Tidak Tanpamu

Tidak Tanpamu
Under Estimated.


__ADS_3

"Ya sudah...ayo kita kembali ke RS...sudah masuk jam kerja..." ajak Barra mengalihkan perhatian Anindya sembari berdiri dari kursinya.


Anindya berdiri juga dari kursinya.


"Anda duluan,Dokter...saya menyusul belakangan.." kata Anin.


"Kok gitu ? Kamu mau kemana ?" tanya Barra heran.


"Nggak kemana-mana...saya cuma berusaha menjaga jarak saja.. takut Dokter kalau jalan sama saya nanti malu..." kata Anindya.


"Hilangkan anggapan itu...itu hanya perasaanmu saja...mindset kamu jangan selalu under estimated pada diri kamu sendiri..." kata Barra.


"Aku bahkan siap berjalan beriringan ke pelaminan denganmu..." kata Barra.


AUW AUW AUW....


Anindya langsung memerah wajahnya karena malu.


' Ya Robb...mohon jangan lemahkan imanku...rasanya terbang di awang-awang mendengar seorang Dokter Barra mengatakan semua itu...' Anindya berusaha mengatur nafas dan menguasai hati dan jantungnya yang dag dig dug tak karuan saat ini.


"Dokter bisa aja becandanya..." kata Anin.


"Aku bukan type orang yang suka bercanda.." jawab Barra singkat.


Lalu mempersilahkan Anindya jalan menuju ke luar kafe dan berjalan beriringan menuju RS.


"Anda belum pernah cerita tentang keluarga Anda..." kata Anindya.


"Kamu kan tidak pernah tanya.." kata Barra sambil tersenyum kecil.


"Iya juga sih..." Aninpun jadi ikut tersenyum kecil.


"Papa dan Mamaku sudah tiada..." Barra mulai bercerita.

__ADS_1


"Oh maaf..Saya ikut sedih mendengarnya..." kata Anin sedikit menyesal bertanya tentang keluarga pada Barra.


"Aku di sini dulunya ikut Om dan Tanteku...tapi sekarang aku udah tinggal di rumah sendiri..di perumahan.." lanjut Barra.


"Aslinya aku dari kecil di Jakarta...lahir di Jakarta...sekolah dan kuliah di Jakarta..orang tuaku juga punya rumah di sana...sekarang dikontrakkan daripada terbengkalai..." sambung Barra lagi.


"Ooh..begitu.." respon Anindya.


"Kok cuma gitu responnya ?"


"Lah..terus harus gimana,Dokter ?" tanya Anin.


"Harusnya gini...saya siap menemani dan tinggal bersama dengan Dokter..supaya Dokter tidak sendirian lagi..." Barra menggoda Anindya.


Anindya jadi terkekeh mendengarnya.


Lalu mereka memasuki gedung utama RS dan berpisah menuju divisi masing-masing.


Tak bisa dipungkiri...sejak di pelataran RS tadi mereka berdua menyedot perhatian staff dan karyawan RS.


Termasuk seseorang yang juga sedang memarkir mobilnya saat Barra dan Anin lewat tadi...


Sesampainya di kantor..tanpa ba bi bu Anin langsung fokus mengerjakan tugas-tugasnya...berharap agar tidak sampai lembur hari ini.


Dan syukurlah...semua pekerjaan selesai tepat pada waktunya...saat jam pulang.


"Alhamdulillaah...akhirnya selesai juga semuanya..." Anin menutup map berkas terakhir tugasnya.


"Good job,Anin..kamu memang bisa diandalkan.." kata Wisnu tersenyum puas.


"Semoga kali ini tidak ada kesalahan lagi, ya Pak..." kata Anindya.


"Semoga saja,Anin..." kata Wisnu.

__ADS_1


"Baiklah...sini biar aku serahkan pada Dokter Akmal dulu..." kata Wisnu.


Lalu Wisnu membawa berkas yang direvisi ke ruangan Akmal.


"Permisi,Dokter.." ucap Wisnu saat mengetuk pintu


Akmal tampak sibuk dengan berkas- berkas juga.


"Bagaimana,Pak Wisnu ? Clear ?" tanya Akmal.


Lalu menerima berkas dari tangan Wisnu.


"Alhamdulillaah..kami berusaha sebaik mungkin..." kata Wisnu.


"Dan saya mau mengutarakan satu hal sebelum pergi, Dokter..." ucap Wisnu.


"He-em..katakan.." kata Akmal.


"Tolong Anda lihat tulisan asli yang Anda serahkan tadi pagi pada saya...yang Anda perintahkan untuk diketik dan dijadikan rekam medis pasien..." kata Wisnu.


"Tolong Anda periksa lagi..karena yang kami ketik tadi pagi adalah sama persis dengan tulisan aslinya...tidak ada yang dirubah sama sekali..." penjelasan Wisnu.


"Jika memang berkas tadi pagi salah....berarti kesalahan terletak pada tulisan aslinya...bukan pengetikan kami..." papar Wisnu.


"Bukan kesalahan Anindya,Dokter..." lanjut Wisnu.


"Saya permisi..." pungkasnya.


Lalu Akmal menilik kembali tulisan asli yang dimaksud Wisnu...


JENG JEEENG..!!


Alangkah terkejutnya dia setelah tahu kebenaran kalau tulisan aslinyalah yang bermasalah...

__ADS_1


"Ini laporan dari Rika..Rika yang menulis dan melaporkannya padaku tadi pagi...berarti....Rika yang melakukan kesalahan...bukan Anindya..." gumam Akmal sendirian.


__ADS_2