
‘Dimana aku?’ Sebuah tempat, dan sepertinya aku pernah mengalami hal ini sebelumnya. ‘Aku pingsan, ya.’ Tempat yang sangat tenang. ‘Tempat ini cocok untukku yang butuh ketenangan.’
“Hiroaki bangun, Hiroaki.”
‘Huh? Suara itu, siapa?’ Aku mendengar suara, tapi karena begitu kecil aku tidak begitu bisa memastikannya. ‘Sepertinya aku akan segera sadar’
“Hiroaki, bangun. Buka matamu.”
Suara itu kembali terdengar. ‘Baik-baik, aku akan bangun.’
Aku perlahan membuka mataku. “A-Aww...” Kepalaku terasa begitu sakit tepat saat aku membuka mataku.
“Hiroaki, kau bangun. Syukurlah..” (Karen)
“K-Karen, apa yang terjadi? Dimana ini?” Yang pasti, tempat ini bukan markas dikota.
Sebuah rumah, dan saat ini aku sedang melihat langit-langit rumah ini.
“Ini markas baru kita.”
“Markas baru?”
“Iya, markas kita yang dulu hancur. Jadi, kita mencari markas baru dan menemukan tempat ini.”
“Begitu, ya.” Tapi, ada yang aneh. “K-Karen, kau bilang dulu? Kapan?”
“3 tahun yang lalu.”
“A-Apa!!! T-tiga tahun yang lalu!!” 3 tahun aku tak sadarkan diri, dan di dalam mimpi itu hanya terasa sesaat.
“Karen, berhenti bergurau. Dia baru saja bangun.” (Ersen)
“Ersen, apa benar aku tak sadarkan diri selama 3 tahun?”
“Tidak, kau hanya pingsan selama 2 minggu saja. Meskipun begitu, aku begitu terkejut melihatmu terluka separah itu.”
“B-Begitu.” Kekuatan untuk pertahanan aku abaikan dan itu yang menyebabkanku menjadi seperti ini. Sungguh sebuah kesalahan yang sangat fatal untukku.
“Saat aku dan yang lainnya sampai, tempat itu sudah hancur dan kau terbaring didekat ketua.”
“Ketua?” Jika tidak salah, sesaat sebelum aku pingsan aku juga mendengar suara ketua. “Dimana dia sekarang?”
“Dia sedang ada diluar bersama yang lain. Saat ini malam hari, kau istirahat saja sekarang.”
“Terimakasih.”
__ADS_1
“Oh ya, ketua sepertinya sangat mencemaskanmu. Saat pertama kali aku bertemu dengan ketua, aku tak pernah sekalipun melihatnya semarah itu.”
“Huh? Memangnya ada apa?”
“Kemarahan ketua, bisa aku anggap sebagai sebuah malapetaka. Aku harap kau mengingatnya.” Ersen kemudian keluar.
“Karen, sebenarnya apa yang sudah terjadi?”
“Begini, sebenarnya…”
Setelah beberapa lama.
“A-Apa!!” Aku sangat terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Karen. “Karen, apa kau serius?”
“Ya, itulah yang terjadi.”
“T-Tunggu sebentar, biar aku mencerna apa yang kau katakan barusan.” Meskipun begitu, ketua melakukan semua itu. Hanya dalam hitungan menit, ratusan atau bahkan ribuan pemain gugur akibat kekuatan dari ketua. “Bukannya itu mustahil.”
“Ya, aku akan menduga kalau kau akan berkata seperti itu. Tapi, itulah yang terjadi. Waktu itu untung saja kami berada sangat jauh dari tempat kejadian, jika tidak…”
“Hiroaki, kau sudah sadar.” (Itsuki) Ketua Itsuki datang kemari.
“K-Ketua.”
“Hiroaki, beristirahatlah. Tubuhmu masih dalam pemulihan, kau tidak akan bisa ikut dalam pertempuran team jika kondisi tubuhmu masih seperti ini.”
“Hiroaki, yang dikatakan ketua benar. Sebaiknya kau istirahat sekarang.”
“Baik.”
Beberapa hari setelah itu.
Butuh waktu yang cukup lama agar manaku bisa pulih, dan saat ini manaku masih belum pulih seutuhnya tapi setidaknya tubuhku sudah membaik.
Di luar markas.
“Hiroaki, kau sudah baikan?” (Iras)
“Y-Ya. Oh ya, bagaimana keadaan disini?”
“Tidak ada yang aneh, selama berhari-hari sepertinya tidak ada yang mengetahui tempat persembunyian kita.”
“Begitu. Tapi, hutan lagi, ya.” Tempat persembunyian kali ini adalah hutan, tapi sedikit berbeda karena di sini sudah memiliki rumah untuk beristirahat dan juga hal lainnya. Dan aku rasa tempat kali ini lebih cocok di sebut markas daripada tempat-tempat sebelumnya.
“Ada apa?”
