
Malam hari, ruang bendahara istana.
“Emilia, bagaimana keadaan Ai?” (Rin)
“Panasnya masih belum turun, tapi mungkin besok sudah akan baikan.”
“Begitu…”
“Rin, ada apa? Kau kelihatan sangat pucat?”
“Tidak, aku tidak apa-apa, aku baik-baik saja. Aku akan menyelesaikan ini secepatnya, setelah itu aku akan langsung istirahat.”
“Rin, kau kelihatan tidak baik-baik saja.” Emilia mendekat kea rah Rin, dan menyentuh dahinya. “Tubuhmu sangat panas. Rin, kau terkena demam. Kau harus segera istirahat.”
“Tidak apa-apa, ini tidak seberapa. Lagipula pekerjaanku masih belum selesai.”
“Apa yang kau katakan!! Kau harus segera istirahat.”
“Tapi, semua pekerjaan ini-…”
“Biar aku yang melakukannya. Sebaiknya kau istirahat saja dulu.”
“Begitu… Terimakasih.” Rin pergi.
“Rin dan Ai, sakit. Apa yang sebenanya terjadi pada mereka berdua?”
_____________________
Besoknya, pagi hari.
“Leon, panasnya masih belum turun juga.” (Roy)
“Yang benar saja?! Apa yang sebenarnya terjadi padanya? Alicia, coba periksa keadaanya.” (Disk)
“Baik master. Pemerikasaan dimulai… Tidak ada yang aneh. Hanya demam biasa.”
“Ini sudah sangat aneh, dia tertidur mulai kemarin dan hingga saat ini ia masih belum bangun. Apa yang sebenarnya terjadi dengan bocah ini?” (Gil)
“Biarkan saja dia istirahat, sampai keadaanya benar-benar pulih. Sementara itu… Gios, informasi baru apa yang kau dapatkan?” (Leon)
“Tidak ada, masih sama seperti sebelumnya. Tidak ada kabar baru yang bisa aku beritahu pada kalian.” (Gios)
“Begitu. Siapkan senjata, kita akan menyerang sekarang juga.” (Leon)
“Tunggu ketua, bukannya dia bilang untuk jangan pergi kalau dia belum bangun.” (Rath)
“Kita ini harus bergerak cepat, ini adalah saat yang tepat. Mereka membuka sedikit celah dan kita harus segera memanfaatkannya dengan baik.” (Leon)
“Baik!!” Mereka pergi.
“Sungguh tindakan yang bodoh. Padahal aku sudah memperingatkan mereka.” Meskipun aku tidur, tapi aku masih dalam keadaan sadar. “Masih butuh waktu berapa lama lagi.” Tubuhku mulai mencoba terbiasa dengan berkat yang diberikan oleh dewa Wan, meskipun begitu aku tak tau ini akan memakan waktu berapa lama.
---------------------
Area Jalur bawah tanah.
“Semuanya, bersiap.” (Leon) Mereka bersiap untuk menyerbu. “Alicia, tolong..”
“Baik. Code 1123, pemeriksaan wilayah… Pemeriksaan selesai.”
“Alicia, laporkan keadaanya.”
“Baik. 232 meter didepan kita, ada 3 tentara di depan kita bersama dengan 2 cyborg, dan di 300 meter kekanan ada 6 orang tentara bersama 3 cyborg. Lalu, di jalan masuk pintu utama ada 3 tentara dan 13 cyborg.”
“Tepat seperti informasi, ada 30 penjaga yang ada disini. Semuanya, bersiap diposisi masing-masing.”
“Baik.” Mereka bergerak secara terkoordinasi, dan perlahan membunuh musuh yang ada di depan mereka layaknya seorang assassin.
Beberapa saat kemudian
Tepat saat mereka hampir sampai di gerbang. “Berhenti.” (Alicia)
“Alicia, ada apa?” (Disk)
“Ada sesuatu yang aneh.”
“Aneh… Ada apa?” (Leon)
“Aku merasakan banyak orang yang mendekat, 60, tidak, mereka sekitar 100 orang.”
“100… Kita, sudah terjebak.” (Leon)
“Ketua, apa yang harus kita lakukan?” (Roy)
__ADS_1
“Menyerahkan diri, sama dengan bunuh diri. Kita lawan mereka, dan kita kabur dari sini. Kita atur ulang rencana kita.”
“Baik.”
-------------------------
“Bagaimana? Apa mereka sudah terperangkap?”
“Mereka sudah terperangkap bos, dan hanya tinggal menunggu waktu sampai mereka semua dibasmi.”
“Hahaha… Bagus, dengan begitu tidak ada lagi yang bisa menghalagiku.”
“Tapi bos.”
“Ada apa?”
“Orang yang dicari oleh bos, sepertinya dia tidak ada dalam kelompok itu.”
“Begitu… Kalau begitu, cepat cari dia. Dia adalah kunci perkembangan dunia.”
“Baik.”
---------------------------
Duarrrr
Sfx : ledakan
“Ketua, peluru kita sudah menipis. Kita tidak bisa bertahan lebih lama lagi. Mereka juga membawa robot tempur type 2351-TOP. Jika seperti ini, kita…”
“Cih, sialan. Mereka berhasil menjebak kita.”
“Alicia, apa yang ingin kau lakukan?” (Disk)
“Master. Aku akan memberi jalan kabur untuk kalian.”
“Apa yang kau pikirkan, tidak boleh… Kau tidak boleh melakukannya.”
“Tapi, master.”
“Aku tidak mengizinkanmu melakukan hal itu.” (Leon)
“Ketua…”
“Tapi, ketua…”
“(tersenyum) Daripada kehilangannya, lebih baik aku yang mengorbankan diri. Dia adalah aset penting untuk keberhasilan tugas kita ini, kita tak boleh sampai kehilangannya.”
