
"Sayaang...Tante gak bisa nganterin sampek sekolah...karena Tante ada keperluan di sini..." bujuk Anin pada Rafa yang merajuk dan gak mau turun dari pangkuannya.
"Keperluan apa ?" tanya Rafa.
"Keperluan janjian sama teman Tante...Dokter Barra..." sahut Akmal yang dari tadi diam saja.
Anin menoleh ke arah Akmal.
"Kok gitu sih ngomongnya ? Di depan Rafa lagi..." protes Anin.
"Ya emang bener,kan ? Kalau omonganku salah ya gak usah pakek drama gini...keburu telat ke RS nanti...." kata Akmal tanpa menoleh ke Anin.
' Dasar Tuan Dokter reseh..! Gak bisa apa ngomong baik-baik minta aku gak usah turun di sini...bareng aja ke RS- nya,gitu...' Anin berkata dalam hati.
Dan akhirnya Anin yang mengalah lagi menekan egonya.
"Ya udah...Tante anterin Rafa sampai sekolah..." kata Anin kemudian.
"Horee..!!" seru Rafa girang.
Dan Akmal-pun melajukan mobil kembali.
"Hallo ? Ya ? Hari ini gak usah nungguin aku kayak biasanya.. aku ada urusan lain hari ini..." Anin menelfon mengabari Mbak ojol.
' Lagaknya kayak orang kasmaran betulan...' kata Akmal dalam hati mengira Anin menelfon Barra.
Sesampainya di depan sekolah Rafa...
"Jadi ini to sekolah Rafa..." kata Anin.
Rafa salim pada Omnya lalu turun bersama Anin.
Anin mrngantar Rafa yang tampak ceria sekali...hingga gerbang sekolah.
Lalu Anin kembali ke mobil Akmal.
Dan Akmal pun melajukan mobilnya lagi.
Kali ini di liuar dugaan Anin...
Ternyata mobil Akmal turun di depan rumah berpagar tinggi dan kokoh juga...
__ADS_1
Akmal turun..
"Kamu turun juga..." kata Akmal.
Anindya pun menuruti permintaan Akmal tanpa tahu alasannya.
Dan dari dalam pagar muncul seseorang yang tidak asing bagi Anindya...yaitu Rika.
Rika kaget juga Akmal membawa Anindya satu mobil dengan dia...
'' Ooo...ternyata ini rumah Suster Rika...jadi Tuan Dokter...menjemputnya....dan ...jadi dia menyuruh aku turun itu untuk...' Anin berkata dalam hati dan terputus.
"Kamu pindah ke belakang..." kata Akmal singkat.
Dia lalu membuka pintu depan untuk Rika.
Dan Anindya juga masuk ke mobil...tapi di kursi belakang.
' Kenapa sekarang ini ada rasa sakit ya di dada ? Melihat mereka duduk berdua di depan sedang aku sendiri di belakang ? Seharusnya aku kan tidak terpengaruh dengan kebersamaan mereka...' batin Anindya.
"Kenapa ada dia,Sayang ?" tanya Rika pada Akmal.
"Tadi Rafa ngambek minta dianterin Anin..." jawab Akmal.
Dia menggenggam tangan Akmal lembut...Akmal sebenarnya ingin menolak tapi tidak bisa dia lakukan di hadapan Anin.
"Sayaang...nanti jam istirahat aku mau kita berdua makan di luar yaa...aku pengen makan steak di tempat favorit kita..." rengek Rika manja.
"He-em.." jawab Akmal singkat.
"Kamu emang the best,Sayang..." kata Rika manja.
Lalu dia menoleh ke kursi belakang tempat Anin berada.
"Eh iya lupa...ada orang lain di mobil ini...kebiasaan cuma kita berdua sih,Sayang..." kata Rika
Anindya sadar kalau saat ini Rika sedang berusaha menunjukkan kemesraan mereka di hadapannya.
Lalu Rika menempelkan kepalanya di bahu Akmal..
Lagi-lagi Akmal tidak bisa menolak perlakuan mesra Rika seperti biasa dia lakukan...karena sekarang Anindya tengah bersama mereka.
__ADS_1
Akmal pun ingin menunjukkan kalau dia itu milik Rika dan impossible untuk dimiliki Anindya.
Karena Akmal tentu saja menganggap pernikahan terpaksa mereka atas keinginan Anindya untuk mendapatkan dia juga harta keluarganya.
Jadi sementara ini Akmal mengikuti skenario Rika saja..sebenarnya dia risih sih...menerima perlakuan mesra Rika saat ini..
Tak ada respon dari Anin...dia hanya berusaha acuh dengan memandang ke jendela mobil di sampingnya.
' Dasar si laki-laki juga sama gatelnya...mau aja di tempelin kayak gitu sama perempuan yang notabene bukan muhrimnya...' kata Anin dalam hati.
Dan akhirnya mereka sampai di pelataran parkir RS.
Akmal turun dan membuka pintu untuk Rika...sedang Anin turun sendiri.
Dan dari kejauhan tanpa mereka bertiga sadari,ada yang memotret mereka diam-diam...
Lalu sesaat kemudian...
"Anin...!" panggil seseorang kepada Anin.
Anindya,Akmal dan Rika menoleh ke sumber suara...ternyata Barra yang memanggil Anin.
Anindya melempar senyum manisnya ke Barra.
"Kebetulan ketemu di sini..." kata Barra.
Lalu dia juga senyum ke arah Akmal dan Rika sebagai basa-basi...begitupun sebaliknya.
"Ada yang ingin aku bicarakan dengan kamu..." kata Barra lirih kepada Anin.
Lalu dia menjajari Anin berjalan di depan Akmal dan Rika.
"Nanti aku kirim pesan wa supaya kita bisa janjian ketemuan..." sambung Barra.
Tentu saja Akmal dan Rika yang di belakang mereka mendengar hal itu.
Anin merespon dengan anggukannya.
Sepertinya Barra tak sungkan lagi menunjukkan perhatian lebih pada Anindya di depan orang lain.
'Janjian ketemuan...emang apa yang akan dibicarakan mereka berdua ?' Akmal berkata dalam hati.
__ADS_1
' Ahh...ngapain juga aku kepo...' sambungnya di dalam hati.