
Waktu pulang kerja tiba...
Para staff dan karyawan RS Bhakti Wiirawan tampak hilir mudik mengikuti ketentuan shift yang mereka dapat.
Akmal hari ini dapat lembur...karena sebagai pengelola RS,dia harus menyiapkan beberapa dokumen penting.... yang memuat di dalamnya tentang perjanjian kerjasama perusahaan-perusahaan yang mempercayakan askes dan jamsosteknya pada RS Bhakti Wirawan.
Sedang Anindya pulang lebih dulu...dia seperti biasa ditunggu Mbak ojol di depan RS.
Sesampainya di rumah Tuan Wirawan...
Anindya mandi dan ganti baju...lalu bergegas turun untuk makan malam bersama keluarga.
Di bawah sudah tampak Tuan dan Nyonya Wirawan,Rafa dan Budhe Tini...
Dia hendak duduk di tempat biasanya...
"Assalamu'alaikum Pa,Ma..." sapa Anindya.
"Wa'alaikumsalam, Anin.." jawab mereka hampir bersamaan.
Lalu Rafa berhambur memeluknya dengan erat.
"Tante Anin...Rafa dapat tugas dari Bu Guru...tugas mewarnai..." cerita Rafa dengan manjanya.
"Iya sayang...nanti kita kerjakan bersama..nanti Tante ajarin gimana cara mencampur warna supaya hasil gambar Rafa bagus..." kata Anin.
Rafa mengangguk antusias dan melepaskan pelukannya dari Anin.
__ADS_1
"Kak Devan dan Kak Tania di mana,Ma ?" tanya Anindya.
"Mereka berkunjung ke rumah orang tua Tania .." jawab Mama mertuanya.
Dan mereka berempatpun makan bersama.
Setelah makan...Anindya mengambil kesempatan mumpung Devan dan Tania tidak ada...dia menceritakan keputusannya untuk memperjuangkan pernikahan ini sebisa mungkin dan semampu dia...sesuai keinginam Mbah Rasni dulu.
"Entah endingnya nanti bagaimana...yang penting saya sudah mencoba berjuang..." kata Anindya.
"Apa kita beritahu Akmal saja kalau ini semua bukan kamu yang menginginkan...tapi keinginan kami dan Mbah Rasni ?" tanya Tuan Wirawan.
"Tidak,Pa...tidak perlu itu.." cegah Anindya.
"Kamu harus menyiapkan mental kamu menerima perlakuan kasarmya Akmal, Anindya.." kata Mama mertuanya.
"Iya, Ma..." jawab Anindya.
Lalu dia melanjutkan aktivitasnya dengan menemani Rafa belajar.
Tak lama kemudian tampak Akmal masuk pintu utama dan menuju ruang keluarga dimana ada Anindya dan Rafa.
"Assalamu'alaikum..." sapa Akmal pada Rafa tentunya...bukan Anin.
"Wa'alaikumsalam...Om Akmal...lihat hasil mewarnai Rafa ini...bagus kan ?" pamer Rafa.
"Oh iya..bagus..." komentar Akmal.
__ADS_1
"Tante Anin yang ngajarin nyampur warna..." kata Rafa.
"Om mana bisa seperti ini..!" seru Rafa.
"Idihh...songong nih bocah..." kata Akmal.
"Pasti songongnya ini kamu yang ngajarin..." kata Akmal pada Anin yang dari tadi hanya diam saja.
Anin langsung melihat ke arah Akmal...begitu pula Akmal.
"Sembarangan...nurun dari Omnya kayaknya..." elak Anin.
"Siapin aku makanan...! aku tadi belum makan saat lembur...cuma nyemil aja.." perintah Akmal.
Anin terbelalak kaget dengan perintah Akmal.
"Kenapa harus saya ? kan ada Budhe Tini..." kata Anindya keberatan.
"Kamu kan istri aku...kamu lupa ? Kamu lupa apa yang kamu bilang di ruanganku tadi pas ada Rika ? Kamu dengan pedenya bilang kalau ingin diperlakukan sesuai dengan status kamu sebagai istri,kan ?" ungkit Akmal.
"Tugas istri ya ngelayanin permintaan suami...sekarang aku minta kamu nyiapin makanan buat aku...ayo sana cepat kerjakan !" perintah Akmal.
"Aku minta dibuatin mie goreng dicampur sama telur setengah matang di dalamnya.." lanjut Akmal.
"Nggak mau ! Itu kan tugas ART,Tuan...bukan tugas istri...!" protes Anin.
"Cepat lakukan...atau aku akan nyuruh yang lebih sulit dari ini..!" kata Akmal.
__ADS_1
"Aku mau mandi dulu...aku akan segera turun makan mie dan telur requestku..." kata Akmal.
"Iihh...dasar resehh...!" sungut Anindya.