Tidak Tanpamu

Tidak Tanpamu
Tugas Pertama Sekretaris Medis.


__ADS_3

"Maksudnya gimana,Pa ?" tanya Anin meminta penjelasan.


"Rumah sakit kita dapat undangan peresmian rumah sakit baru...lokasi rumah sakitnya di jalan Pemuda,tapi acara peresmiannya dilaksanakan di hotel Surya Majapahit...Papa minta kamu dan Akma untukl mewakili Papa hadir di acara tersebut bersama beberapa wakil dari divisi poli lainnya.." papar Tuan Wirawan.


"Maaf..tapi saya belum pernah masuk hotel sebelumnya,Pa...apalagi harus menghadiri acara seperti itu..saya tidak terbiasa bergaul dengan orang-orang penting,Pa.." kilah Anin.


"Kamu tidak usah minder,Anin...Papa yakin kamu bisa berbaur dengan orang-orang kalangan elite sekalipun...kamu gadis yang cakap dan cerdas...dan satu hal yang perlu kamu ingat..Papa akan selalu mensupport kamu..." kata Tuan Wirawan mencoba meyakinkan Anin.


Nyonya Mira hanya memperhatikan suaminya bicara dengan Anin tanpa berkomentar apa-apa.


"Tapi Pa,saya takut disana membuat kesalahan dan membuat Tuan Dokter malu..." kata Anin lagi.


"Hilangkan pikiran negatifmu itu...Akmal sudah Papa beritahu lebih dulu tadi di rumah sakit...tenang saja...kamu akan aman bersama Akmal.." sambung Tuan Wirawan.


' Aman darimana Pa...yang ada malah jadi horor suasananya kalau saya bersama Tuan Dokter...amarah di matanya membuat saya bergidik jika menatapnya...' kata Anin dalam hati.


"Lalu saya harus pakai baju apa ke acara itu ?" tanya Anin polos.

__ADS_1


"Tenang Anin...Mama sudah menghubungi butik langganan Mama untuk mengirim beberapa pilihan baju untuk kamu kenakan nanti...paling sebentar lagi juga nyampek.." timpal Nyonya Mira.


Anin hanya diam tak merespon...


Dan Papa mertuanya menyadari hal itu.


"Sudahlah..jangan diambil pusing..ini juga tugas pertama kamu sebagai sekretaris medis lho...jadi kamu harus profesional..tidak boleh menolak !" tegas Tuan Wirawan.


"Tapi,Pa..saya ingim menemani Mbah saya...saya tidak tenang kalau tidak memantau langsung ke rumah sakit..." kilah Anin lagi.


"Mbah Rasni ditangani secara profesional,Anin..kamu kan punya nomer ponsel perawat rhang ICU,kamu bisa minta dia untuk VC,supaya tahu kondisi Mbah langsung..." kata Tuan Wirawan


"Permisi,boleh saya masuk ?" tanya perempuan yang mengetuk pintu...bersamamya ada seorang perempuan lagi yang menjinjing koper besar di tangannya.


"Silahkan..silahkan..saya udah nungguin dari tadi kedatangan kamu,Fen..." kata Nyonya Mira kepada perempuan yang ternyata adalah pemilik butik yang dari tadi ditunggunya.


"Iya,Nyonya Mira...butik hari ini lagi rame pengu jung..jadi maaf agak telat.." kata Feny pemilik butik yang diundang datang ke rumah Wirawan.

__ADS_1


"Siapa nih target make overku ?" tanya Feny lagi.


"Ini,Fen..dia kerabatku...pilihkan baju yang cocok untuk dia.." kata Nyonya Mira sambil menunjuk ke Anindya.


"Oouw ini..! Gadis cantik..kalau targetnya gini sih saya gak perlu eksplore keahlian too much,Nyonya...dia ini udah punya basic cantik natural.." komentar Feny begitu melihat look-nya Anindya.


Anindya hanya diam tak bergeming...tak merespon sedikitpun.


Dibenaknya hanya ada rasa cemas saat ini...memikirkan apa yang akan dihadapinya di lokasi acara nanti.


"Ayo Sayang...kita lihat baju yang cocok buat kamu..." ajak Feny pada Anindya.


Lalu Nyonya Mira menunjukkan kamar tamu pada Feny dan asistennya untuk digunakan mereka memilihkan baju yang cocok buat Anindya.


Tak butuh waktu lama...akhirnya Anindya dapat dress warna pastel hijau yang anggun dan elegan..


"Gimana,Nyonya Mira ?" tanya Feny meminta pendapat soal penampilan Anindya.

__ADS_1


Anindya terlihat kaku dan canggung..


"Sempurna..." jawab Nyonya Mira sambil mengacungkan jari jempolnya.


__ADS_2