Tidak Tanpamu

Tidak Tanpamu
Memanusiakan manusia.


__ADS_3

"Eee...bukan saya,Dokter.." jawab Wisnu ragu-ragu.


Anggota rapat ikut bingung kenapa Ketua Divisi menanyakan pengetik materi rapat pada Wisnu..termasuk Akmal dan Rika. "Sudah saya duga.." kata Ketua Divisi.Anggota rapat semakin bingung tapi tak mampu berkata-kata..hanya memandang Ketua Divisi dan Wisnu bergantian. 'Kalau bukan Wisnu siapa lagi ?' batin mereka.


"Lalu siapa yang mengetik ?'' tanya Ketua Divisi lagi. "Sebelumnya saya minta maaf kalau ada kesalahan dalam materi rapat hari ini..semua adalah kesalahan saya, karena mempercayakan tugas saya kepada orang lain yang bukan ahlinya.." kata Wisnu yang keluar keringat dingin.


"Tadi saya banyak pekerjaan...saya harus merekap rekam medis pasien yang sudah ditunggu oleh dokter yang menangani..sedangkan materi rapat belum selesai diketik.." kata Wisnu lagi sambil menunduk.


"Ok..itu alasan kamu..tapi Anda belum menjawab pertanyaan saya tadi..siapa yang mengetik materi rapat ? " ulang Kepala Divisi.


"Ee..itu Dokter...OG yang hari ini sedang bertugas di divisi ini.." jawab Wisnu pelan.


"Apa ? "...."Hah ?" beragam reaksi dari anggota rapat.


"Ada-ada aja si Wisnu ini..bisa-bisanya dia nyuruh OG nyusun materi rapat..cari penyakit dia.." gumam Rika berbisik pada Akmal yang ada di sampingnya.


Akmal tak bereaksi..hanya menyimak kelanjutan cerita Wisnu.


"Kenapa kamu sampai berfikiran meminta bantuan OG untuk masalah pengetikan materi rapat ?" tanya seorang anggota rapat


"Ee..dia tahu saya sedang dikejar waktu..jadi dia menawarkan bantuan pada saya..." jawab Wisnu.


Dan kamu menerimanya ? Padahal kamu belum pernah tahu hasil pekerjaannya dalam hal ini sebelumnya ? " tanya Ketua Divisi sambil mengacungkan materi rapat ke arah Wisnu


"Ceroboh kamu..OG kamu suruh ngerjain tugas kantoran.." celetuk anggota rapat lain.


"Mana sih OG-nya ? lancang banget deh.." kata Rika


"Maafkan saya Dokter...semua murni kesalahan saya..bukan kesalahan OG itu.." lanjut Wisnu.


"Kamu memang ceroboh ! Tapi.." kata Ketua Divisi terhenti karena melihat Akmal tiba-tiba mengangkat tangannya tanda interupsi.


"Ya Dokter Akmal ?" tanya Ketua Divisi.


"Maaf Dokter Heru..izinkan saya menyampaikan pendapat pribadi saya.." kata Akmal sopan.Walaupun dia adalah anak pemilik RS..tapi dia memposisikan dirinya sebagai koas..kedudukan yang lebih rendah dari ketua divisi yaitu Dokter Heru.


"Silahkan Dokter Akmal," kata Ketua Divisi


"Terlepas dari kesalahan yang terjadi..saya pribadi kurang setuju dengan pendapat mayoritas anggota rapat di ruangan ini..yang menilai bahwa OG itu hanya bisa sebatas bertugas bersih-bersih saja.." kata Akmal yang tentu saja mendapat poin penting bagi anggota rapat..mengingat dia adalah anak pemilik RS.


Termasuk Rika yang langsung garuk-garuk kepala karena dia dari tadi terus memberi pandangan rendah pada OG.


"Posisi OG dan OB jangan pernah kita menganggapnya rendah..mereka adalah pilar penting dalam kelangsungan suatu sistem organisasi.


"Tanpa kita sadari,kita sangat bergantung pada mereka..apalagi budaya kita masyarakat Indonesia yang sering buang sampah sembarangan..." kata Akmal.


"Justru sebaliknya..kita harus berusaha memberdayakan mereka agar bisa lebih baik dalam tugasnya dan memberi kesempatan kepada mereka yang mempunyai potensi lebih..istilah lainnya yaitu memanusiakan manusia...seperti yang dilakukan oleh Pak Wisnu..saya pribadi salut kepada dia.." sambung Akmal lagi.


