
“Huh?” Mendengar hal itu kami semua menjadi waspada. “M-Musuh?”
“Hiroaki, gunakan 50% kekuatanmu, dan lindungi mereka semua.”
“Huh?” Ketua tiba-tiba saja menyuruhku menggunakan kekuatan sebesar itu. “Ketua.”
“Kalian semua, cepat pergi bersama dengan Hikari.. aku tak yakin bisa menahan mereka semua.”
“Mereka?”
“Cepatlah, jangan buang-buang waktu.”
“B-Baik.” Dengan perintah ketua, aku menggunakan kekuatan 50% milikku. Kekuatan yang pernah menghancurkan dunia. “Menggunakan kekuatan, 50%.” Seketika suasana berubah, getaran dahsyat mulai terjadi dan juga lava panas mulai mencuat keluar dari dalam tanah.
“A-Apa-apaan ini.” (Miko)
“Kalian, tetap berada di dekat Hikari, dan lanjutkan perjalanan menuju ke tempat tujuan.”
“Ketua, bagaimana denganmu?” Meskipun ketua sangat kuat, tapi jika sampai menyuruhku menggunakan kekuatan sebesar ini. Lawannya kali ini pasti sangat kuat, dan ada kemungkinan ketua akan kesulitan melawannya. “Ketua, izinkan aku membantu...”
“Hikari, tugasmu adalah melindungi mereka.”
“Tapi, ketua.”
“Ersen, gunakan pelindung mutlak milikmu, dan Iras, gunakan kekuatanmu untuk membuat penghalang yang kuat diluar pelindung mutlak milik Ersen.”
“Baik.”
“Karen, gunakan penyembuhanmu dan sembuhkan mereka berdua.”
“B-Baik.”
“Selvi.”
“Y-Ya..”
“Tugasmu adalah memantau sekitar. Katakan jika ada yang mendekat ke arah kalian pada Hiroaki.”
“Baik.”
“Lalu untuk kalian berdua, Shiren, Miko.”
“Ya.” (Shiren & Miko)
“Aku ingin kalian membantu Hiroaki jika dia sedang dalam kesulitan.”
“Baik.” (Shiren & Miko)
“Ketua, apa musuh yang akan kita hadapi sekarang begitu kuat?”
“Ya, bukan hanya kuat. Tapi sangat banyak.”
“S-Sangat banyak.”
“Setidaknya ada 9 kelompok lengkap disini.”
“S-Sembilan!!” 9 Kelompok lengkap, itu berarti 90 orang sedang ada disini, dan mereka bersembunyi entah dimana.
“Haa, baikla. Ini mungkin perintah yang cukup egois, tapi…”
“Ketua…”
“Apapun yang terjadi, jangan sekalipun menoleh ke arah belakang. Aku harap kalian mengingatnya.”
“Baiklah.” Ketua hanya meminta hal itu pada kami. ‘Tidak melihat kebelakang apapun yang terjadi.’
“Kalian semua, cepatlah bergerak.”
“Baik.” Menuruti perintahnya, kami bergerak berjalan menuju ke tempat tujuan, dan kami berpisah dengan ketua.
Beberapa menit setelah itu.
“Hiroaki, dikananmu ada musuh.” (Selvi)
__ADS_1
“Baik.”
Srassshhh
Sfx : Tebasan
Hanya dengan 1 kali tebasan menggunakan Shirame, aku bisa menghilangkan apapun. “Jadi seperti ini, ya..” Kekuatan yang pernah menghancurkan dunia milik dewa Sha. Saat ini, aku bisa mengendalikannya tidak seperti dulu. Itu mungkin karena dulu secara emosional aku terguncang dan membuat kekuatan besar ini meluap begitu saja.
“Hiroaki, di depan kita ada 5 orang.”
“Ya.”
Srasshhh
“Wah wah. Banyak juga, yang berdatangan.” (Itsuki) Saat ini dia sedang melawan banyak musuh sekaligus. “Beberapa kelompok membentuk aliansi sementara, itu tidak buruk. Tapi, apa kalian yakin bisa mengalahkanku?”
