
'Kekuatanmu sudah aku kembalikan, tapi meskipun begitu aku tidak mengembalikan sepenuhnya karena itu akan sangat berbahaya untuk kondisi tubuhmu sekarang.'
'Itupun tidak masalah, terimakasih dewa Sha.' Aku tengah dalam perjalanan menuju ke kerajaan iblis, seorang diri. Meskipun begitu.
“Tuan Hiroaki, tunggu.” Para pahlawan itu mengikutiku.
“Kalian kembalilah, saat ini aku ingin segera menyelesaikannya. Aku harus segera kembali.”
“Kembali?”
Jika dijelaskan, ini akan memakan waktu. “Kalian tidak perlu tau, tapi yang pasti… Aku akan segera menyelesaikannya.” Aku kembali melanjutkan perjalanan.
-----------------
Beberapa lama setelah itu
Aku sudah sampai di dekat kerajaan iblis, tapi… “Kenapa kalian masih mengikutiku.”
“Kami ingin membantu anda.”
“Terserah kalian.” Mungkin mereka akan sedikit berguna, sebagai umpan mungkin.
Beberapa lama setelah itu.
“Ada musuh!!” Para pasukan iblis menyadari kedatanganku.
“Para pahlawan, bersihkan para iblis itu. Aku akan langsung pergi menuju ke tempat raja iblis.”
“Jangan gegabah, menyerang raja iblis seorang diri adalah tindakan yang sangat tidak menguntungkan.”
“Tenang saja, kalian cukup urus para pasukan iblis itu.” Aku perlahan berjalan maju.
“Serang!!!” (iblis)
Slashhh.
Setiap iblis yang masuk ke jarak serangku, aku memebasnya dengan mudah.
________________
“Sha, kenapa kau melanggar perjanjian awal?” (dewa Hi)
“Ada sebuah kejadian tidak terduga, jika aku tidak melakukannya maka akan ada Sakusha ke 2. Dan aku tak ingin hal itu terjadi.”
“Ada hal yang harus kau bayar karena melanggar perjanjian ini.”
“Tenang saja, sudah aku siapkan.”
“(tersenyum) Baiklah, kalau begitu. Terserah kau saja.”
___________________
Medan perang.
“Emilia, apa kau tidak apa-apa?” (Ai)
“Ya, aku baik-baik saja.”
“Iblis yang datang, banyak sekali.”
“Ai, sebaiknya kau pergi ketempat Lia, sepertinya dia sedang membutuhkan bantuan. Disini, aku bisa mengatasinya sendiri, lagipula busur yang diberikan dewa sangat hebat.”
__ADS_1
“Baiklah kalau begitu, aku akan pergi ke tempat Lia…” Ai pergi dan tepat setelah itu…
“Ai!!!”
‘Fire Ball’
Sebuah bola api raksasa tertuju tepat ke arah Ai.
_________________
“Hahaha… Hebat juga kau, bisa datang ketempat ini seorang diri.”
“Berhenti mengoceh, jika aku tidak menghabisimu. Aku tidak bisa kembali, dan aku tidak bisa menyelamatkan keluargaku.”
“Hahahaha… Menghabisiku? Apa kau bisa? Para pahlawan itu saja tidak bisa membunuhku, apalagi kau.”
Aku diremehkan olehnya. “Rasakan ini!!!” Aku melompat dan menebaskan pedangku secara vertikal, tapi dia berhasil menahannya, benarkah?
Duarrrrr.
“Pelindung sihir, ya.” Raja iblis ini menggunakan pelindung sihir untuk melindungi tubuhnya.
“Kau, siapa kau sebenarnya? Bisa menghancurkan pelindungku hanya dengan 1 serangan.”
“Siapa aku? Aku, seorang yang diberitugas untuk menghabisi mahluk sepertimu!!” Aku dengan cepat berlari, dan kembali menebasnya secara horizontal.
“S-Sial!! Aku tidak akan kalah oleh orang sepertimu.”
Duarrrrr
Raja iblis terlempar ke dinding, dinding itu jebol dan raja iblis terlempar keluar dari kastilnya.
“Kau, berhasil melukaiku. Tidak bisa dimaafkan.”
Dia masih bisa bertahan dari seranganku, seharusnya serangan itu bisa dengan mudah mengalahkan 1000 prajurit. Tapi, dia hanya terluka akibat seranganku ini. “Kau masih hidup, seharusnya kau mati saja agar aku bisa cepat kembali.”
“Hahaha… Aku tidak akan mati semudah itu. Sekarang giliranku… ‘Segel kegelapan’.” Sebuah mantra yang membuat area disekitar menjadi gelap gulita.
