
"Uang itu Anin gunakan untuk melunasi hutang2 Mbah..." kata Anin bohong.
"Hutang ke siapa,Anin ?" tanya Nyonya Mira.
"Hutang Mbah ke rentenir..." jawab Anin.
"Bohong !!" seru Akmal dari luar rumah.
Tampak juga Devan mengekor di belakangnya.
Anin langsung dag dig dug ser melihat kedua orang itu.
' Gawat...makin runyam aja urusan ini..' batin Anin.
"Dia pembohong Pa ! Marahin aja dia,Pa..! Dia pantas mendapatkannya..." sambung Akmal.
Anin tak kuasa memandang ke arah Akmal dan Devan.
"Dasar bocil tengil !! Licik..! Uang itu bukan untuk bayar hutang Mbah..tapi bayar hutang Kak Devan,Pa !" seri Akmal.
"Jangan jadi Pahlawan kesiangan kamu disini !" seru Akmal lagi.
' Maksudnyq apa,nih...' Anin penasaran dalam hati.
Papa dan Mamanya juga Tania tampak menunggu kata-kata lanjutan dari Akmal.
"Uang itu untuk melunasi hutang-hutang Kak Devan..." kata Akmal.
' Hah ? Apa ini ? Kok dia berkata.sebenarnya pada Papanya...' batin Anin.
Akmal membuka koper yang ditentengnya dari tadi.
Isinya tumpukan uang pecahan 100 ribuan.
' Hah...maksud Tuan dokter reseh ini apa sih ?' Anin makin penasaran dalam hati.
__ADS_1
"Kak Devan barusan bercerita ke Akmal...uang itu dia ambil dari Anin untuk melunasi hutang-hutangnya..." kata Akmal.
"Maksudnya gimana ini semua ?" tanya Tuan Wirawan.
"Begini ceritanya Pa...Kak Devan itu ada hutang ke salah satu klien perusahaan...karena kliennya itu curang..." Akmal mulai bercerita.
"Klien itu membatalkan perjanjian kerjasama secara sepihak dengan perusahaan..." lanjut Akmal
Devan hanya tertunduk lesu mendengarnya.
"Padahal Kak Devan sudah mengeluarkan banyak uang demi kelangsungan kerjasama itu..." kata Akmal.
"Dan berhubung perusahaan akan diaudit besar-besaran...Kak Devan panik bagaimana harus mengembalikan uang yang telah terpakai..." kata Akmal.
Yang lain hanya bisa menyimak dengan seksama.
Tania pun mulai paham drama yang sekarang ini sedang Akmal mainkan.
Dia mulai ketar-ketir Akmal dan Devan menyeret namanya dalam drama mereka.
"Benar seperti itu,Devan ?" tanya Tuan Wirawan.
"I iya,Pa..." jawab Devan.
"Saya meminta bantuan pada Anin...dan saya katakan supaya tidak bisa memberitahu siapapun tentang hal ini...berhubung Akmal mencurigai Anin yang sudah menyalah gunakan uang itu...jadi saya memberanikan diri untuk jujur..." cerita Devan.
Anindya memandang lekat Akmal dan Devan.
Skenario yang dikarang Akmal dan Devan mulai dia mengerti.
"Anin tidak tahu menahu soal ini...Dia mengambil uang atas permintaan saya,Pa...dan ini setelah saya menjual beberapa aset saya...saya kembalikan uang tersebut..." kata Devan.
FLASH BACK....
Akmal baru pulang dari RS...
__ADS_1
Dan Kak Devan masuk ke kamarnya dengan tergesa-gesa.
"Kak Devan...kenapa tidak mengetuk pintu duu sih ? Di kamar ini sudah ada penghuni baru seorang perempuan lho,Kak...harusnya Kakal lebih hati-hati..." kata Akmal.
"Aku tahu Anin tidak ada di kamar...jadi aku berani langsung masuk ke dalam..." kata Devan.
"Ada apa kak ? Kenapa Kakak terlihat tergesa-gesa sekali ?" tanya Akmal.
"Anindya tidak bersalah soal uang ATM no limited kamu,Akmal..." kata Devan
"Maksud kakkak gimana ?" tanya Akmal.
"Kakak yang menyuruh Anin mengambil uang itu untuk kepentingan kakak,Akmal..." lanjut Devan.
"Kok bisa seperti itu ?" telisik Akmal.
Lalu Devan menceritakan semua akar masalah yang dia hadapi dari masalah Tania, Papa mertuanya...hingga akhirnya terpaksa meminta bantuan Anindya.
"Lalu bagaimana ini ? Akmal sudah terlanjur cerita pada Papa kalau Anindya secara diam-diam menggunakan uang dengan jumlah fatastis tanpa kejelasan..." kata Akmal.
"Kamu harus membersihkan nama Anindya di mata Papa dan keluarga kita Akmal...Dia tidak bersalah...tapi kamu juga jangan katakan hal yang sebenarnya tentang aku dan akar masalahku pada Papa..." kata Devan.
"Kasihan Anindya,Akmal...dia harus menanggung kesalahan yang tidak dia lakukan demi maelindungi aku ini..." kata Devan.
Akmal hanya diam dan belum tahu harus melakukan apa untuk mengatasi masalah ini...
"Tolong selamatkan Anindya dari kemarahan Papa...aku tidak tega melihatnya hanya diam dan mengakui hal yang tidak dia lakukan.." kata Devan.
"Baiklah...aku akan berusaha,Kak...dasar bocil tengil...lagaknya jadi pahlawan kesiangan..." kata Akmal.
"Ayo ikut aku,Kak...kitq harus cari uang cash sejumlah 1 milyar untuk mengatasi masalah ini...' kata Akmal.
"Kita cari cara agar uang 1 milyar itu bisa terkumpul hari ini secara cash...aku akan ambil dulu uang kas di RS...tapi kayaknya juga masih kurang dari 1 milyar..." kata Akmal.
"Baiklah...aku akan gadaikan dan jual beberapa asetku untuk mendapatkan uang..." kata Devan.
__ADS_1
FLASH BACK END..