
“Cepat tangkap orang ini.” Seketika puluhan orang mengepungku.
“A-Ada apa?! Apa ada sesuatu yang sudah aku lakukan.”
“Setiap orang yang datang kelokasi berbahaya, pasti memiliki niat tertentu. Dan itu sudah ditulis dalam pernyataan undang-undang yang ada dalam buku besar perusahaan Rebilion. Siapapun yang melakukan hal itu, akan ditangkap.”
“Jangan bercanda.” Ini mulai membuatku kesal, jika seperti ini wajar saja ada orang yang membenci perusahaan ini.
“Cepat menyerah sekarang juga, atau kami akan menembakmu.”
“Begitu, jika itu yang kalian inginkan. Ryuga.” Pedangku muncul.
“A-Apa yang dilakukan olehnya.” Mereka terlihat terkejut, itu wajar karena ini sudah tidak masuk dalam logika.
“Sebelum aku membasmi kalian, ada yang ingin aku tanyakan. Seberapa berguna cyborg itu dibandingkan dengan manusia, dan jika disuruh untuk memilih. Manusia, atau cyborg.”
“Itu sudah jelas, cyborg lebih berguna dari pada manusia.”
Mendengar jawaban itu, aku sedikit kecewa. “Kalau begitu, selamat tinggal.”
“Pasukan serang-…”
Sfx : tebasan.
“K-Kau… Siapa kau sebenarnya.” Dengan cepat aku langsung berada di belakang orang yang berbicara padaku barusan.
“Kau terlalu menganggap rendah manusia.” Aku kembali memasukkan Ryuga ke dalam sarung pedangnya. “Selamat tinggal.”
Crassshhh
Tubuh mereka terbelah menjadi bagian-bagian kecil. “Kemampuan seorang dewa, ya.” Kemampuan ini, aku rasa ini mirip seperti kemampuan yang dewa Sha perlihatkan padaku waktu itu.
“Ha… Jika seperti ini, aku tak memiliki cara lain selain segera menghancurkan perusahaan itu.”
Gubbrakk. Sfx : jatuh.
'Eh? Aku lupa, aku tidak terbiasa dengan kekuatan ini. Jadinya seperti ini.” Perlahan pandanganku mulai kabur. 'Ahh… Aku ingin tidur sebentar. Apa yang akan terjadi padaku setelah ini, biarlah terjadi. Saat ini, aku ingin memejamkan mataku dulu.' Aku mengikuti apa yang aku inginkan, dan aku pingsan.
-----------------------
“Apa katamu!! Siapa yang melakukan hal itu.”
“Seorang pemuda, bos.”
“Cih, lalu… Dimana dia?”
“Saat ini, kami sudah mengamankannya.”
__ADS_1
“Bagus.”
“Tapi, ada sedikit masalah.”
“Masalah?”
“Pemuda itu dibawa kabur oleh kelompok pemberontak.”
“Apa katamu!!! Cepat dapatkan pemuda itu. Apapun yang terjadi!”
“B-Baik.” Kroco itu pergi.
“Bagaimana hal ini bisa terjadi. Siapa sebenarnya pemuda itu, bisa mengalahkan ciptaan terhebatku dengan mudah. Aku harus segera mendapatkannya. Bagaimanapun caranya.”
-------------------
Sore hari
“Hoaaammmm… Perlahan aku membuka mataku?” Dan aku sudah berada disuatu tempat. “Sepertinya aku ditangkap saat aku sedang tidur. Ha.. Sudahlah, nanti juga aku akan kabur. Tapi…” Tempatnya berbeda dengan apa yang aku bayangkan, saat ini aku sedang berada disebuah kamar dan ini lebih mirip seperti sebuah apartemen daripada tempat tahanan.
“Tuan, anda sudah bangun.” (???) Sebuah suara terdengar dari balik pintu.
“Siapa?”
“Permisi.” Dia masuk.
“Perkenalkan, nama saya Alicia. AI versi 021-ETE-2242.”
“Hmmm?” Aku sama sekali tak paham dengan apa yang dikatakan olehnya, tapi yang pasti namanya adalah Alicia.
“Dia adalah robot yang hampir memiliki kesamaan 97% dengan manusia normal.”
“Siapa disana?” Suara lain terdengar.
“Maaf sebelumnya. Namaku adalah Disk, aku adalah salah satu anggota penting dari pasukan pembebas.”
“Pasukan pembebas? Hm… Begitu.” Dia mungkin adalah orang yang memicu pertempuran tadi.
