Watashi No Hanayome

Watashi No Hanayome
11


__ADS_3

Beberapa hari setelah itu.


Tubuhku sudah kembali normal tapi aku masih belum bisa dikatakan pulih seutuhnya. Mana milikku entah kenapa aku merasa mana yang ada di tubuhku berkurang begitu besar. Tapi, itu tidak berakitbat apapun padaku hanya saja aku tidak bisa bergerak selincah sebelumnya karena aku kekurangan mana. Tapi setidaknya itu tidak berdampak apapun saat aku menggunakan Shirame dan Ryuga karena sedari awal mana yang mereka miliki memang terpisah dariku. Atau bisa dibilang mereka memiliki aliran mana tersendiri. Setidaknya itulah yang aku tau.


Pagi hari di taman.


“Hikari, kau ada disini.”


“Ahh. Emi, ada apa?”


“Tidak ada apa-apa, aku hanya sedang berjalan-jalan dan melihatmu.”


“Hmm, begitu.”


“H-Hiroaki, apa tubuhmu sudah baik-baik saja?”


“Ya, setidaknya sudah lebih baik dari sebelumnya.”


“Hiroaki. Jika kau punya masalah, jangan ragu-ragu katakan saja padaku aku pasti akan membantumu. Tidak, kami akan membantumu.”


Aku hanya tersenyum mendengarnya berkata seperti itu. “Terimakasih.”


Beberapa hari kemudian.


Area pelatihan militer.


“Y-Y-Yang mulia, apa yang anda lakukan disini?” (Komandan pasukan Grild)


“Komandan Grild, bagaimana kabarmu?”


“S-Saya baik-baik saja. Yang lebih penting, apa yang anda lakukan disini yang mulia. Apa anda ingin melihat latihan para prajurit kerajaan?”


“Hmmm, sepertinya itu boleh juga.” Sebenarnya bukan itu tujuanku kemari, aku kembari hanya ingin sedikit menggerakkan tubuhku saja, lagipula sudah sangat lama aku tidak datang kemari.


Komandan pasukan Grild, sekitar beberapa bulan setelah aku menikah, aku merekrutnya dari guild petualang. Kualitas pelatihan prajurit yang ada disini sangat buruk, tapi sejak kedatangannya pelatihannya menjadi lebih baik. Dan sampai saat ini, sudah banyak prajurit terlatih yang ada disini, dan tidak jarang pula ada kerajaan lain yang merekrut prajurit kerajaan ini. Tentu saja pilihan aku berikan pada masing-masing prajuritku, karena aku rasa merekalah yang harus memilih sendiri apa yang ingin mereka lakukan.


“Yang mulia, apa keadaan anda sudah baik-baik saja?”


“Ya, sudah lebih baik dari sebelumnya.” Aku sudah cukup dekat dengannya, tapi karena suatu alasan dia selalu bersikap formal padaku. Padahal aku sudah menyuruhnya untuk bersikap seperti biasa, tapi ia bilang tidak bisa melakukan itu karena aku seorang raja. “Ha…”


“Yang mulia, ada apa?”


“Tidak ada apa-apa.”


Beberapa lama setelah itu.


Ctingg


Ctakk


“Hmm, mereka lumayan.” Ada lebih dari 50 prajurit yang sedang berlatih bertarung menggunakan pedang kayu untuk menghindari cedera fatal, dan aku rasa mereka cukup kuat.


“Mereka terus mengasah kemampuan mereka setiap hari, saya tidak tau harus berkata apalagi, tapi saya merasa sangat bangga bisa melihat perkembangan mereka.”


“Grild, kau terlihat seperti seorang orang tua yang melihat anaknya tumbuh dewasa saja.”

__ADS_1


“M-Maafkan saya yang mulia.”


“Haa.” Ini memang latihan yang cukup efektif, ini juga bisa bertujuan mencari tehnik yang cocok untuk mereka sendiri. Atau bisa dibilang tehnik khusus mereka sendiri. “Para prajurit yang memiliki tehnik khusus, ya. Sepertinya itu tidak buruk juga. (bergumam)”


“Yang mulia, ada apa?”


“Ya, tidak ada apa-apa. Hmm…” Aku mengambil 1 pedang kayu yang ada disini.


“Yang mulia, apa yang ingin anda lakukan?”


“Hmmm, aku ingin melihat kemampuan mereka secara langsung. Ada apa? Apa kau keberatan?”


“T-Tidak, hanya saja. Apa anda baik-baik saja?”


“(tersenyum) Kau meremehkanku. Meskipun Shima menyerang kerajaan ini dengan 100 ribu pasukannya saat ini juga, aku pasti bisa mengalahkannya.”


“Ehh. Ngomong-ngomong soal raja iblis Shima, aku dengar dia sudah mati.”


“Huh? Mati? Raja iblis itu?” Memang benar serangan terakhir itu sangat kuat, tapi untuk membunuh raja iblis itu sendiri sangat tidak mungkin dengan kekuatan itu. “Aku tidak percaya dia akan mati semudah itu, lagipula jika dia mati maka aku tidak memiliki rival lagi di dunia ini.”


