Watashi No Hanayome

Watashi No Hanayome
23


__ADS_3

Kami berpencar sesuai dengan apa yang sudah direncanakan. “Hiroaki, musuh yang akan kita hadapi lebih banyak dan sangat kuat. Keluarkan seluruh kekuatan yang kau miliki, jika tidak begitu kita akan kalah.”


“Baik.” Aku tak tau, tapi sepertinya pertarungan ini akan sangat menyulitkan untukku. 2 melawan 6 orang, sudah jelas kami kalah jumlah. Aku sangat khawatir kalau aku bisa bertahan, tapi setidaknya ini patut dicoba.


“Penggunaan kekuatan, 25%”


‘Eh?’ Ia mengucapkan sama seperti yang biasa aku ucapkan.


“Hiroaki, jangan bengong. Cepat kau bersiap-siap.”


“B-Baik.” Sebenarnya aku sangat penasaran, kenapa ia mengucapkan apa yang biasa aku katakan saat ingin menggunakan kekuatanku. “Penggunaan kekuatan, 25%” Tanpa panggilan apapun, Shirame dan Ryuga muncul.


“Bagus. Kalau begitu, bisa kau tahan 3 dari mereka. Aku akan mengurus sisanya dengan cepat.”


“Eh?! 3 orang, sendirian?!”


“Kalau begitu, tolong bantuannya.” Tak mendengarkan kata-kataku, ia pergi begitu saja.


Sfx : Ledakan.


“Sepertinya yang lain sudah memulainya.” Aku bisa mendengar suara ledakan yang cukup besar. “Haa, baiklah. Huh?”


“Lawan kita cuma sendirian, ya. Ini akan mudah.” 3 orang muncul di depanku tepat saat aku berpisah dengan ketua.


“Wah. Jika seperti ini, aku tak perlu repot-repot mencari kalian.” Tapi, dengan begini aku jadi sedikit ragu apa aku bisa menahan mereka seorang diri.


“Sombong sekali kau, akan aku tunjukkan siapa yang terhebat disini.”


“Boleh saja.”


“Kalau begitu..”


Step


“A-Ap...” Ia dengan cepat berada didepanku, dan aku sama sekali tidak bisa melihat pergerakannya.


Ctanggg


Sfx : Adu pedang.


Aku berhasil menahan serangannya, tapi... “Sekarang!!”


“S-Sial!” Entah sejak kapan, sebuah bola api raksasa muncul di belakangku.


Ctanggg


Aku menepis pedangnya, dan melompat untuk menghindari bola api itu. “Kau, terjebak.”


“I-Ini.” Sebuah lingkaran sihir tingkat tinggi dan aku berada tepat di tengah-tengah lingkaran itu.


“Sekarang, tamatlah riwayatmu.”


“S-Sia...”


Brussshhhh


Sfx : Semburan api.


“Nah, kita sudah selesai disini. Ayo kita pergi dan bantu yang lain.”


“Ayo.”


“Wah wah, tadi itu hampir saja.”


“K-Kau, bagaimana bisa?!”


Aku berhasil menghindarinya, meskipun begitu aku juga mengalami sedikit luka bakar yang cukup parah. “Sihir api yang hebat, tapi sangat disayangkan. Aku masih hidup. Baiklah, sekarang giliran kalian.”


Step


“Hiroaki, kau baik-baik saja?”


“K-Ketua!!” Tiba-tiba saja ketua datang kemari. “Kenapa kau kembali, apa kau gagal?”


“Tidak, aku berhasil. Tapi, kenapa kau bisa sampai terluka seperti itu.”


“Ahh Ini, karena aku kurang berhati-hati.”


“Sudahlah, ayo kita bereskan mereka dan pergi ke tempat yang lain.”


“Baik.”


“K-Kau, bagaimana bisa?!”


“Hiroaki, kau urus si penyihir legendaris itu. Aku akan mengatasi sisanya.”


“Baik.” Meskipun begitu, aku sangat kagum ketua bisa mengalahkan dengan sangat cepat.


Aku menuruti apa yang ketua katakan.


Settt


Sattt


Sfx : Tebasan pedang.

__ADS_1


Penyihir ini hebat juga, ia menguasai seni beladiri dan melawannya saja aku cukup kesulitan.


“Roh api, roh tanah. Penuhilah panggilanku.”


“Dia mulai merapal, aku harus cepat.”


Settt


Srashhh


“Graaaahhh!!”


“K-Ketua.” Aku tak bisa melihat gerakannya, tapi yang pasti ia bisa dengan mudah membunuh penyihir yang bahkan aku kesulitan untuk menghadapinya.


“Seni berpedangmu sangat lemah, sebaiknya kau berlatih lagi lebih keras.”


“Ketua, bagaimana dengan mereka berdua?”


