tudingan Roby itu.


"Aku akan perintahkan orang suruhanku untuk menguntit Anin dan kalau ada kesempatan biar mereka tangkap dan bawa ke hadapanku...'kata Roby.

__ADS_1


__ADS_2