“Ketua…”
“Disk, aku serahkan posisiku padamu. Buatlah kemenangan untuk kita semua. Selamat tinggal.” Leon pergi, dan para tentara itu terfokus pada Leon. “Cepat!!”
“BAIK!!” Sambil memanfaatkan keadaan, sisa pasukan pembebas mencoba untuk kabur, dan tugas Leon mengalihkan perhatian dan juga menembak pasukan yang ingin menembak kelompoknya.
“Aghhh…” (Leon) Lengan kirinya tertembak.
“Ketua…”
“Cepat!! Pergi dari sini!!” Sambil menahan sakit, Leon membidik musuhnya. “Aku memang kurang cocok sebagai seorang ketua tapi, setidaknya mereka semua bisa selamat.”
Kelompok Leon berhasil kabur. “Pasukan, tembak dia!!” Ratusan peluru mengarah kearah Leon yang sedang bersembunyi.
“Setidaknya mereka selamat.”
“Pasukan RPG, tembak!!”
“Selamat tinggal semuanya. Selamat tinggal, Elly.”
---------------------------
Sore hari Markas pasukan pembebas
Ctrasss.
Sfx : Gelas pecah.
“A-Apa yang kalian katakan. Leon, Leon sudah…” (Elly)
“Maafkan kami, dia mengorbankan dirinya untuk membuka celah agar kami bisa kabur.”
“(menangis) Leon…” ‘Elly adalah tunangan Leon.’
'Haa… Sudah aku bilang untuk tidak pergi. Masih saja maksa.' Akibat tidak mendengarkan apa yang aku katakan, inilah yang terjadi.
__ADS_1
“Dia, masih saja belum bangun.” (Roy)
“Elly, maafkan kami.” Elly pergi dari sini, entah ia mau kemana.
“Elly…”
“Alicia, jangan dikerjar. Biarkan dia sendiri.”
“Baik, master.”
Hari ini, mereka kehilangan pemimpin sekaligus orang yang paling berpengaruh dalam kelompok ini. 'Haa, sudahlah.'
_____________________
Pagi hari.
“Sia, bagaimana keadaanya?” (Emilia)
“Demamnya masih belum turun.” (Sia)
“Apa yang dikatakan oleh perawat itu?”
“Hanya demam biasa. Tidak ada hal lain.”
“Demam biasa, ya. Tapi, kenapa Rin juga ikut-ikutan terkena demam. Apa karena efek pasangan?”
“Efek pasangan? Apa itu?”
“Kau belum tau.” Emilia pun menjelaskannya, dan setelah itu.
“Jika seperti itu, bukannya seharusnya kita juga terkena. Tapi, kenapa hanya mereka.”
“Entahlah. Pasti ada sesuatu yang janggal. Andai saja ada dewa disini.”
“Yo, apa ada yang memanggilku?” (dewa Sha) Dewa Sha tiba-tiba saja muncul dihadapan Emilia dan juga Sia.
“Dewa Sha.”
“Ada apa memanggilku?”
“Kau datang…”
“Tentu saja, jika seorang gadis memanggilku aku pasti akan datang. Itu, jika aku tidak sibuk. Lalu, ada apa?”
“Dewa Sha, ini tentang Rin dan Ai.”
“Ahh… Mereka berdua. Tentang saja, mereka akan baik-baik saja.”
“Begitu, syukurlah.”
“Ah… Aku baru ingat.”
“Dewa, ada apa?”
“Antarkan aku ke Rin dan Ai.”
“B-Baik.” Mereka mengantarkan dewa Sha ke ruangan Ai dan juga Rin.
Beberapa saat kemudian.
“Sepertinya tidak begitu parah, baiklah.” Rin dan Ai berada di ruangan yang sama.
“Dewa Sha.”
“Kalian, bisa keluar dari ruangan ini sebentar. Dan ingat, jangan buka ruangan ini sampai ada yang membukanya. Dan lebih baik kalian lakukan pekejaan kalian, itu lebih berguna daripada menunggu di depan pintu. Benarkan.”
“Baik.” Mereka keluar menuruti perintah dewa Sha.
“Rin dan Ai, aku lupa kalau mereka bukan berasal dari dunia ini. Oleh karena itu mereka juga terkena efeknya.” Meskipun Ai sudah berubah menjadi iblis, tapi wujud awalnya adalah seorang manusia yang dipanggil kedunia ini. Dan oleh karena itu ia juga terkena efeknya. Efek dari berkat dewa Wan yang diberikan pada Hiroaki. “Haa, aku kasihan melihat mereka seperti ini. (menjeltikkan jarinya) Sudah selesai.” Dewa Sha langsung menghilang, sedangkan Emilia dan Sia melakukan pekerjaan mereka.
_________________
“Ha…”
“Dewa Sha, ada apa? Sepertinya kau sedang kesulitan hari ini.” (dewa Nii) Saat ini dewa Sha sedang minum teh bersama dewa Nii.
“Tidak ada, aku hanya sedang sedikit lelah saja.”
“Bicara omong kosong apa kau. Diistanamu itu bukannya ada seseorang yang menunggumu, dengan hal itu bagaimana kau bisa merasakan lelah.”
“(tersenyum) Kau benar dewa Nii. Terima kasih atas tehnya. Jika tidak merepotkan, aku akan kembali lagi untuk minum teh.”
“Ya, akan aku tunggu.” Dewa Sha pergi. “(tersenyum) Dewa baru, ya. Aku tidak sabar.”
__ADS_1