Tidak Tanpamu

Tidak Tanpamu
Sial Bagi Anindya.


__ADS_3

Di kantor divisi poli nutrisi dan gizi hari ini...


Akmal tampaknya sengaja memberi pekerjaan lebih banyak dari hari biasanya untuk dikerjakan Anindya sebagai sekretaris medis.


Karena mendengar Anin akan janjian ketemuan dengan Dokter Barra.


"Anindya suruh kesini ikut rapat dan bikin notulen !" perintahnya lewat Wisnu.


"Periksa ATK yang habis ! Suruh Anindya belanja hari ini !" perintahnya lagi.


"Saya butuh rekapan rekam medis selama bulan ini ! Anindya suruh lembur hari ini !" perintahnya yang lain.


Bahkan Anindya tidak sempat menjenguk Mbah Rasni di ruang perawatannya.


"Emang bener-bener nih dokter setengah jadi...dikiranya aku ini robot apa ?" gerutu Anindya sendirian sambil mengerjakan perintah Akmal di ruang kantor sendirian saat jam istirahat.


Di depannya ada rice box yang didapatkan Anin saat ikut rapat tadi. .dengan sebotol air mineral...dia memakannya sambil terus menghadap komputer.


Akmal melihatnya diam-diam di muka pintu..dia tersenyum licik dan terlihat puas mendapati Anindya sibuk dengan pekerjaannya.


' TING TING '


Tanda pesan masuk di ponsel Anindya.


"Kita pulang bareng hari ini ?" Barra ternyata pengirim pesan barusan


"Maaf,Dokter...hari ini saya dapat lembur dari Dokter Akmal..." balas pesan Anindya.


"Sama siapa lemburnya ?" pesan masuk dari Barra.


"Sama salah satu staff perempuan divisi kayaknya..." balas pesan Anindya.


"Oh ya sudah..kirain sendiri..kalau sendiri biar aku yang nemanin..." pesan dari Barra.


"He he he..." pesan Anin pada Barra.


"Serius...kok ketawa sih ?" Barra mengirim pesan lagi.


Tak dibalas oleh Anin karena keburu Wisnu masuk dan duduk di sebelahnya.


"Gimana,Anin ? Ada yang perlu aku bantu ? Kasihaan...sampek makan sambil ngetik gitu..." kata Wisnu.


"InsyaAlloh udah beres,Pak...tinggal nyiapin rekapan rekam medis buat bahan lembur nanti..." kata Anin.


"Siiplah kalau begitu....nanti kamu lembur sama Ranti yaa.." kata Wisnu.


"Siap,Pak.." jawab Anindya.


"Kamu nanti kalau pulang minta di jemput aja Anin...soalnya hari ini ada mogok kerja ojol dan taxi online kayaknya..." penjelasan Wisnu.


"Oh gitu ya,Pak...saya gak tahu sama sekali..." jawab Anindya.


' Dijemput siapa coba ? Makanya Dokter Barra tadi nawarin untuk nemanin aku lembur...' kata Anin dalam hati.

__ADS_1


"Ya sudah...ayo kita lanjutin pekerjaan...aku bantu semaksimal mungkin...biar kamu gak terlalu lama lemburnya..." kata Wisnu.


"Iya,Pak..." jawab Anindya.


Dan akhirnya waktu pulang tiba...


' TiNG TING '


Pesan masuk ke ponsel Anindya.


"Aku pulang duluan yaa...kalau ada apa-apa telfon aku langsung..." pesan dari Barra.


"Iya Dokter...terinakasih..." jawab Anin mengirim pesan ke Barra.


' Duuh...Dokter Barra itu manusia atau malaikat siih ? Baik bangeet...seandainya saja statusku masih belum menikah...' Anin berandai-andai dalam hati.


"Oh iya...dia tadi mau bicarain apa ya sama aku ?" gumam Anin sendirian.


Dan Anindya melalui waktu lemburnya dengan mengetik rekapan rekam medis pasien satu bulan ini...padahal belum akhir bulan juga...


"Dasar dokter gak jelas !!" sesekali Anindya menggerutu.


Finish !! Akhirnya pekerjaan Anindya kelar juga...


"Alhamdulillaah...selesai juga akhirnya...aku mau cari makan dulu ah...laper bangeettz....baru pulang ke rumah kemudian..." kata Anindya.


Ranti staff yang lembur bersamanya juga tampaknya sudah selesai pekerjaannya.


