Tidak Tanpamu

Tidak Tanpamu
Tragedi Kamar Mandi.


__ADS_3

Akmal langsung menuju kamar mandi sedang Anindya masih merenggangkan ototnya di sofa.


Sambil mengingat kejadian yang dia alami hari ini.


Dia geleng-geleng kepala sendiri.


"Luar biasa hari ini...hari yang penuh kejutan..." gumamnya sendirian.


Memorinya berputar kembali pada saat Barra menyatakan perasaan cinta padanya hingga Akmal yang membela dirinya di depan Kak Tania.


Hari ini dia mendapat dua kejutan dari dua laki-laki yang berbeda.


Akmal keluar dari kamar mandi dan mengejutkamnya.


"Whoi..!!" seru Akmal di depan Anin.


Anin terperanjat kaget dibuatnya.


"Astaghfirullooh...!!" ucap Anin.


"Tuan Dokter !! Gimana kalau saya punya penyakit jantung ? Kan bahaya kalau di kagetin..." protes Anin.


"Gitu aja kaget...lagian gak baik suka ngelamun..bisa kesambet setan !!" kata Akmal.


"Tapi setannya takut kali yaa sama kamu..." ledek Akmal.


"Apaan coba...gak jelas !!" seru Anin.


"Papa nungguin kita di meja makan.." kata Akmal singkat .


"Cepetan ! Kamu tuh yang kelamaan...pakek acara nyampurin urusan orang lain segala...!" lanjutnya.


Anindya tidak merespon...karena percuma menurut dia...hanya memperlambat dia mau mandi saja...karena saat ini Tuan Wirawan menunggu untuk makan malam bersama.


Akmal memainkan ponselnya sementara Anin di kamar mandi...


Tapi sialnya...


Setelah selesai mandi...Anin baru sadar kalau tadi dia lupa tidak membawa baju gantinya ke kamar mandi sekalian...


"Bodohnya aku...saking gopohnya tadi dapat kabar kalau Tuan Wirawan menunggu.." gumamnya sendirian.

__ADS_1


"Semoga Tuan Dokter reseh udah turun duluan..." Anin berspekulasi dan keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk bajunya.


Dia serengah berlari dengan tujuan ke sofa mengambil baju gantinya yang tergeletak di atasnya.


Tapi alangkah terkejutnya saat hendak kembali ke kamar mandi...dilihatnya Akmal yang masih di atas ranjang tidurnya...


Melihat ke arahnya lagi...


Tak ada yang bisa Anin perbuat selain mempercepat langkahnya kembali ke kamar mandi lagi...sambil menahan malu.


Akmal pun yang terlanjur tertangkap basah memandang Anin...hanya bisa diam dan kembali asyik dengan ponselnya.


Hingga beberapa saat kemudian..saat Anin melintas di samping ranjang tidurnya itu terpeleset..


"Allohu Akbar...!! seru Anin.


Dan dengan refleks Akmal yang disampingnya berdiri dan menarik tangan Anin agar tidak sampai terjatuh...


Tetapi maksudnya itu harus kandas karena dia pun ikut terpeleset dan malah menarik Anin ke arah ranjang tidurnya.


SRUUUTT BRUGHGH...!!


Alhasil mereka berdua jatuh...


Dengan posisi Anin ada di atas Akmal pula.


Rambut Anin yang basah dan terurai menjuntai menutup sebagian wajah Akmal.


Tubuh Anin pun menindih tubuh Akmal.


Untuk sepersekian menit...aroma harum shampoo dan sabun menyeruak dari tubuh Anin yang hanya berbalut handuk baju..


Dan aroma itu tercium oleh hidung Akmal...menghadirkan sensasi asing di tubuh Akmal.


Lagi...untuk kedua kalinya...


Yang pertama saat Anin mengigau tempo hari lalu kedua saat ini...


Tapi kali ini bukan Akmal saja yang merasakan sensasi seperti sengatan aliran listrik berkekuatan rendah itu..Anin juga merasakan sensasi aneh itu.


Mereka tercengang sejenak...

__ADS_1


Lalu kemudian keduanya segera berusaha bangun dan berdiri.


"Astaga...!" seru Akmal yang sempat terlihat kikuk dan salah tingkah.


"Kamu tuh emang hobi yaa...menabrak jatuh ke aku..!" lanjutnya marah.


"Tapi ini tadi bukan salah saya...! Tuan yang menarik saya..!" pembelaan Anin.


"Lha kamu tadi hampir jatuh...aku reflek aja narik supaya kamu tidak sampai jatuh..eh malah aku ikutan jatuh...!" penjelasan Akmal.


"Dasar ceroboh...bekas kaki basah kamu tuh yang membuat licin dan aku terpeleset..!" Akmal masih kesal.


"Lagian ini apa coba ? Keluar kamar mandi lari-larian ?" tanya Akmal.


"Saya kira tadi Tuan udah turun ke bawah..jadi saya keluar ambil baju gantu yang kalupaan saya bawa tadi.." penjelasan Anin.


"Trus kenapa ? kamu malu pakai handuk baju doang ? Dibilangin bagi aku tuh gak ngaruh ! Mau kamu telanjang di depanku sekalipun gak akan ngaruh ke aku ! Kamu tuh bagi aku cuma bocil tengil..!" ledek Akmal.


Tapi pada dasarnya tidak seperti itu yang dia rasakan...


Dia hanya berusaha meledek Anin dan mensugesti dirinya sendiri kalau Anin bukan perempuan yang bisa membuatnya tergoda.


Anin semakin bertambah malu dan down mendengar ucapan Akmal.


"Reseh banget sihh !!" keluhnya.


Lalu segera bergegas masuk ke kamar mandi lagi buat ganti baju.


Akmal turun terlebih dahulu sementara Anin beberapa saat kemudian juga menyusul turun ke bawah untuk makan malam.


Di meja makan...Tuan dan Nyonya Wirawan..Tania dan Rafa sudah duduk di kursi...lalu menyusul Akmal dan kemudian Anin.


Sesaat kemudian Devan pun datang.


Devan terlihat kusut dan banyak beban pikiran.


"Baru pulang,Devan ?" sapa Papanya.


"Iya Pa.." jawabnya singkat.


"Gimana perkembangan hasil laporan keuangan perusahaan kita yang amburadul belakangan ini ?" tanya Tuan Wirawan.

__ADS_1


"Secepatnya harus kita benahi dan secepatnya kita akan tahu siapa yang sudah seenaknya menggunakan uang perusahaan melebihi porsinya.." kata Tuan Wirawan.


Akmal yang mendengar itu langsung melihat ke arah kakaknya yang saat ini sedang saling berpandangan dengan pandangan gusar...tentu saja dengan istrinya Tania.


__ADS_2