
“Dia sudah pergi.” (Sia)
“Aku harap tidak ada sesuatu yang buruk terjadi padanya.” (Emilia)
“Ai, ada apa denganmu.” Keseimbangan tubuh Ai goyah dan itu membuatnya hampir terjatuh.
Yang lain langsung membantunya untuk menjaga tubuhnya tetap berdiri. “Aku, baik-baik saja. Mungkin aku sedang tidak enak badan.”
“Kalau begitu, biar aku mengantarmu kembali ke kamarmu. Kau harus istirahat.” (Emilia)
“Terimakasih.”
--------------------
Pagi hari.
“Hm… Begitu, ya.” Ada sesuatu informasi penting yang bisa aku dapatkan. Hampir seluruh tempat diarea ini penuh dengan cyborg (cybernetic organism) dengan wujud seperti manusia normal. Jika orang yang pertama kali melihatnya pasti akan menyangka kalau cyborg itu adalah manusia biasa, dan itu juga berlaku padaku yang mengira kalau para cyborg itu adalah manusia normal saat pertama kali melihat mereka. “Sebaiknya aku mencari informasi lainnya.”
Setelah beberapa lama.
“Apa itu?” Dari jalanan, aku melihat seseorang sedang dihajar oleh beberapa orang lainnya. “Mau didunia manapun, yang kuat pasti akan berkuasa. Hal itu juga berlaku didunia ini ternyata.” Aku sedikit tidak tega melihatnya, dank arena itu aku berencana untuk memberinya sedikit bantuan.
“Eh? Apa kau baik-baik saja.”
“(melihat ke arahku) Huh? Siapa dia, apa kau mengenalnya?” (???)
“Entahlah, sepertinya dia orang baru.” (???)
“Etto, bisa kau melepaskannya. Bermain keroyokan seperti itu, bukankah itu sedikit… Pengecut.” Aku mencoba untuk memprovokasinya.
“Sialan!! Berani-beraninya kau!! Akanku habisi kau disini!! Semuanya, habisi orang itu!!”
“Baik!”
'Jumlah mereka ada 8 orang, dan jika dilihat. Mereka sudah jelas hanya orang biasa, jika melawanku kemungkinan besar mereka semua akan kalah dengan mudah. Baiklah…'
“Rasakan ini!!” Mereka mulai menyerangku hanya menggunakan tangan kosong.
Ini sangat mudah, gerakan mereka bisa aku baca dengan mudah. Serangan yang mereka lakukan terlalu biasa, tanpa variasi sedikitpun. “Ini membosankan.”
Buggg
Buuggg
Dakkk
Dugggg
Ctakkk
Sfx : baku hantam.
Beberapa saat kemudian
“Apa sudah selesai?”
“Aku akan membalasmu nanti, semuanya. MUNDUR!!” Mereka semua kabur layaknya pengecut yang meninggalkan medan perang.
__ADS_1
“Mereka sangat memalukan.” Aku menghampiri orang yang dibully tadi. “Apa kau tidak apa-… Cyborg.” Sebuah gadis cyborg. Aku tak tau harus bilang dia sebuah atau seorang, tapi yang aku tak paham kenapa orang-orang itu menyakiti cyborg ini.
“Terimakasih.”
“Terimakasih?” Aku tak pernah tau kalau cyborg bisa berkata seperti itu, apa itu sudah diatur oleh system yang ada di tubuhnya. Tapi, ada sesuatu yang membuatku penasaran. “Kenapa kau bisa disakiti oleh orang-orang itu?”
“Aku tidak tau, mereka tiba-tiba saja menangkapku dan menyiksaku.”
“Begitu…” Dia berbeda, sangat berbeda dengan cyborg yang aku temui sebelumnya. Setiap yang ia katakan, seakan ia adalah seorang manusia.
“Lucia!!!” Seseorang berlari menuju ke arah kami.
“Lucia, apa itu namamu?”
“Iya.”
“Dan apa orang yang berlari itu adalah pemilikmu?”
“Iya.”
“Begitu.” Mau bagaimanapun, dia tetap cyborg. Ia memiliki juga memiliki majikan.
Beberapa saat kemudian.
“Lucia, apa kau tidak apa-apa?”
“Aku tidak apa-apa.”
“Syukurlah… Siapa dia?”
“Begitu, terimakasih banyak.”
“Tidak masalah, lain kali kau harus lebih memerhatikan cyborgmu itu dengan baik.”
“Tidak!! Lucia bukan cyborg.”
“Hmm…” Ucapannya barusan membuatku sedikit kebingungan. Sudah jelas kalau dia adalah cyborg, tapi dia malah menyangkal hal itu, dan jelas itu membuatku bingung.
“Dia bukan cyborg. Lucia adalah temanku, teman yang sangat berharga bagiku.”