Tak lupa juga Anindya ke ruang perawatan Mbah Rasni...tapi tanpa masuk ke dalam..hanya melihat dari lubang kaca di pintu ruangan saja.


Dan setelah puas menyapa Mbah...dia naik lift lagi dan bergegas meninggalkan gedung utama RS.


RS Bhakti Wirawan memang tak pernah sepi walaupun malam hari...


Hilir mudik silih berganti pasien dan keluarganya juga staff dan pegawai selalu mewarnai setiap hari 24 jam.


Tapi saat di jalan...suasana sepi mulai tampak...soalnya sudah jam 8.30 malam.


Apalagi hari ini kata Wisnu ada mogok kerja ojol dan taxi online...tapi Anindya bisa tenang...karena kata Mbak Ojol langganannya, dia siap menjemputnya asal belum jam 10 malam.


Tadi Anindya sudah menelfonnya.


Anindya memutuskan untuk makan malam dulu..dia mencari kafe angkringan di dekat lokasi RS...dan akhirnya dia menemukannya.


Di depan kafe tertulis : " Buka 24 jam " dan mencantumkan menu dan harga makanan dan minuman yang tersedia...


Anindya melangkah masuk ke kafe itu...dari luar tak tampak keanaehan...begitu Anindya masuk...suasananya beda...


Dia duduk di salah satu kursi...


"Kafe remang kayaknya..." gumam Anindya.


Anindya yang tidak pernah tahu dunia malam...mana bisa membedakan kafe biasa sama kafe remang..

__ADS_1


Dia terlanjur masuk dan duduk...


Di sekitarnya ada beberapa pasangan yang sedang berduaan...mereka tak sungkan bermesraan juga.


Juga ada beberapa perempuan muda yang sekedar duduk...tapi dengan dandanan menor dan menelfon seseorang.


"Astghfirullooh...! ada perempuan yang ngerokok juga..aku keluar aja deh...kayaknya aku salah masuk tempat deh...!! " gumam Anindya lalu berniat berdiri dari kursinya.


Tapi keburu makanan pesanannya datang...


Akhirnya dia memutuskan segera melahap makanannya dan segera pergi dari tempat itu.


Tapi sial bagi Anindya...belum lagi dia menghabiskan makanannya....rupanya ada Satpol PP yang melakukan razia...masuk ke dalam kafe...


"Tetap di tempat kalian masing-masing ! Kami akan memeriksa identitas kalian semua...! " teriak salah satu anggota Satpol PP.


Suasana jadi riuh...banyak juga yang berusaha kabur berhamburan.


Sementara Anindya tidak tahu harus berbuat apa...jadi dia diam di kursinya.


Saat anggota Satpol PP wanita mendekatinya....


"Tunjukkan identitas Anda,Mbak...!" perintahnya.


"Maaf..tapi saya gak bawa..." jawab Anindya dengan polosnya.


"Mbak lagi ngapain di sini malam hari sendirian ?" tanya anggota Satpol PP lagi.


"Saya cuman lagi makan disini...barusan pulang kerja lembur..." jawab Anindya.


"Ini kartu tanda pegawai saya,Bu..." Anindya menunjukkan kartu yang terselip di saku luarnya.


"Ahh...itu alasan klasik para pengunjung disini...karena Mbak tidak bawa KTP atau identitas resmi lainnya...dan Mbak berada di kafe seperti ini malam-malam dan sendirian...Mbak silahkan ikut kami ke kantor dulu...Mbak bisa menelfon anggota keluarga Mbak untuk memberi jaminan dan menjemput Mbak nanti..." penjelasan Satpol PP.


"Tapi saya kan sudah bawa kartu pegawai saya..!" sangkal Anindya.


"Itu kami anggap belum cukup,Mbak..." jawab anggota Satpol PP.


"Tapi Bu...saya mohon jangan bawa saya...saya akan menelfon keluarga saya disini saja..." kata Anindya.


"Silahkan..." jawab anggota Satpol PP.


Anindya melakukan panggilan pada Tuan dan Nyonya Wirawan...berulang kali..tapi hasilnya nihil.


Tak ada yang menjawab panggilannya.


"Gimana ?" tanya anggota Satpol PP.


Anindya menggeleng.


"Baiklah kalau begitu...silahkan ikut ke kantor...Mbak bisa jelaskan dan telfon lagi disana.


Anindya tidak bisa mengelak lagi sekarang...dia terpaksa ikut ke kantor Satpol PP.

__ADS_1


__ADS_2