Watashi No Hanayome

Watashi No Hanayome
55


__ADS_3

1 minggu setelah itu.


Sore hari, 17.53


“Bagaimana, apa kau merasa kemampuanmu meningkat?”


“Ya, ini sangat hebat.” (Shirayuki) Setiap sore setelah hari itu, aku terus melatihnya. Sekaligus menyiapkannya pada bencana yang dikatakan oleh dewa Sha.


“Kalau begitu, hari ini cukup sampai disini saja. Segeralah kembali.” Beberapa hari kedepan, aku berniat untuk melatihnya cara bertarung. Dan tentu saja, dalam latihan itu aku akan turun tangan dalam mengajarinya secara langsung.


Aku perlahan pergi dari tempat ini, tapi... “T-tunggu.” (Shirayuki)


“Ada apa?”


“Ada  beberapa hal yang ingin aku tanyakan.”


“Tanyakan, apa?”


“Begini...”


Beberapa menit kemudian.


“Jadi begitu.” Sebenarnya ia tidak bertanya, melainkan meminta bantuan. Ia ingin aku membantunya, karena beberapa hari kedepan akan diadakan pertemuan keluarga. Dan seluruh keluarga akan datang ke pertemuan itu, khususnya keluarga Shirayuki. “Aku tau kau ingin aku membantumu, tapi... Kenapa harus aku?”


“Begini. Sebenarnya...”


Beberapa saat kemudian.


“Eh? Kau bilang seperti itu?”


“Maaf, tapi jika aku tidak bilang seperti itu aku tidak akan diizinkan untuk berada disini.”


“Tapi, kenapa kau harus bilang seperti itu.”

__ADS_1


“Maaf.”


“Haa, sudahlah.” Dari ceritanya barusan, saat ditanya oleh orang tuanya tentang pasangannya. Dengan spontan ia menjawab kalau ia sudah punya, tapi sebenarnya tidak. Dan karena itu dia ingin aku membantunya untuk menjadi pasangan palsunya. Tapi, ada alasan lain kenapa dia bilang seperti itu. Jika dia tidak bilang, maka orang tuanya akan mencarikannya dan jika sampai itu terjadi kebebasannya akan direnggut. Dan lagipula, ia hanya punya 1 kenalan anak laki-laki, dan dia rasa akan cukup merepotkan jika dia mengajaknnya, oleh karena itu dia memilihku.


“Haa. Kehidupanmu sangat merepotkan, ya. Berbeda dengan Kakakmu.” Aku berani bilang seperti itu, karena kehidupan kedua kakak beradik ini sangat berbeda. Pasti sang kakak saat ini tengah bersantai, dan aku sangat yakin dengan hal itu, saat ini dia pasti sedang berbaring sembari menikmati indahnya matahari sore. Sedangkan sang adik, terlihat seperti seorang yang terikat oleh rantai keluarga dan dia sedang berusaha keras untuk lepas dari rantai itu. “Lalu, kapan acara itu akan dimulai?”


“2 hari lagi. Saat waktunya tiba aku akan memberitahumu.”


“Haa, baiklah.”


“Terimakasih banyak.”


“Tidak masalah.” Aku perlahan pergi dari tempat ini, dan tujuanku adalah mengisi perut.


Beberapa lama kemudian.


“Maaf membuat anda menunggu tuan, ini makanannya.” Salah satu pelayan membawakanku makanan yang aku pesan.


“Terimakasih.” Pelayan itu pergi, dan aku langsung menyantap makanan ini. “Haa, masih belum pulih, ya.” Meskipun aku sudah mulai terbiasa, tapi memakan makanan yang tak memiliki rasa apapun rasanya ada yang kurang. Paling tidak, rasa hambar saja yang ingin aku rasakan untuk makanan ini. “Sudahlah.”


Beberapa menit kemudian.


Kringggggggg kringggggggg.


“Haa…” Mendengar suara alarm itu, orang yang ada disini menjadi panik dan mereka semua berlari menuju ke gedung perlindungan.


“Hey, apa yang kau lakukan? Cepat pergi dari sini.” (???)


“Ya, ya.” Entah siapa dia, tapi dia masih bisa mengkhawatirkan orang lain disaat yang gawat seperti ini.


Tapi, setelah berkata seperti itu, orang yang menyuruhku pergi menghilang. “Mungkin dia sudah duluan. Makan dulu ah...” Sangat disayangkan jika makanan yang aku beli ini tidak dimakan, meskipun tidak ada rasanya, tapi setidaknya perutku harus tetap terisi.