“Jangan sombong kau, aku pasti akan membuatmu menyesali perkataanmu.” (???)
“Hahaha, menarik. Kita lihat, kau apa aku yang akan menyesal, tidak bukan kau, tapi kalian semua. Akan aku buat kalian menyesalinya.”
Duaarrrr
Sfx : Ledakan.
Sebuah kekuatan sihir tingkat tinggi menghantam pelindung dan membuat ledakan yang begitu besar. “Kalian, apa kalian berdua baik-baik saja?”
“Hiroaki, kau fokus saja. Serahkan urusan pertahanan pada kami. Kau hanya harus fokus menyerang musuh yang datang.” (Ersen)
“B-Baik.” Meskipun begitu, saat aku melihat ke arah Ersen dan juga Iras, tubuh mereka berdua terluka padahal mereka tidak terkena dampak apapun. Dan disaat itu Karen menyembuhkan mereka. “Kapan ini akan selesai.”
“Hiroaki, kau fokus saja. Kami semua bergantung padamu.” (Selvi)
“Baiklah.” Jika aku tak fokus, maka aku tidak akan bisa melindungi mereka.
Beberapa lama setelah itu.
“Ha, ha, ha.”
“Hiroaki, kau baik-baik saja?” (Karen)
“Sepertinya sudah tidak ada lagi yang mengejar kita.” (Selvi)
“Haa, akhirnya.” Jika itu benar, itu berarti aku bisa bernafas lega. “Sudah lama aku tidak selelah ini.”
“Apa ketua akan baik-baik saja, ya?” (Miko)
“Dia pasti baik-baik saja. Lagipula, dia adalah orang yang sangat kuat. Meskipun tidak bisa melawan mereka dia pasti bisa kabur dengan selamat.” (Ersen)
“Tapi, aku khawatir dengan ketua. Dia sedang berhadapan dengan kelompok lain.”
“Tenanglah, ketua tidak selemah itu.”
Sementara itu.
“A-Apa-apaan itu.” (???)
“Wah wah. Hiburan yang kalian berikan cukup membuatku sedikit senang.” (Itsuki) Entah sudah berapa banyak orang yang berhasil dikalahkan olehnya, tapi saat ini seluruh pedangnya dilapisi oleh darah yang begitu pekat.
“K-Kau. Semuanya, serang!!”
“Wah wah. Kalau begitu, dengan senang hati aku terima permintaan kalian. Dan juga, selamat tinggal semuanya… (tersenyum)”
Beberapa jam setelah itu.
“Ketua, dia belum juga kembali.” Saat ini, kami sedang menlanjutkan perjalanan menuju ke utara sesuai rencana. Dan sudah beberapa jam berlalu sejak pertempuran itu selesai tapi ketua masih juga belum menyusul kami.
Karena aku berjalan sedikit lebih lambat, Ersen menghampiriku. “Hiroaki, ayo cepat. Jangan melamun. Ketua pasti baik-baik saja.” (Ersen)
“Meskipun begitu, aku tak begitu yakin.”
“Lalu, apa yang akan kau lakukan? Mendatangi ketua? Kau sudah lupa dengan apa yang dikatakan ketua?”
“Tapi…”
__ADS_1
“Ketua bilang, jangan sekalipun menoleh kebelakang. Apa kau tau artinya.”
“Huh? Apa itu sebuah pesan rahasia?”
“Ya.”
Aku tak tau kalau itu sebuah pesan rahasia. “Lalu, apa pesan itu?”
“Lupakan.”
“Lupakan?”
“Ya, lupakan apa yang sudah terjadi sebelumnya. Itulah pesannya.”
“Huh? Tunggu Ersen, aku sama sekali tidak paham.”
“Biar aku jelaskan lebih mudah.” Iras menghampiri kami yang sedang berbicara.”Yang ingin dikatakan oleh Ersen, lupakan semua yang sudah terjadi dan jangan ingat kejadian yang sudah terjadi.” (Iras)
“T-Tunggu dulu.. bukankah itu...”
