Watashi No Hanayome

Watashi No Hanayome
43


__ADS_3

Beberapa hari sebelum penyerangan


Hutan, siang hari.


“Hiro, komandan ingin bertemu denganmu.” Lyvia tiba-tiba datang dan mengganggu tidur siangku.


“Katakan padanya, aku tidak ingin ikut penyerangan kali ini. Aku yakin hasilnya akan sama seperti penyerangan yang sebelum-sebelumnya.”


“Bukan itu, tapi ada sesuatu yang penting yang ingin komandan tanyakan padamu.”


“Ha… Baiklah.” Jika aku kembali menolaknya, aku yakin dia akan terus memaksaku.


--------------


Area latihan militer


“Yo komandan, ada apa?”


“Hey, jaga sikapmu pada komandan.” (Lyvia)


“Biarkan saja dia, tidak masalah jika dia membenciku karena sudah mengorbankan pasukannya.”


Dia mengakuinya. “Lalu, ada apa? Apa kau ingin tumbal lagi untuk kekalahan kali ini?”


“Hiro.” (Lyvia)


“Tidak, para pahlawan ingin bertemu denganmu.”


“Bertemu denganku?” Ini belum pernah terjadi sebelumnya, dan aku tak tau apa alasannya mereka ingin menemuiku. “Apa ada sesuatu yang mereka inginkan dariku?”


“Entahlah, nanti malam datanglah ke kastil, para pahlawan menunggumu disana.”


“Baik-baik.” Aku pergi dari tempat ini. “Sungguh tempat pelatihan yang tidak berguna.”


-------------


Dan akhirnya, aku kembali ke tempat semula. “Para pahlawan memanggilku, ya. Apa yang mereka inginkan dariku?” Ini pertama kalinya aku akan berhadapan langsung dengan para pahlawan yang ada didunia ini, sebelumnya aku pernah melihat mereka. Memiliki kemampuan yang hebat, dan juga sangat kuat. Tapi mereka semua masih belum bisa mengalahkan raja iblis didunia ini. “Ha… Sudahlah, mungkin mereka saja yang tidak berguna.” Melihat disetiap peperangan, banyak korban yang berjatuhan tapi tak pernah sekalipun ada kemajuan dalam perang. Itu yang membuatku sangat malas.


Dan pada akhirnya…


Malam hari.


“Ha… Aku ingin kembali.” Saat ini aku sedang berada dikastil, tapi tak seperti apa yang aku bayangkan. Aku kira disini hanya akan ada para pahlawan dan juga aku, tapi nyatanya diadakan sebuah pesta disini yang entah untuk merayakan apa.

__ADS_1


Duggg.


Seseorang menabrakku dan membuatku tersungkur.


“Hoy, menyingkir dari jalanku.” (???)


“Cih… Ini sangat menyebalkan.” Aku menatapnya. “Kau, tidak bisa sopan sedikit.”


“K-Kau… Berani-beraninya kau padaku!! Kau hanya rakyat biasa, beraninya kau berbicara bergitu pada seorang bangsawan.” Ia berbicara seperti itu sambil menarik kerah bajuku.


“Hah… Bangsawan. Seorang bangsawan tidak berguna sepertimu, seharusnya mati dibunuh oleh para iblis!! Kau tau!!” Suasana hatiku sudah buruk, dan malah tambah diperburuk dengan hal seperti ini.


“Kau!!”


Ia mengangkat kerah bajuku dan menarik pedangnya, dia mencoba untuk melukaiku, tapi… “Sudah cukup.” (???)


“P-Pahlawan…” (???) Kelima pahlawan muncul, dan seketika suasana disini berubah.


“Pangeran Raul, bisa kau melepaskannya. Dia adalah tamu kami.”


“T-Tamu… Rakyat biasa ini.” Saat mendengar hal itu, tanpa disadari ia melepaskan pegangan kerahnya dariku.


Mendengar apa yang dikatakan oleh para pahlawan itu, seluruh orang yang ada disini kebingungan. “Maaf untuk gangguannya, kalian bisa kembali menikmati pestanya. Dan untuk anda, tuan Hiroaki ada yang ingin kami bicarakan dengan anda. Bisa ikut dengan kami.”


---------


Sebuah ruangan khusus.


