
Anin beranjak dari ranjang Akmal..menghindar lebih baik menurutnya saat ini,daripada perdebatan mereka berbuntut panjang.
*
*
Beberapa hari kemudian...
Akmal diizinkan untuk pulang setelah genap 1 minggu dirawat di RS dan lukanya sudah dinyatakan oleh dokter berangsur kering dan sembuh.
Anindya diminta oleh Akmal untuk pulang bersamanya ke kediaman Tuan Wirawan...atau kalau tidak,Akmal yang mengikutinya pulang ke rumah Mbah Rasni.
Tuan dan Nyonya Wirawan juga turut membujuk Anindya agar mau pulang bersama mereka...dengan dalih agar Akmal sembuh total dulu...bisa saja Akmal yang mengikuti Anindya ke rumahnya,tapi saat ini Akmal juga dihadapkan dengan ujian program koas-nya...jadi Tuan dan Nyonya Wirawan ingin memantau dan memastikan ujian itu sukses dan berhasil dengan baik...ditengah pemulihan kesehatan Akmal.
Anindya dengan berat hati mengiyakan permintaan mereka...bukannya apa-apa...Anindya hanya takut hatinya terpaut kembali pada Akmal.
Padahal dia sudah bertekad pergi dari kehidupan Akmal setelah Akmal sembuh total.
Sesampainya di kediaman Wirawan...
Akmal dan Anindya disambut dengan keceriaan Rafa...dia senang sekali dua orang yang dekat dengannya kembali.
"Horee !!" seru Rafa melihat Akmal dan Anindya masuk ke ruang keluarga.
Tampak Budhe Tini dan Nyonya Mira juga menyambut mereka dengan sumringah...berbeda dengan Tania yang tampak dingin dan sinis.
Sedangkan Tuan Wirawan dan Devan saat ini absen...dikarenakan rutinitaa kesibukan mereka di perusahaan frozen food.
__ADS_1
"Om dan Tante pulang !!" Rafa berhambur memeluk Akmal.
Akmal menyambut pelukan Rafa dengan sedikit meringis kesakitan.
"Ho-hoo...jagoan kecil ? Kemana aja kamu ? Gak pernah jengukin Om saat dirawat di RS ?" protes Akmal.
"Iya maaf Om...Rafa sibuk ngerjain tugas sekolah.." alasan Rafa yang mengundang gelak tawa semua yang ada di ruang tengah.
"Idihh...nih bocah..metuwek ( sok tua ).." Akmal mengacak rambut Rafa.
"Sudah,Sayang...biarin Om istirahat dulu yaa...Rafa mainan sama Budhe Tini,yuk..." ajak Budhe Tini.
"Rafa main sama Tante Anin,boleh ?" tanya Rafa
"Tante Anin biar istirahat juga...kasihan capek jagain Om terus..." jawab Akmal.
Anindya hanya tertunduk malu dibuatnya.
"Ayo Anin..." ajak Akmal seakan masa bodoh dengan kesan yang ditinggalkannya.
"Saya permisi dulu.." pamit Anin pada yang lain...direspon anggukan yang hampir bersamaan.
Lalu mereka berdua naik tangga menuju kamar Akmal.
Akmal membuka pintu kamarnya..
Mempersilahkan Anindya masuk terlebih dahulu.
__ADS_1
Suasana kamar tetap sama seperti sebelum kepergiannya...tak ada yang berubah.
Tapi Anindya mencari tas pakaiannya yang biasa ada di samping sofa..
"Ehmm...pakaianmu sudah aku pindahkan..." kata Akmal agak ragu.
"Kemana ??" tanya Anin.
Lalu Akmal membuka satu sisi almari besarnya itu...menampakkan pakaian Anin yang memang tak seberapa banyak tampak tertata apik dan rapi.
"Anda sendiri yang memindahkannya ??" tanya Anin seperti tak percaya.
"He-em..." jawab singkat Akmal.
"Kenapa ?" selidik Anin.
"Karena seperti pakaianmu yang sudah mengisi almariku...kamu juga sudah mengisi hati dan pikiranku..." jawab Akmal yakin.
"Jangan ngegombal...! Saya disini hanya sampai Anda sembuh dan selesai ujian koas.." kata Anin sambil berlalu menuju kamar mandi mengacuhkan Akmal.
"Aku boleh mandi,kan ?" tanya Akmal pada Anindya.
"Yang dokter disini siapa ?" tanya Anin balik sebelum masuk ke kamar mandi.
"Maksudku..mandi bersamamu..." kata Akmal menggoda Anindya.
Anindya langsung memelototinya..
__ADS_1