Tidak Tanpamu

Tidak Tanpamu
Kesepakatan Berharap Imbalan.


__ADS_3

Akmal berangkat ke RS dengan tak bersemangat...karena kurang tidur malam tadi.


Dan pagi ini ada yang sedikit berbeda juga dirasanya...tidak ada seseorang yang dengan sukarela dia perintah untuk menyiapkan keperluannya...seperti menyiapkan pakaian,menyiapkan tas kerja,menyiapkan sepatu dan menyiapkan sarapan sebelum berangkat.


"Ahh...ngapain dipikirin...sebelumnya aku menyiapkan keperluanku sendiri juga kan ? Seperti kebiasaanku saat di luar negeri...Tanpa bantuan Anindya pun aku bisa melakukan semua itu..." Akmal ngomong sendiri di dalam kamar.


' Sepi gak ada yang bawel dan ngajakin berdebat...' kata batin Akmal yang bertolak belakang dengan ucapan dan pikirannya.


Lalu dia bergegas turun ke bawah untuk sarapan.


Di meja makan...Papa dan Mamanya terlihat jutek dan kesal pada Akmal


Devan juga tak kalah dingin sikapnya pada Akmal.


Belum lagi Akmal dibuat pusing oleh Rafa dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukannya seputar tentang Tante kesayangannya.


Hanya Tania yang bersikap biasa menyikapi kepergian Anindya dari rumah.


"Jadi kapan kamu menjemput Anindya ?" tanya Tuan Wirawan.


"Belum tahu,Pa...Akmal belakangan harus lembur terus karena mengurus kontrak kerjasama RS dengan beberapa perusahaan besar dalam pengadaan jamsostek karyawan mereka.." alasan Akmal.


"Belum lagi program koas Akmal yang harus selesai tengah tahun ini..." kilah Akmal.


"Ya sudah...pokoknya kamu sempatkan waktu menjemput Anindya...jangan banyak alasan saja kamu !" perintah Tuan Wirawan.


"Iya,Pa..." jawab singkat Akmal.


' Akmal masih pengen ngerasain kebebasan Akmal yang sempat terenggut karena harus berbagi kamar dengan Anindya,Pa...' batin Akmal.


"Om ! Rafa ikut yaa kalau mau ke rumah Tante Anin..." pinta Rafa.


Akmal hanya mengacungkan jempol ke ponakannya itu..cari aman aja dari si pencipta keruwetan.


Lalu mereka melanjutkan sarapan mereka...setelah itu mereka berangkat melakukan aktivitas masing-masing.


......................


Sementara di kediaman Rika..


"Rika sudah menuruti kemauan Papa,kan ? Untuk menemani Roby keluar dan makan malam bersama....Sekarang apa lagi ini ?" Rika bicara dengan penuh emosi di depan Papa dan Mamanya.

__ADS_1


"Kamu anak semata wayang kami,Sayang...kami ingin yang terbaik untuk masa depan kamu..." Mama Rika menengahi agar amarah Rika bisa mereda.


"Tapi apa ini Ma ? Rika kan juga punya perasaan ! Rika kan juga punya pilihan !" seru Rika.


"Apa kamu bilang ? Pilihan ? Pilihan kamu itu laki-laki yang sudah beristri ! Kamu masih mau aja ! Emang kamu mau dijadikan istri kedua atau istri simpanan ?" tanya Papa Rika yang sukses membuat Rika diam.


' Darimana Papa tahu semua itu ? ' batin Rika.


"Kamu kaget bagaimana Papa bisa tahu hal itu ? Tentu saja...Roby yang ngasih tahu Papa !" kata Papa Rika.


FLASH BACK...


"Om...saya ada masalah serius terkait rumah sakit baru saya...apa Om bisa bantu saya ?" Roby meminta bantuan pada Papa Rika...dengan datang bertamu ke rumah Rika.


"Katakan saja...mungkin Om bisa bantu..." kata Papa Rika.


"Saya butuh dokumen kontrak kerjasama RS dengan beberapa perusahaan besar yang dimenangkan oleh RS Bhakti Wirawan kemarin lusa..." kata Roby.


"Lalu Om bisa bantu apa dalam hal itu ? Om tidak tahu menahu soal kontrak kerjasama tersebut...." kata Papa Rika bingung.


"Om memang tidak tahu...tapi Rika pasti tahu...dia kan pacar Akmal..." kata Roby.


"Iya betul itu...tapi apa hubungannya Rika dan kontrak kerjasama tersebut ?" tanya Papa Rika.