“Aku sudah mengalahkannya.”


“H-Hebat.” Ia dengan cepat mengalahkannya. “Huh? Apa yang terjadi padanya?” Tubuh penyihir itu tiba-tiba saja perlahan mulai lenyap.


“Dia sudah kalah, dan karena itu dia menghilang dari dunia ini. Kemungkinan kalau dia di kembalikan kedunia asalnya.”


“Begitu.”


“Ayo, kita pergi ke tempat yang lain.”


“Baik.”


Beberapa lama setelah itu.


“Ha, ha, ha, kami berhasil.” (Selvi) Kami semua bertemu di jalan, dan sepertinya mereka bisa mengatasi lawan mereka.


“Kerja bagus. Kalau begitu, saatnya kita pergi ke tempat lain.”


“Baik.” Ketua Itsuki sangat misterius, dan tidak bisa dipungkiri dia sangat hebat dan juga berbakat. Aku tak menyangka kalau aku akan bertemu orang hebat sepertinya disini. Memiliki kekuatan yang hebat, dan juga memiliki jiwa kepemimpinan yang luar biasa. Entah kenapa aku sangat mengaguminya.


Beberapa lama setelah itu.


“Sepertinya disini cocok.” (Itsuki)


“Hmmm. Tidak buruk juga, tempat ini dekat dengan sungai dan ada beberapa buah-buahan yang bisa dimakan disekitar sini.” (Selvi)


Saat ini, kami sudah menemukan tempat yang cocok. Sebuah gua, yang tersembunyi disini.


Sfx : Suara perut.


“M-Maaf, aku sama sekali belum makan apa-apa sejak sampai disini.” Tiba-tiba saja perutku berbunyi, dan mungkin aku sudah mencapai batas dimana aku bisa menahan rasa laparku ini.


“Ketua, bukannya itu bagianmu?”


“Tidak masalah, aku baik-baik saja. Lagipula aku tak bisa membiarkan anggota baru kita ini kelaparan.”


“T-Terimakasih.”


Beberapa lama kemudian.


“Ketua, tempat ini sudah aku renovasi dan sudah siap dipakai.” (Iras)


“Kerja bagus, dimana Ersen?”


“Dia sedang membuat jalan pelarian didalam.”


“Begitu, ya. Kalau begitu, untuk yang lain bagaimana kalau menyusuri hutan ini dulu.”


“Menyusuri hutan? Untuk apa ketua?”


“Untuk mencari dan menandai tempat ini, kalian semua pasti bisa menggunakan sihir’kan.”


“Ya, aku bisa.”


“Kalau begitu Selvi dan Karen, kalian bisa menyusuri hutan bersama. Dan untukmu Hiroaki, kau bisa sendirian.”


“Baiklah, tidak masalah.”


Beberapa lama setelah itu, di tengah hutan.


“Hmmm, baguslah. Dengan ini semuanya beres.” Aku membuat pembatas dengan sihir rendah yang sempat aku pelajari. “Jaraknya 60km, ya. Setidaknya itu sudah sukup.” Dengan 25% kekuatan yang masih tersisa, aku bisa membuat 60km luas pembatas ini. Dan setidaknya itu sudah cukup bagus. “Waktunya kembali.” Pemetaan disini sudah selesai, tak ada yang mencurigakan disini.


Di markas baru.


“Hiroaki, kau sudah kembali.”


“Ketua.” Ketua sedang membersihkan pedangnya di luar gua. “Kemana yang lain?”


“Ersen dan Iras ada didalam, sedangkan Selvi dan Karen masih belum kembali.”


“Begitu.”


“Oh ya Hiroaki, apa kau barusan menggunakan sihir pembatas?”


“Huh? Ketua, memangnya ada apa?”


“Ahh, tidak, aku barusan menyadari kalau ada yang menggunakan sihir pembatas. Meskipun sihir tingkat rendah, tapi setidaknya jarak pembatasnya cukup jauh.”

__ADS_1


“Ketua, bagaimana kau bisa mengetahuinya?”


“Kau dan aku memiliki kesamaan, Jadi kau tidak perlu terkejut jika aku bisa mengetahuinya.”


“Kesamaan? Ketua, apa kau memiliki harem?”


“Huh? Harem, tidak. Apa kau punya?”


“Ahh, begitulah.” Setidaknya kesamaanya tidak sampai ke titik ini.


“Hee… Berapa, 3 ,4, atau 6?”


“T-tidak sebanyak itu. Tapi setidaknya aku cukup bahagia dengan adanya mereka.”


“Begitu, ya.”


“Ketua, ada apa?” Tiba-tiba saja ketua tersenyum.


“Tidak ada apa-apa. Aku hanya merasa senang mendengar hal itu. Aku yang tak pernah mencintai seseorang, mungkin aku tak akan pernah bisa merasakan kebahagiaan seperti yang kau alami.”