“Rival?”


“Tidak, lupakan saja.” Satu-satunya yang mungkin sebanding denganku didunia ini adalah Ken, dan jika dimasa depan aku tak tau mungkin saja akan ada orang yang lebih hebat dariku. “Aku sangat menantikannya. (bergumam)”


“Yang mulia, ada apa?”


“Tidak ada apa-apa.” Aku perlahan menghampiri para prajurit yang sedang berlatih itu.


“Y-Yang mulia raja.” Melihatku, mereka semua yang sedang berlatih menghentikan latihannya dan member hormat.


“Yang mulia, ada apa?” (prajurit)


“Kalian semua, maju dan hadapi aku.”


“K-Kami, melawan anda. I-itu tidak mungkin.”


“Itu benar, bagaimana kami bisa menang melawan seorang raja yang bahkan dijuluki raja terkuat?”


“Hmmm. Tenang saja, aku akan menggunakan ini.” Aku menunjukkan pedang kayu yang ada di tangan kananku. “Dan aku juga tidak akan menggunakan kekuatanku berlebihan.”


“Meskipun begitu, itu sangat mustahil bagi kami.”


“Hmm.” Mereka terlihat begitu pesimis, jika aku ada di dalam kondisi seperti mereka dimana aku sudah sangat yakin tidak akan menang, mungkin aku juga akan pesimis seperti itu. Tapi… “Anggap saja ini sebagai latihan tambahan dariku. Lagipula, mungkin saja ini bisa jadi kesempatan yang sangat berharga bagi kalian karena bisa bertarung melawanku.”


“Latihan, ya.” (Grild)


“Ya, Grild, apa kau juga mau ikut?”


“Kalau begitu, izinkan saya ikut berpartisipasi. Lagipula, sebuah kehormatan bisa melawan seorang raja terkuat.” Grild ikut dan itu sedikit menambah kepercayaan para prajurit.


“(tersenyum) Baiklah. Apa kalian sudah siap?”


“Kami siap.” (Grild)


“Mulai!”

__ADS_1


_______________


“Dewa Sha, tentang rencana itu…”


“Dea Ryu, tenanglah. Tinggal sedikit lagi. Jika seluruh dewa sudah setuju, kita hanya tinggal menunggu alur yang pas, dan saat itu pula semua itu akan terjadi.”


“Butuh waktu berapa lama?”


“Hmm. Dari banyaknya dewa yang ada disini, dan juga ada dewa yang pergi ke tempat lain. Setidaknya butuh waktu yang agak lama, aku tak bisa menyebutkan tepatnya, tapi aku akan berusaha untuk mencoba melakukan yang terbaik.”


“Kalau begitu, aku menunggu kabar baik darimu.” Dewa Ryu pergi.


(Istana layang dewa Sha)


“Sha, kau begadang lagi.”


“Ahh., masih banyak hal yang harus aku lakukan.”


“Setidaknya istirahatlah dulu.”


“(tersenyum) Aku ini dewa, aku tidak butuh istirahat.”


“Meskipun begitu, aku mengkhawatirkanmu.”


“Terimakasih sudah mengkhawatirkanku.”


_______________


“Baiklah, sudah cukup.” Ini sedikit membuatku berkeringat, dan aku rasa ini bisa di sebut sebagai latihan.


“Ha, ha, ha, ha, ha. L-luar biasa.”


Kemampuan mereka cukup, atau bisa aku bilang mengesankan. Tehnik yang mereka gunakan berbeda-beda setiap prajurit, itu mungkin karena mereka menggunakan tehnik bertarung khas mereka sendiri. Terutama untuk Grild, gerakannya begitu rapi. Setiap serangan yang ditujukan padaku sangat indah, dan seakan miliki irama disetiap serangannya.


“Yang mulia. Apa yang akan anda lakukan setelah ini?”


“Aku akan kembali.” Latihan untukku hari ini sudah cukup, aku membutuhkannya karena sudah beberapa hari terakhir tubuhku tidak bergerak dengan bebas dan terasa kaku. Tapi, dengan ini aku sudah bisa sedikit menggerakkan tubuhku dengan bebas.


-----------


Istana.


“Hiroaki, kau dari mana?”


“Dari area pelatihan militer.”


“Pelatihan militer? Apa yang kau lakukan disana?”


“Melakukan sedikit pemanasan.”


“Hiroaki, sebaiknya kau lebih banyak istirahat. Keadaan tubuhmu masih belum stabil, jika terjadi sesuatu padamu bagaimana?”


“Hee, kau mengkhawatirkanku?”


“Kenapa kau menanyakan hal yang sudah jelas seperti itu!!”

__ADS_1


“Tidak ada alasan khusus.” Beberapa minggu setelah ini, kau akan terjadi hal yang menarik. Itulah yang dikatakan oleh dewa Sha, dan mungkin aku akan menunggu sampai waktu itu tiba. Hal menarik apa yang sebenarnya dewa Sha katakan, tapi aku sangat menantikannya.


__ADS_2