__ADS_1
“Tidak ada apa-apa. Oh ya, dimana Miko dan Shiren, aku sama sekali belum melihat mereka?”
“Mereka berdua sedang ada di tempat lain, mereka mengawasi di tempat yang berbeda.”
“Begitu.. ketua, dimana dia? Aku tak melihatnya sejak kemarin.”
“Ketua sedang pergi, dia bilang kalau dia sedang ada urusan, jadi dia pergi. Mungkin dalam beberapa hari ketua baru akan kembali.”
“Begitu.” Aku tak tau dan entah kenapa sebaiknya aku tak mengetahui apa yang sedang dilakukan ketua. Setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Karen, entah kenapa aku semakin mewaspadai ketua. ‘Menghancurkan area perkotaan dan juga area lain disekitarnya.’ Kekuatan yang sangat berbahaya dan besar, sangat wajar jika aku mewaspadainya.
Sikapnya yang sulit ditebak dan juga begitu misterius, selain rasa kagum karena ia lebih mementingkan anggotanya aku juga memiliki rasa takut yang begitu besar padanya. ‘Seberapa besar sebenarnya kekuatan yang ketua miliki.’ Aku ingin mengetahuinya, tapi akan jadi hal yang buruk jika sampai aku memancingnya. “Haa, itu hal yang buruk.” Membuat ketua marah, itu bukan pilihan yang bagus.
Beberapa hari setelah itu, malam hari.
Di dalam markas.
Saat ini kami sedang berkumpul dan berencana untuk membahas tentang pergantian rotasi baru. “Yo, apa kalian baik-baik saja.” (Itsuki) Ketua Itsuki kembali dari perjalanannya.
“Ketua, apa yang kau dapatkan?” (Iras)
“Tidak ada hal bagus, tapi sepertinya permainan ini akan segera berakhir.”
“Huh? Berakhir?”
“Ya, saat ini kemungkinan besar hanya ada sekitar 500 juta pemain (MC) saja yang ada didunia ini.”
“500 juta.” Meskipun begitu, 500 juta bukanlah angka yang sedikit. Tapi, aku juga tak tau sejak kapan permainan ini dimulai. Dari beberapa hal yang aku ketahui, Miko dan Shiren sudah berada didunia ini 2 tahun yang lalu, dan ada kemungkinan ada orang yang sudah berada didunia ini lebih lama dari Miko dan Shiren.
‘Puluhan tahun, ratusan, atau bahkan jutaan tahun.’ Itulah yang dikatakan oleh dewa Sha. Jika memang benar seperti itu, berarti ada orang yang sudah hidup lama didunia ini. Tidak akan menua selama kita berada didunia ini, entah berapa puluh atau bahkan ratusan tahun terlewati. Dan lagipula, waktu didunia ini lebih lama dari waktu didunia yang biasanya dan itu juga menambah jumlah waktu berada didunia ini.
“Bukankah itu berita yang bagus, itu berarti hanya tersisa sedikit pemain saja didunia ini.” Dari 3 miliar pemain, dan saar ini sudah menjadi 500 juta pemain itu adalah kabar yang bagus. Lawan menjadi semakin sedikit tapi…
“Lawan kita juga akan semakin kuat.” (Ersen)
“!!!”
“Pemain yang bertahan sampai dititik ini adalah pemain yang memiliki kekuatan yang kuat, bahkan lebih kuat dari lawan yang pernah kita lawan sebelumnya.”
“Yang dikatakan Ersen benar, lawan kita akan menjadi sangat kuat. Jika kita tidak melawannya dengan sungguh-sungguh, bisa jadi kita yang akan tersingkir selanjutnya.” (Itsuki) Yang dikatakan Ersen memang benar, pemain yang bertahan dititik ini adalah para pemain yang memiliki kekuatan yang kuat. Jika tidak begitu, tidak mungkin mereka bisa mencapai titik ini. “Perjalanan kita akan segera berakhir. Dan tinggal menunggu waktu saja sampai kita tampil di panggung utama.” Ucapan ketua, entah kenapa seakan mengisyaratkan kami untuk berujuang agar mencapai kemenangan. Kemenangan untuk kami semua. “Oh ya, ada sesuatu yang ingin aku beritahu pada kalian.”
“Ketua, ada apa?”
“Hmm, baiklah, bagaimana kalau begini saja. Kalian berdua, masuklah.”
2 orang mulai masuk ke dalam markas. “K-Ketua, siapa mereka?” (Karen)
__ADS_1
“Ahhh, 2 gadis cantik ini. Ehemm, maksudku mereka adalah kelompok baru kita.”
“2 gadis cantik. B-Begitu.”Dia keceplosan. Ketua kembali dengan membawa 2 orang gadis dan sepertinya dia mengangkat mereka menjadi anggota tanpa sepengetahuan kami, lagi. “Haa, sudahlah.” Dengan begini, kelompok ini sudah memiliki anggota yang lengkap.