Semua yang ada di ruang rapat mendengarkan dengan seksama..ada yang menunduk karena tadi dengan arogannya merendahkan posisi OG.Dan ada juga yang dari tadi mendengarkan di balik pintu dapur..dua orang OG dan dua orang OB.Termasuk Anindya.


Mereka salut dengan pendapat dan pola pikir Akmal. " Gak nyangka ternyata anak pemilik RS itu memiliki pola pikir sekeren itu..udah ganteng,baik hati pula.." kata OG di samping Anindya.


'Bijaksana juga ternyata dokter setengah jadi itu..' batin Anindya


"Terimakasih atas pandangan dan masukan Anda,Dokter Akmal.Tapi saya belum menyelesaikan pernyataan terakhir saya tadi.

__ADS_1


Bahwa Wisnu memang ceroboh meminta OG untuk menyusun materi rapat..karena jauh dari tugas inti seorang OG.Tapi..kecerobohannya itu bukan berarti menjadi kesalahan yang dia lakukan.." kata Ketua Divisi terpotong lagi.


Seluruh ruangan makin bertambah bingung,termasuk Akmal.


"Saya bertanya siapa yang mengetik ini karena saya hafal betul dengan hasil susunan pengetikan Wisnu selama ini..materi kali ini berbeda...penyusunannya lebih rapi dan lebih mudah dipahami,dalam hal tata letak tulisan...bahkan PUEBI juga diterapkan dalam penyusunan materi kali ini.."kata Ketua Divisi sambil mengacung-acungkan materi rapat.


"Saya pribadi lebih menyukai hasil kerja OG ini daripada hasil kerja Wisnu selama ini..Dan saya salut akan buah pikiran Dokter Akmal yang notabene anak pemilik RS ini..tapi berpandangan luas dan tidak menstratakan golongan..dalam hal ini status dan posisi pegawai di RS ini..pasti Tuan Wirawan bangga kalau mengetahui hal ini.Oh ya satu lagi..Tuan Wirawan besok akan berkunjung ke RS ini untuk memperkenalkan secara resmi kepada semua staff dan pegawai,anak dari beliau yang saat ini dalam masa koas..yang nantinya akan menggantikan posisi beliau sebagai pengelola RS..yaitu Dokter Akmal.." kata Ketua Divisi panjang lebar.


Para anggota rapat menanggapinya dengan berbincang satu sama lain.Sedangkan Rika menampakkan wajah bangganya..karena kekasihnya akan menjadi pengelola RS ini.


Anindya yang di balik pintu dapur juga ikut mendengarkan.Hingga suara Wisnu memanggil namanya dan menghampirinya,membuat dia agak terkejut.


"Anindya.." panggil Wisnu. ''Ya ?'' jawab Anin sedikit gusar. ''Ketua Divisi ingin bertemu dengan kamu..'' kata Wisnu lagi. "Untuk apa ? Saya agak takut.." tanya Anin keberatan.


"Tenang aja..gak ada masalah apa-apa kok.." Wisnu mencoba meyakinkan Anindya.


Akhirnya Anin bersedia ikut Wisnu ke dalam ruangan rapat.


''Ini dia Dokter..OG yang membantu saya mengetik materi rapat hari ini.." kata Wisnu kepada Kepala Divisi sambil memperkenalkan Anindya padanya.


"Namanya Anindya.." kata Wisnu..semua orang di ruangan rapat mengarahkan pandangan pada Anin.Tak terkecuali Akmal dan Rika.Sebagian saling berbincang satu sama lain menilai penampilan Anindya.


"Ternyata dia orangnya,"..."Polos sekali perempuan ini,"...."Masih gadis atau sudah bersuami dia ?"....." Cantik, " macam-macam respon anggota rapat.


"Perempuan ceroboh itu rupanya, " gumam Rika pada Akmal.Tak ada tanggapan dari Akmal.


' Ternyata Anindya..' kata Akmal dalam hati.


Sementara itu Anin hanya tertunduk..dia malu bercampur takut dan minder..


"Fresh graduate ?" tanya Ketua Divisi


"Iya.." jawab Anin


"Belajar di sekolah atau kursus komputer ?" tanys Ketua Divisi lagi.