"Kamu becanda kan ?" Papa Rika seolah tak percaya apa yang dikatakan Roby barusan.


"Saya serius,Om...!! Dan tentu saja saya akan memberi imbalan besar untuk hal itu..." janji Roby.


"Saya akan memberikan tender besar terkait penerusan pembangunan RS saya dan juga beberapa tender besar lain dari perusahaan kolega saya..." kata Roby mencoba merayu Papa Rika.


"Iya tapi apa kamu sudah tidak waras ? Kamu menyuruh putriku untuk mencuri begitu ?" tanya Papa Rika.


"Yaa...sedikit curang Om...tapi demi kemajuan perusahaan Om...apalah arti semua itu...dan saya yakin kalau Om yang meminta Rika untuk melakukannya...70 persen dia pasti nurut sama Om..." bujuk Roby.


"Tapi gimana dengan hubungan Rika dan Akmal ? Akmal itu kan calon menantuku ?" Papa Rika mulai terbujuk.


"Om pasti belum tahu kebenarannya...lihat semua ini...!" kata Roby sambil menyodorkan tumpukan foto kepada Papa Rika.


"Untuk apa semua ini ?" tanya Papa Rika sambil menilik foto-foto tersebut...


"Itu adalah bukti untuk Om dan Rika bahwa Akmal selama ini menyembunyikan tentang status pernikahannya dengan seorang gadis muda..." jawab Roby yang selama ini diam- diam menyuruh orang untuk mengikuti Anindya dan mengambil foto-fotonya dari jauh.

__ADS_1


Perempuan muda yang sudah mencuri perhatiannya semenjak mereka bertemu saat acara peresmian RS miliknya.


"Berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari sumber yang dapat dipercaya dan juga foto-foto itu...merujuk kalau mereka sudah tinggal satu atap di kediaman Tuan Wirawan.." papar Roby.


"Apa ?? Ini tidak bisa dibiarkan ! Rika harus tahu semua ini..." kata Papa Rika.


"Oke ! Aku akan menyuruh Rika mengambil kontrak kerjasama tersebut...asalkan kamu benar-benar akan memberikan imbalan tender-tender yang kamu janjikan itu..." kata Papa Rika akhirnya.


"Oke Om..kita deal...!" kata Roby tersenyum puas penuh kelicikan.


FLASH BACK END.


"Rika sudah tahu tentang status pernikahan itu,Pa...dan Akmal sendiri yang memberitahukannya..." kata Rika.


"Justru Roby dan Papa yang belum tahu...kalau itu hanyalah pernikahan yang dipaksakan oleh Anindya, nama perempuan yang dinikahi oleh Akmal..." kata Rika.


"Anindya minta kompensasi atas jasanya menyelamatkan RS Bhakti Wirawan dari black list dan pencemaran nama baik..." lanjut penjelasan Rika pada Papanya.


"Dan Akmal berjanji pada Rika...begitu dapat kesempatan yang tepat...dia akan menceraikan Anindya secepatnya..." kata Rika.


"Dan kalau Papa punya kesepakatan seperti itu dengan Roby...Oke ! Rika akan menyanggupinya...tapi bukan untuk berpisah dari Akmal...melainkan untuk menjadikan Anindya sebagai kambing hitam..." kata Rika penuh dengan kesinisan di senyumnya.


Papanya pun bisa merasa lega dengan keputusan Rika itu.


Dan sesaat kemudian...terdengar bunyi klakson di depan pagar rumahnya..


Seperti biasa itu adalah pertanda bahwa Akmal sudah sampai untuk menjemputnya berangkat bareng menuju RS Bhakti Wirawan.


Lalu dia pamit pada Papa dan Mamanya...untuk kemudian menuju keluar pagar dan menaiki mobil Akmal.


Sesampainya di RS...


Sudah ada seseorang yang menunggu Akmal dari tadi di pelataran parkir.


"Dokter Akmal ! Bisa kita bicara sebentar ?" panggil seseorang itu pada Akmal.


"Tentu,Dokter Barra...ada apa ?" tanya Akmal pada seseorang itu yang tidak lain adalah Barra.


"Kita bicara di ruangan Anda saja..." ajak Barra.


"Baiklah..." jawab Akmal.

__ADS_1


"Berdua saja..." sambung Barra sambil melirik Rika yang ada di samping Akmal.


"Oke..." Akmal mengira-ngira apa yang akan dibicarakan Barra dengannya...soal seputar pekerjaan ataukah soal yang lain..


__ADS_2