Didalam sini sangat mewah, meskipun begitu disini sangat sunyi, dan sepertinya tempat ini terdapat peredam suara. “Para pahlawan, ada keperluan apa kalian semua memanggilku?” Ini pertama kalinya aku bertemu secara langsung dengan para pahlawan didunia ini. “Eh? Apa yang kalian lakukan.” Tiba-tiba mereka member hormat padaku.


“Tuan Hiroaki, tolong bantu kami dalam penyerangan berikutnya.” (Pahlawan 1) [Males mau ngasih nama, sebut aja pahlawan 1, 2, dst.]


“Membantu kalian? Bukannya kalian adalah pahlawan, kenapa meminta bantuan pada aku yang hanya orang biasa?”


“Anda memiliki kekuatan yang luar biasa, mungkin dengan kekuatan itu anda bisa membantu kami mengalahkan raja iblis.” (Pahlawan 2)


“Kekuatan luar biasa? Aku, mana mungkin. Kalian salah orang…” [Pura-pura ****]


“Anda tidak bisa menipu kami, jika orang lain mungkin tidak dapat melihat kemampuan anda tapi, karena kami adalah para pahlawan kami bisa mengetahuinya. Dan lagipula, strategi yang anda gunakan saat penyerangan beberapa waktu lalu. Itu sangat mengagumkan.” (Pahlawan 1)


“Iya, itu benar. Anda bisa membunuh banyak sekali pasukan iblis hanya dengan pasukan yang kurang dari 100 orang. Meskipun, pada akhinya…” (Pahlawan 3)


“Tapi… Kami membutuhkan bantuanmu, oleh karena itu… Tuan Hiroaki, dalam pertempuran kali ini. Tolong gunakan kemampuanmu agar kita bisa memenangkan perang ini.” (Pahlawan 1)

__ADS_1


“Kapan-kapan saja, hari ini aku sedang tidak mood.” Aku perlahan keluar dari ruangan ini.


“Tunggu tuan Hiroaki… Kami mohon, tolong bantu kami.”


“Ahh… Dengar, ya… Meskipun aku membantu, jika pelatihan prajurit seperti itu. Bantuanku sama sekali tidak akan banyak berpengaruh.”


“Kalau begitu, apa anda bisa melatih para prajurit agar mereka siap.” (Pahlawan 5)


“Minggu depan penyerangan sudah akan dimulai, apa waktu 1 minggu cukup untuk melatih para pasukan itu? Tentu saja tidak.” Pembicaraan ini membuatku semakin tak bersemangat, aku disuruh untuk melatih para prajurit, itu lelucon yang buruk. Tapi…


“Tuan Hiroaki, ada apa? Apa ada masalah?” (Pahlawan 5)


“Tuan Hiroaki?” (Pahlawan 3)


Ini membuatku sedikit terguncang, apa yang dikatakan oleh dewa Sha padaku barusan membuatku… 'Cepatlah kembali, jika kau terlambat kau akan kehilangan dirinya.'


“Ryuga…” Pedang Ryuga muncul ditangan kananku.


“Tuan Hiroaki, pedang apa itu?” (Pahlawan 2)


“Pedangnya memiliki kekuatan yang sangat luar biasa.” (Pahlawan 5)


Aku berjalan keluar dari tempat ini sembari memikirkan kembali apa yang dikatakan oleh dewa Sha barusan. “Siapa? Siapa yang akan hilang?” Ai, Rin, Emilia, Sia, Lia, Inori. Diantara mereka, siapa?


“Tuan Hiroaki.”


________________


“Sia, berapa banyak lagi pasukan yang terluka?” (Ai)


“Disini ada 100 orang.”


“Rin, bagaimana denganmu?”


“50 orang. Ini sangat buruk, prajurit kita tidak bisa bertahan lebih lama lagi.”


“Tenang saja, Emilia dan Lia sedang mencoba untuk menahan pasukan iblis.”


“Hi-chan… Aku mohon, cepatlah kembali.”


__________________


“Dasar Shima sialan…” Setelah mendengar sedikit penjelasan dari dewa Sha, ternyata saat ini raja iblis Shima sedang menyerang kerajaanku, dan saat ini kerajaanku sedang dalam kondisi yang sangat gawat. Bantuan dari kerajaan lain masih dalam perjalanan, dan kemungkinan saat sudah sampai kerajaanku pasti sudah diambil alih. Oleh karena itu… “Akan segera aku bunuh, dan aku akan segera kembali…”

__ADS_1


__ADS_2