
Anin dilarikan ke UGD pasca mendadak pingsan.
Tuan dan Nyonya Wirawan tampak khawatir pada perempuan muda yang berstatus sebagai menantunya itu..karena sudah setengah jam berlalu,Anindya belun siuman juga.
Sedangkan Barra...
Dengan pakaian kasualnya...karena hari ini dia dapat giliran shift malam..
Dia bersandar pada tembok dan pandangan matanya tak lepas dari Anindya yang tak kunjung sadar.
Suasana hening..
Hingga sesaat kemudian Tuan Wirawan dan Nyonya Mira menghampiri Barra.
"Kami tinggal dulu sebentar...ada urusan penting juga di perusahaan.." pamit Tuan Wirawan.
"Secepatnya kami akan kembali kesini.." sambung Nyonya Mira.
"Baik..Anda berdua jangan khawatir..saya akan disini sampai Anindya sadar..kasihan kalau saat sadar tidak ada orang yang dilihatnya," kata Barra.
"Apa Anda libur hari ini,Dokter ?" tanya Tuan Wirawan.
"Saya giliran shift malam hari ini.." jawab Barra.
Tuan dan Nyonya Wirawan pun berlalu keluar dari UGD
......................
Sementara di kantor divìsi poli nutrisi dan gizi....
Tampak Akmal sedang berbincang santai dengan dokter senior..karena jam istirahat belum berakhir.
Lalu ada seorang staff menghampiri Wisnu yang sedang menyiapkan berkas untuk difotokopi oleh Anindya nanti.
__ADS_1
"Eh Nu...! Kau suruh ngapain aja emangnya juniormu sampek dia pingsan gitu ?" ledek rekan Wisnu.
"Siapa yang kamu maksud ?" tanya Wisnu.
"Ya sekretaris medis baru itu.." jawab rekannya.
"Hah ? Anindya ? Pingsan ?" tanya Wisnu dengan suara meninggi.
"Beneran kamu ? Sekarang dimana dia ?" tanya Wisnu lagi.
"Di ruang UGD.." jawab rekannya singkat.
Membuat orang-orang di sekelilingnya pun ikut dengar.
Tak terkecuali Akmal.
Yang entah apa penyebabnya...reflek berhambur keluar ruangan kantornya menuju lift dan menuju ruang UGD.
Sesampainya di UGD..dia mencari keberadaan Anindya dimana...
Hati dan pikirannya ingin melihat Anindya dari dekat...tapi entah kenapa tubuh dan kakinya mendadak begitu berat melangkah...
Apalagi setelah mengetahui keberadaan Barra di dekat Anindya saat ini.
Akmal mengurungkan niat untuk masuk ke ruangan tempat Anin berada.
Dia memutar tubuhnya dan melangkah menjauh dari tempat itu..
Tak diasangka...Akmal berpapasan dengan orang tuanya yang baru kembali dari urusan di perusahaan.
"Kamu itu kemana aja ?" tanya Papanya emosi.
"Akmal ! Anindya pingsan setelah mendengar dokter menjelaskan kondisi Mbah Rasni yang dinyatakan koma pasca operasi.." penjelasan Mamanya.
__ADS_1
"Ya walaupun hanya status kata kamu...Anindya tetap istri kamu ! Dan kamu mau tidak mau tetap suaminya...setidaknya tunjukkan empati kamu dalam hal ini..." kata Tuan Wirawan dengan suara lirih takut ada yang mendengar...tapi penuh emosi.
Akmal hanya diam mendengar Papa dan Mamanya mengomelinya.
"Palingan sebentar lagi juga dia siuman...mungkin dia shock karena rencananya sedikit gagal dengan kondisi Mbah Rasni koma..." jawab Akmal enteng.
"Rencana apa sih maksud kamu ? Kamu kalau bicara suka asal yaa..." kata Papanya.
"Akmal permisi dulu,Pa,Ma...Akmal harus menyelesaikan pekerjaan yang menumpuk gara-gara Akmal tidak masuk selama 2 hari kemarin..." pamit Akmal.
"Ya sudah...tapi nanti kamu harus meluangkan waktu untuk melihat kondisi Anindya di UGD..." pesan Papanya.
Akmal hanya mengangguk dan berjalan berlawanan arah dengan orang tuanya.
......................
Di UGD...Anin yang baru sadar dari pingsannya terlihat masih pucat dan lemah.
Barra memanggil suster untuk memeriksa kondisi Anin.
"Mungkin Mbak Anin kurang istirahat dan terlalu banyak pikiran.." kata suster yang mengecek kondisi Anindya.
Lalu suster pun pamit keluar ruang perawatan setelah dirasa tak ada yang perlu di khawatirkan tentang kondisi Anin sekarang.
"Dokter dari tadi menunggu saya disini ?" tanya Anin masih lemah.
"Iya..dari tadi juga Pak Wirawan dan istrinya nungguin kamu...tapi mereka ada urusan penting..nanti juga kesini lagi.." kata Barra.
Barra takut Anin tidak nyaman dengan kehadirannya saat ini.
"Terimakasih Dokter...Anda dan saya tidak ada hubungan keluarga tapi Anda begitu peduli pada saya..." kata Anin.
"Iya benar...dan aku senang kita tidak ada hubungan keluarga..jadi kita bisa menjalin hubungan yang lain..." kata Barra sambil memandang lekat wajah Anin.
__ADS_1
"Maksud Dokter ?" Anin belum mengerti arah bicara Barra saat ini...