Strattt
Sreettt
Srashhh
Serangan demi serangan mengenai tubuhku. “Bagaimana, disini hanya aku yang bisa bergerak dengan bebas. Kau tidak akan bisa mengalahkanku.” Luka gores mulai terbentuk ditubuhku akibat serangan raja iblis ini. “Tenang saja, aku tidak akan membunuhmu secara langsung. Aku akan menikmati saat-saat membunuhmu, dan kau bisa anggap ini sebagai balasan karena kau sudah melukaiku tadi.”
“Sangat membuang-buang waktu. Berhentilah bermain-main...” Dia membuatku kesal.
Dia terus saja melakukan hal sama, dan itu membuang-buang waktu. Aku memang tidak bisa melihatnya, tapi… “Ughh… T-Tidak mungkin.” Perutnya tertusuk oleh pedang Ryuga yang aku arahkan tepat kearahnya.
“Mengulangi gerakan yang sama, dan hanya menggantinya beberapa kali. Hanya orang bodoh yang tidak menyadari hal itu.”
Srasshhh
Darah segar mengalir dari perut raja iblis itu. “K-Kau, aku pasti, aku pasti…”
“Berisik!!” Aku memotong tubuhnya menjadi 2 bagian. “Dengan ini, selesai. Agghh…” Meskipun begitu, tidak bisa dipungkiri kalau tubuhku saat ini penuh dengan luka.
______________
“Yo selamat datang.” Seketika aku kembali ketempat dewa Sha, dengan penampilanku semula. Tapi, tubuhku tetap terluka.
__ADS_1
“Dewa Sha, cepat antar aku kembali.”
“Baik, tapi sebelum itu. Ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu.”
“Apa?”
“Jangan gunakan kekuatan yang aku berikan padamu secara berlebihan, atau itu akan berbahaya untuk tubuhmu. Aku harap kau mengingat ini.”
“Baiklah.”
“Kalau begitu, aku akan mengirimmu kembali.” (menjeltikkan jarinya) Seketika aku langsung berpindah kekamar milikku.
Duarrr
Beberapa suara ledakan terdengar dari arah luar. “Aku harus cepat..” Aku segera bergegas keluar.
_____________
“Dewa Sha, apa kau yakin akan membiarkannya seperti itu?” (Dewa Yu)
“Dewa Yu, aku sudah pernah bilang padamu. Dia adalah orang yang menurutku pantas, kau tidak perlu khawatir.”
“Tapi, meskipun begitu.” Melihat apa yang sedang dipengang oleh dewa Sha. “(tersenyum) Sepertinya kau sudah menyiapkannya dengan baik.”
“Haha…”
“Kalau begitu, aku serahkan padamu. Dan untuk tugas selanjutnya…”
“Aku sudah memilihkannya, dan aku rasa dia tidak akan menolak atau bahkan dia sendiri yang akan meminta padaku.”
“Dunia itu, ya.”
“Mengingat kalau dulu dia tinggal ditempat yang sama seperti dunia itu, mungkin dia tidak akan menolak.”
__________________
Gerbang utama
Aku melihat Inori dan langsung menghampirinya. “Inori, apa…” Saat aku mendekatinya, ia sedang menangis. “Inori, apa yang terjadi padamu?”
“Mama… Mama Ai..”
Mendengarnya berkata seperti itu, membuatku sedikit panik. “Mama Ai, apa yang terjadi pada mama Ai?” Saat aku bertanya seperti itu Inori kembali menangis. Dan perasaanku tidak enak dengan hal ini.
Aku putuskan untuk mencari Ai, dan yang lainnya.
Beberapa menit kemudian
“Itu Emilia…” Aku melihatnya sedang berdiri di depan salah satu tenda pengobatan yang ada disini. “Emilia, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Inori menangis, dan ada apa dengan Ai?” Saat aku berkata seperti itu, Emilia meneteskan air matanya.
“Hiroaki, aku minta maaf…”
“Emilia, kenapa kau meminta maaf.” Ini membuatku sangat panik. “Emilia, apa yang sebenarnya terjadi? Rin, Sia, dan Ai.. Dimana mereka?” Saat aku berkata seperti itu, Emilia menunjuk ke dalam tenda.
Aku perlahan masuk kedalam tenda, dan… Aku melihat sesuatu yang membakar emosiku, dan juga sesuatu yang membuatku putus asa.
“Hi-chan… Maaf, aku minta maaf.. (menangis)”
“Kami sudah berusaha sebaik mungkin, tapi…”
“Aaaaaggghhhh!!!!”
__ADS_1