“Huh?”


“Kau tau, setelah aku direingkarnasi. Aku mendapatkan sesuatu yang mengejutkan.”


“Huh? Apa itu?”


“Kenyataan bahwa setelah kematianku, aku memiliki seorang adik. Mendengar hal itu entah kenapa aku merasa sangat senang, mungkin kesenangan itu sama seperti kebahagiaan yang kau alami.”


“Seorang adik?”


“Ya, dan aku dengar ada sebuah artefak yang ada di sebuah dungeon yang bisa mengirim seseorang kedunia yang berbeda.”


“Ketua, apa diduniamu itu kau mencoba untuk mencari cara untuk bisa menemui adikmu itu?”


“Ya, aku berkeliling dunia untuk mencari artefak itu. Bertahun-tahun lamanya.” Aku tak bisa membayangkan seberapa keras perjuangannya untuk bisa bertemu dengan adiknya itu. “Dan saat aku menemukannya, aku malah berakhir disini.”


“Begitu. Jadi, ketua ingin menang adalah untuk mengabulkan keinginan ketua yang ingin bertemu dengan adik ketua? Begitu…”


“Entahlah,. Itu perntanyaan yang bersifat pribadi, aku tak bisa mengatakannya.”


“B-Begitu.” Aku lupa kalau menanyakan sesuatu pertanyaan mengenai permintaan saat menang adalah perlanggaran dari kelompok ini.


“Tapi, satu hal yang pasti. Keinginanku sudah berubah.”


“Berubah?”


“Ya. Aku pikir mengganggu kehidupan orang lain adalah hal yang buruk, lagipula aku sudah mati didunia sebelumnya. Dan sekarang aku hidup didunia itu.”


“Begitu, ya.” Mungkin saat sampai disini dan bertemu dengan orang-orang dari dunia yang berbeda pemikiran ketua berubah, mungkin suatu saat pemikiranku bisa saja berubah jika bertemu dengan orang banyak.


Malam hari.


Bukan 12 jam, tapi butuh waktu sekitar 20 jam untuk mencapai malam hari. “Seberapa luas sebenarnya dunia ini?”


“Setidaknya 3x lebih luas dari duniaku.” (Selvi)


“Mungkin 4x lebih luas.” (Iras)


“Haa.” Dunia mereka berbeda-beda tentu luas dunia mereka juga berbeda dan pastinya, pendapat mereka juga berbeda-beda.


“Maaf membuat kalian menunggu, makanannya sudah siap.” (Karen) Karen masuk kedalam markas sembari membawa makanan. “Silahkan dimakan.”


Ikan bakar, ikan yang tadi kami tangkap di sungai yang ada di dekat markas. “Uenakk.” (Ersen)


“Huh? Dimana ketua?”


“Ketua ada diluar.”


“Apa dia tidak mau makan?”


“Karena ada yang ingin ketua lakukan, dia makan duluan.”


“Begitu.”


Setelah selesai makan, aku langsung mendatangi ketua karena ada yang ingin aku bicarakan.


Di luar gua.


“Huh? Dimana?” Disini aku sama sekali tidak melihat ketua. Aku kembali mencarinya.


Beberapa saat kemudian.


“Itu ketua.” Aku melihatnya sedang berbaring di dekat sungai.


Entah kenapa aku berdiam diri melihat apa yang dilakukan olehnya setelah itu. “Pemandangan malam mini cukup buruk.” Ketua mengarahkan pedang Kamii miliknya ke langit.


Settt


Sfx : Tebasan.


Menebaskan pedangnya secara horizontal ke langit, dan menyebabkan hembusan angin yang cukup kencang. Awan yang semula bertumpuk menghalangi pemandangan, perlahan menghilang. “Begini lebih baik.” Setelah awan malam itu menghilang, sekarang hanya ada cahaya bulan dan bintang dilangit malam.


“K-Kuat.” Dia sangat kuat, bahkan mungkin lebih kuat dariku. Aku tak merasakan kalau ia menggunakan kekuatannya mencapai 0,10% untuk menebas awan itu hingga menghilang. Dan jika aku yang melakukannya, setidaknya aku harus melakukannya dengan 0,10% jika tidak maka aku tidak akan bisa. Tapi, dia sama sekali tidak. Seakan dia tidak membutuhkan kekuatan itu untuk melakukannya.


Sangat misterius, ia bilang kalau ia mirip denganku tapi aku sama sekali tidak merasakan adanya kemiripanku dengannya. Dia, Itsuki adalah orang terkuat, bahkan lebih kuat dariku. Baik kekuatan, dan hal lainnya aku sama sekali tidak mirip dengannya. Dia, seorang pemain (MC) yang sempurna.

__ADS_1


__ADS_2