Watashi No Hanayome

Watashi No Hanayome
36


__ADS_3

Ctaangggg.


Mereka berdua beradu pedang dengan kekuatan penuh yang mereka miliki, dan itu menyebabkan gelombang angin yang cukup besar yang menghancurkan barisan para prajurit iblis yang sedang memperhatikan pertarungan mereka berdua, dari jauh.


Setelah beberapa saat, mereka berdua terpental beberapa meter kebelakang. "(tersenyum) Kau sungguh kuat, kau berbeda dengan orang yang pernah aku lawan sebelumnya. Kau adalah orang yang pantas untuk aku kalahkan." (Shima)


"Jangan banyak bicara kau sialan!!!" Hiroaki kembali mendekat ke arah Shima dan menyerangnya secara bertubi-tubi.


Serangannya begitu kuat dan membuat Shima kewalahan untuk menangkis semua serangnya. Tapi meskipun begitu, ia bisa menahan semua serangan itu. "Sudah kuduga, kau itu orang yang pantas untuk aku kalahkan. Baiklah, sekarang giliranku." Shima dengan cepat membalas serangan Hiroaki.


Hiroaki mencoba untuk menangkis semua serangan Shima yang tertuju padanya. "Ahhh..." Meskipun begitu, serangan Shima sangat cepat dan ada beberapa serangan yang tidak bisa di tangkis olehnya dan itu membuat tubuhnya terluka. 


"Hebat, kau sungguh hebat. (kagum) Kau masih bisa berdiri setelah menerima serangan itu. Kalau begitu, aku akan melihat, apakah kau masih bisa bertahan di seranganku berikutnya."  Shima kembali menyerang Hikari.


Berbeda dengan serangan sebelumnya, kali ini ia menyerang secara vertikal dan saat Hiroaki mengakis serangan itu.


Jdduuuaaarrr. Sfx : ledakan.


Terjadi sebuah ledakan cukup besar akibat dari benturan kedua pedang Hiroaki dengan pedang milik Shima, dan ledakan itu menimbulkan sebuah lubang yang cukup besar disekitar mereka, dan juga terjadi hempasan angin yang sangat kuat sehingga membuat para mayat prajurit dan juga prajurit iblis yang ada di area ini terhempas.


-------- Beberapa saat kemudian -------


Hiroaki masih bisa berdiri setelah menangkis serangan sekuat itu. Melihat hal itu, Shima langsung melompat mundur ke belakang. "Dia berhasil menahan seranganku itu, dan aku sangat terkejut ia masih bisa berdiri. Aku rasa, (tersenyum) manusia ini pantas untuk menjadi rivalku." 


"Hahahaha. Hebat, kau sangat hebat. Kau adalah orang yang pantas menjadi rivalku, sang raja iblis terkuat. Hahahaha...."


"Tutup mulutmu!! Akan ku buat kau menyesal karena sudah melakukan hal seperti ini." Hiroaki dengan cepat menyerang tepat ke arah perut Shima, dan Shima dengan mudah menghindari serangannya.


Hiroaki berbalik dan kembali menyerang Shima secara horizontal dengan sangat kuat. Shima menagkis serangan Hiroaki, tapi meskipun Shima berhasil menangkisnya ia terpental karena kuatnya serangan Hikari.


Duaaarrr. Sfx : ledakan.


Terbentuk sebuah lubang yang cukup besar tepat di tempat Shima terpental akibat serangan kuat Hiroaki.


----


"Sepertinya, aku berhasil mengalahkan... Gwaah..." Aku memuntahkan darah dari mulutku dan itu membuktikan kalau tubuhku sudah tidak kuat lagi. 


Shima kembali berdiri dan ia tak medapatkan luka gores sedikitpun. "T-tidak mungkin.."


"Seranganmu barusan itu, hampir saja membuatku mengalami cedera serius. Tapi, untung saja aku menggunakan sihir penguat tepat sesaat kau menyerangku dengan serangan mematikanmu itu."


Kesadaranku mulai menghilang, dan aku mencoba untuk tetap berdiri dangan menggunakan pedangku sebagai penyangga tubuhku yang mulai terjatuh."Cih... Sial... Apa hanya ini kemampuanku.. Rin, Emilia, sepertinya aku akan segera menyusul kalian berdua..." Tubuhku mulai melemah dan semakin lama pandanganku mulai kabur.


Akupun terjatuh karena tubuhku semakin melemah setiap detiknya. "Apa hanya ini kemampuan yang kau miliki. Padahal aku sangat berharap banyak pada pertanrungan ini, tapi sepertinya kau sama saja dengan yang lain. Tapi, aku cukup senang karena kau membuatku merasakan pertarungan sengit yang belum pernah aku rasakan sebelumnya." Shima mendekat ke arahku. "Dan sebelum kau mati, aku ingin tau siapa namamu?"