Beberpa saat kemudian.

__ADS_1


“Terimakasih atas makanannya.” Seluruh orang sudah pergi ke tempat perlindungan, dan mungkin hanya tinggal aku sendiri yang ada disini.


Tak ada monster yang mendekat, dan aku sudah mulai terbiasa juga dengan hal itu.


Aku putuskan untuk berjalan-jalan di tengah kota yang sepi ini untuk menghilangkan rasa bosan.


Beberapa menit kemudian.


“Haa, apa yang mereka lakukan saat ini, ya.” Pikiraku mulai teralihkan, aku ingin tau apa yang Rin, dan yang lainnya lakukan selama aku tidak ada. Shima sudah terluka parah, dan sangat kecil kemungkinan dia akan kembali menyerang, lagipula saat itu terjadi dewa Sha sudah berjanji akan melindungi kerajaanku saat aku mulai menjalankan tugas ini.


Grrrrrr.


“Huh?” Terdengar suara monster dari arah belakangku, dan saat aku berbalik. “Wah! Ini luar biasa.” Ukuran monster itu 3 kali lipat dari biasanya. “Apa kau mau menjadi lawan pertamaku setelah sekian lama tidak ada monster yang menyerangku?”


Grrrrrr. Sfx : geraman.


“(Tersenyum) Ini membuatku bersemangat.” Setelah sekian lama tidak ada monster yang berani mendekatiku, dan hari ini ada 1 monster dan monster itu berbeda dari yang lainnya. Sudah jelas ini membuatku senang. “Shirame, Ryuga.” Aku memanggil kedua pedangku. “E-eeh? Mau kemana kau? Jangan pergi!!” Tepat saat itu juga, ia dengan cepat berlari dan pergi menjauh. “Haa, ini menyebalkan. Sudah kuduga kalau akan jadi seperti ini.”


Aku putuskan untuk kembali melanjutkan perjalanan, tujuanku adalah mencari Sylvi Angelia.


Beberapa menit kemudian.


“Huh, bukankah itu...” Dari sini, aku melihat monster yang aku temui tadi berada di sebuah lapangan luas. “Apa dia sedang menungguku disana.” Entah kenapa aku bisa berfikiran seperti itu, tapi jika itu benar ini membuatku sangat bersemangat. “Haha.. bersiaplah. Shira... Huh?”


Sesaat sebelum aku memanggil kedua pedangku, terdengar suara pertarungan tepat di tempat monster itu berada. Dan karena aku sedikit penasaran, akupun melihatnya. Meskipun begitu, aku sudah tau siapa yang akan menjadi lawan dari monster raksasa ini.


“Hmm.. 6 guardian, ya.” Hanya ada 6 guardian disana, dan sepetinya Sylvi dan juga Shirayuki tidak bersama dengan mereka. “Sepertinya ini akan menjadi tontonan yang sedikit menarik, dan sepertinya aku sudah mendapatkan bangku terbaik untuk melihat hiburan ini.” Sebuah tempat dimana aku bisa melihat semuanya dari atas sini. Sebuah tempat yang sangat pas untuk melihat hal ini.


--------------


“Haa, apa hanya seperti itu kemampuan mereka.” Hanya dalam waktu kurang dari 30 menit, mereka semua kalah. “Kemampuan mereka, aku kira sudah berkembang ternyata tidak.” Meskipun begitu, aku juga tau kalau lawan mereka kali ini berbeda dari biasanya, atau bisa dibilang agak sedikit kuat dari semua monster yang pernah mereka lawan sebelumnya.


“Ini sangat mengecewakan.” Aku kira sedikit apa yang sudah aku perbuat pada mereka bisa membuat mereka berkembang tanpa mereka sadari, tapi aku sepertinya terlalu berharap tentang hal itu. Mereka hanya menunjukkan perkembangan itu saat melawanku, sedangkan untuk musuh yang lain mereka sepertinya tidak bisa melakukannya atau bisa aku bilang kalau mereka secara tidak sadar tidak bisa melakukan seperti saat melawanku. “Ini cukup merepotkan.” Dan saat ini mereka sedang dalam kondisi yang mendesak. “Sebaiknya aku membantu mereka..” Aku perlahan mulai berdiri, dan. “Tapi.. sepertinya tidak usah.” Aku merasa kalau sudah ada yang merebut posisiku untuk tampil di panggung itu.

__ADS_1


“S-Shirayuki-san!!”


__ADS_2