“Master, apa yang anda lakukan disini. Bukannya hari ini kau ada pertemuan.” (Alicia)
“Pertemuan itu tidak penting, yang penting bagiku adalah kau.”
“Maaf master, tapi aku sudah sering kali bilang kalau aku ini adalah pelayanmu. Tidak ada hal lain selain hal itu.”
“AHhhhhh… Aku mohon, Alicia… Jadilah pengantinku!”
Dan bisa aku simpulkan. Orang yang bernama Disk ini adalah orang yang bodoh. Tapi dilain sisi, aku cukup tertarik dengan android yang bernama Lucia ini. Memiliki kemiripan 97% dengan manusia normal ‘katanya’, aku sangat tertarik dengan hal itu. Tapi tetap saja, ia adalah android dan 97% itu hanya akan menjadi sebuah angka saja. Robot tetaplah robot, tidak akan memiliki perasaan apapun. “Sungguh bodoh.”
__ADS_1
“Apa yang kau katakan?!” (Disk)
“Menyukai seorang robot itu adalah hal yang sangat bodoh.” Saat aku berkata seperti itu, entah kenapa Lucia memengang dadanya. 'Ini menarik, aku harus mencobanya lagi.' Ia menunjukkan ekspresi yang tak mungkin sebuah robot tunjukkan. “Apa yang akan kau dapat dengan mencintai sebuah mesin, mereka akan karat dan rusak seiiring dengan berjalannya waktu.”
“Woy… Cepat tarik kata-katamu itu.”
“Untuk apa aku melakukannya, apa yang aku katakan itu benar. Suatu saat nanti dia pasti akan rusak, dan dia tidak akan berguna lagi. Mau bagaimanapun, sebuah benda tetaplah sebuah benda, dan setelah benda itu selesai dipakai. Benda itu pasti akan segera dibuang.”
“Sialan kau!!!”
Saat Disk mencoba memukulku, Alicia keluar kamar dengan berlari. 'Ini menarik.' Mungkin, 97% itu kemungkinan yang tidak mustahil.
“Kau… Awas saja kau. Alicia, tunggu.” Dia pergi mengejarnya.
“Siapa yang sudah membuatnya, ya?” Saat memikirkan hal itu, hanya ada 1 orang yang terpikirkan olehku bisa melakukannya. “(tersenyum) Dasar, dewa maniak robot.” Dia adalah dewa Wan. Aku baru menyadari kalau dunia ini penuh dengan robot, dan dewa Yu pernah bilang kalau dunia yang dibuat oleh dewa bisa dibuat tergantung dengan keinginan dewa tersebut.
-----------------------------
Halaman apartemen.
“Alicia, tunggu!!”
“Jangan mengikutiku!!” Langkah kaki Disk berhenti.
“Alicia…”
“Yang dia katakan memang benar, aku adalah robot dan saat waktunya tiba pasti aku akan dibuang karena tidak berguna lagi.”
“Alicia…”
“Aku ini hanyalah sebuah alat, jika aku rusak kau pasti akan membuangku. Dan pada akhirnya aku akan kembali ke tempat itu.”
“ALICIA!! Aku tidak akan pernah membuangmu, jika aku membuangmu. Untuk apa aku membawamu dan memperbaikimu seperti saat ini.”
“Master..”
“Dia bisa menangis juga, ya” Dari atas sini, aku bisa melihat apa yang mereka lakukan.
“Alicia… Kau tau, saat aku pertama kali melihatmu. Aku langsung jatuh cinta padamu, bisa dibilang kalau aku jatuh cinta pada pandangan pertama.”
“Tapi, aku ini adalah seorang android.”
“Sudah aku bilang, mau kau itu apa. Aku akan tetap mencintaimu.”
“Master… Hiks, Aku minta maaf.”
“Ha… Jadi ini yang kau inginkan dewa Wan.” Entah kenapa aku menyadari sesuatu tentang berkat yang diberikan oleh dewa Wan padaku setelah melihat kelakuan mereka berdua. “Jika memang itu yang kau inginkan, aku akan melakukannya. Sesuai dengan keinginanmu.”
__ADS_1
Disk, dan Alicia. Karakter utama dan juga heroin di dunia ini. Aku tak menyangka kalau aku akan bertemu dengan MC dan sepertinya sikapku tadi sedikit keterlaluan. Tapi, aku tak akan menarik kata-kataku tadi, karena itu adalah kebenarannya. Kebenaran yang tidak akan bisa diubah.