“Begitukah.” Aku tau apa yang dia rasakan, setidaknya seperti itu. “Teman, ya.” Jika dipikir-pikir, aku sama sekali tidak memiliki teman. Dan satu-satunya temanku hanyalah Rin.
Tidak, Garden, Leona, Shu, Felicia, Ken. Mungkin aku juga bisa menganggap mereka adalah temanku. Tapi, aku tak tau mereka anggap apa aku. “Kalau begitu, sebaiknya kau jaga baik-baik temanmu ini. Jangan sampai kau kehilangan dia lagi. Mungkin kali ini kalian masih bisa bertemu, tapi aku tak menjamin kalian akan bertemu kembali saat kau kehilangannya lagi” Setelah mengatakan hal itu, aku pergi.
Dunia ini termasuk dunia yang kejam, entah itu dari para manusia ataupun cyborg itu sendiri. Aku tak tau, dan mungkin aku akan segera mengetahuinya.
Setelah cukup lama setelah itu.
“Hmm… Seperti itu ternyata.” Dari beberapa informasi yang tak sengaja aku dengar dari beberapa orang, hampir seluruh pekerjaan sudah diambil alih oleh cyborg, dan mungkin itu juga yang membuat orang-orang tadi menyakiti cyborg itu. Mereka kesal karena pekerjaan mereka diambil alih oleh para cyborg itu. “Jika seperti ini, sudah tidak wajar kalau dunia ini akan hancur seperti yang dikatakan oleh dewa Sha.”
------------------------
“Alicia, apa semuanya sudah siap?” (???)
“Semuanya sudah siap.”
“Baiklah, kalian semua. Apa kalian sudah siap.”
__ADS_1
“Tentu saja, jika kami tidak siap. Kami tidak mungkin akan berada disini.”
“Baiklah kalau begitu… Kita mulai rencana kita.”
“Ya.”
-----------------------
Menjelang sore.
“Ha, ini sangat membosankan.” Tak ada informasi yang aku dapatkan, tapi yang aku tau kalau perusahaan pembawa bencana itu berada di tengah-tengah kota. “Jika aku langsung menyerbunya, mungkin akan ada korban. Dan kemungkinan besar cyborg militer juga akan menyerangku.” Setelah cukup lama berfikir, aku mendapatkan ide yang menarik.
“Kalau tidak salah, perusahaan itu yang membuat semua cyborg ini. Dan tidak sedikit orang pasti membenci perusahaan itu. Aku bisa memanfaatkan hal itu.” Mencoba untuk membuat pasukan pemberontak, itulah yang sedang aku rencanakan. Kemungkinan akan ada banyak korban, tapi itu tidak masalah selama itu bisa menyelamatkan dunia ini. “Aku akan melakukannya dengan caraku sendiri.”
Beberapa jam setelah itu, di sore hari.
Duarrr. Sfx : ledakan.
Sebuah ledakan besar terdengar olehku, dan ledakan itu berasal dari tengah kota. “Ada penyerangan, ya.” Tepat seperti dugaanku, karena kesal mungkin saja beberapa dari mereka mulai membentuk kelompok untuk menghancurkan perusahaan itu. “Sebaiknya aku segera pergi.”
------------------------
“Alicia, analisa.”
“Baik analisa dimulai… … … 24 cyborg model a-21, 50 cyborg model 34-Sniper, dan 70 tentara biasa. Huh, dan sepertinya masih ada bala bantuan yang datang.”
“Heh… Ini sepertinya akan jadi sangat sulit. Gil, Droes, Gios, Rath. Bagaimana keadaan disana?”
“Kami sedikit kesulitan disini, bagaimana denganmu?”
“Aku juga cukup kesulitan disini.”
“Sepertinya sangat mustahil menyerbu perusahaan ini hanya dengan jumlah kita yang sedikit seperti ini.”
“Sepertinya kau benar. Kalau begitu, semuanya mundur. Kita atur ulang rencana kita.”
“Baik.”
“Diks, sebuah pesawat tipe W-896 scorpion sedang menuju kemari.”
“Semuanya cepat mundur.”
“Baik.”
“Cih, ini hari ini kami memang kalah, tapi nanti kami pasti akan meratakan bagunan itu.”
------------------------
“Hm… Sudah selesai.” Saat aku sampai, ternyata pertempurannya sudah selesai. “Ha… Huh. Apa ini?” Sebuah kepingan koin hitam. “Sepertinya ini cukup berharga.” Aku putuskan untuk menyimpannya.
“Hoy, apa yang kau lakukan disini?” Seseorang datang sambil menyodongkan senjata api padaku, dan aku belum pernah melihat senjata itu sebelumnya.
“M-Maaf, aku hanya penduduk biasa. Aku kesini karena mendengar suara keributan saja.”
“Begitu… Pasukan, tangkap orang ini!!”
“Eh? Yang benar saja!!”
__ADS_1