
"Dasar dokter reseh..!" balas Anindya setelah keluar dari kamar mandi...
"Masih bales aja ya...berani juga kamu..!" seru Akmal yang tak dihiraukan Anin lagi...dan memilih untuk tidur di tempat biasanya...sofa.
Keesokan harinya...
Anin dan Akmal berangkat bersama dan Anin turun di tempat biasa...
Tapi kali ini malang bagi Anin...dia tidak mendapat ojol sedari tadi...dan kayaknya dia bakalan telat hari ini...
Di kantor divisi poli nutrisi dan gizi...
"Tumben Anin belum datang jam segini..." gumamnya pelan.
"Ada yang tahu dimana Anindya nggak ?" tanya Wisnu pada staff lain.
Dan mereka tidak ada yang tahu dimana Anindya.
"Coba ditelfon aja,Nu..." celetuk salah satu staff.
Di parkiran tampak Anindya sedang terburu menuju gedung utama RS...karena dia sadar kalau dia sudah terlambat hari ini.
Dia menuju lift khusus dan menekan lantai tempat divisi poli nutrisi dan gizi.
Saat keluar lift...dia berpapasan dengan Akmal dan tentu saja Rika yang selalu nempel pada Akmal...
Mereka sama-sama hendak masuk ruangan kantor.
"Tuh lihat...sekretaris medis kita,Sayang...jam segini baru datang.." celetuk Rika pada Anin.
Rika sengaja menggandeng tangan Akmal dan bergelayut manja di depan Anin...kode kalau Akmal adalah miliknya walaupun statusnya Akmal adalah suami Anindya.
' Kok bisa dia jam segini baru datang...jangan-jangan dia ketemuan dulu sama Dokter Barra..' batin Akmal.
Anin hanya sekilas memandang Akmal dan Rika...kemudian acuh dan masuk ke dalam kantor.
"Nah itu dia,Nu..yang kamu tunggu dari tadi.." celetuk salah satu staff ke Wisnu.
"Maaf,Pak...saya terlambat...nunggu ojol lama banget tadi..." kata Anin tanpa menunggu Wisnu bertanya terlebih dahulu.
__ADS_1
Tampak Akmal dan Rika masuk juga ke dalam kantor.
Mereka tidak sempat mendengar alasan Anin terlambat hari ini.
"Ooh..gitu...yaudah...kita mulai kerja yuk...pekerjaan udah menumpuk hari ini..." kata Wisnu pada Anin.
"Untung saja kamu cuman terlambat hari ini...kalau kamu gak masuk hari ini...bisa puyeng aku..." sambung Wisnu.
Anin hanya tersenyum kecil meresponnya.
"Pak Wisnu.." panggil Akmal yang sekarang berdiri di depan meja kerja Wisnu bersama Rika.
"Ya,Dokter Akmal ? Ada yang bisa saya bantu ?" tanya Wisnu.
"Ini rekam medis pasien yang akan pulang besok..ada 5 pasien dan 7 pasien lainnya hanya check up.Tolong di salin diketik sesuai yang tertera di situ yaa..." perintah Akmal.
"Kerjakan sendiri Pak Wisnu...jangan menyuruh yang belum kompeten..!" seru Rika.
"Maksudnya gimana,Dokter Rika ?" tanya Wisnu.
"Ya jangan nyuruh orang baru !" kata Rika ketus.
"Maaf,Dokter Rika..kalau saya kerjakan sendiri...tidak bisa clear semua nanti..." kata Wisnu.
"Biar aja dikerjakan bersama juniornya...kan memang sudah tugasnya untuk membantu Pak Wisnu..." kata Akmal.
"Sini Pak...saya bantu.." kata Anin.
"Awas aja kalau ada yang salah...!" ancam Rika.
Anin tak merespon ucapan Rika.
"Ya sudah...saya tunggu secepatnya untuk saya teliti lagi dan saya tandatangani,Pak Wisnu.." kata Akmal.
"Baik,Dokter...saya kerjakan dari sekarang bersama Anindya.." jawab Wisnu.
Satu jam berlalu...
Wisnu masuk ke ruangan Akmal untuk menyerahkan berkas rekam medis yang dia minta tadi...
__ADS_1
Akmal lalu meneliti dan mengecek berkas tersebut...
Sementara di meja Wisnu...dia tampak meneruskan pekerjaannya setelah kembali dari ruangan Akmal.
Sesaat kemudian...
"Ya...hallo ? Ada yang bisa saya bantu,Dokter ?" tanya Wisnu pada lawan bicaranya di telefon.
"Baik...saya akan segera kesana..." kata Wisnu lagi.
"Anin..." panggil Wisnu pada Anin yang meja kerjanya bersebelahan dengan Wisnu.
"Ya,Pak ?" tanya Anin.
"Dokter Akmal memanggil kita...kayaknya dari nada suaranya ada yang tidak beres ini..." kata Wisnu.
' Apa lagi kali ini..." batin Anin.
Dan mereka menuju ruangan Akmal.
Sesampainya di dalam ruangan Akmal...
"Apa-apaan ini..!" seru Akmal sambil membanting map berisi berkas yang diserahkan Wisnu tadi.
"Ada kesalahan apa,Dokter ?" tanya Wisnu berusaha bersikap tenang.
Anin yang ada di sampingnya juga begitu.
"Siapa yang mengerjakan berkas ini ?" tanya Akmal kesal.
"Saya yang mengerjakan rekam medis pasien yang pulang...Anin mengerjakan rekam medis pasien check up..." jawab Wisnu.
"Semua berkas gak ada yang clear...semau ada kesalahan !" seru Akmal.
"Coba lihat ini...! Salah satu berkas yang kalian kerjakan ! Istilah medisnya berubah...takaran dan simbol juga amburadul ! Kayak kalian aja yang jadi dokter...berani merubah-rubah ini semua !" kata Akmal dengan nada meninggi.
"Aku yakin ini pasti kerjaan kamu,Anin...!" bentak Akmal pada Anin.
Hingga Anin terperanjat dan memejamkan mata sejenak mendengarnya.
__ADS_1
"Kamu jangan sok tahu !" sambung Akmal.