"Na-nama?..." 


"Nama, ya. Sepertinya itu tidak penting lagi, karena sebentar lagi aku akan menemui kematianku."


"... Hiroaki."


"Hiroaki... Baiklah, sebagai penghormatan terakhirku padamu. Aku akan membiarkan kau mati tanpa merasakan rasa sakit dengan pedang ini."


"Jadi, seperti ini akhirnya." Tak lama setelah itu akupun tak sadarkan diri.


Karena Hiroaki pingsan, warna pedang dan rambutnya kembali seperti semula.


Shima bersiap-siap untuk membunuh Hiroaki yang sedang tak sadarkan diri menggunakan pedangnya. "Selamat tinggal." Shima langsung mengarahkan pedangnya ke arah Hiroaki dan... 


Splaasshh.


Sebuah serangan sihir dengan tipe air mengarah tepat ke arah Shima, dan hal itu membuat Shima mundur beberapa meter kebelakang. "Siapa yang berani mengganguku!!"


"Jangan sentuh Hiroaki-sama!!" Lia datang ke tempat pertempuran sendirian, dan ia meninggalkan Sia yang sedang menjaga Rin dan Emilia.


"Ohh. Sepertinya kau lebih lemah darinya, dan karena kau cukup menggangu, akanku bereskan kau terlebih dahulu." Shima meninggalkan Hiroaki dan memilih untuk mendekat ke arah Lia untuk membunuhnya terlebih dahulu.


"Penjelmaan wujud dewa laut, Dragon water." Lia menggunakan sihir air tingkat tinggi yang dikuasainya untuk mencoba mengalahkan Shima.


"Hoo... Sihir air tingkat tinggi, ya. Sepertinya itu sedikit menarik."


"RASAKAN INI!!!!" Lia melepaskan sihir tingkat tinggi tepat ke arah Shima yang berjalan mendekat ke arahnya.


Slasshhh.


Dengan mudah Shima menebas dan mematahkan sihir tingkat tinggi Lia. "T-tidak mungkin.."


"Hanya seperti itukah sihir air tinggkat tinggi. Sungguh mengecewakan." Shima semakin dekat dengan Lia.


Lia mencoba menggunakan semua sihir yang dia miliki, tapi itu tak berdampak apa-apa terhadap Shima. "HIROAKI-SAMA BAGUNNN!!! Aku mohon.."


Shima yang sudah berada sangat dekat dengan Lia kemudian mencekik leher Lia sehingga Lia kesulitan untuk bernafas. "H-Hi--roa-ki-sa-ma.."


Duaaarrr.


"Ledakan apa itu? (bingung)" Sebuah ledakan besar terjadi tepat di tempat Hiroaki pingsan, dan karena hal itu Shima melepaskan tanganya dari leher Lia dan melihat apa yang sedang terjadi. 


Shima berbalik dan melihat sesuatu yang sangat mengejutkan. "Hahahaha...." 


"'Uhuk-uhuk' (batuk) Hi-Hiroaki-sama.."


Hiroaki yang tadinya pingsan, tiba-tiba saja bangun. "Hebat, kau itu memang luar biasa.."


Tapi berbeda dengan sebelumnya, rambut dan warna mata Hikari berubah menjadi biru seperti warna pedang naga. "Ahhh.. Sepertinya, aku sedikit terlambat." (Hiroaki)


Hiroaki bersikap seolah ia adalah orang yang berbeda. Melihat hal itu, Shima dengan cepat menyerang Hiroaki.  "Terima ini!!!"


"Huh?" Hiroaki berbalik dan melihat Shima yang dengan cepat menyerang ke arahnya. 


Dia menghindari serangan Shima dengan sangat mudah. "Apa itu orangnya?" 


"Sudah kuduga dari seorang rivalku.. Kau memang tak akan kalah dengan mudah. Kalau begitu, angkat pedangmu dan mari lawan aku lagi. Hahahaha...."


"Sepertinya dia orangnya." Hiroaki mengambil kedua pedangnya yang ada di dekatnya. 

__ADS_1


Seketika dia menghilang dari pandangan Shima. "Kemana dia? (bingung)" 


"Aku ada di belakangmu." Shima melihat ke arah belakangnya, dan Hiroaki sudah siap dalam posisi menyerang secara horizontal dengan cepat.


Duaarrr.


