Tidak Tanpamu

Tidak Tanpamu
No Limit Untuk Anindya.


__ADS_3

"Kamu mandi dulu gih,Devan...lalu gabung makan malam bersama kita.." kata Nyonya Mira.


Devan pun hanya mengangguk dan berlalu menaiki tangga menuju kamarnya.


Setelah makan malam selesai...Tuan Wirawan, Akmal dan Devan duduk bersama di ruang keluarga..


Sedang Anindya,Nyonya Mira dan Budhe Tini beberes meja makan.


Tania dan Rafa naik ke kamar mereka.


"Akmal...Papa ingin bicara sama kamu.." kata Tuan Wirawan.


"Iya Pa...soal apa ?" tanya Akmal sedikit malas.


...' Hhmm...bakal kena siraman rohani lagi,deh...' batin Akmal....


"Mana kartu ATM no limit kamu ?" tanya Papanya.


"Ada di dompet...kenapa emangnya ?" tanya Akmal balik.


"Coba sini kasih ke Papa..." kata Papanya.


Akmal merogoh saku belakang celananya dimana dia menyimpan dompetnya dan mengambil apa yang diminta Papanya kepadanya.


"Ini Pa.." kata Akmal menyodorkan kartu ATM-nya.


"Anin..." panggil Tuan Wirawan sambil mengambil kartu ATM dari tangan Akmal.

__ADS_1


"Iya,Pa..?" jawab Anin dari ruang makan.


"Sini sebentar..." panggil Tuan Wirawan.


Akmal belum mengerti maksud Papanya...Devan pun juga begitu.


...' Perasaanku kok mendadak gak enak gini,ya..." Akmal berkata dalam hati....


Anin berjalan ke ruang keluarga memenuhi panggilan Papa mertuanya.


Bersamaan dengan itu,Tania dan Rafa turun menuju ruang keluarga.


Nyonya Mira pun menyusul ke ruang keluarga juga.


Mereka penasaran apa yang akan dilakukan Tuan Wirawan saat ini.


Anin sudah berdiri di samping Papa mertuanya.


"Lho lho Pa...maksudnya apa ini ?" protes Akmal pada Papanya.


"Ambil Anin..." kata Tuan Wirawan seolah tidak menghiraukan protes Akmal.


"Ya gak ada maksud...atm kamu biar Anin yang pegang...kamu bisa buat kartu ATM lagi..." kata Tuan Wirawan enteng.


Tania menyaksikan semua hal itu merasa iri dan memasang wajah culasnya.


"Ya tapi gak harus yang no limit juga kan,Pa...lagian kenapa kartu ATM Akmal dia yang pegang ?" Akmal keberatan dengan keputusan Papanya.

__ADS_1


"Kamu tuh jangan pelit dong sama istri kamu sendiri ! Dia tuh setiap hari harus naik ojol setiap pulang kerja...apa gak habis gajinya buat bayar ojol ?" kata Tuan Wirawan.


"Kan tadi sudah saya bilang,Pa...gaji saya masih lebih dari cukup untuk itu.." kata Anindya.


"Astaga Pa...cuma buat bayar ojol doang gak perlu kartu ATM no limit dong..." kata Akmal lagi.


"Biar Akmal buatkan kartu ATM buat dia...tapi tolong kembalikan kartu Akmal itu ya,Pa..." pinta Akmal pada Papanya.


"Udah Papa bilang kan...kamu aja yang buat kartu baru..udah deh gak usah banyak alasan lah kamu..!' seru Tuan Wirawan.


"Ambil Anin..!" perintah Tuan Wirawan pada Anin.


"Maaf tapi saya tidak membutuhkannya,Pa..." jawab Anin.


"Lekas ambil...atau Papa bisa marah nih sama kamu..!" seru Tuan Wirawan.


Akhirnya Anin terpaksa mengambil kartu dari tangan Papa mertuanya itu.


Akmal tampak sangat keberatan...tapi dia tidak bisa mengelak dari keputusan yang Papanya buat.


Sementara Nyonya Mira hanya bisa memperhatikan dalam diam apa yang suaminya lakukan.


"Awas aja kalau kamu ambil lagi dari Anin...!" ancam Tuan Wirawan pada Akmal.


Akmal hanya bisa mendengus kesal.


Sedang Tania memandang Anindya dengan sinis.

__ADS_1


Lain lagi dengan Devan...dia memandang Anindya dengan pandangan yang sukar diartikan.


Entah apa yang ada di fikirannya saat ini...


__ADS_2