"Ekskul di sekolah.." jawab Anin singkat.Wisnu di sampingnya hanya bisa menyimak dan mendengarkan percakapan keduanya dalam diam.Sama dengan Akmal dan peserta rapat lain.


"Ya sudah silahkan lanjutkan pekerjaan Anda...tolong bantu-bantu untuk menjadi notulis di divisi ini kalau sedang ada kegiatan atau rapat..membantu tugas Wisnu..biar Wisnu pekerjaannya tidak keteteran terus.." kata Ketua Divisi lagi.


"Iya,Dokter.." jawab Anin kemudian berbalik badan menuju dapur lagi.Anin disambut dengan pertanyaan bertubi dari teman- teman OG dan OB..yang penasaran dia di dalam ruang rapat tadi di tanya apa saja oleh ketua divisi.Anin tidak menjawab secara detail. " Cuma ngobrol biasa.." hanya itu jawaban Anin.


Sedangkan para staff divisi poli nutrisi dan gizi meneruskan rapat yang sempat tertunda tadi.Anindya dan teman-temannya pun harus menunggu lebih lama sampai rapat berakhir..gara-gara ada kejadian itu. " Gara-gara Anin nih..kita jadi pulang telat.." ledek salah satu temannya. " Maaf ya teman-teman.." kata Anin gak enak hati. "Bercanda,Nin.." kata teman yang lain.


Sampai tiba tugas akhir mereka yaitu menghidangkan rice box dan kudapan ke ruang rapat.Di dalam ruang rapat sedang riuh rendah saling berbincang satu sama lain.Lalu mendadak hening sejenak saat melihat Anin masuk dengan teman-temannya..tentu saja Anin masih jadi pusat perhatian setelah kejadian tadi.


"Bakalan ada yang seger-seger di rapat-rapat selanjutnya,"....."Iya..fresh graduate dia,"...."Dia itu cantik,tinggal dipoles aja dikit,"...."Cekatan dan cerdas juga kayaknya,"....."Sayang banget cuma jadi OG,"...'Kalau mau nikah sama aku..aku kuliahin deh," itu beragam komentar dan bisik-bisik para peserta rapat.


"Di atas angin gadis ceroboh itu.." kata Rika.


Akmal hanya memainkan hp-nya..mengalihkan pikirannya karena mendengar beragam komentar tentang Anin.


Sampai saat Anin berada tepat di sampingnya untuk menyajikan hidangan..mata mereka sempat beradu pandang.Tapi baik Akmal maupun Anin cepat-cepat mengalihkan pandangan.


"Makasih Anin sudah membantu saya tadi.." kata Wisnu saat Anin di sampingnya untuk menghidangkan makanan.Anindya hanya merespon dengan anggukan dan senyum.

__ADS_1


"Nu..pacarin aja sekalian.." goda teman Wisnu di depan Anindya.Wisnu hanya tersenyum.Anindya semakin grogi dan minder.Sampai tangannya pun gemetar.Dan.."Brukk," suara rice box jatuh.


"Jangan digoda doong..tuh dia sampai gemeteran," celetuk yang lain yang merupakan staff perempuan.


"Maaf biar saya ganti.." kata Anin mengambil rice box jatuh tadi.Untung isinya tidak kececeran dimana-mana. "Tuh kan..kambuh cerobohnya.." seru Rika yang didengar Anin.Akmal tetap menyibukkan diri dengan hp-nya.Dia tak bergeming sedikitpun.


Anindya buru-buru keluar dari ruangan rapat itu.


Dan dia memutuskan untuk tidak kembali ke ruangan itu.Dia meminta temannya yang bertugas di dapur menggantikannya bertugas di dalam ruang rapat.


Akmal yang dari tadi menyibukkan diri dengan hpnya..mulai penasaran dengan keberadaan Anindya..seperti halnya anggota rapat lainnya juga saling berbincang satu sama lain mencari Anin yang tidak lagi tampak dalam ruangan rapt setelah digoda teman Wisnu tadi


Dan tugas Anindya hari ini pun selesai..setelah membersihkan dapur dan ruang rapat bersama teman-temannya.Lalu Anin menuju lift untuk mencapai lantai dasar...tentu saja dia menggunakan lift umum, bukan lift khusus dokter dan staff.