Shima masih sempat menahan serangan Hiroaki dan ia pun terpental. "Wah gawat..." (Hiroaki) Shima terpental sangat cepat tepat menuju ke arah Lia.


Hiroaki tiba-tiba menghilang dan ia muncul di hadapan Lia. "Hi-Hiroaki-sama.."


Hiroaki memberi serangan pada Shima yang bergerak menuju ke arahnya akibat serangannya barusan. 


Crtaaakk


Duaaarrr.


Baju zirah yang di gunakan Shima retak dan ia terpental ke arah para prajurit iblis yang sedang memperbaiki barisanya.


"Uhuk. K-kau lebih ku-at dari se-sebelumnya.." Shima kembali berdiri. 


"Apa kau masih ingin melanjutkan pertarungan yang sia-sia ini? Dan jika kau masih saja ingin melanjutkan pertarungan ini, aku tak bisa menjamin kau akan selamat setelah menerima seranganku selanjutnya. Lagipula, sebentar lagi bantuanku akan segera sampai.." Cara bicara Hiroaki berbeda dengan sebelumnya, dan saat ini ia terlihat seperti seorang yang berbeda.


"Bantuan, ya. Ba-iklah, untuk saat ini, aku akan mengakui kekalahanku. Ta-pi, aku akan tetap menantikan p-ertarungan kita selanjutnya. PASUKAN!! MUNDUR!!" Shima memberi aba-aba pada pasukannya untuk mundur, sisa pasukan iblis yang ada di area ini mundur dan mereka kembali ke benua iblis, dan Shima menderita luka yang cukup serius akibat serangan yang dilakukan Hiroaki barusan.


"Haaaa... Akhinya selesai"


"Si-siapa kau? Dan, dimana Hiroaki-sama?" (Lia)


"Ahhh.. Aku adalah Hiroaki.."


"Tidak, kau bukan Hiroaki-sama yang aku tau.."


"Hmmm... Kau menyadarinya, ya. Kalau begitu, kau bisa anggap aku adalah sisi lain dari tuanmu itu. (memengang kepala + menahan rasa sakit) Se-sepertinya waktuku sudah habis. Sampai jumpa lagi." Hiroaki yang semula baik-baik saja, tiba-tiba terkapar tak sadarkan diri.


"Hiroaki-sama!! (panik)" Lia mendekat ke arah Hiriaki, lalu ia membawanya ke dalam kerajaan.


Grooaarrr.


Naga Alfa datang bersama dengan Shin. Mereka turun tepat di depan Lia. "Sepertinya aku terlambat."


"Tuan, tolong bantu aku... (panik) Apa yang terjadi dengan Hiroaki-sama.."


Shin melihat ke arah Hiroaki. "Begitu, ya. Setidaknya aku paham sebagian kecil masalah yang saat ini di alami olehnya."


"Apa anda tau sesuatu?.."


"Hmmm... Sepertinya begitu, tapi... Sebaiknya kita harus membawanya pulang dulu.."


"Bagaimana dengan keadaan Hiroaki-sama, dia tadi bertingkah sangat aneh..."


"Dia baik-baik saja, kau tak perlu khawatir." Shin mengangkat Hiroaki naik ke punggung naga Alfa. "Hey kau.. Jangan lupa untuk membawa pedang milik tuanmu ini."


"B-baik." Lia pun dengan mudah mengambil kedua pedang milik Hiroaki. Dan setelah itu, Lia ikut naik ke punggung naga Alfa.


Shin dan Lia sampai di depan gerbang selatan, dan Shin membawa Hiroaki turun dari atas naga Alfa. "Yang mulia. (panik)" (prajurit) Melihat hal itu langsung membantu mereka dan membawa Hiroaki ke dalam istana.


-------- Setelah berjam-jam pingsan ---------


[First Person]


Pagi hari, jam 06.44


Aku perlahan membuka mataku. "Di-dimana aku?" Aku melihat sesuatu yang tak asing di pandanganku saat ini. "Apa ini di kamarku?"


Aku mencoba untuk bangun dan memastikan. "Ahh.." Tapi, saat aku mencoba untuk bangun, kelapaku tiba-tiba sakit.


Seseorang membuka pintu kamar, dan masuk kekamar.


"Hi-Hiroaki-sama."


"Hiro.."


Lia dan Sia masuk ke kemarku. "Hiroaki-sama. Syukurlah anda sadar, aku sangat khawatir denganmu.."


"Hiro, apa kau baik-baik saja?"


Rasa sakit yang terasa di kepalaku mereda dan aku memutuskan untuk bangun. "A-aku tidak apa-apa. Bagaimana dengan prajurit iblis itu?"


