
Setelah menunggu beberapa waktu...Akmal keluar dari kamar mandi.
Tampaknya dia baru selesai mandi...dengan santainya Akmal keluar hanya memakai handuk terlilit di perut...mengekspose otot perut dan dada bidangnya.
Kemudian Akmal mengambil baju koko dan sarung di almarinya.
Sedangkan bagi Anindya itu adalah pemandangan yang membuatnya salting.
Sebelum Akmal ganti baju di depannya...dia buru-buru turun dari ranjang dan setengah berlari ke dalam kamar mandi secepat kilat.
Akmal melihatnya sampai sedikit terperanjat dibuatnya.
"E-e-e-eee...kenapa tuh anak ? Kebelet mungkin ya ?" monolog Akmal yang tidak menyadari penyebab Anindya berlari ke kamar mandi adalah karenanya.
Di dalam kamar mandi...
"Dasar.dokter gak jelas ! Bisa-bisanya dia mau ganti baju di depanku.." Anin menggerutu sendiri.
'Tok-tok-tok...! Aein....kamu mau sholat berjama'ah denganku atau sendiri aja ?" Akmal bertanya dari luar kamar mandi.
"Ehh...dia ngajakin aku ngomong lhoo...!" gumam Anin seraya tersenyum senang....karena tidak seperti dugaannya sebelumnya...Akmal ternyata tidak marah,terbukti Akmal mengajaknya sholat berjama'ah.
__ADS_1
"Iyaa...Anda tunggu sebentar..." jawab Anindya.
Lalu secepat mungkin menyelesaikan aktivitasnya di kamar mandi...dan buru-buru keluar untuk memakai mukena untuk sholat shubuh berjama'ah dengan Akmal.
Selesai sholat...Akmal memutar badan dan megulurkan tangannya untuk dicium Anin.
Anindya pun menyambut uluran tangan Akmal dan mencium ta'dhim tangan Akmal.
"Hari ini aku mulai masuk kerja lagi...misiku menuntaskan program koasku dan juga menjalankan tugasku sebagai pimpinan RS Bhakti Wirawan...kamu gimana ?" tanya Akmal.
"Maksudnya ?" Anin bertanya balik.
"Yaa kamu berniat untuk kerja lagi atau di rumah saja ?" tanya Akmal lagi.
"Aku takutnya kamu bosan dan canggung di rumah ini..kalau kamu berniat kerja lagi yaa silahkan saja...aku tidak melarang..." pendapat Akmal sambil berdiri melipat sajadah.
Akmal tampak lebih ganteng maksimal dengan baju koko warna navy,sarung warna milo dan kopyah hitamnya.
Anindya mengaguminya dalam diam....dan juga dirinya senang karena Akmal mau mengajaknya bicara setelah penolakan yang dilakukannya pada Akmal semalam.
"Saya inginnya tetap bekerja saja..." kata Anin sambil melepas mukenanya.
__ADS_1
Sebaliknya Akmal...dia sebenarnya gemas dan ingin bersikap nakal pada perempuan halalnya itu...seperti dilakukannya yang sudah- sudah...tapi penolakan Anin semalam...menyadarkannya untuk tidak memaksakan keinginannya pada Anindya sebagai suami...dia harus lebih bersabar dan menunggu Anindya membuka diri untuknya.
Misinya sekarang hanya memperbaiki kesalahannya dulu dan memenangkan hati Anindya...
Semoga Akmal kuat iman melakukannya...membiarkan buah ranum dan segar dihadapannya setiap hari tanpa harus memetik dan menikmatinya....wkwkkkkk...
"Baiklah kalau begitu...lalu bagaimana soal status kita ? Apa boleh aku share kalau kita adalah suami istri ?" tanya Akmal hati-hati sekali.
"Jangaann !" seru Anindya spontan.
"Kenapa ?" tanya Akmal.
"Saya belum siap..." Anin menjawab seraya menunduk dan duduk di sofa.
"Baiklah...tapi kamu berangkat dan pulangnya aja sama aku..." titah Akmal.
"Eeemmm...saya tetap naik ojek boleh,Tuan ?" tanya Anin ragu.
"Nggak bolehh !" seru Akmal cepat.
"Saya nggak mau kamu pulang pergi sama laki-laki selain aku..." sambungnya dengan nada kesal.
__ADS_1
"Tapi Tuan....ojek langganan saya itu perempuan...jadi bukan abang ojek tapi mbak ojek..." kata Anin.
"Apa ?? Benarkah itu ??" tanya Akmal tak percaya.