“Sebuah pesan kematian. Ya, itu tepat seperti yang kau pikirkan.”
“Lawan yang baru saja kita hadapi sangat kuat, dan karena itu ketua memberikan perintah kita untuk pergi.”
Mendengar hal itu, langkah kakiku seketika berhenti. “T-Tunggu Ersen, Iras. K-kenapa, jika kalian mengetahuinya kenapa kalian tidak mengatakannya?!”
“Maaf, tapi… Aku dan Ersen terpaksa melakukannya.”
“Tunggu, kenapa? Bukannya dia adalah ketua kalian juga.”
“Sebelum kau bergabung, ketua pernah berkata seperti ini pada kami. ‘Saat aku memberikan banyak perintah, aku harap kalian mau melakukannya karena bisa saja itu perintah terakhir dariku.’ Itulah yang dikatakan oleh ketua.”
“Tunggu, jika seperti itu, berarti…”
“Ya, Selvi, dan Karen juga mengetahuinya.”
Ini mulai sedikit aneh. “Tunggu, jika mereka mengetahuinya. Kenapa mereka tidak melakukan sesuatu?”
“Hiroaki, bagi ketua keselamatan anggota adalah yang paling penting. Ia tidak akan ragu untuk menjadi tumbal jika itu bisa menyelamatkan seluruh anggotanya.”
“Apa-apaan itu.” Aku sama sekali tidak mengerti apa yang sebenarnya dipikirkan oleh ketua, mengorbankan diri demi anggota.
“Aku tak tau kenapa ketua bisa bersikap seperti itu, tapi itu mungkin saja karena sebab yang pernah terjadi didunianya. Kemungkinan sesuatu yang buruk pernah terjadi padanya, dan dia tidak ingin mengulangi hal itu lagi.” (Iras)
“Sesuatu yang buruk?”
“Kau pasti juga memilikinya, ingatan yang ingin kau lupakan dan ingatan itu merubah hidupmu.” Tidak bisa dipungkiri, aku memang memilikinya. Ingatan yang selalu menghantuiku sampai saat ini. “Setidaknya, kami ber-4 disini memilikinya. Kenangan buruk yang mengubah hidup kami.”
“Kalian?”
“Ya. Oleh karena itu, aku yakin ketua memiliki alasan tersendiri melakukan hal itu. Meskipun ini menyakitkan harus kehilangan orang hebat sepertinya, tapi kita harus tetap maju.”
“Hentikan omong kosongmu, apa kau tau maksud perkataan yang kau katakan barusan.” Ia berkata seakan ketua sudah lenyap dari dunia ini.
“Ya, aku tau.”
“K-Kau!!” Entah kenapa aku merasa sangat kesal mendengar ia berbicara seperti itu.
“Hiroaki, hentikan. Jangan memulai perselisihan yang tak berguna. Aku tau kau sangat kesal saat ini, tapi kita harus segera sampai di tempat tujuan secepatnya.” (Ersen)
“Hey. Apa yang kalian bicarakan!! Ayo cepat!!” (Selvi) Tanpa disadari, yang lainnya sudah berada jauh di depan.
“Baik, kami akan segera menyusul! Hiroaki, tolong jangan memulai perdebatan yang tak penting. Kita semua selamat saat ini karena bantuan ketua, dan kita harus segera mencapai tempat tujuan secepat mungkin. Aku yakin itu yang ketua inginkan.”
“Ersen, sampai kau juga.” Aku tak menyangka kalau Ersen akan berkata seperti itu juga.
Beberapa jam setelah itu.
“Jadi, ini tempatnya.” Sebuah kota, atau bisa disebutkan sebagai kota mati. Sebuah kota yang mirip dengan kota diduniaku sebelum dipanggil oleh dewa Sha.
“Didunia ini juga ada tempat seperti ini, ya.” (Miko)
“Kita cari tempat yang cocok untuk dijadikan markas.” (Ersen) Ersen bertugas menjadi pengganti ketua saat ketua tidak ada.
__ADS_1
“Baik.”