"Mereka semua sudah mundur, dan memilih untuk menyerah."


"Begitu, ya." Aku cukup kesal karena membiarkan mereka lolos begitu saja. "Bagaimana dengan keadaan Rin dan Emilia?"


"M-maafkan aku Hiroaki-sama.."


"Apa yang terjadi? Kenapa kau meminta maaf."


"Be-begini Hiro, me-reka berdua dibawah oleh seseorang."


"Apa!!! Siapa orang itu?"


"Aku minta maaf Hiroaki-sama..Aku sudah mencoba untuk menghentikan orang itu. Tapi, tuan penunggang naga bilang untuk tidak menghentikannya."


"Tuan penunggang naga?" Entah kenapa itu mengingatkanku dengan seseorang.


"Dan orang yang membawa nona Rin dan juga nona Emilia pergi, dan untuk menyampaikan sesuatu padamu."


"Sesuatu? Apa itu?"


"Dia bilang. 'Pergilah kehutan iblis di benua iblis di area timur'. Aku tak tau maksud dari ucapannya. Tapi, setelah mengatakan itu, ia menghilang bersama dengan nona Rin da juga nona Emilia."


"Begitu.." Aku cukup senang karena orang yang dimaksud oleh Lia adalah dewa Sha.


"Kau terlihat cukup tenang Hiro.. Apa kau tau siapa orang itu?"


"Sepertinya begitu.."

__ADS_1


"Oh ya Hiroaki-sama... Ada sesuatu yang aku lupa untuk sampaikan."


"Apa?"


"Orang yang membawa nona Rin dan nona Emilia, mengatakan. 'Kalau ia tak bisa menghidupkan orang yang sudah mati', dan ia juga bilang kalau anda sebaiknya tidak mengganggunya."


"Begitu, ya. Ternyata dia memang tidak bisa." Akupun berdiri dan keluar dari kamar dan pergi manuju ke ruang tahta. Entah kenapa aku hanya ingin pergi ke ruangan itu saja untuk saat ini.


-------- Beberapa menit kemudian -------


 Akupun sampai di ruang tahta, dan ada cukup banyak orang yang ada di ruangan ini. Tanpa berfikir apa-apa aku langsung duduk di kursi raja, dan hanya melihat orang yang ada di ruangan ini dengan tatapan kosong.


Salah satu orang menghampiriku. "Y-yang mulia. Hamba turut berduka tentang kejadian yang menimpa ratu Rin dan juga ratu Emilia." (perdana mentri)


"Apa memang tidak mungkin menghidupkan orang yang sudah mati.." Setelah mengatakan hal itu, kesunyian menyelimuti ruangan ini. "Ternyata memang tidak mungkin, ya. Bahkan dewa saja tidak bisa melakukan hal itu."


"Mohon maaf yang mulia. Tapi, hamba pernah mendengar sebuah legenda tentang buah yang bisa menghidupkan orang yang sudah mati. Tapi, hamba tak tau itu benar atau tidak. Sampai saat ini, belum ada yang pernah menemukan buah itu. Tapi, hamba yakin kalau di dunia ini memang ada buah yang seperti itu, yang mulia."


"Begitu, ya." Aku kira itu adalah sebuah kesempatan, tapi menurutku hal itu percuma saja. Dewa Sha saja tidak bisa membuat orang hidup kembali, apalagi katanya buah itu bisa membangkitkan orang yang sudah mati. "Lelucon yang sangat menyakitkan." 


Saat sampai di sini, aku sama sekali belum melihat Inori. "Lia, Inori mana?"


"No-nona Inori... Dia mengurung diri dikamarnya, setelah melihat nona Rin dan nona Emilia di bawa pergi oleh laki-laki itu. Laki-laki itu juga mengatakan sesuatu pada nona Inori, dan setelah itu nona Inori langsung pergi kekamarnya."


Sepertinya dewa Sha mengatakan sesuatu pada Inori, dan saat melihat hal seperti itu, Inori mungkin saja mengamuk, dan karena hal seperti itu tidak terjadi, mungkin dewa Sha sudah mengatakan sesuatu yang membuat Inori merasa tenang.


Aku kembali melihat orang-orang yang ada di dalam ruangan ini dengan tatapan kosong.


"Omong kosong apa yang kau katakan pada raja. Itu hanyalah sebuah legenda, dan legenda itu tidak pernah terbukti kebenarannya." (petinggi lain)


Mereka berdua mulai berdebat. "Para pendahulu pernah bilang, kalau buah itu ada di hutan iblis."