Setibanya di lantai dasar,dia kemudian berjalan keluar gedung utama RS, menuju jalan raya untuk menunggu angkot yang biasa dia naiki.Dia duduk menunggu di tempat biasamya.. dan pada saat itu melintas mobil milik Akmal yang didalamnya ada Rika juga..


Akmal melihat Anindya dari dalam mobilnya yg melintas..sedangkan Anin tidak menyadari kalau ada mobil Akmal melintas,karena dia belum hafal betul mobil Akmal.


"Tuh OG tadi bukan,Sayang ?" tanya Rika pada Akmal tertuju ke Anin


"Gak tahu,Sayang.." jawab Akmal berbohong.Entah apa alasan Akmal harus membohongi Rika dalam soal sepele tersebut.


"Sayang..aku diundang dalam peresmian RS Papanya Roby..kamu juga ?'' tanya Rika


"Iya..Papa juga..mungkin juga beberapa dokter RS kita pun akan mewakili RS kita untuk hadir di peresmian RS itu.." jawab Akmal


"Kalau gak salah acaranya minggu depan ya ?'' tanya Rika lagi. ''Iya kayaknya," jawab Akmal lagi. "Sayang..aku mau jalan-jalan dulu ditemani sama kamu...mau kaan ?" kata Rika manja sambil menempelkan kepalanya ke bahu Akmal.


"Jalan - jalan kemana sih ?" tanya Akmal lembut ke Rika. ''Emm..aku mau kita nonton bioskop tapi drive-in..di jalan Mojopahit.." kata Rika bermanja ke Akmal. ''Iya..ayo..sesuai keinginan kamu,Sayang.." kata Akmal yang disambut pelukan mesra dari Rika. "Makasih sayangku.." kata Rika.


Dan akhirnya mereka nonton bioskop drive-in berdua.Pas banget film yang sedang mereka tonton bergenre romantis, jadi Rika terbawa suasana.Dia mendekat ke wajah Akmal sambil berusaha mencium lembut pipi Akmal. "Udah deeh..dibilang jangan mancing-mancing.." kata Akmal sambil tertawa tertahan mengelak dicium Rika. "Sayaang..kamu gak asyik deeh.." kata Rika terus menggoda Akmal yang lagi mengemudi. "Jangan dong Sayang..aku kan laki-laki normal..kalau aku khilaf gimana ?" kata Akmal. "Justru itu yang aku mau..aku udah capek LDR..sekarang udah SDR pun kamu masih menjauhi aku.." kata Rika merajuk. "Bukan menjauh Sayang..aku berusaha menjaga jarak aman aja selama kita masih bukan muhrim.." penjelasan Akmal. "Tapi aku jadi merasa kamu tuh jijik sama aku.." kata Rika masih merajuk.


"Idih...apaan sih kamu..gak ada yang kayak gitu..itu persepsi kamu aja,Sayang.." kata Akmal lagi tetap sambil melihat ke arah layar bioskop.


"Emang aku kurang cantik ?" tanya Rika dengan menekuk wajahnya juga sambil melihat ke depan.


"Enggaak..udah deh..kalau bahas ini gak akan ada kelarnya..kan dalam agama kita udah jelas batasan-batasan bagi yang bukan muhrim.." kata Akmal lagi.


"Udah deh..jangan sok alim gitu,Sayang.." kata Rika.


''Lho kalau aku sok alim aku gak bakalan mau pacaran dan semobil sama kamu,Sayang...


gak mau nonton bioskop film romantis gini..aku cuma ingin kita berada di koridor yang benar pacarannya.." kata Akmal.


"Aah udah ah..males aku debat sama klamu..kita pulang aja !" seru Rika mulai kesal.


"Kan belum kelar filmnya..." kata Akmal lembut.


"Udah gak mood.." jawab Rika jutek.


"Okey..sesuai perintah Bu boss.."kata Akmal lagi.Sementara Rika udah terlihat kesal banget.


Akmal bingung juga harus berbuat apa,kalau sudah begini kejadiannya..


Di sepanjang perjalanan mereka hanya saling diam..Rika merasa tersinggung juga sedikit malu karena dia lebih agresif dari Akmal.

__ADS_1


Maksud hati ingin menciptakan momen romantis bersama Akmal..tapi gagal maning - gagal maning..


__ADS_2