Tidak Tanpamu

Tidak Tanpamu
Gak Sadar Atau Lupa ?


__ADS_3

Sesampainya di rumah...Akmal masuk duluan baru kemudian Anin menyusul di belakangnya.


Kondisi rumah sudah sepi...sudah pada tidur karena memang sudah malam...sudah jam 23.30 saat ini.


Lalu mereka berdua menaiki tangga menuju kamar.


Tak ada pembicaraan diantara mereka sampai mereka berada dalam kamar berdua.


Akmal merebahkan tubuhnya sembarangan di ranjang tidurnya..


Sementara Anin duduk di sofa dan melakukan video call dengan perawat Mbah Rasni di rumah sakit..ingin memastikan kondisi Mbah saat ini.


Karena hari ini dia tidak bisa menemani Mbah..


Syukurlah perawat ruang ICU tempat Mbah dirawat bisa langsung dihubungi.


Sehingga Anin tidak penasaran lagi tentang kondisi Mbah.


Tampak di layar ponselmya Mbah masih terbaring tak sadarkan diri.


"Besok hari kedua pasca operasi Mbak Anin..kepastian kondisi Mbah bisa kita ketahui besok...semoga besok Mbah Rasni siuman..kalau belum siuman juga..berarti ada masalah pada diri Mbah.." penjelasan perawat pada Anindya.


"Iya..semoga saja Mbah besok siuman,Suster..Baiklah..terimakasih atas informasinya...maaf sudah mengganggu malam -malam.." ucap Anin.


"Selamat malam..." pungkasnya.


Lalu Anin mengakhiri VC-nya dengan perawat.


Kemudian dia mengambil baju tidur dan melangkah menuju kamar mandi.

__ADS_1


Sekilas dia melihat ke arah Akmal yang masih asik memainkan ponselnya.


Anin melewati ranjang Akmal.


"Tunggu !" seru Akmal pada Anin sambil melirik ke Anin.


"Ke kamar mandi..ganti baju.." jawab Anjn datar.


"Aku duluan..aku mau mandi..!" kata Akmal ketus.


Anin balik arah.


"Dari tadi kek...giliran orang lain mau ke kamar mandi diserobot.." keluh Anin menggerutu.


"Suka-suka aku lah ! Ini kan kamarku..!" kata Akmal.


"Sekarang kamar saya juga,Tuan Dokter..." jawab Anin.


Anin kembali ke sofa..dia memainkan ponselnya sembari menunggu Akmal keluar.


Dan beberapa saat kemudian Akmal keluar dari kamar mandi.


Tapi..


Anin yang sekilas sempat melihat ke arah Akmal langsung menutup mata dan memalingkan mukanya.


"Astaghfirullooh..!!" seru Anin.


Akmal sampai terkejut dibuatnya.

__ADS_1


"Apa ? Ada apa ?" tanya Akmal ikut berteriak.


"Itu.." Anin tak melanjutkan ucapannya.


"Apa Tuan tidak tahu malu ? Kenapa keluar dari kamar mandi seperti itu ?" Anin masih histeris dan masih memalingkan wajahnya.


"Maksud kamu gimana ?" Akmal tak merasa ada yang salah dengan dirinya.


"Kenapa ?" tanya Akmal lagi.


"Iya ! Kenapa keluar kamar mandi hanya pakai handuk begitu ?" keluh Anin karena memang Akmal hanya memakai handuk yang menutupi pusar hingga lututnya...sedang dada bidangnya terekspose.


"Lalu aku harus pakek apa keluar dari kamar mandi kalau gak pakek handuk ?" tanya Akmal.


"Ya pakek handuk baju atau piyama kan bisa ? Gak sadar atau lupa kalau di kamar ini ada perempuan ?" protes Anin masih tetap memalingkan muka dari Akmal.


"Ooh..jadi itu masalahnya...kenapa ? jangan bilang otak kamu travelling kemana-mana lihat aku cuma pakek handuk ? Lalu apa kamu bilang ? Ada perempuan di kamar ini ? Siapa ? Kamu ? Bagi aku kamu tuh bocil ! Dasar kamu aja yang omes ! Semisal kamu nih telanjang di depanku aku gak akan terpengaruh ! Ngerti kamu ?" hardik Akmal sambil berkacak pinggang dan menunjuk ke arah Anin.


Anin sebenarnya ingin membalas omelan Akmal..tapi dia pikir lagi...sekarang bukan waktunya berdebat.


Yang perlu dia lakukan sekarang hanya harus segera pergi dari hadapan Akmal..dia malu dan risih bersama laki-laki yang hanya memakai handuk...di kamar berdua saja pula..


"Ihhh...apaan sih ? Gak jelas banget deh ! Jangan ngelantur kalau ngomong !" seru Anin lalu berlalu ke kamar mandi masih dengan memalingkan muka.


Sementara di rumah Barra...


Barra juga sedang rebahan di ranjang tidurnya..


Dalam keadaan rebahan itu dia juga sedang memikirkan seseorang.

__ADS_1


Seseorang yang akhir-akhir ini mencuri perhatiannya...simpatiknya...kekagumannya.


"Caramu menghadapi masalah..kegigihanmu..kepolosanmu...semakin membuat aku yakin akan rasa yang kumiliki padamu saat ini...secepatnya harus kuutarakan perasaanku padamu.." gumamnya sendirian.


__ADS_2