"Tapi, tak pernah seorangpun yang pernah membuktikan kebenaran itu. Dan itu hanyalah omong kosong yang diucapkan oleh para pendahulu untuk membodohi kita."


"Woy woy, jika tidak di sudahi. Percakapan ini akan menyebabkan masalah."


"Apa kau bilang.."


Akupun berdiri. "Sudah cukup, aku tak ingin meributkan hal seperti itu."


"M-mohon maaf yang mulia." (kedua orang yang bertengkar)


"Kalau begitu, kalian semua boleh bubar." Sebenarnya aku tak tau apa yang mereka semua lakukan disini, tapi sepertinya mereka hanya ingin membicarakan omong kosong ini.


"Baik yang mulia." Seluruh orang yang ada di ruangan ini keluar, dan hanya tinggal aku Lia, Sia, dan juga Rune yang berada di depanku.


"Bisa kalian semua keluar dari sini. Saat ini aku ingin sendirian."


"T-tapi Hiro.."


"Baiklah Hiroaki-sama."


"Baik, kak."


"Kalau begitu, aku akan pergi. Tapi, jika kau membutuhkan sesuatu panggil saja aku." (Sia)


"Terima kasih." Mereka bertiga keluar dari ruangan ini, dan hanya tinggal aku seorang di dalam ruangan ini.


"Hah.. Buah yang bisa menghidupkan orang mati, ya. Sesuatu  yang tidak bisa dilakukan oleh dewa, bisa dilakukan oleh sebuah buah." Mengucapkan hal itu, membuatku sedikit tertawa.


Tapi, aku mengingat kalau perdana mentri itu bilang tentang hutan iblis, dan dewa Sha juga bilang tentang hutan iblis. "Apa ini cuma kebetulan? Tidak.." Dan setelah dipikir-pikir lagi, dewa Sha hanya bilang kalau ia tidak bisa menghidupkan orang yang sudah mati, dan ia tidak bilang kalau tidak ada cara untuk menghidupkan orang mati. "Mungkin ini kesempatanku.. Bisa saja buah seperti itu memang ada, dan dewa Sha juga sudah memberitahukan tempatnya padaku. Aku harus segera mencarinya." Akupun segera keluar dari ruangan ini. 


"Hikari-sama, apa anda akan pergi lagi?" Lia berdiri di samping pintu.


"Iya, aku akan pergi." Sepertinya Lia mencoba untuk menghalangiku.


"B-begitu, ya. Kalau begitu, semoga anda berhasil, Hiroaki-sama."


Aku tak menyangka kalau Lia tidak berencana untuk menghentikanku. "Ada apa Lia?"


"T-tidak ada apa-apa, Hiroaki-sama. Hanya saja..."


"Hanya saja?"


"Aku tau perasaan anda saat ini, karena aku dulu juga memiliki keluarga, dan semua keluargaku juga di bunuh oleh raja iblis saat perang antar ras berlangsung."


"Begitu, ya. Hmmm..." Seketika aku terpikirkan sesuatu yang yang mengejutkan. "T-t-tunggu dulu, dia barusan bilang perang antar ras... Aku harus memastikan sesuatu."


"L-Lia, saat ini berapa usiamu."


"Ehh..? Usiaku.. Kalau tidak salah, kurang dari 600 tahun."


"Apaaa!!!! (kaget)" 


"B-begitu, ya. Haha.."


"Ada apa Hiroaki-sama?"


"T-tidak ada apa-apa... Hanya saja, aku terkejut kalau kau ternyata sudah hidup selama lebih dari setengah abad."


"Begitu... Ras kami memang berumur panjang. Kami ini berbeda dengan ras iblis dan juga manusia, kami ini seperti ras elf yang bisa berumur hingga ribuan tahun."


"Be-begitu... Aku baru tahu.." Dan aku baru tahu kalau ras iblis itu tidak berumur panjang. "Terima kasih kau sudah memberihuku.. Aku akan pergi sekarang, aku titipkan kerajaan ini  padamu dan juga Rune."


"Baiklah, Hiroaki-sama."


Akupun pergi, dan aku juga kembali ke kamar untuk mengambil pedangku, dan juga dalam perjalanan kali ini aku juga menggunakan jaket yang aku pakai sebelumnya, karena menurutku itu cukup keren untukku.


__________________


Pagi hari, jam 08.44


Saat ini aku sedang berada di punggung naga Shura dan aku dalam perjalanan menuju ke hutan iblis seperti apa yang dikatakan dewa Sha. "Aku harap di sana aku menemukan sesuatu yang yang sangat aku inginkan, sesuatu yang bisa digunakan untuk menyelamatkan mereka berdua."


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2